Search Articles & Publications

Showing 2 articles found for "Hanjaya"

Analysis of Financial Distress of Cigarette Sub Sector Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange Period 2017-2021

Muhammad Imaduddin As'ad, Agung Widhi Kurniawan, Anwar, Anwar Ramli, Andi Mustika Amin
Abstract: This study aims to determine the potential for bankruptcy experienced by industrial companies in the cigarette sub-sector in 2017-2021. This type of research uses descriptive quantitative with a population of issuers in… the cigarette sub-sector during 2017-2021. Sampling using purposive sampling method to get 4 companies. Data collection was carried out using documentation techniques. Data analysis techniques using the First Altman Z-Score. The results showed that in the last five years the potential for bankruptcy in cigarette sub-sector companies was low because there was only one company that had the potential to go bankrupt, namely PT. Bentoel Internasional Investama Tbk. The company is in a vulnerable precautionary zone for bankruptcy during 2018-2019 and there are indications that the company is experiencing financial difficulties in 2020. The company PT. Gudang Garam Tbk, PT. Hanjaya Mandala Sampoerna, PT. Wismilak Inti Makmur Tbk, has no potential for bankruptcy.

Pengaruh Penjualan Dan Harga Pokok Penjualan Terhadap Laba Kotor Pada PT Hanjaya Mandala Sampoerna,Tbk

Maulidin Alfadil, Neneng Yanti Andriani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Penjualan dan Harga Pokok Penjualan terhadap Laba Kotor pada PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2014-2022. Metode analisis… nalisis yang digunakan meliputi regresi linear berganda, uji t, dan uji F. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel Penjualan memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap Laba Kotor dengan nilai korelasi 0,929 dan signifikansi 0,000, sementara Harga Pokok Penjualan juga menunjukkan korelasi yang sangat kuat dengan nilai 0,885, meskipun pengaruhnya dianggap lemah secara parsial terhadap Laba Kotor dengan signifikansi 0,000 dan hasil t hitung yang negatif. Koefisien determinasi (R²) mencapai 100%, mengindikasikan bahwa Penjualan dan Harga Pokok Penjualan secara simultan memberikan kontribusi penuh terhadap variasi Laba Kotor. Uji F menunjukkan nilai F hitung (116321,755) jauh lebih besar daripada F tabel (3,28), dengan signifikansi 0,000, mengonfirmasi adanya pengaruh simultan yang signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Penjualan memiliki dampak positif yang signifikan terhadap Laba Kotor, sedangkan Harga Pokok Penjualan, meskipun memiliki pengaruh kuat, menunjukkan dampak negatif yang signifikan. Penelitian ini menyarankan perusahaan untuk fokus pada strategi pemasaran dan efisiensi operasional untuk meningkatkan laba kotor secara keseluruhan.