Search Articles & Publications

Showing 6 articles found for "Pidi"

ANALISIS INTERPRETASI PESAN MORAL PADA RAGAM TUTUR MA SIHE’I FOLKLORE DARI NEGERI JAPAKEH PIDIE JAYA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK

Nofiana S, Hayatun Rahmi, Zulfa Zainuddin, Aines Shalsabila
Abstract: The folk tale of Ma Sihe'i from Aceh depicts the relationship between a mother and her child, which is full of moral values. Ma Sihe'i, a loving mother, must deal with her child's rebellious behavior. The purpose of this… study is to analyze and describe the moral values contained in the story of Sihe'i from Japakeh Pidie Jaya. The method used in this study is qualitative descriptive. The results of this study show that the moral messages emphasized in this story include the importance of respecting parents, maintaining family relationships, demonstrating responsibility as a child, and understanding the consequences of bad behavior. The values of honesty, kindness, justice, tolerance, and responsibility are reflected in this story, making it a reminder to maintain love and respect for parents as a form of noble devotion.

ANALISIS METODE FUZZY C-MEANS UNTUK DETEKSI DAN KLASTERISASI PENYAKIT DIABETES DI RSUD PIDIE JAYA

Arifah, Mutia, Muthmainnah, Muthmainnah, Abdullah, Dahlan
Abstract: Abstract: Diabetes is a chronic disease with a steadily increasing number of suf Mutia Arifah ferers every year, including in Pidie Jaya Regency. Early detection and clustering of sufferers are crucial to support effective… ve disease management, personalized care, and more targeted allocation of health resources. This study aims to cluster sub-districts based on the number of diabetes sufferers using the Fuzzy C-Means (FCM) method. This method was chosen because it can flexibly group data by calculating the degree of membership of each data item within each cluster. The data used is secondary data on the number of diabetes sufferers from 12 sub- districts in Pidie Jaya Regency during the 2021-2024 period. The clustering process is carried out through several stages: parameter initialization, random creation of an initial partition matrix, calculation of cluster centers, degree of membership, and iterative evaluation of the objective function until convergence. The results show that Fuzzy C-Means successfully divides the data into two clusters: high and low clusters. Subdistricts such as Trienggadeng and Meureudu are in the high cluster, while Cubo and Jangka Buya are in the low cluster. The objective function value decreased significantly and reached convergence at the 13th iteration. The results of this study are expected to assist local governments and health agencies in developing more targeted policies based on the geographic distribution of diabetes sufferers in the Pidie Jaya region.   Keyword: Diabetes, Clustering, Fuzzy C-Means.   Abstrak: Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang jumlah penderitanya terus meningkat setiap tahun, termasuk di Kabupaten Pidie Jaya. Deteksi dini dan klasterisasi penderita sangat penting untuk mendukung manajemen penyakit yang efektif, personalisasi perawatan, serta alokasi sumber daya kesehatan yang lebih tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengklaster wilayah kecamatan berdasarkan jumlah penderita diabetes menggunakan metode Fuzzy C-Means. Metode ini dipilih karena mampu mengelompokkan data secara fleksibel dengan memperhitungkan derajat keanggotaan setiap data terhadap masing-masing klaster. Data yang digunakan berupa data sekunder jumlah penderita diabetes dari 12 kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya selama periode 2021, 2022, 2023 hingga 2024. Proses klasterisasi dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu inisialisasi parameter, pembuatan matriks partisi awal secara acak, perhitungan pusat klaster, derajat keanggotaan, dan evaluasi fungsi objektif secara iteratif hingga konvergensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fuzzy C-Means berhasil membagi data menjadi dua klaster, yaitu klaster tinggi dan rendah. Kecamatan seperti Trienggadeng dan Meureudu termasuk klaster tinggi, sedangkan Cubo dan Jangka Buya termasuk klaster rendah. Nilai fungsi objektif menurun signifikan dan mencapai konvergensi pada iterasi ke-13. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dan instansi kesehatan dalam membuat kebijakan yang lebih tepat sasaran berdasarkan distribusi geografis penderita diabetes di wilayah Pidie Jaya.   Kata kunci: Diabeter, Clustering, Fuzzy C-Means.

ANALISIS KARAKTER TOKOH UTAMA DALAM NOVEL PASUNG JIWA KARYA OKKY MADASARI MELALUI PENDEKATAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD

Nasution, Wan Nurul Atikah, Mizkat, Eva
Abstract: Abstract: In the field of Indonesian Language Education, it focuses on language and literature. This study examines literature which aims to: (1) Describe the Id of the Sasana character in the novel Pasung Jiwa by Okky Madasari?… adasari? (2) Describe the ego of the Sasana character in the novel Pasung Jiwa by Okky Madasari? (3) Describe the superego of the Sasana character in the novel Pasung Jiwa by Okky Madasari? This study uses Qualitative Descriptive Research. The data in this study is the text in the novel Pasung Jiwa by Okky Madasari, and the data source used is the novel Pasung Jiwa. The data collection technique used is the reading and recording technique. The results obtained are (1) The Id analysis of the character "Sasana" in the novel Pasung Jiwa by Okky Madasari is hatred, resignation or surrender, torture, confinement, anger, stupidity, awe, pleasure, disappointment, longing, jealousy, and fear. (2) The ego analysis of the character "Sasana" in the novel Pasung Jiwa by Okky Madasari is courage, rebellion, fear, sadness, self-closure, resignation, and confusion. (3) The analysis of the superego of the character "Sasana" in the novel Pasung Jiwa by Okky Madasari is reckless, never giving up, depressed, traumatized, and free.   Keywords: Character Character, Pasung Jiwa Novel, Psychoanalysis Study Abstrak: Dalam bidang Pendidikan Bahasa Indonesia berfokus pada bahasa dan sastra. Penelitian ini mengkaji tentang sastra yang bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan Id tokoh Sasana dalam novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari? (2) Mendeskripsikan ego tokoh Sasana dalam novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari? (3) Mendeskripsikan superego tokoh Sasana dalam novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari? Penelitian ini menggunakan Penelitian Deskriptif Kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah teks dalam novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari, serta sumber data yang digunakan adalah novel Pasung Jiwa. Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik baca dan catat. Hasil yang didapatkan adalah (1) Analisis Id  tokoh “Sasana” dalam novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari adalah kebencian, pasrah atau berserah diri, tersiksa, terkurung, marah, masa bodoh, kagum, kesenangan, kekecewaan, kerinduan, kecemburuan, dan ketakutan. (2) Analisis ego tokoh “Sasana” dalam novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari adalah keberanian, pemberontak, ketakutan, kesedihan, menutup diri, kepasrahan, dan kebingungan. (3) Analisis superego tokoh “Sasana” dalam novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari adalah nekat, pantang menyerah, depresi, trauma, kebebasan.   Kata kunci: Karakter Tokoh, Novel Pasung Jiwa, Kajian Psikoanalisis

Hierarki Kebutuhan Tokoh Utama Dalam Novel Ancika Dia Yang Bersamaku Tahun 1995 Karya Pidi Baiq Kajian Psikologi Sastra

Hidayat, Fahreza Rahmad, Lubis, Haris Sutan, Marsella, Emma
Abstract: Abstract: This study aims to analyze and describe the hierarchy of needs experienced by the main character in the novel Ancika Dia Yang Bersamaku 1995 by Pidi Baiq starting from basic needs to the highest needs (pixel experience),… perience), so that the form of fulfilling the needs of the main character can be seen. This study used descriptive qualitative method. The data in this study are in the form of words, phrases, sentences that show the hierarchy of needs for the main character in the novel Ancika Dia yang Bersamaku Tahun 1995 by Pidi Baiq. The source of the data is the novel Ancika Dia yang Bersamaku Tahun 1995 by Pidi Baiq. Data collection techniques started from reading novels and taking notes. Furthermore, the data analysis techniques in this study started from data reduction, data codification, data classification, data description, data interpretation, and data verification. The theory used is Abraham Maslow's theory of humanistic psychology. The results of the analysis of the discussion, there is a conclusion that there is a hierarchy of needs of the main character in the novel Ancika Dia yang Bersamaku Tahun 1995 by Pidi Baiq. Starting from physiological needs, the need for security and protection, the need for love and belonging, the need for self-esteem, and the need for self-actualization. Keywords: Novel, Hierarchy of Needs, Humanistic Abraham Maslow Abstrak: Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan hierarki kebutuhan yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Ancika Dia yang Bersamaku Tahun 1995 karya Pidi Baiq mulai dari kebutuhan dasar sampai kepada kebutuhan tertinggi (pixel experience), sehingga dapat terlihatnya bentuk pemenuhan kebutuhan pada tokoh utama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata, frasa, kalimat yang menunjukkan hierarki kebutuhan tokoh utama dalam novel Ancika Dia yang Bersamaku Tahun 1995 karya Pidi Baiq. Sumber data berupa novel Ancika Dia yang Bersamaku Tahun 1995 karya Pidi Baiq. Teknik pengumpulan data dimulai dari  membaca novel dan mencatat. Selanjutnya teknik analisis data dalam penelitian ini   dimulai dari reduksi data, kodifikasi data, klasifikasi data, deskripsi data, interpretasi data, dan verifikasi data. Teori yang digunakan adalah teori psikologi humanistik Abraham Maslow. Hasil analisis dari pembahasan, terdapat kesimpulan bahwa adanya hierarki kebutuhan dari tokoh utama dalam novel Ancika Dia yang Bersamaku Tahun 1995 karya Pidi Baiq. Mulai dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman dan perlindungan, kebutuhan rasa cinta dan ingin memiliki, kebutuhan harga diri, dan kebutuhan aktualisasi diri. Kata Kunci: Novel, Hierarki Kebutuhan, Humanistik Abraham Maslow

PENGARUH PEMBERIAN JUS JERUK NIPIS PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA GAMPIENG CEBREK KECAMATAN KEMBANG TANJONG PIDIE ACEH

Nuraini
Abstract: Hipertensi merupakan kondisi kronis yang sering disebut sebagai “silent killer.” Salah satu pendekatan non-farmakologis dalam pengelolaan hipertensi adalah konsumsi jus jeruk nipis, yang mengandung kalium, vitamin C, dan&#8230; dan flavonoid yang berperan dalam menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus jeruk nipis terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Sampel terdiri dari 15 responden yang dipilih secara purposive sampling. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank karena distribusi data tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik yang signifikan setelah pemberian jus jeruk nipis, dengan nilai p-value 0.000 (α < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa jus jeruk nipis efektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dan dapat dijadikan sebagai terapi komplementer dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

ANALISIS RISIKO STUNTING PADA BALITA PASCA BENCANA BANJIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEURAH DUA, KABUPATEN PIDIE JAYA

Mulia, Nur, Nurdin, Ambia, Ellianufara, Ellianufara
Abstract: StuntingImerupakanIkondisiIgagalItumbuhIpadaIbalitaIyang ditandaiIdengan tinggiIbadan menurutIumurIkurang dari -2 standarIdeviasiIberdasarkanIstandar World Health Organization (WHO). KondisiIiniIdisebabkanIolehIkekuranganIgiziIkronisIdanIinfeksiIberulang,&#8230; nIgiziIkronisIdanIinfeksiIberulang, terutama pada 1.000 hariIpertamaIkehidupan. BencanaIbanjirIberpotensiImeningkatkanIrisikoIstunting melaluiIterbatasnyaIaksesIairIbersih,IsanitasiIyangIburuk, terganggunyaIketahananIpangan rumahItangga, sertaIterbatasnya akses layanan kesehatan. Penelitian iniIbertujuan menganalisis hubunganIdampak bencanaIbanjir denganIpeningkatan risiko stunting pada balita di WilayahIKerja PuskesmasIMeurah Dua KabupatenIPidie Jaya. Penelitian menggunakanImetodeIkuantitatifIdenganIdesain analitikIdan pendekatanIcross-sectional. sempelIpadaIpenelitianIiniIsebanyak 92 balita. VariabelIdependenIadalahIkejadianIstunting, sedangkanIvariabelIindependenImeliputiIketidaktersediaanIair bersih, kondisiIjamban tidak layak, ketahananIpanganIrumahItanggaIyangIburuk, danIaksesIlayanan kesehatan yang buruk. Analisis dataImenggunakanIuji Chi-Square. HasilIpenelitianImenunjukkanIadanya hubungan yangIsignifikanIantaraIketidaktersediaanIair bersih (p = 0.000; OR = 34,417; 95% CI: 9,996–118,496), kondisiIjambanItidak layak (p = 0.000; OR = 81,125; 95% CI: 31,060–1056,217), ketahanan pangan rumah tangga yang buruk (p = 0.000; OR = 69,000; 95% CI: 17,017–279,779), serta akses layanan kesehatan yang buruk (p = 0.004; OR = 4,538; 95% CI: 1,532–13,442) dengan risiko stunting pada balita setelah kejadian banjir. Diharapkan kepada pihak puskesmas agar memperkuat upaya promotif dan preventif melalui penyuluhan tentang sanitasi, penggunaan air bersih, pemenuhan gizi seimbang, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkala.