Abstract:This study aims to find out whether micro, small, and medium enterprises in Penajam Paser Utara Regency have prepared financial statements in accordance with the SAK EMKM. The variable in this study is a single variable,…
namely the Implementation of Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). The subject of this study is the owner of Jkopi Cafe located in Penajam Paser Utara Regency, while the focus of this research is the implementation of Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities carried out by the MSME owners to see if it aligns with SAK EMKM. Data collection was carried out through interviews and documentation. The data analysis was carried out using qualitative descriptive methods. The results of this study show that Jkopi Cafe's business is not yet in accordance with the Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities (SAK EMKM).
Abstract:This study discusses the transparency and accountability of School Operational Assistance (BOS) fund management at UPT SD Negeri 82 Barammamase in Takalar Regency. The research problem focuses on the implementation of transparency…
ansparency and accountability principles in BOS fund management, starting from planning, implementation, reporting, to accountability. The purpose of this study is to analyze the implementation of transparency and accountability principles in BOS fund management and identify the influencing factors. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through interviews and documentation. Data analysis was carried out using the Miles and Huberman model through data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that BOS fund management at UPT SD Negeri 82 Barammamase has implemented transparency and accountability principles through RKAS preparation, bookkeeping, reporting, and publication of BOS fund usage reports to the public
Abstract:Asthenopia didefinisikan sebagai keluhan subjektif penglihatan berupa penglihatan tidak nyaman, sakit dan kepekaannya berlebihan. Astenopia adalah sebagai suatu gejala subjektif penglihatan yang disebabkan karena penggunaan…
naan mata dalam pekerjaan. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Astenopia adalah faktor yang disebabkan oleh hubungan erat dengan faktor Herediter (keturunan), jenis pekerjaan, jarak pandang, pola makan, usia, sinar ultraviolet dari cahaya matahari, riwayat penyakit, obat-obatan tertentu. Pembatasan masalah penelitian ini adalah Karena keterbatasan waktu yang dimiliki penulis maka penulis hanya mengambil 2 faktor saja yaitu: Jenis Pekerjaan dan usia. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara jenis pekerjaan dan usia terhadap kejadian astenopia? Tujuan penelitian diketahui hubungan antara jenis pekerjaan dan usia terhadap kejadian astenopia. Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi 54 responden, jumlah sampel diambil dari total populasi. Hasil analisa univariat, bivariat dan uji staitsik chi-square menunjukan ada hubungan bermakna antara jenis pekerjaan terhadap kejadian astenopia dengan p value: 0,001 < 0,1, ada hubungan bermakna antara usia dengan kejadian astenopia dengan p value: 0,000 < 0,1. Disarankan kepada pimpinan Optik Junjungan menentukan kebijakan untuk mengembangkan pelayanan kesehatan terutama terhadap kejadian astenopia serta dalam memberikan penjelasan secara detail kepada konsumen.
Abstract:Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai adat dan kearifan lokal melalui pembelajaran partisipatif dan pemberdayaan masyarakat di Kasepuhan Cipta Mulya, Desa Sinar Resmi, Kecamatan Cisolok,…
lok, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai adat, mendokumentasikan praktik budaya lokal, serta melibatkan pemuda dan sesepuh dalam proses pewarisan budaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan aksi partisipatori melalui lokakarya, dokumentasi budaya, dan kegiatan kolaboratif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman generasi muda terhadap norma adat, meningkatnya partisipasi dalam ritual tradisional, serta tersusunnya bahan ajar yang mendukung pelestarian budaya. Program ini berkontribusi dalam memperkuat identitas komunitas adat dan menjadi model bagi wilayah lain untuk mengintegrasikan kearifan lokal dalam kegiatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Abstract:Studi yang dikerjakan oleh Holden menemukan bahwa prevalensi miopia global adalah 22,9% dan miopia tinggi 2,7% pada tahun 2000. Dalam dekade berikutnya, prevalensi miopia meningkat menjadi 28,3% dan miopia tinggi naik menjadi…
njadi 4,0% pada tahun 2010. Prediksi untuk tahun 2050 menyatakan bahwa prevalensi miopia akan mencapai 49,8% dan miopia tinggi akan mencapai 9,8%. Selain itu, data dari WHO pada tahun 2010 mencatat bahwa prevalensi miopia global adalah 27% dan miopia tinggi adalah 2,8%. Berbagai faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya miopia pada pasien meliputi genetik dan pola hidup Miopia merupakan sebuah kelainan refraksi di mana, ketika mata tidak berakomodasi, sinar-sinar sejajar dari objek tertentu difokuskan bukan pada retina, melainkan di depannya.Tinjauan Pustaka: miopia merupakan sebuah kelainan refraksi di mana, ketika mata tidak berakomodasi, sinar-sinar sejajar dari objek tertentu difokuskan bukan pada retina, melainkan di depannya. Metode Penelitian: Dalam penelitian ini, metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dari penelitian ini sebanyak 56 responden. Hasil Penelitian : Setelah dianalisa dengan uji statistik chi-square dimana P = 0,05 diperoleh P Value =0,006 < 0,05 dan diperoleh bahwa ada hubungan yang bermakna antara faktor genetik dengan kejadian miopia tinggi di Optik Global Palembang. Setelah dianalisa dengan uji statistik chi-square dimana P = 0,05 diperoleh P Value = 0,03 < 0,05 dan diperoleh bahwa ada hubungan yang bermakna antara pola hidup dengan kejadian miopia tinggi di Optik Global Palembang. Kesimpulan : berdasarkan hasil dari uji chi square terdapat ada hubungan antara faktor genetik dan pola hidup terhadap terjadinya miopia tinggi pada pasien di Optik Global Palembang.
Abstract:Salah satu alat indra manusia yang paling penting adalah mata, yang menerima rangsangan cahaya dan mengubahnya menjadi impuls listrik, yang kemudian diterjemahkan ke otak. Mata tidak selalu berfungsi dengan baik. Salah satu…
atu gangguan organik yang dapat terjadi pada mata adalah kelainan refraksi. Kondisi yang dikenal sebagai miopia menyebabkan sistem akomodasi berkurang karena sinar sejajar dibiaskan di depan retina. Terlalu lama terlibat dalam aktivitas jarak dekat, seperti membaca buku, melihat layar laptop atau komputer, dan bermain game, dapat menyebabkan miopia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden, 17—atau 56,7 persen—berjenis kelamin perempuan; usia mereka berkisar antara 18 dan 25 tahun; frekuensi waktu aktifitas dekat mereka, yang berkisar antara 2 dan 10 jam per hari; frekuensi jarak pemeriksaan 12 responden atau 40 persen, yang berkisar antara 0,5 tahun dan 1 tahun. Frekuensi kenaikan derajat miopia mulai 0,25 D hingga 2,25 D. .Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah waktu yang relatif lama digunakan untuk melihat jarak dekat dapat mempengaruhi derajat kenaikan miopia. Kenaikan derajat miopia yang terjadi dan yang terbanyak adalah sebesar 0,50 D dan 0,75 D.
Abstract:This research aims to determine the effectiveness of Village Fund management in improving the business performance of the Village-Owned Enterprise (BUMDes) in Limehu Village, Tabongo District, Gorontalo Regency. The study…
y was motivated by the stagnant condition of BUMDes Sinar Utara despite the village receiving an annual Village Fund allocation. This research used a qualitative descriptive method with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with six informants, document review, and direct observation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model and validated through triangulation. The results show that among the five dimensions of Village Fund management analyzed based on Minister of Finance Regulation (PMK) Number 145 of 2023, the dimensions of administration and fund utilization have run relatively effectively, while the accountability dimension has only been fulfilled procedurally, the reporting dimension has not been consolidated, and the monitoring and evaluation dimension remains reactive. Overall, Village Fund management in Limehu Village has not been optimal in improving the business performance of BUMDes Sinar Utara.
Abstract:This study aims to examine the credit application procedure at BPR Sinar Mas Pelita Ciawi Branch, identify the challenges encountered during the process, and evaluate the solutions implemented to overcome them. The research…
rch uses a descriptive qualitative method with data collected through interviews with bank employees, direct observation during an internship program, and literature review. The findings show that the credit application procedure consists of several stages: application submission, document verification, credit analysis, credit approval, agreement signing, and fund disbursement. Common obstacles include customers’ lack of understanding of the procedure and delays in document submission. BPR Sinar Mas Pelita Ciawi Branch has implemented various strategies such as public education through social media and providing a checklist of required documents to applicants. Overall, the credit application process has been carried out effectively and efficiently.
Abstract:Tujuan penelitian mengetahui impact variabel pada kepuasan konsumen pada Sinar Baru Kopi Sumenep. Identifikasi, Analisis dan Bukti Sinar Baru Kopi Sumenep. Penelitian ini memanfaatkan metode kuantitatif serta informasi awal…
wal yang diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 konsumen atau pelanggan Sinar Baru Kopi Sumenep. Informasi yang diperoleh dari hasil penelitian diukur menggunakan skala Likert untuk memastikan validitas dan reliabilitas. Alat yang digunakan dalam uji dugaan melalui pengujian asumsi klasik, analisis regresi berganda, uji koefisien determinasi, uji parsial dan uji simultan adalah SPSS 24. Kajian ini memberitahu kesadaran lokasi memiliki impact yang penting terhadap kepuasan konsumen. persepsi harga memiliki impact penting terhadap kepuasan konsumen, dan Kualitas pelayanan mempunyai impact penting terhadap kepuasan konsumen. Lokasi mempunyai impact penting terhadap kepuasan konsumen yang menunjukkan bahwa tempat memiliki impact penting terhadap konstansi, persepsi harga, dan kualitas layanan mempunyai impact penting terhadap kepuasan konsumen yang memiliki dampak terhadap kepuasan konsumen secara simultan. Hal ini berdampak cukup signifikan terhadap kepuasan konsumen Sinar Baru Kopi Sumenep.
Abstract:This study aims to analyze the influence of shipping cost efficiency and freight forwarder quality on export delivery performance at PT Sinar Sawit Sentosa, a palm oil exporting company facing challenges related to rising…
g logistics costs and increasing demands for delivery timeliness. The research problem focuses on the extent to which shipping cost efficiency and the quality of freight forwarder services can improve export delivery performance in a measurable and sustainable manner. A quantitative approach was applied by collecting survey data from the company’s logistics managers and export managers to capture perceptions and experiences related to the research variables. Data analysis was conducted using structural equation modeling to examine the causal relationships among shipping cost efficiency, freight forwarder quality, and export delivery performance. The results indicate that shipping cost efficiency has a positive and significant effect on export delivery performance through reduced operational costs, improved logistics coordination, and smoother export processes. Freight forwarder quality is also proven to have a positive and significant effect through enhanced service reliability, documentation accuracy, and delivery timeliness. The conclusion confirms that the combination of cost efficiency and logistics service quality constitutes a strategic factor determining the success of corporate export delivery. The novelty of this study lies in integrating the measurement of cost efficiency and freight forwarder quality using a SEM approach applied to the Indonesian palm oil export industry, a context that has received limited empirical attention. This contribution provides empirical evidence for the development of export logistics management and strategic decision-making, enriches the academic logistics literature, and offers practical implications for improving national export competitiveness, formulating corporate policies, and managing long-term logistics partnerships based on measurable performance and efficiency orientation. The findings are expected to serve as a reference for future research and professional practice in agribusiness sectors oriented toward global markets with high logistics risks and intense competition that demand continuous, data-driven managerial innovation grounded in reliable and context-specific empirical evidence for the future of national industries.