Abstract:Unmet need refers to couples of reproductive age who wish to delay pregnancy or no longer desire children but are not using any contraceptive method. This study aimed to identify the relationship between knowledge, attitudes,…
udes, and husband’s support with the incidence of unmet need among couples of reproductive age in RW 07, Karunrung Village, Rappocini District, Makassar City. The research was conducted from August to September 2022 using a purposive sampling technique with a total of 110 respondents. Data were collected through a structured questionnaire and analyzed using the Chi-Square test with SPSS version 26, and the findings were presented in distribution tables with descriptive explanations. The results showed significant associations between knowledge (p = 0.026), attitudes (p = 0.000), and husband’s support (p = 0.000) with the incidence of unmet need among couples of reproductive age. These findings highlight the importance of strengthening health education efforts and increasing husband involvement to reduce unmet need among couples of reproductive age.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen remaja masjid usman yakub dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah di Kelurahan Karunrung Kota Makassar serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat manajemen…
n remaja masjid usman yakub dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah di Kelurahan Karunrung Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif, yaitu sebuah penelitian yang mengarah pada analisis data secara objektif yang bersifat alami dan disajikan secara naratif. Dalam penelitian ini peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan berlokasi di Kelurahan Karunrung Kota Makassar. Adapun hasil penelitian ini memiliki tujuan untuk mempersatu umat dengan berbagai kegiatan yang bernilai ibadah, yang di antaranya saling menghormati antara jamaah dengan pengurus masjid ataupun masyarakat setempat. Oleh karena itu, diantara-nya melakukan musyawarah jika apabila ada persoalan yang harus di selesaikan dengan baik. Dengan adanya itu jamaah masjid usman yakub lebih meningkatkan kualitas ibadah jamaahnya. Dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah tentu memiliki faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung manajemen remaja masjid adalah adanya dorongan dari jamaah atau masyarakat dengan kepemimpinan yang efektif, mengarahkan dan memotivasi anggota remaja masjid untuk bekerja dengan baik, seperti kegiatan yang bernilai ibadah, baca qu’ran berjamaah dan remaja masjid mengajari anak-anak mengaji, baik iqro maupun al qur’an. Adapun faktor penghambat remaja masjid ialah perbedaan pendapat antar anggota.