Search Articles & Publications

Showing 2 articles found for "Jurists"

INTERFAITH MARRIAGE IN ISLAMIC FAMILY LAW: THE PERSPECTIVE OF CLASSICAL FIQH AND THE COMPILATION OF ISLAMIC LAW

Nurmalinda, Sri, Firmansyah, Heri
Abstract: Interfaith marriage is a classic yet ever-relevant issue in Islamic family law. This study aims to examine the legal status of interfaith marriage in Islamic family law through classical and contemporary fiqh perspectives,… s, as well as its arrangement in the Compilation of Islamic Law (KHI) in Indonesia. The method used is normative legal research with statutory and conceptual approaches, referring to authoritative classical tafsir and fiqh works such as Jami' al-Bayan by al-Tabari, al-Jami' li Ahkam al-Qur'an by al-Qurtubi, Tafsir Ibn Kathir, al-Umm by Imam al-Shafi'i, and al-Mughni by Ibn Qudamah, as well as contemporary works such as Fiqh al-Sunnah by Sayyid Sabiq and the works of Wahbah al-Zuhaili and Yusuf al-Qaradawi. The findings indicate that classical jurists unanimously prohibit the marriage of a Muslim woman to a non-Muslim man and the marriage of a Muslim man to a polytheist (mushrik) woman, but differ regarding the marriage of a Muslim man to a woman of the People of the Book (Ahl al-Kitab). Meanwhile, the KHI takes a stricter stance by prohibiting all forms of interfaith marriage, in line with the principle of preventing harm (sadd al-dhari'ah) and the MUI Fatwa of 2005. This study concludes that the KHI represents a contextualization of fiqh adapted to the conditions of Indonesian society.

Analysis Of The Competence Of Students Of The Comparative Mazhab Study Program At Stiba Makassar To Become Jurists

Mukran H. Usman, Muh. Isra Syarif, Muh. Ihsan Dahri
Abstract: Memiliki kompetensi standar untuk menjadi ahli fikih tentu harus memiliki penguasaan pada beberapa cabang ilmu syar’i sebagai sebuah persyaratan utama selain dari penguasaan dan pengetahuan yang mendalam pada bahasa Arab… ab yang merupakan bahasa induk dari sumber-sumber rujukan ilmu fikih. Dan kebutuhan akan keberadaan para ahli fikih yang berstandar tentu menjadi suatu kebutuhan pokok untuk memberikan berbagai jawaban hukum kontemporer yang terkadang menjadi polemik ditengah kehidupan umat Islam secara khusus dan umat manusia secara umum. Tujuan dari penelitian ini adalah pertama, untuk menjelaskan bagaimana kompetensi yang standar yang harus dimiliki oleh para mahasiswa STIBA Makassar prodi perbandingan mazhab untuk menjadi ahli fikih, kedua, untuk menjelaskan peluang dari mahasiswa prodi perbandingan mazhab untuk menjadi ahli fikih. Penelitian ini menggunakan metode kualititaf (library research) dengan menggunakan beberapa pendekatan diantaranya adalah pendekatan normatif dan studi kasus atau survai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, kompetensi standar untuk menjadi ahli fikih seperti penguasaan pada hapalan Al-Qur’an, penguasaan pada ilmu fikih, ushul fikih, qawaid syariyah dan maqasid syariah. Kedua, mahasiswa STIBA Makassar prodi perbandingan mazhab mempunyai peluang untuk memiliki kompetensi standar menjadi ahli fikih.