Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai faktor internal dan eksternal penyebab penurunan jumlah peserta didik di SD Negeri 039/IX Tantan, menentukan faktor yang paling dominan, serta mengevaluasi langkah…
penanggulangan yang telah dilakukan sekolah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, studi dokumentasi data Dapodik, dan wawancara mendalam terhadap empat informan kunci yang terdiri dari kepala sekolah dan jajaran guru senior. Analisis data kuantitatif populasi siswa secara longitudinal disajikan menggunakan metode grafik perilaku sepanjang waktu atau Behaviour Overtime Graphs (BOTG). Hasil penelitian menunjukkan adanya tren penurunan populasi siswa yang bersifat linier berkelanjutan selama periode enam tahun ajaran terakhir (2019/2020 hingga 2025/2026), dengan jumlah akhir hanya tersisa 24 siswa aktif. Faktor internal yang menjadi pelemah utama adalah keterbatasan sarana prasarana pembelajaran yang masih tradisional. Sementara itu, faktor eksternal dominan meliputi hambatan aksesibilitas geografis, pergeseran demografi akibat penurunan angka kelahiran, ketatnya kompetisi antarlembaga, serta minimnya dukungan kebijakan tata pamong desa. Krisis jumlah siswa ini berdampak pada pasifnya dinamika psikososial kelas kecil dan peningkatan beban kerja emosional guru. Strategi insentif jangka pendek berupa pembagian paket seragam gratis terbukti belum efektif memulihkan volume input siswa. Kesimpulannya, penurunan siswa di sekolah ini merupakan kegagalan adaptasi struktural dalam perspektif teori pendekatan sistem akibat ketidakselarasan antara instrumen internal dengan tekanan lingkungan makro.
Abstract:Abstract his study aims to analyze teachers’ strategies in implementing the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach to improve the quality of learning at Southwest Papua, as well as to examine the contribution…
bution of students from the Independent Student Exchange Program (PMM) in supporting the process. The research method employed is a literature review using the Publish or Perish application.The findings indicate that teachers play a crucial role in planning, implementing, and managing classrooms through contextual strategies that connect learning materials with the local environment and students’ real-life experiences. The application of CTL has been proven to enhance students’ motivation, active participation, and learning outcomes. In addition, PMM students provide practical suggestions such as the use of interactive methods including small group discussions, collective reflection, and projects based on everyday experiences.
Keywords: Teacher Strategies, Learning Quality, Elementary School.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam menerapkan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) guna meningkatkan kualitas pembelajaran di Papua Barat Daya, serta meninjau kontribusi mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) dalam mendukung proses tersebut. Metode penelitian menggunakan kajian literatur (literature review) dengan menggunakan Publish or Perish. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan penting dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengelola kelas dengan strategi kontekstual yang mengaitkan materi ajar dengan lingkungan lokal dan pengalaman nyata siswa. Penerapan CTL terbukti meningkatkan motivasi, partisipasi aktif, serta hasil belajar siswa. Selain itu, mahasiswa PMM memberikan saran praktis berupa penggunaan metode interaktif seperti diskusi kelompok kecil, refleksi bersama, dan proyek berbasis pengalaman sehari-hari.
Kata Kunci: Strategi Guru, Kualitas Pembelajaran, Sekolah Dasar
Abstract:Subjek dalam penelitian ini adalah seorang anak autis kelas III SD di SKh Elok Asri yang menunjukkan perilaku maladaptif berupa perilaku mengupil menggunakan jari dan perilaku menjilat jari setelah mengupil. Perilaku tersebut…
tersebut menyebabakan subjek mimisan,
kurang fokus dalam pembelajaran dan pengerjaan tugas. Melihat permasalahan tersebut,
peneliti akan mencoba melakukan modifikasi perilaku berupa penerapan metode
Differential Reinforcement Of Alternative Behavior (DRA) pada subjek. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui apakah metode DRA dapat mengurangi perilaku maladaptif
yang ditunjukkan subjek. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Single Subject
Research (SSR) dengan desain A-B-A. Pengumpulan data dalam penelitian ini
menggunakan teknik observasi dan dianalisis menggunakan ststistik deskripstif yang
disajikan dalam bentuk tabel dan garfik. Frekuensi perilaku mengupil di sekolah pada
baseline (A2) 37 lebih kecil dari hasil baseline (A1) 47. Adapun frekuensi perilaku
menjilat jari setelah mengupil pada fase baseline 2 (A2) adalah 32 yang hasilnya dibawah
fase baseline 1 (A1) 41. Selanjutnya perilaku mengupil di rumah pada baseline (A2) 26
lebih kecil dari hasil baseline (A1) 31. Adapun frekuensi perilaku menjilat jari setelah
mengupil pada fase baseline 2 (A2) adalah 18 yang hasilnya dibawah fase baseline 1
(A1) 25. Hasil penelitian yang dilakukan di sekolah dan di rumah menunjukan bahwa
metode DRA dapat mengurangi perilaku maladaptif pada subjek.
Abstract:Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar di Kelurahan Laucimba Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo melalui program bimbingan belajar. Kegiatan…
tan ini dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Quality Berastagi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendampingan belajar melalui bimbingan kelompok kecil dan bimbingan individual. Tahapan pelaksanaan meliputi koordinasi dengan masyarakat, identifikasi kesulitan belajar siswa, pengelompokan peserta berdasarkan kebutuhan belajar, pelaksanaan bimbingan membaca, menulis, dan berhitung, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program bimbingan belajar membantu siswa menjadi lebih aktif, percaya diri, dan termotivasi dalam belajar. Siswa juga menunjukkan peningkatan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung. Kegiatan ini turut membantu orang tua yang memiliki keterbatasan waktu dalam mendampingi anak belajar di rumah. Dengan demikian, program bimbingan belajar dapat menjadi strategi pengabdian kepada masyarakat yang efektif dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar di lingkungan masyarakat.
Abstract:Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pendidikan keagamaan anak melalui program pembiasaan doa harian di TPQ Nurul Hidayah Desa Jetis, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo. Pendidikan keagamaan…
eagamaan sejak usia dini memiliki peran penting dalam pembentukan karakter religius, namun pembiasaan doa harian di TPQ belum dilaksanakan secara terstruktur. Program dilaksanakan selama lima minggu dengan sasaran 20 anak TPQ melalui tahapan observasi, pengenalan doa harian, penghafalan dengan metode pengulangan, praktik penerapan doa dalam aktivitas sehari-hari, serta evaluasi. Metode pembelajaran menggunakan pendekatan klasikal dan kelompok kecil dengan media modul doa harian dan buku prestasi hafalan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan anak dalam menghafal doa, ketepatan pelafalan, serta pembiasaan sikap religius dalam kegiatan sehari-hari. Program ini efektif mendukung pembentukan karakter religius anak dan berpotensi diterapkan secara berkelanjutan di TPQ.
Abstract:Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Namun, sebagian besar UMKM masih menghadapi berbagai kendala, terutama…
dalam pengelolaan manajemen usaha dan pencatatan keuangan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji upaya pemberdayaan UMKM melalui pendampingan manajemen usaha dan penerapan akuntansi sederhana pada UMKM Merah Putih Bakso 89 milik Ibu Nengse yang berlokasi di Kota Ambon. Metode yang digunakan adalah wawancara langsung dan observasi lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan manajemen usaha dan akuntansi sederhana mampu meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap pengelolaan usaha, pencatatan keuangan, serta memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan usaha dan kesejahteraan pelaku usaha.
Abstract:ABSTRACT The objective of community partnership program cluster 2 (CPP-C2) is to provide micro and small-scale layer chicken farmers in Tomohon city with business management procedures based on “biosecurity”. Problems faced…
blems faced by partners, both farm owners and farm workers: 1) lack of knowledge and understanding of the concept and application of biosecurity 2) lack of sanitation application, which increases the risk of diseases emerging and spreading 3) not yet aware that the use of open house system, unfenced farms and no procedures for entering the farm area, are not in accordance with the principles of biosecurity system. The activity was carried out in stages: survey, socialization on the concept and implementation of the 3-zone biosecurity system, provision of disinfectants and examples of regulation for laying hen farming as well as evaluation. The evaluation results show that during the extension activity, out of 8 participants only 2 were actively asking questions, and it turned out they were the farm owners, while the farm workers were passive. It was found after the outreach activity, that the farm owners or farm workers who were partners had not been implemented the 3-zone biosecurity system, therefore outreach activities regarding biosecurity on poultry farm still need to be provided again to them, so that the concept and application of biosecurity will be truly understood and they would be willing to do so. However, at least 2 farms have prepared signboards with rules for entering the farm area. The occurrence of outbreaks and pandemics should be a lesson-learned that biosecurity measures are highly relevant to the saying “it is better to prevent than cure”. If, chicken remain healthy, they produce high-quality and safe products, and so, farmers can minimize health costs and maximize profits, even enabling farms owner to expand their businesses scale. In conclusion, this activity has not been given a significant impact on partner’s farm management because all partners have not been implemented the 3-zone biosecurity system, and it would be better if, all farm owners as decision makers to participate in this kind of activity, as well as the need for synergy between relevant agencies in the livestock sector in Tomohon city and academics with poultry farming business practitioners in an effort to maintain livestock health, poultry communities and maintain food security.
Abstract:Pelaksanaan pengabdian ini didasari pada beberapa hasil penelitian sebelumnya yang mengungkapkan bahwa pembelajaran bahasa Inggris terhadap peserta didik kurang menggembirakan karena para peserta didik menganggap bahwa pelajaran…
elajaran bahasa Inggris itu sulit dipahami dan dimengerti. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Tambunsaribu, G. et.al (2021) mengungkapkan bahwa faktor penyebab masalah internal peserta didik itu sendiri dimana 77 % respondent yang mengatakan bahasa Inggris itu dianggap membingungkan dan sulit dipelajari. Dua puluh dua percent (22 %) respondent mengatakan materi berbicara (speaking) sulit dipelajari. Selain dari pada temuan penelitian di atas, hasil pengamatan pengabdi sendiri pada beberapa mahasiswa pada program studi di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, menemukan bahwa mahasiswa mengalami kesulitan mempelajari dan memahami bahasa Inggris, mungkin disebabkan oleh belum berkesesuaian strategi atau teknik pembelajaran bahasa Inggris yang mendorong mahasiswa untuk mengetahuinya dan merasa senang belajar. Oleh karena itu, melalui kesempatan ini, pengabdi melakukan pengabdian dalam bentuk pelatihan yaitu menawarkan suatu pendekatan atau teknik yang dapat membantu peserta didik atau mahasiswa mengurangi kebingungan dan kesulitan yang dirasakan selama ini. Pengabdi menawarkan pelatihan dengan menggunakan salah satu pembelajaran kooperatif dalam kelompok kecil, yaitu berpasang-pasangan dalam mengemukakan ide, pikiran masing-masing sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh pasangannya. Hasil penelitian Susanti dan Linaris (2021) mengungkap bahwa siswa yang menggunakan metode diskusi kelompok kecil memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkontribusi dalam diskusi kelas. Selanjutnya hasil penelitian mereka, juga mengungkap bahwa salah satu strategi atau teknik yang dapat membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan berkomunikasi adalah melalui diskusi kelompok kecil. Temuan-temuan penelitian dan hasil pengamatan tersebut, membuat para pengabdi akan memperaktikkan salah satu strategi atau teknik diskusi kelompok kecil, yaitu terdiri dari 2 (dua) orang saling bercakap-cakap (berbicara) sesuai dengan tema bahasa Inggris yang diberikan. Teknik pembelajaran dalam pelatihan ini adalah ‘Information Gap Activities (IGA)’ dimana masing-masing mahasiswa mempunyai peran. Oleh karena itu, tahapan pelaksanaan dalam pelatihan ini dimulai dari pengumpulan bahan pelatihan berupa topik-topik percakapan bahasa Inggris yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, kemudian mahasiswa berlatih dengan memberikan kesempatan yang sama kepada masing-masing pasangan untuk memperaktikkannya sesuai peran masing-masing, dan pada akhir pelatihan, instruktur (pengabdi) memberikan penguatan tentang kegiatan yang telah dilakukan untuk menambah wawasan tentang apa yang telah diperaktikkan. Melalui pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa ingin tahu mahasiswa, menambah pengetahuan bahasa Inggris, sehingga dengan sadar mempraktikkan sendiri bersama temannya melalui percakapan bahasa Inggris yang sehari-hari mahasiswa gunakan dan alami.
Abstract:Penelitian ini mengkaji peran prinsip-prinsip Alquran dalam proses pemberdayaan masyarakat di Pondok Cabe Udik. Dengan mengintegrasikan analisis konten kitab suci Alquran dan data lapangan yang diperoleh selama periode Januari…
anuari 2022 hingga Desember 2022, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengeksplorasi kontribusi yang diberikan oleh teks-teks keagamaan dalam membentuk kerangka kerja sosial dan ekonomi di wilayah tersebut. Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, penekanan pada nilai-nilai Alquran seperti keadilan, solidaritas, dan tanggung jawab sosial menjadi vital. Prinsip-prinsip ini tidak hanya berfungsi sebagai pedoman moral, tetapi juga sebagai motor penggerak dalam berbagai inisiatif yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. Misalnya, melalui program berbasis komunitas yang merangkul visi pembangunan berkelanjutan, masyarakat di Pondok Cabe Udik telah berhasil mengimplementasikan proyek pengentasan kemiskinan yang align dengan ajaran Alquran.
Melalui pendekatan partisipatif, penelitian ini juga mengungkap bagaimana masyarakat tempatan mengambil inspirasi dari ajaran Alquran dalam praktik kehidupan sehari-hari, menciptakan suasana saling membantu dan berbagi sumber daya. Misalnya, kelompok-kelompok masyarakat yang dibentuk untuk mendukung usaha mikro kecil menengah (UMKM) didasari oleh kebersamaan yang diajarkan dalam ajaran Islam, yang mendukung individu dalam memperkuat kapasitas ekonomi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa teks-teks suci tidak hanya dibaca, tetapi juga diterapkan secara praktis, memberikan semangat kolektif untuk mencapai pertumbuhan sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, penelitian ini tidak hanya berfokus pada analisis kandungan Alquran, tetapi juga menganalisis interaksi yang dinamis antara aspek keagamaan dan kehidupan masyarakat. Hasil dari kajian ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi penelitian-penelitian selanjutnya serta bagi pengambil kebijakan untuk merumuskan strategi pemberdayaan yang lebih efektif, berbasis padanilai-nilai spiritual yang terintegrasi dengan kebutuhan dan aspirasi lokal.
Abstract:Digital marketing menjadi alat penting bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produk. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan…
an digital marketing pelaku UMKM dan generasi muda di Desa Winongan Lor melalui pelatihan penggunaan marketplace Shopee, pemasaran di media sosial Facebook, serta pendampingan berkelanjutan melalui grup WhatsApp. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan peserta dalam membuat akun, mengelola konten, dan menerapkan promosi online yang efektif. Pendampingan melalui WhatsApp mendukung penerapan teknik pemasaran digital secara berkelanjutan. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan akses internet dan kepercayaan diri dalam teknologi, program ini berhasil membuka peluang pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing produk lokal. Disarankan pelaksanaan pelatihan lanjutan yang fokus pada pengembangan konten kreatif, manajemen toko online, dan strategi pemasaran terstruktur untuk mendukung pertumbuhan usaha berkelanjutan.