Search Articles & Publications

Showing 12 articles found for "Ujaran"

PENGARUH PENERAPAN METODE SAM'IYAH SYAFAWIYAH BERBASIS PENDEKATAN KOMUNIKATIF TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI BERBICARA BAHASA ARAB

Diana, Elpa, Novri Susanti Suparman, Fitri Wahidah, Dewi, Nofrianti
Abstract: This study aims to examine the effect of implementing the Sam'iyah Syafawiyah method based on a communicative approach on students' self-confidence in speaking Arabic through a library research approach. The study employs… s a qualitative method with a systematic literature review, analyzing and synthesizing scientific sources including books, international and national journals, articles, proceedings, and relevant research findings. Data sources were obtained from scientific databases such as Google Scholar, JSTOR, ScienceDirect, ERIC, and national digital repositories. The findings consistently demonstrate that the Sam'iyah Syafawiyah method integrated with the communicative approach has a positive and significant influence on students' self-confidence in speaking Arabic. This effect operates through four main mechanisms: (1) repetitive drilling builds mastery experience; (2) native speaker audio models provide vicarious experience; (3) the communicative approach reduces affective filters; and (4) intensive practice promotes automaticity in Arabic speech production. This study concludes that the integration of both methods constitutes an effective and recommended pedagogical strategy for improving self-confidence in Arabic speaking.   Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan metode Sam'iyah Syafawiyah berbasis pendekatan komunikatif terhadap kepercayaan diri peserta didik dalam berbicara bahasa Arab melalui pendekatan library research (studi kepustakaan). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan kajian literatur sistematis, yakni menganalisis dan mensintesis berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal nasional dan internasional, artikel, prosiding, dan hasil penelitian yang relevan. Sumber data diperoleh dari berbagai basis data ilmiah seperti Google Scholar, JSTOR, ScienceDirect, ERIC, dan repositori digital nasional. Hasil kajian secara konsisten menunjukkan bahwa metode Sam'iyah Syafawiyah yang diintegrasikan dengan pendekatan komunikatif memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan diri peserta didik dalam berbicara bahasa Arab. Pengaruh ini bekerja melalui empat mekanisme utama: (1) latihan drill berulang membangun mastery experience; (2) model audio native speaker memberikan vicarious experience; (3) pendekatan komunikatif menurunkan filter afektif; dan (4) latihan intensif mendorong otomatisasi produksi ujaran bahasa Arab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kedua metode tersebut merupakan strategi pedagogis yang efektif dan direkomendasikan untuk meningkatkan kepercayaan diri berbicara bahasa Arab.

LITERASI DIGITAL DAN ETIKA SIBER: MENGKAJI PERAN MAHASISWA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN DALAM RUANG DIGITAL

Nashir, Hisanah Amalia, Apriliani, Cahya Saskia, Jannah, Nisa Zahrotul, Abdyansyah, Abghy Nur, Sukanti, Rahma Putri, Safitri, Egidia Citra, Muttaqin, Muhammad Fazal, Widagdo, Arif
Abstract: Perkembangan teknologi digital yang pesat mendorong meningkatnya jumlah pengguna internet, khususnya di kalangan mahasiswa. Namun, tingginya intensitas penggunaan internet tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas perilaku… rilaku beretika di ruang siber. Maraknya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, cyberbullying, serta pelanggaran privasi menjadi indikator rendahnya literasi digital sebagian pengguna. Artikel ini bertujuan mengkaji secara konseptual: (1) peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan dalam ekosistem digital, (2) kontribusi literasi digital dalam membentuk perilaku beretika dan bertanggung jawab di dunia siber, serta (3) dampak nyata rendahnya literasi digital terhadap keamanan data pribadi dan privasi pengguna. Kajian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber relevan terkait literasi digital, etika siber, dan keamanan data. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi digital berperan sebagai instrumen kritis yang tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga membentuk kesadaran etis, tanggung jawab digital, dan kemampuan proteksi privasi. Mahasiswa, sebagai kelompok pengguna internet yang dominan dan terdidik, memiliki posisi strategis untuk memimpin perubahan budaya digital menuju ekosistem yang lebih sehat, aman, dan beretika.

SOCIAL ETHICS IN SOCIAL MEDIA USE: CHALLENGES AND SOLUTIONS IN THE DIGITAL ERA

Dian, Dian Enjeli Taneo, Aptist Yantia Kartini Teresia Sole, Betryani Rabeka Penna, Dina Yanti Lassa, Charles Marten Luter Tallan, Demest Seo, Yenry Anastasia Pellondou
Abstract: Kemajuan yang cepat di bidang teknologi digital telah menjadikan jaringan sosial sebagai alat utama bagi orang-orang untuk berbicara, berbagi informasi, dan membangun hubungan tanpa batasan waktu atau tempat. Jaringan sosial… sial menawarkan berbagai keuntungan, seperti mempercepat penyebaran informasi, mempermudah hubungan antar individu, serta mendukung berbagai aktivitas dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan hiburan. Namun, di balik kemudahan ini terdapat tantangan etika sosial yang kompleks akibat penggunaan media sosial, yang perlu ditangani dengan serius. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki berbagai tantangan etika sosial yang muncul terkait dengan pemakaian media sosial dan merumuskan solusi yang dapat dilaksanakan oleh individu, masyarakat, institusi pendidikan, pemerintah, serta penyedia platform media sosial. Penelitian ini menerapkan metode tinjauan pustaka, mengacu pada cara yang diterapkan untuk menggali informasi dan pengetahuan yang bersumber dari referensi buku, jurnal dan artikel yang relevan dengan etika komunikasi serta pemanfaatan media sosial pada era digital. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya tantangan dalam etika sosial yang paling penting dalam media sosial meliputi penyebaran informasi yang tidak benar serta hoaks, anonimitas yang mengurangi rasa tanggung jawab, meningkatnya ujaran kebencian dan perundungan siber, serta hilangnya rasa empati dalam komunikasi digital. Banyak pengguna media sosial yang tidak menyadari bahwa tindakan mereka, serta unggahan dan komentar yang dibuat, dapat berdampak pada orang lain dan masyarakat secara umum. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini memberikan beberapa rekomendasi, termasuk meningkatkan literasi digital melalui pendidikan media sejak usia dini, menerapkan kebijakan ketat terhadap perilaku tidak etis di media sosial, dan meneguhkan nilai empati serta tanggung jawab dalam dunia digital.

UJARAN KEBENCIAN ONLINE DAN IMPLEMENTASINYA TERHADAP PERILAKU SOSIAL DAN SIKAP BERPRASANGKA PADA SISWA: STUDI LITERATUR

ronal, Ronal Andres Bay, Sindi Abidelin Banoet, Resti Adryani Kale, Risna Akdalia Solukh, Sidri Sonya Leobisa, Yenry Anastasia Pelondou
Abstract: Media sosial telah menjadi platform utama untuk komunikasi akibat pesatnya kemajuan teknologi informasi, namun hal ini juga memungkinkan penyebaran ujaran kebencian secara daring. Mengingat mahasiswa sedang aktif mengembangkan… angkan identitas sosial mereka, fenomena ini sangat berbahaya karena berpotensi merusak perilaku prososial dan memperkuat prasangka yang telah ada. Penelitian ini sangat penting untuk memahami bagaimana lingkungan digital mempengaruhi pembentukan karakter seorang mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana prasangka dan perilaku prososial mahasiswa dipengaruhi oleh paparan mereka terhadap ujaran kebencian daring di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang menggabungkan observasi dokumenter daring dengan analisis literatur. Data dikumpulkan dengan memeriksa dan mengevaluasi sejumlah artikel ilmiah relevan yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025.Berdasarkan temuan, paparan terhadap ujaran kebencian daring berkorelasi dengan peningkatan intoleransi sosial di kalangan mahasiswa, serta penurunan empati dan perilaku prososial. Di antara penyebab yang berkontribusi adalah efek disinhibisi daring, proses dehumanisasi, dan algoritma media sosial yang menciptakan ruang gema. Kebutuhan mendesak akan pendidikan karakter dan literasi etika digital di lembaga pendidikan untuk mengurangi dampak berbahaya ini ditunjukkan oleh hasil penelitian tersebut. Sebagai kesimpulan, ujaran kebencian daring merupakan ancaman serius bagi perkembangan sosial anak muda, yang membutuhkan langkah-langkah pendidikan proaktif untuk mempromosikan masyarakat digital yang lebih penuh kasih sayang dan penerimaan.

KONTRIBUSI PEMAHAMAN AKHLAK TASAWUF TERHADAP ETIKA BERMEDIA SOSIAL MAHASISWA GENERASI Z

Fatimatuzzahra, Agniya, Amanina, Naqiya Karimah, Chamami, M Rikza
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pemahaman akhlak tasawuf terhadap etika bermedia sosial pada mahasiswa Generasi Z. Perkembangan media sosial yang semakin pesat memberikan dampak positif maupun negatif… f terhadap perilaku komunikasi mahasiswa di ruang digital. Generasi Z sebagai kelompok yang aktif menggunakan media sosial dituntut memiliki etika dalam berinteraksi agar tercipta komunikasi yang sopan, bijak, dan bertanggung jawab. Dalam hal ini, pemahaman akhlak tasawuf dipandang mampu menjadi landasan moral dalam mengontrol perilaku bermedia sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman akhlak tasawuf memiliki kontribusi positif terhadap etika bermedia sosial mahasiswa Generasi Z. Mahasiswa yang memiliki pemahaman akhlak tasawuf yang baik cenderung lebih mampu menjaga tutur kata, menghargai pendapat orang lain, menghindari ujaran kebencian, serta menggunakan media sosial secara bijaksana. Dengan demikian, nilai-nilai akhlak tasawuf dapat menjadi pedoman dalam membentuk etika komunikasi digital yang lebih baik di kalangan mahasiswa Generasi Z.

Internet Sehat dalam Media Komunikasi dan Informasi pada Sekretariat Leppas Kabu-paten Asahan

Helmiah, Fauriatun, Maharani, Dewi, Santoso, Santoso
Abstract: Abstract: The development of Information Technology and communication which is increasingly fast is marked by the presence of internet media which has made it easier for humans to disseminate and receive/search for information… mation without being bound by national borders in the international sphere. Humans are already living in practicality considering that increasingly modern means of communication to support all activities are available, even though the presence of the internet media can provide a variety of data, ranging from politics, economics, social, culture and so on, simply through search engines then information what is needed will be obtained. Even though the internet, information for personal life can be obtained such as health, recreation, hobbies, personal development, spiritual, and others. But there is another part that needs to be understood that the presence of internet media with offers or choices of various sites with freedom of access such as the double-edged sword, on the one hand, can bring positive impacts and on the other hand negative impacts. There are cases of defamation, insults, defamation, bullying, kidnapping, SARA issues, provocation, propaganda, hate speech, hoaxes, and the like. Keywords: healthy internet; communication and information; media   Abstrak: Perkembangan Teknologi Informasi dan komunkasi yang semakin cepat ditandai dengan kehadiran media internet yang telah mempermudah manusia untuk menyebarluaskan dan menerima/mencari informasi tanpa terikat batas negara dalam lingkup internasional. Kini manusia sudah hidup dalam kepraktisan mengingat sarana komunikasi semakin modern sebagai penunjang segala kegiatan telah tersedia, bahka kehadiran media internet mampu menyediakan data berbagai ragam informasi, mulai dari politik, ekonomi, social, budaya dan sebagainya cukup melalui search engine (mesin pencari) maka informasi yang dibutuhkan akan didapatkan. Bahkan melalui internet, informasi untuk kehidupan pribadi bisa diperoleh seperti kesehatan, rekreasi, hobi, pengembangan pribadi, rohani dan lainnya. Tetapi ada bagian lain yang perlu dipahami bahwa kehadiran media internet dengan tawaran atau pilihan beragam situs dengan keleluasaan akses seperti pedang bermata dua, di satu sisi bisa membawa dampak positif dan di sisi lain berdampak negatif. Terjadi kasus penistaan, penghinaan, pencemaran nama baik, bullying (perundungan), penculikan, isu SARA, Provokasi, propaganda, ujaran kebencian, berita bohong (hoax) dan sejenisnya. Kata kunci: internet sehat; komunikasi dan informasi; media

Peran orang tua dalam melindungi anak dari konten negatif game online roblox: kajian Normatif

Rizki Ananda
Abstract: Pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memengaruhi cara anak-anak berinteraksi di dunia digital, termasuk melalui platform permainan daring seperti Roblox. Di samping memberikan dampak positif dalam hal pendidikan,… didikan, seperti stimulasi kreativitas dan kerja sama tim, Roblox juga menimbulkan potensi bahaya terkait paparan konten yang tidak pantas, contohnya kekerasan, ujaran kebencian, dan eksploitasi daring. Kajian ini berupaya untuk mengkaji bagaimana peran orang tua dalam menjaga anaknya dari materi negatif dalam permainan daring Roblox, menggunakan metode yuridis normatif. Penelitian ini bakal mengkaji kerangka-kerangka hukum dalam negeri yang relevan, seperti dalam Pasal 28B ayat (2) dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang mana UU Nomor 35 Tahun 2014 soal Perlindungan Anak, serta UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik nom de plume UU ITE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun aturan hukum di Indonesia secara teori sudah memberikan perlindungan buat anak-anak di dunia advanced, penerapannya di lapangan masih jauh dari sempurna. Ini terjadi karena kemampuan orang tua dalam hal literasi digital yang masih rendah, plus kurangnya pengawasan terhadap aktivitas anak di dunia maya. Karena itu, penting banget untuk memperkuat keterlibatan orang tua, di mana mereka berperan sebagai pemberi fasilitas, pendamping, dan pengawas kegiatan online anak. Kerja sama yang kuat antara keluarga, pemerintah, dan para pembuat platform digital jadi kunci utama buat menciptakan ruang digital yang aman, sesuai dengan prinsip kepentingan terbaik bagi anak.  

Tinjauan Al-Qur’an Dalam Media Sosial: Menjaga Martabat Diri di Era Digital

Dewi Balqis Maharani, Nasrulloh Nasrulloh
Abstract: Media sosial telah menjadi bagian integral dalam kehidupan modern, mempermudah komunikasi, berbagi informasi, dan membangun relasi global. Namun, era digital juga membawa berbagai tantangan moral, seperti penyebaran informasi… rmasi palsu (hoaks), ujaran kebencian, degradasi etika, dan pelanggaran privasi. Dalam Islam, martabat diri (izzah) adalah nilai yang harus dijaga dengan mengedepankan etika, iffah, dan akhlak mulia, sesuai ajaran Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi nilai-nilai Al-Qur'an dalam menghadapi tantangan etika digital, khususnya dalam penggunaan media sosial secara bertanggung jawab. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif berbasis studi literatur, dengan sumber utama berupa ayat-ayat Al-Qur'an dan tafsirnya, serta sumber pendukung dari jurnal, artikel, dan studi kasus terkait etika dalam media social. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti tabayyun (klarifikasi), iffah (menjaga kesucian diri), dan tabligh bil hikmah (menyampaikan pesan dengan bijaksana) memiliki peran penting dalam membentuk perilaku bermedia sosial yang etis. Implementasi prinsip-prinsip ini tidak hanya menjaga kehormatan individu, tetapi juga memperbaiki harmoni sosial di dunia maya. Dengan pendekatan ini, media sosial dapat menjadi sarana positif yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini memberikan panduan praktis dan teoretis bagi masyarakat Muslim untuk memanfaatkan media sosial secara bijaksana, sekaligus menjawab tantangan moral di era digital. Nilai kebaharuan penelitian ini terletak pada integrasi nilai-nilai Al-Qur'an dengan fenomena etika digital, khususnya dalam konteks media sosial. Penelitian ini tidak hanya mengidentifikasi tantangan moral yang dihadapi pengguna media sosial, tetapi juga menawarkan solusi berbasis ajaran Islam yang relevan dan praktis. Pendekatan ini menciptakan sinergi antara ajaran agama dan perkembangan teknologi, memberikan sumbangan baru dalam diskursus etika digital yang jarang dieksplorasi secara mendalam dalam studi-studi sebelumnya.

Adaptasi Nilai-Nilai Tasawuf di Ruang Digital: Analisis Etika Ikhlas, Sabar, dan Tawadhu' dalam Komunikasi Media Sosial

Nur Rahma Shanty, Ali Asfiyak, M. Sirojudin Alfin Abas, Siti Isti’anah, M. Romadhon, Chafidz Kusnindar
Abstract: Perkembangan media sosial di era digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi masyarakat, namun sekaligus melahirkan berbagai problem etika seperti ujaran kebencian, disinformasi, performativitas religius,… gius, dan polarisasi sosial. Berbagai pendekatan normatif, hukum, dan teknis yang ada dinilai belum sepenuhnya mampu menyentuh akar persoalan etika komunikasi digital yang bersifat batiniah dan spiritual. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dan adaptasi nilai-nilai tasawuf, yaitu ikhlas, sabar, dan tawadhu, sebagai fondasi etika komunikasi digital yang kontekstual dan aplikatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan atau library research, melalui analisis deskriptif-analitis dan normatif-konseptual terhadap literatur tasawuf klasik dan kontemporer serta kajian etika komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ikhlas berperan dalam membangun orientasi komunikasi yang berlandaskan kejujuran dan kemaslahatan, sabar berfungsi sebagai mekanisme pengendalian emosi dan ketahanan moral dalam merespons konflik serta arus disinformasi, sementara tawadhu mendorong sikap kerendahan hati epistemik dan dialog yang inklusif di ruang digital. Integrasi ketiga nilai tersebut membentuk kerangka etika komunikasi digital berbasis tasawuf yang bersifat holistik, spiritual, dan humanis. Meskipun menghadapi tantangan struktural akibat logika algoritmik dan budaya popularitas media sosial, pendekatan tasawuf menawarkan kontribusi penting dalam membangun komunikasi digital yang lebih beradab, bermakna, dan bertanggung jawab.

Implementasi Nilai-Nilai Dasar Perdamaian dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Irwani, Resty Nazla, Syamzaimar
Abstract: Penelitian ini mengkaji implementasi nilai-nilai dasar perdamaian dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), yang masih terbatas dan tidak sistematis meskipun kurikulum menekankan pembentukan karakter… akter berbasis Pancasila dan kebhinekaan di tengah tantangan intoleransi serta konflik sosial. Latar belakang masalah didasari oleh kebutuhan mendesak perdamaian multikultural di Indonesia, di mana era digital memperburuk isu seperti cyberbullying, ujaran kebencian berbasis SARA, dan konflik horizontal, sehingga PPKn berperan sebagai wadah utama internalisasi nilai toleransi, keadilan, kerja sama, serta penolakan kekerasan. Tujuan penelitian adalah menggambarkan bentuk integrasi nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran PPKn, mengidentifikasi kontribusinya terhadap perilaku siswa dan budaya sekolah damai, serta menganalisis keterbatasan implementasinya untuk memberikan rekomendasi kebijakan. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), menganalisis konten dengan dari sumber literatur Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai dasar perdamaian telah mulai diimplementasikan melalui pendekatan partisipatif seperti diskusi kelompok, studi kasus konflik, role play, dan proyek sosial, terutama pada aspek toleransi, anti-kekerasan, serta kerja sama; namun, penerapannya masih insidental, terfokus pada nilai terpilih, dan terhambat oleh kurangnya pemahaman guru, perangkat pembelajaran yang tidak standar, serta minimnya dukungan kurikulum eksplisit. Implementasi ini berkontribusi positif terhadap peningkatan sikap siswa dalam menghargai perbedaan dan menyelesaikan konflik secara damai, meskipun belum merata di seluruh ranah nilai perdamaian. Kesimpulan penelitian menegaskan perlunya integrasi eksplisit nilai-nilai dasar perdamaian ke dalam kurikulum PPKn melalui modifikasi RPP, pelatihan guru, dan program sekolah ramai anak untuk membangun budaya damai berkelanjutan yang selaras dengan Profil Pelajar Pancasila. Saran meliputi pengembangan pedoman evaluasi sikap berbasis perdamaian serta penelitian lanjutan berbasis studi kasus empiris