Search Articles & Publications

Showing 14 articles found for "Kalam"

PENGUATAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA ARAB MELALUI PROGRAM UJIAN LISAN TERBIMBING DI PESANTREN SULTAN HASANUDDIN LIMBUNG GOWA

Fauziah Bachtiar, Almardhi, Muhammad, Sitti Muthmainnah, Irfan, Mardhiana Jamal
Abstract: Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan berbicara bahasa Arab santri melalui Program Ujian Lisan Terbimbing di Pesantren Sultan Hasanuddin Limbung Gowa. Latar belakang kegiatan ini didasarkan… n pada pentingnya kemampuan berbicara Bahasa Arab bagi santri sebagai sarana komunikasi akademik dan religius. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Program dilaksanakan melalui pendampingan intensif berupa latihan berbicara terstruktur, pembiasaan dialog sederhana, serta pemberian umpan balik langsung kepada santri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kelancaran berbicara, penguasaan kosakata, ketepatan struktur kalimat, serta kepercayaan diri santri dalam menghadapi ujian lisan bahasa Arab. Selain itu, santri menunjukkan sikap yang lebih positif terhadap pembelajaran bahasa Arab lisan. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam penguatan mahārah kalām santri dan pemahaman terhadap materi-materi pelajaran Bahasa Arab serta peningkatan kepercayan diri para santri untuk dapat lebih aktif dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Arab dengan baik dan benar.

ANALISIS PERBANDINGAN KONSEP DASAR DAN URGENSI EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB

HM, Nawal Sa’adah, Herdah, Herdah
Abstract: Evaluasi merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran karena berfungsi untuk mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik serta efektivitas proses pembelajaran. Dalam kajian evaluasi pendidikan terdapat tiga istilah… ah yang sering digunakan, yaitu pengukuran (measurement), penilaian (assessment), dan evaluasi (evaluation), yang memiliki konsep dan fungsi yang berbeda. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan konsep pengukuran, penilaian, dan evaluasi serta mengkaji urgensi penerapannya dalam pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai sumber buku dan jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengukuran berkaitan dengan proses memperoleh data kuantitatif melalui pemberian skor, penilaian merupakan proses menafsirkan hasil pengukuran untuk mengetahui tingkat pencapaian belajar peserta didik, sedangkan evaluasi merupakan proses pengambilan keputusan terhadap keberhasilan pembelajaran. Dalam pembelajaran bahasa Arab, evaluasi sangat penting karena mencakup empat keterampilan berbahasa, yaitu istima’, kalam, qira’ah, dan kitabah, sehingga dapat memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kemampuan berbahasa peserta didik.

KINERJA EPISTEMOLOGI ISLAM KETERJALINAN NALAR BAYANI, BURHANI, IRFANI MUHAMMAD ABID AL JABARI

Lisa Amelia, Sri Murhayati
Abstract: Nalar bayani, irfani, dan burhani merupakan tiga kerangka epistemologis utama dalam tradisi keilmuan Islam yang berperan penting dalam proses pembentukan, pengembangan, dan validasi pengetahuan. Ketiga nalar ini tidak berdiri… rdiri secara terpisah, melainkan saling melengkapi dalam membangun pemahaman manusia terhadap realitas, baik yang bersumber dari wahyu, akal, maupun pengalaman spiritual. Nalar bayani bertumpu pada teks-teks otoritatif, khususnya Al-Qur’an dan Hadis, dengan penekanan pada pemahaman kebahasaan, penafsiran, dan penalaran normatif. Melalui pendekatan ini, kebenaran ilmu ditentukan berdasarkan kesesuaian makna dengan teks dan otoritas keagamaan, sehingga nalar bayani berperan besar dalam pengembangan ilmu-ilmu keislaman seperti fikih, tafsir, dan ushul fikih. Sementara itu, nalar irfani menekankan dimensi batin dan pengalaman spiritual sebagai sumber pengetahuan. Nalar ini berangkat dari keyakinan bahwa kebenaran tidak hanya dapat dicapai melalui teks dan rasio, tetapi juga melalui penyucian jiwa, intuisi, dan pengalaman langsung dengan realitas transenden. Pengetahuan dalam nalar irfani bersifat subjektif namun mendalam, karena diperoleh melalui proses kontemplasi, riyadhah, dan kedekatan spiritual kepada Tuhan. Oleh karena itu, nalar irfani banyak berkembang dalam tradisi tasawuf dan filsafat spiritual Islam, dengan tujuan mencapai pemahaman hakikat yang melampaui makna lahiriah. Adapun nalar burhani berpijak pada rasio dan logika demonstratif sebagai sarana utama dalam memperoleh kebenaran. Nalar ini menekankan argumentasi rasional, kausalitas, dan pembuktian sistematis yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dalam tradisi Islam, nalar burhani banyak digunakan dalam filsafat, ilmu kalam rasional, serta pengembangan ilmu pengetahuan yang bersifat empiris dan analitis. Kebenaran dalam nalar burhani diukur melalui konsistensi logis dan kesesuaian antara teori dan realitas.

BÎ’AH LUGHAWIYYAH AS A HIDDEN CURRICULUM AND ITS INFLUENCE ON STUDENTS’ SPEAKING SKILLS IN PESANTREN AR-RAUDLATUL HASANAH

Yunus, Siregar, Bahtiar, Daely, Siti Arfah, Putri, Zikriya Husna Aulia, Hamid, Faisal
Abstract: Arabic language learning in pesantren is not conducted solely through the formal curriculum but also through habituation processes that are internalized in the students’ daily lives. Bī’ah lughawiyyah functions as a language… language environment that serves as a hidden curriculum at Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, namely an implicit curriculum that shapes language competence in a natural and sustainable manner. This study aims to analyze the role of bī’ah lughawiyyah as a hidden curriculum and its influence on the improvement of students’ speaking ability (mahārat al-kalām). This research employs a qualitative approach with a case study design. The research participants consist of students, Arabic language instructors, and pesantren administrators. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation of language-related activities. The data were analyzed thematically through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity strengthened through source and method triangulation. The findings indicate that bī’ah lughawiyyah functions as a hidden curriculum through Arabic language policies, the exemplary practices of instructors, the habituation of communication in daily pesantren life, and non-formal social reinforcement. These practices contribute positively to the enhancement of students’ kalām ability, particularly in terms of speaking confidence, fluency, and spontaneity in oral communication. The findings confirm that bī’ah lughawiyyah as a hidden curriculum plays a strategic role in Arabic language acquisition. Therefore, optimizing the language environment should be positioned as an integral component of Arabic language curriculum development in pesantren.

URGENSI ASBABUN NUZUL BAGI SEORANG MUFASSIR DALAM MENAFSIRKAN AYAT AL-QUR'AN

Hamami, Abdul Rasyid, Agustiar, Agustiar
Abstract: Al-Qur’an adalah kalam Allah Ta’ala yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam melalui perantara malaikat jibril secara mutawatir, sebagai mu’jizat dan pedoman hidup bagi umat manusia. Al-Qur’an diturunkan… Qur’an diturunkan kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pada waktu-waktu tertentu dan dalam peristiwa-peristiwa tertentu. Sehingga mengetahui sebab turunnya Al-Qur’an adalah sebuah landasan dasar bagi seorang mufassir untuk menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an dan pengimplikasiannya dalam penetapan hukum syari’at. Dengan memahami tafsir secara benar dan mengetahui penetapan hukum syari’at, kita bisa mengambil sebuah hikmah didalamnya dan memberikan motivasi kepada diri kita untuk menunaikan apa yang terkandung dalam Al-Qur’an.

KONSTRUKSI NALAR ARAB DALAM BUKU TAKWIN AL-AQL AL-ARABY KARYA MUHAMMAD ABID AL-JABIRI

Zakiy, Ahmad, Saputra, Eko, Ulfah, Mailani
Abstract: Dalam diskursus epistemologi, terdapat beberapa upaya para sarjana untuk memperlihatkan sistem epistemik nalar masyarakat Arab. Hal tersebut disebabkan adanya permasalahan-permasalahan tertentu yang menjadikan sistem penalaran… alaran tersebut mempengaruhi ketertinggalan masyarakat Arab-Islam terutama dalam hal peradaban. Tulisan ini bertujuan mengangkat usaha yang dilakukan Abid al-Jabiri dalam melakukan eksplorasi terhadap konstruksi sistem penalaran Arab dan menunjukkan beberapa sebab yang membentuk konstruksi sistem epistemik tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan metode deskriptif-analitis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Abid al-Jabiri menjustifikasi era jahili sebagai batu pertama pertama peletak struktur dasar bagi sistem epistemik nalar Arab. Kemudian al-Jabiri mencoba untuk menjabarkan kompleksitas ashr al-tadwin sebagai era dimana terjadi kristalisasi nalar Arab. Dalam kasus ini, al-Jabiri menunjukkan aspek-aspek tersembunyi yang pada dasarnya turut mempengaruhi segala proses epistemik yang terjadi pada era kodifikasi. Beberapa hal tersebut antara lain ialah, pertama, dorongan-dorongan ideologis, yang mana dalam hal ini al-Jabiri memperlihatkan perebutan dominasi dalam menjustifikasi suatu otoritas epistemik antara kelompok Sunni dan Syi’ah. Kedua, terdapat perkembangan ilmu-ilmu teologi dan ilmu-ilmu awa’il yang telah ada sejak awal abad ke 2 H yang diprakarsai dengan lahirnya karya Washil Ibn Atha’ dalam bidang ilmu kalam, dan Khalid Ibn Yazid dalam bidang ilmu awa’il. Ketiga, terdapat faktor arabisasi birokrasi yang diawali dengan kabijakan Abd Malik Ibn Marwan yang merubah penggunaan bahasa administrasi dari bahasa asing ke bahasa Arab. Keempat, terdapat pengaruh-pengaruh sekularisasi dalam sistem epistemik nalar Arab dalam banyak bidang yang dilakukan oleh tokoh-tokoh tertentu seperti Abdullah Ibn Muqaffa. Dengan demikian al-Jabiri hendak membongkar sisi-sisi tersembunyi dari terbentuknya konstruksi nalar Arab sebagai dasar epistemik masyarakat Arab untuk melakukan justifikasi terhadap sesuatu terutama atas ilmu pengetahuan.

Effectiveness of Communication by Corn Agricultural Extension Instructors in Sawerigadi District, West Muna Regency

Rahmat Mulya, La Ode Andi
Abstract: This research used a quantitative method where the sample consisted of 59 respondents who were divided into two villages, namely Marobea Village with 37 respondents and Lakalamba Village with 22 respondents. The SPSS version… sion 21 program was used to analyze the effectiveness of communication between corn planting teachers. The results of the analysis show that (1) the overall level of farmer participation in agricultural extension activities is included in the less active category. Compared to the participation stage, farmers are more active in implementation than planning. Corn farmers in Marobea Village are more active than corn farmers in Lakalamba Village. (2) Agricultural extension communication between corn farmers in Marobea and Lakalamba Villages is most effective in increasing knowledge (cognitive) and subsequently influencing attitudes (affective), but less effective in encouraging action tendencies (behavioral). Extension communication between corn farmers in Marobea Village is more effective compared to corn farmer groups in Lakalamba Village. The more active farmers are, the more motivated they are to apply extension materials. and (3) Factors that determine the effectiveness of extension communication include extension factors, extension methods, and facilities and infrastructure. Extension factors related to the effectiveness of extension communication are the attitude, communication and knowledge aspects of the instructor. Aspects of method suitability and effectiveness are also related to the effectiveness of extension communication which is supported by the availability of extension infrastructure.

Analisis Kemampuan Berbahasa Arab Siswa Kelas VIII MTs Jamilurahman As-Salafy Putri Yogyakarta Tahun Ajaran 2022/2023

Rizkyana Wahyu Laras Pertiwi, Nuhla Tazkiyyatu Tsaqifa
Abstract: The aims of this study is to determine the ability of class VIII students at MTs Jamilurrahman As-Salafy Yogyakarta in Arabic. Arabic is one of the main subjects in this madrasah, and the mastery of four Arabic language… skills. The four skills are listening (istima'), speaking (kalam), reading (qiroah), and writing (kitabah) are very important in the learning process. The research method used was my research with a descriptive approach. Data were obtained through written and oral Arabic tests conducted on students of class VIII. The test results were categorised into several score ranges, and the students' Arabic language skills were analysed based on the predicates obtained. The results showed that most of the students had deficient Arabic language skills, with 48% of the total students being at the predicate of "Deficient". A total of 21% of students got the predicate "Very Good," 19% of students got the predicate "Good," and 12% of students got the predicate "Fair." The study also noted factors that influence students' Arabic language proficiency, including learning methods, textbooks, materials, educational institutions and time. Madrasah Tsanawiyah Jamilurrahman As-Salafy Putri Yogyakarta plays an important role in shaping students' Arabic language skills, but there are challenges in improving overall Arabic language skills. This study provides an understanding of the status of students' Arabic language skills at MTs Jamilurrahman As-Salafy Putri Yogyakarta and shows the importance of developing Arabic language learning at the madrasah.

Kegiatan Khatmil Qur’an Dan Tausiyah Keagamaan Dalam Mensyiarkan Dan Meningkatkan Pemahaman Agama Islam

Firda Nuriyah, Muhammad Nabil Akmal, Alifia Hariaji, M. Yusron Maulana El-Yunusi, Masfufah, Eli Masnawati, Nelud Daraajatul Aliyah
Abstract: Mempelajari Al-Qur'an berarti bahwa seseorang dapat memberikan bimbingan moral yang baik bagi Manusia, pengajaran dan pembelajaran yang ditujukan kepada masyarakat umum, bimbingan yang bermoral baik, bahkan jika pengajaran… an dan pembelajaran ditujukan pada masyarakat umum.  Apabila kajian belajar Al - Qur'an dilakukan secara efektif dan berkesinambungan, dari masyarakat luas pun akan mampu memahami Al-Qur'an. Al-Qur'an dilaksanakan secara efektif dan berkesinambungan, umum pun dapat memahami Al - Qur'an dan. Peningkatan kesadaran Masyarakat merupakan bentuk dari pengadaan kegiatan Khotmil Qur'an dan tausiyah keagamaan.  Menghatamkan Al-Qur'an di Desa Tambak dan Tampunag bertujuan untuk mengarahkan mereka pada keyakinan bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah Tuhannya dan Al-Qur'an merupakan kalamnya, agar Ruh Al Qur'an dapat tertanam dalam jiwa mereka, untuk menyeleksi masyarakat di wilayah desa tambak dan tampung, pengabdian kepada masyarakat terlebih dahulu harus dilaksanakan melalui serangkaian proses yang melibatkan koordinasi dengan aparat setempat. Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (ABCD) adalah teknik yang digunakan dalam layanan yang diberikan dengan mengutamakan masyarakat di Desa Tambak dan Tampung, Kecamatan Lekok, dalam memanfaatkan aset dan potensi yang dimiliki. Aksi ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memerlukan solidaritas yang lebih besar, meski masih banyak masyarakat yang kurang disiplin pada momen-momen tertentu, seperti ketika mereka datang terlambat.

Pelatihan Untuk Meningkatkan Maharah Kalam Melalui Model Pembelajaran Snowball Throwing Di MTS Islamic Centre Medan Sumatera Utara

Ritonga, Nur'ainun, Nur, Samsiah, Haq, Samsul
Abstract: Abstract: This community service program aimed to improve the speaking skill (Maharah kalam) of students at Madrasah Tsanawiyah Hifzil Qur’an Islamic Centre Medan. The reason of selecting the school was the lack of students’… f students’ ability to apply vocabularies (mufradat) in form of sentences (jumlah) based on the direct survey to students at the first preliminary research. Therefore, this training was focused to improve the speaking skill (maharah) of the students through Snowball Throwing model by utilizing the origami papers. The method of conducting the training was mix methods (intiqodiiyya) namely combination of speech delivery method or lecturing (ilqoiyyah) and direct method (mubasyarah). The program was carried out within one day and was followed by 27 female students. Some steps were done at implementing this program comprising opening, core agenda, evaluaton, giving reward and closing. The results showed that students’ ability increase very well where they could express simple sentence (jumlah) with related given materials and were actively practicing Arabic orally in front of the classroom by turn. Keywords; Speaking skill, Model of snowball throwing, utilizing the media, origami paper.   Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara (Maharah Kalam) siswa Madrasah Tsanawiyah Hifzil Qur’an  Islamic Centre Medan. Alasan dipilihnya Madrasah ini adalah karena kurangnya kemampuan siswa dalam menerapkan kosa kata (Mufrodat) dalam bentuk kalimat (Jumlah), hal tersebut diperoleh dari hasil survey berbicara langsung dengan siswa pada kunjungan awal, oleh sebab itu pelatihan ini difokuskan untuk peningkatan kemampuan maharah kalam siswa melalui melalui Model Snowball Throwing dengan pemamnfaatan media kertas origami. Adapun metode yang digunakan adalah metode Campuran  (Intiqoiyyah) yaitu gabungan antara metode  Ceramah (Ilqoiyyah)  dan metode Langsung (Mubasyarah). Kegiatan ini dilaksanakan satu hari dan  diikuti oleh 27 siswi. Beberapa tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu,  pembukaan, kegiatan inti, evaluasi, pemberian reward dan penutup . Adapun hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu  adanya peningkatan kemampuan siswa, hal ini dibuktikan dengan kemampuan mereka dalam mengungkapkan kalimat (Jumlah) sederhana terkait materi yang disampaikan serta keaktifan mereka dalam praktek berbicara bahasa arab di depan kelas secara bergantian. Kata Kunci: maharah kalam; model snowball throwing; pemanfaatan media;  kertas origami