Abstract:Maraknya kepemilikan perangkat digital khususnya smartphone di tiap individu memudahkan dalam kebutuhan akan informasi dan bertranksaksi. Namun tidak banyak yang menyadari pentingnya keamanan pada smartphone mereka. Untuk…
k itu maka kegiatan pengabdian masyarakat ini diadakan bukan hanya berupa edukasi namun sekaligus tutorial praktis menginstal aplikasi keamanan perangkat digital menggunakan Sophos Intercept X. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan normatif, grup diskusi, dan simulasi di komunitas Pos PAUD Pandanwangi Kota Bandung. Studi ini menemukan bahwa masih banyak peserta yang membutuhkan pemahaman dan panduan praktis tentang penggunaan aplikasi anti malware di perangkat digital mereka. Melalui kegiatan ini maka level literasi keamanan anti malware di kalangan peserta menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Abstract:Digital marketing menjadi alat penting bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produk. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan…
an digital marketing pelaku UMKM dan generasi muda di Desa Winongan Lor melalui pelatihan penggunaan marketplace Shopee, pemasaran di media sosial Facebook, serta pendampingan berkelanjutan melalui grup WhatsApp. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan peserta dalam membuat akun, mengelola konten, dan menerapkan promosi online yang efektif. Pendampingan melalui WhatsApp mendukung penerapan teknik pemasaran digital secara berkelanjutan. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan akses internet dan kepercayaan diri dalam teknologi, program ini berhasil membuka peluang pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing produk lokal. Disarankan pelaksanaan pelatihan lanjutan yang fokus pada pengembangan konten kreatif, manajemen toko online, dan strategi pemasaran terstruktur untuk mendukung pertumbuhan usaha berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Papua Selatan serta mengidentifikasi…
faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Informan penelitian berjumlah 13 orang yang terdiri dari informan kunci dan informan pendukung yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SIASN telah berjalan dan mendukung transformasi digital dalam manajemen kepegawaian, namun belum optimal. Dari aspek komunikasi, penyampaian informasi dilakukan melalui berbagai media seperti rapat, bimbingan teknis, dan grup digital, meskipun masih terdapat perbedaan pemahaman teknis antar pegawai. Dari aspek sumber daya, kendala utama terletak pada keterbatasan infrastruktur teknologi, terutama jumlah komputer dan stabilitas jaringan internet, serta kompetensi SDM yang belum merata. Dari aspek disposisi, mayoritas pegawai menunjukkan sikap positif terhadap SIASN, namun masih dalam tahap adaptasi terhadap sistem digital. Dari aspek struktur birokrasi, pembagian tugas dan koordinasi telah berjalan cukup baik, meskipun masih bersifat insidental.Faktor yang mempengaruhi implementasi SIASN meliputi faktor pendukung seperti dukungan pimpinan, kebijakan nasional, dan pendampingan teknis, serta faktor penghambat seperti keterbatasan jaringan internet, sarana prasarana, kompetensi SDM, dan kedisiplinan pegawai. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas SDM, perbaikan infrastruktur, serta penguatan koordinasi untuk mengoptimalkan implementasi SIASN.
Abstract:The phenomenon of increasing consumption of homoromantic fiction content among early adult women has given rise to the term Fujoshi, which is often directly associated with support for LGBT issues, although such an interpretation…
pretation does not necessarily reflect individuals’ attitudes in a comprehensive manner. This study is grounded in the need to understand the attitudes of early adult Fujoshi in a more nuanced and non-simplistic way, particularly through the framework of attitude theory encompassing cognitive, affective, and conative dimensions. The research problem focuses on how Fujoshi aged 18-40 interpret, experience, and express their attitudes toward homoromantic fiction content and its relationship to social values and norms in real life. This study employed a descriptive qualitative approach using in-depth interviews with three Fujoshi informants who are members of the XX fan chat group. The findings indicate that social media and peer networks play a significant role in the process of becoming a Fujoshi, as well as in shaping relatively intensive and repetitive patterns of content consumption as a form of emotional entertainment. Cognitively, the informants recognize that homoromantic fiction is related to LGBT issues; however, at the affective level, their interest is primarily driven by the uniqueness of the narrative structure and character dynamics rather than by sexual orientation itself. In the conative dimension, most informants do not demonstrate a tendency to support LGBT practices in real life; some even hold conservative views and display critical awareness of the potential negative impacts of their hobby, which they perceive as not fully aligned with prevailing social norms. The study concludes that Fujoshi attitudes are complex, ambivalent, and highly contextual. The novelty of this research lies in revealing a clear differentiation between the consumption of homoromantic fiction as a form of symbolic entertainment and individuals’ value positions toward social reality, which are often normatively conflated in previous assumptions.
Abstract:Abstract: One of the prioritized areas of knowledge is mastery of information technology on computers as a sustainable generation prepares to welcome Golden Indonesia in 2045. Canva and capcut training are part of efforts…
s to develop 21st-century skills. This training is carried out to prepare teachers and students to become people who have innovative ideas for carrying out learning. SD Negeri 150, located at Jl. TP Demsi Husin Darmajaya Gandus, Pulo Kerto, Gandus District, Palembang City, served as the venue for this activity. The results of the observations made showed that the level of enthusiasm, communication skills, and creativity of teachers and students increased significantly, as evidenced by the publication of projects carried out during the training, which were shared via social media and teacher and principal communication groups.
Keywords: canva dan capcut; innovation; teacher
Abstrak: Salah satu bidang ilmu pengetahuan yang diprioritaskan adalah penguasaan teknologi informasi pada komputer, sebagai generasi keberlanjutan dalam menyiapkan tokoh berikutnya untuk menyambut Indonesia Emas 2045. Tuntutan abad ke-21 merujuk pada keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang dianggap penting untuk sukses dalam era globalisasi dan teknologi yang berkembang pesat. Pelatihan Canva dan capcut merupakan bagian dari upaya untuk mengembangkan keterampilan abad 21. Pelatihan ini dilaksanakan untuk mempersiapkan para guru dan peserta didik menjadi orang yang memiliki ide inovasi dalam melaksanakan pembelajaran. Kegiatan ini dilakukan di SD Negeri 150, yang beralamatkan di Jl. TP Demsi Husin Darmajaya Gandus, Pulo Kerto, Kecamatan Gandus, Kota Palembang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup pengumpulan data dari bahan pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil pengamatan yang dilakukan, bahwa tingkat antusias, keterampilan berkomunikasi, kreativitas guru, dan peserta didik meningkat secara signifikan, dibuktikan dengan publikasi projek yang dikerjakan selama pelatihan yang dibagikan melalui medsos, dan grup komunikasi guru dan Kepala Sekolah.
Kata kunci: canva dan capcut; inovasi; guru
Abstract:Abstract: Garbage is one of the global problems that requires serious which one had to be handled today, because it caused environmental and healthy problems. One of the most dominant types in society was plastic waste.…
te. The purpose of this activity is to conduct socialization, counseling and direct discussion to the community and the dasawisma group to maintain environmental health and cleanliness, provide training on waste selection techniques, and digital-based integrated management such as "Waste Bank", provide hands-on training on plastic waste processing techniques to produce fuel. oil, empowering community groups in making handicrafts from plastic waste that has economic value, providing training in marketing digital-based handicraft products. This activity uses a direct practice method in the Lopo Village community, involving community groups as activity participants. The creations of this activity have made handicraft products from plastic waste in the form of chairs, tables, flower vases, flowers and tissue holders. In addition, an integrated WhatsApp group was formed in waste management. There was also a prototype of a simple tool for producing fuel oil (BBM). Village officials and the community were very enthusiastic during the implementation of the activity and have collaborated with activity organizers in the development of a fuel-producing destillator.
Keywords: crafts; garbage; integrated management; marketing plastic
Abstrak: Sampah merupakan salah satu masalah global yang memerlukan penanganan serius saat ini karena menyebabkan masalah lingkungan dan kesehatan. Salah satu jenis sampah yang sangat mendominasi di masayrakat adalah sampah plastik. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan sosialisasi, penyuluhan dan diskusi langsung ke masyarakat dan kelompok dasawisma menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, memberikan pelatihan teknik pemilihan sampah, dan manajemen terintegrasi berbasis digital sejenis “Bank Sampahâ€, memberikan pelatihan langsung teknik pengolahan sampah plastik untuk menghasilkan bahan bakar minyak, memberdayakan kelompok masyarakat dalam membuat kerajinan tangan dari sampah plastik yang bernilai ekonomi, memberikan pelatihan dalam memasarkan produk kerajinan berbasis digital. Kegiatan ini menggunakan metode praktek langsung di masayarakat Desa Lopo, dengan melibatkan kelompok masayarakat sebagai peserta kegiatan. Hasil kreasi dari kegiatan ini telah dibuat produk kerajinan dari sampah plastik berupa tempat kursi, meja, vas bunga, bunga dan tempat tissue. Selain itu, terbentuk grup WhatsApp terintegrasi dalam manajemen sampah.juga prototipe alat sederhana alat penghasil Bahan Bakar Minyak (BBM). Perangkat Desa dan masayarakat sangat antusias selama pelaksanaan kegiatan dan telah melakukan kerjasama dengan penyelenggara kegiatan dalam pengembangan destillator penghasil bahan bakar.
Kata kunci: kerajinan; manajemen terintegrasi; pemasaran; plastik; sampah
Abstract:Dalam beberapa tahun terakhir, penyebaran ujaran kebencian di media sosial menunjukkan peningkatan yang signifikan seiring dengan keterlibatan jaringan buzzer yang bergerak terkoordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji…
engkaji pola koordinasi, tipologi akun, ciri khas konten, serta dampak aktivitas buzzer terhadap ruang publik digital di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi literatur digital berupa kajian akademis dan data laporan transparansi resmi dari platform X, Facebook, dan Instagram. Penelitian ini menemukan bahwa jaringan buzzer beroperasi melalui ekosistem yang terorganisir, melibatkan agensi, tim produksi, dan tim distribusi dengan alur kerja yang sistematis mulai dari pembuatan hingga penyebaran narasi. Akun-akun yang terhubung dalam jaringan tersebut memperlihatkan karakteristik yang dapat dikenali, seperti jumlah pengikut, frekuensi posting, penggunaan identitas palsu, dan format konten yang sudah ditentukan. Pola koordinasi yang diterapkan pun beragam sesuai karakteristik tiap platform. Seperti penggunaan tagar pada X dan Instagram, serta konten yang disebarkan secara tertutup melalui fitur grup di Facebook. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas buzzer bukan sekadar fenomena spontan dari seorang individu, melainkan sebuah industri manipulasi informasi yang terstruktur. Temuan ini mengisyaratkan bahwa penanganan hukum perlu diarahkan pada aktor utama di balik jaringan buzzer, bukan hanya pelaku lapangan secara individual. Upaya tersebut dapat diperkuat melalui kerja sama antara lembaga terkait dan penyedia platform media sosial, penggunaan metode pengelompokan berlandaskan data untuk mengidentifikasi jaringan terkoordinasi, serta peningkatan kompetensi digital kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan terhadap dampak penyebaran ujaran kebencian.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektifitas fasilitator pendamping dalam meningkatkan self-confidence nasabah BTPN Syariah yang berwirausaha. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen one grup pretest-posttest…
osttest design dan melibatkan 16 nasabah BTPN Syariah yang sedang berwirausaha dan berjenis kelamin perempuan. Data dikumpulkan melalui survei awal dan evaluasi setelah pendampingan selama empat sesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitator pendamping efektif dalam meningkatkan self-confidence nasabah. Peningkatan signifikan terlihat dari hasil pretest (tes pertama) dan posttest (tes kedua) yang mengalami peningkatan dari yang awalnya lemah dan cukup lemah menjadi cukup kuat bahkan kuat. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test dengan SPSS 25 menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,0005 (p < 0,01), yang berarti fasilitator pendamping efektif dalam meningkatkan self-confidence nasabah BTPN Syariah yang sedang berwirausaha.
Abstract:Penelitian mengenai Implementasi Microsoft Office Visio Sebagai Media Pembelajaran Siswa SMK Swasta Sinar Husni Pada Mata Pelajaran Gambar teknik XII Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL). Penelitian ini dilatar belakangi…
gi oleh banyaknya siswa yang memperoleh nilai dibawah standar kompetensi kelulusan minimum (KKM) pada materi Instalasi Listrik. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan digunakannya aplikasi Microsoft Office Visio sebagai media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar ranah kognitif, afektif dan psikomotor siswa dalam mata pelajaran instalasi sound system pada kompetensi dasar instalasi perangkat elektronika. Metode penelitian yang digunakan yaitu pre-eksperimental design, dengan one-grup pre-test post-test design. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test pada siswa. Hasil penelitian menunjukan nilai rata-rata pre-test siswa sebesar 50,86 dan nilai rata-rata post-test sebesar 70,09. Peningkatan N-gain sebesar 38% menunjukan bahwa rata-rata siswa mengalami peningkatan. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi Microsoft Office Visio sebagai media pembelajaran dianggap efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa dalam kompetensi dasar instalasi listrik.
Abstract:Selama ini proses kegiatan belajar yang terjadi di SMK Negeri 1 Bayung Lencir, proses pembelajaran hanya berpusat pada guru sedangkan siswa mendengarkan dan menerima konsep saja. Kegiatan belajar bersifat teacher center…
komunikasi hanya terjadi satu arah dan siswa kurang diberi kesempatan untuk membangun pengetahuan tersendiri sehingga aktivitas siswa dalam pembelajaran rendah. Kurang efektifnya penggunaan metode mengajar oleh guru dapat menyebabkan kemampuan siswa menguasai materi pelajaran yang disajikan tidak optimal. Siswa cenderung pasif dan kurang berminat melakukan aktivitas sehingga nilai hasil belajar pun menjadi rendah. Rendahnya hasil belajar PKn merupakan salah satu masalah di SMK Negeri 1 Bayung Lencir. Hal ini dapat dilihat dari hasil ujian semester PKn adalah rata-rata 50 di bawah indikator ketuntasan belajar 60 sebagaimana ditetapkan dalam standar ketuntasan belajar minimal 60. Pada Penelitian ini, penulis bukan hanya berperan sebagai peneliti namun juga sekaligus sebagai guru Pendidikan Kewarganegaraan yang mengajar di kelas yang akan di teliti. Oleh karena itu penelitian ini merupakan bentuk penelitian tindakan guru sebagai peneliti. Jadi, peneliti terlibat langsung secara penuh selama proses penelitian, mulai dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan model spiral dari Hopkins. Aktivitas peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran dengan menerapkan metode Grup Investigation (GI) menunjukkan peningkatan yang memuaskan. Hal ini terlihat dari hasil persentase peserta didik pada siklus I (pertama) 74,7%, pertemuan siklus II (kedua) menjadi 84,1%, dan pertemuan siklus III (ketiga) meningkat menjadi 92%. Respon peserta didik terhadap proses pembelajaran dengan penerapan metode Grup Investigation (GI) pada materi Nilai-Nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara, menunjukkan peserta didik merasa senang dan mudah memahami materi yang diterapkan penelitinHasil belajar peserta didik kelas X TBSM 3 SMK Negeri 1 Bayung Lencir tahun pelajaran 2021/2022 mengalami peningkatan untuk kategori sangat baik dari 36,7 % pada tes akhir pertemuan pertama menjadi 80% pada tes akhir pada pertemuan kedua dan menjadi 90% pada tes akhir pertemuan ketiga.