Abstract:Kemampuan membaca Al-Qur'an dengan benar sesuai kaidah tajwid dan makharijul huruf merupakan kompetensi mendasar yang wajib dimiliki oleh setiap muslim, namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak peserta didik…
idik yang mengalami kesulitan dalam pelafalan huruf hijaiyah, penerapan hukum tajwid, serta kelancaran membaca Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran program tahsin Al-Qur'an dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an secara benar, mengidentifikasi metode-metode tahsin yang efektif, serta mengungkap faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi kepustakaan (library research) yang didukung oleh data dari berbagai hasil penelitian terdahulu. Data dikumpulkan melalui telaah dokumen, jurnal ilmiah, dan laporan penelitian yang relevan dengan tema tahsin Al-Qur'an pada kurun lima tahun terakhir, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tahsin Al-Qur'an yang dilaksanakan secara terstruktur, konsisten, dan menggunakan metode yang tepat seperti talaqqi, tikrar, dan pendekatan berbasis makharijul huruf, terbukti efektif meningkatkan kefasihan, ketepatan bacaan, dan kepercayaan diri peserta didik dalam membaca Al-Qur'an. Faktor pendukung utama meliputi kompetensi pengajar, intensitas latihan, dan motivasi peserta didik, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan waktu, latar belakang kemampuan peserta didik yang heterogen, dan minimnya tenaga pengajar yang berkompeten. Penelitian ini merekomendasikan agar lembaga pendidikan formal maupun nonformal mengintegrasikan program tahsin secara berkelanjutan dengan evaluasi berkala guna menjamin mutu bacaan Al-Qur'an generasi muslim.
Abstract:Kesulitan belajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia masih menjadi permasalahan yang sering dijumpai pada jenjang sekolah dasar. Salah satu faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kondisi tersebut adalah faktor psikologis…
ologis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor psikologis yang menyebabkan kesulitan belajar siswa sekolah dasar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SDN No. 100710 Hapesong Baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa dan guru kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta dokumentasi hasil belajar. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor psikologis yang menyebabkan kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia meliputi rendahnya motivasi belajar, kurangnya kepercayaan diri, kecemasan akademik, kesulitan berkonsentrasi, serta emosi negatif yang muncul selama proses pembelajaran. Faktor-faktor tersebut berdampak pada rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan membaca, menulis, dan berbicara, serta menghambat pemahaman materi Bahasa Indonesia. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, memberikan motivasi, serta menerapkan strategi pembelajaran yang memperhatikan kondisi psikologis siswa guna meminimalkan kesulitan belajar.
Abstract:Pendidikan memiliki peran yang strategis dan tak tergantikan dalam membentuk individu yang toleran, berpikiran terbuka, dan mampu hidup secara harmonis dalam masyarakat yang majemuk. Dalam konteks bangsa yang pluralistik…
seperti Indonesia — yang menaungi ratusan kelompok etnis, lebih dari 700 bahasa daerah, dan enam agama yang diakui secara resmi oleh negara — menumbuhkan toleransi antar umat beragama bukan sekadar tujuan pendidikan, melainkan sebuah keharusan nasional. Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn) merupakan dua pilar penting yang saling melengkapi dalam upaya tersebut. Pendidikan Agama Islam tidak hanya berfungsi untuk memperkuat keimanan dan praktik ibadah, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai universal seperti kasih sayang (rahmah), saling menghormati (ihtiram), keadilan ('adalah), dan etika hidup berdampingan secara damai (tasamuh) di antara berbagai komunitas agama. Fondasi ini berpijak pada konsep Islam rahmatan lil 'alamin — rahmat bagi seluruh alam — yang memberikan landasan teologis yang kuat bagi pembentukan karakter toleran dan inklusif. Bersamaan dengan itu, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) menekankan nilai-nilai kebangsaan, prinsip demokrasi, hak asasi manusia, dan penghormatan mendalam terhadap keberagaman sebagai unsur konstitutif dari identitas kewarganegaraan dan konstitusional Indonesia. Melalui integrasi sistematis nilai-nilai tersebut dalam proses pembelajaran — khususnya melalui pedagogik yang dialogis, reflektif, berbasis proyek, dan pengalaman nyata — peserta didik diharapkan dapat mengembangkan sikap inklusif yang autentik, menghargai dan merayakan perbedaan, serta secara aktif menolak segala bentuk diskriminasi, prasangka, dan intoleransi. Penelitian ini, dengan menggunakan metodologi tinjauan literatur sistematis, mengidentifikasi tiga model integrasi PAI-PKn yang efektif: (1) Pembelajaran Tematik Lintas Pelajaran, (2) Proyek Sosial Kolaboratif, dan (3) Refleksi Teologis-Kewarganegaraan. Temuan penelitian menegaskan bahwa sinergi antara pendidikan agama dan Pendidikan Kewarganegaraan bersifat fundamental dalam membangun kesadaran toleransi yang berkelanjutan dalam masyarakat Indonesia yang pluralistik.
Abstract:Breast cancer remained the most frequently diagnosed cancer among women and continued to contribute substantially to morbidity and mortality, particularly in developing countries. In Indonesia, most breast cancer cases were…
ere detected at an advanced stage, indicating inadequate knowledge and low awareness of early detection. This study aimed to identify factors influencing women’s knowledge of breast cancer through a systematic literature review.
A literature review was conducted using the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews. Ten national and international research articles published between 2021 and 2025 were analyzed using a qualitative descriptive approach supported by simple descriptive statistics through vote counting. The results showed that women’s knowledge of breast cancer was influenced by internal and external factors. Internal factors included education level, age, attitudes and awareness, and psychological factors. External factors comprised access to information and educational media, the role of health professionals, educational interventions, socioeconomic status, cultural norms, and family support. Education level and access to information were identified as the most dominant factors based on their frequency across the reviewed studies.
It was concluded that women’s knowledge of breast cancer was shaped by the interaction between individual characteristics and social environments. Comprehensive and sustainable health education strategies were therefore required to improve breast cancer awareness and support early detection practices.
Abstract:The rapid advancement of artificial intelligence (AI) offers new opportunities to enhance teaching and learning in early education. This study applies deep learning approaches to support early cognitive development among…
primary students in an Indonesian Islamic school. A hybrid Convolutional Neural Network (CNN) and Long Short Term Memory (LSTM) model was designed to analyse students’ cognitive patterns, attention, and engagement. Using a mixed-methods design, the research involved 60 students aged 8–10 at MIS Terpadu Alhijrah Bintuju. The model processed multimodal classroom data to generate adaptive feedback and personalized learning pathways. Results showed significant improvements in attention (+18%), memory recall (+22%), and problem-solving (+25%) after eight weeks of AI-assisted learning. Qualitative findings revealed higher motivation, engagement, and self-regulation. The study demonstrates that culturally aligned AI systems can effectively enhance early cognitive development and promote learner autonomy in Islamic primary education.
Abstract:The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) presents both opportunities and challenges for elementary education. Teachers play a strategic role in preparing young learners to understand and adapt to technology…
critically, creatively, and ethically. This study aims to analyze the role of elementary school teachers in integrating AI concepts through simple coding activities, as well as to identify the strategies and challenges encountered during implementation. The research employed a qualitative descriptive approach, using interviews, classroom observations, and document analysis as data collection techniques.
The findings reveal that teachers serve as digital learning facilitators, innovators in designing coding-based learning activities, and ethical guides who help students use technology responsibly. Simple coding activities effectively foster students’ logical thinking, creativity, and digital collaboration skills. However, limited technological infrastructure and insufficient teacher training remain major obstacles to sustainable implementation. Therefore, systemic support through educational policy, professional development, and adaptive curriculum design is essential.
Integrating AI concepts through simple coding in elementary schools not only enhances digital literacy but also cultivates ethical awareness and social responsibility toward technology. With collaborative support from educators, institutions, and policymakers, elementary education can become a foundational stage for shaping a generation that is intelligent, creative, and morally grounded in the era of artificial intelligence
Abstract:Iklim tropis Indonesia menyediakan habitat ideal bagi nyamuk demam berdarah, terutama pada musim hujan. Berdasarkan Profil Puskesmas Kelurahan Cipete Utara 2023, terdapat 29 kasus demam berdarah dengan angka insidensi 68,62…
,62 per 100.000 penduduk, termasuk peningkatan tujuh kasus di RW 07, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.Penelitian berjudul "Hubungan Perilaku PSN Ibu Rumah Tangga dengan Tingkat Kepadatan Nyamuk Aedes aegypti di RW 07 Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Tahun 2024" ini mengkaji hubungan antara pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu rumah tangga terhadap pencegahan demam berdarah. Fokus penelitian mencakup pengelolaan tempat penyimpanan air, daur ulang barang bekas, penggunaan larvasida, dan keberadaan larva nyamuk. Dengan pendekatan analitik cross-sectional, data dikumpulkan dari 105 responden melalui Simple Random Sampling, wawancara, dan observasi.Analisis statistik dengan uji chi-square (95% confidence level) menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan dan indeks larva (p=0,034), tetapi tidak ditemukan hubungan antara sikap (p=0,503) maupun tindakan (p=0,649) dengan kepadatan larva. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) mempengaruhi kepadatan larva Aedes aegypti, sehingga diperlukan penguatan edukasi, pemantauan, dan intervensi oleh puskesmas serta kader jumantik. Rekomendasi mencakup peningkatan praktik PSN, program berbasis data, dan pemantauan rutin. Program "Satu Rumah Satu Jumantik" didorong untuk menjaga lingkungan bebas nyamuk.
Abstract:Technological advances support digital transformation in sales data management. Wan Toys & Sport stores face difficulty understanding sales patterns, such as the highest sales months and most popular products. This research…
rch uses the K-Means clustering method with the CRISP-DM approach to group sports products based on their sales level. The analysis results show that this method is able to divide products into three categories: high, medium and low, thus providing strategic insight for stock management and marketing. Products with high sales are prioritized for stock, while products with low sales are targeted for promotion. This method effectively supports operational efficiency and data-based decision making at Wan Toys & Sport stores.
Abstract:The development of digital technology has transformed how elementary school children interact with information through the dominance of images, videos, and interactive media, while instructional practices remain largely…
text-based and verbal. The mismatch between children’s neurocognitive characteristics and text-based instructional design creates a pedagogical gap that may hinder memory retention, attention, and learning motivation. This study aims to analyze the urgency of visual-based learning and the impact of textual design incompatibility on student learning outcomes in the digital era. The study employs a systematic literature review approach by synthesizing findings from neuroscience, cognitive psychology, and multimedia learning theory relevant to elementary education. The results indicate that the visual system has a strong neurobiological foundation, supports faster information processing, enhances long-term retention, and strengthens the formation of conceptual mental models when integrated with verbal narration. The findings also reveal that digitalization without instructional design grounded in cognitive principles risks generating excessive cognitive load and the screen inferiority effect. The study concludes that adaptive visual integration based on multimedia principles and cognitive load management constitutes a fundamental strategy for improving the quality of elementary education. The novelty of this research lies in its integrative neuro-pedagogical approach, which systematically connects neuroscience findings, learning theories, and instructional design practices to reconstruct the paradigm of twenty-first-century learning.
Abstract:This study aims to understand the teaching methods, challenges, and character education for deaf children at SLB Karya Murni Ruteng, NTT. Using a qualitative approach with a case study design, the research involved interviews,…
views, observations, and documentation with the school principal, a second-grade teacher, and deaf students. Deaf children face significant challenges in verbal and social communication, requiring specialized teaching methods focusing on direct experiences, sign language, and intensive training such as “language immersion.” SLB Karya Murni implements contextual methods linking instructional materials to daily life, such as tactile exercises to enhance sensory perception and integrated speech training to strengthen vocal abilities. Additionally, conversation visualization programs are employed to help children understand and develop vocabulary. The study found that the learning process demands patience, creativity, and technological support to improve the cognitive and communication skills of deaf children. The school also emphasizes practical skill development through activities like woodworking and beauty salon workshops, preparing students for independent living. This research highlights the importance of inclusion-based character education, family involvement, and a supportive social environment, which are expected to enhance the active participation of deaf children in their communities. These findings are anticipated to serve as a reference for developing more effective and inclusive learning programs in other special education schools.