Search Articles & Publications

Showing 3 articles found for "Penggemar"

Sikap Fujoshi Dewasa Awal terhadap Konten Fiksi Homoromantic pada Grup Chat Penggemar XX

Umi Anisatul Faizah, Idha Rahayu Ningsih, Asti Candrasasi Catur Putri
Abstract: The phenomenon of increasing consumption of homoromantic fiction content among early adult women has given rise to the term Fujoshi, which is often directly associated with support for LGBT issues, although such an interpretation… pretation does not necessarily reflect individuals’ attitudes in a comprehensive manner. This study is grounded in the need to understand the attitudes of early adult Fujoshi in a more nuanced and non-simplistic way, particularly through the framework of attitude theory encompassing cognitive, affective, and conative dimensions. The research problem focuses on how Fujoshi aged 18-40 interpret, experience, and express their attitudes toward homoromantic fiction content and its relationship to social values and norms in real life. This study employed a descriptive qualitative approach using in-depth interviews with three Fujoshi informants who are members of the XX fan chat group. The findings indicate that social media and peer networks play a significant role in the process of becoming a Fujoshi, as well as in shaping relatively intensive and repetitive patterns of content consumption as a form of emotional entertainment. Cognitively, the informants recognize that homoromantic fiction is related to LGBT issues; however, at the affective level, their interest is primarily driven by the uniqueness of the narrative structure and character dynamics rather than by sexual orientation itself. In the conative dimension, most informants do not demonstrate a tendency to support LGBT practices in real life; some even hold conservative views and display critical awareness of the potential negative impacts of their hobby, which they perceive as not fully aligned with prevailing social norms. The study concludes that Fujoshi attitudes are complex, ambivalent, and highly contextual. The novelty of this research lies in revealing a clear differentiation between the consumption of homoromantic fiction as a form of symbolic entertainment and individuals’ value positions toward social reality, which are often normatively conflated in previous assumptions.

PENGARUH BRAND AMBASSADOR NCT DREAM DAN BRAND IMAGE TERHADAP MINAT BELI PRODUK TosTos

Kasmania, Desy, Nurvi Oktiani, Syahrir Syahrir
Abstract: Fenomena Korean Wave telah memberikan dampak besar terhadap perubahan perilaku konsumen di Indonesia, terutama dalam hal meningkatnya ketertarikan terhadap budaya Korea serta produk-produk yang berkaitan dengannya. Penelitian… itian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh brand ambassador NCT Dream dan brand image terhadap minat beli produk TosTos dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian mencakup konsumen yang pernah membeli produk TosTos sekaligus merupakan penggemar NCT Dream, dengan jumlah sampel sebanyak 225 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dan pengolahan data dilakukan dengan bantuan software SPSS versi 26. Hasil analisis menunjukkan bahwa baik brand ambassador maupun brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Nilai t hitung untuk variabel brand ambassador sebesar 7,552, dan untuk brand image sebesar 12,469, keduanya melebihi t tabel sebesar 1,971, dengan tingkat signifikansi di bawah 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kehadiran NCT Dream sebagai brand ambassador serta citra merek yang kuat mampu meningkatkan minat beli konsumen terhadap produk TosTos. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk menjaga dan mengoptimalkan popularitas brand ambassador serta memperkuat brand image sebagai bagian dari strategi pemasaran guna menarik perhatian dan meningkatkan keputusan pembelian konsumen

Pengaruh Kepuasan Dan Loyalitas Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Produk Merchandise K-Pop pada Komunitas INA SKIES

Vania Dian Puspitasari
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan konsumen terhadap produk merchandise K-POP dan bagaimana kepuasan tersebut akan mempengaruhi loyalitas konsumen. Di era globalisasi ini, tren Korea semakin berkembang… kembang di seluruh dunia termasuk Indonesia. Hal itu menjadikan produk merchandise K-POP menjadi pilihan utama bagi para penggemar. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk mengetahui dan memahami faktor - faktor yang nantinya akan mempengaruhi kepuasan konsumen, seperti kualitas produk, desain, harga, serta pelayanan. Penelitian ini nantinya akan menggunakan metode kuantitatif dengan distribusi kuesioner kepada konsumen yang telah membeli produk merchandise K-POP. Kualitas produk dan pelayanan memiliki pengaruh secara signifikan dalam tingkat loyalitas konsumen terhadap produk tersebut. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi perusahaan atau pemasar merchandise K-POP untuk meningkatkan kualitas produk maupun layanan demi mempertahankan loyalitas konsumen.