Search Articles & Publications

Showing 2 articles found for "Premenstrual"

THE CORRELATION OF PHYSICAL ACTIVITY IN REDUCING SYMPTOMS OF PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) AMONG GIRLS IN PRIVATE SENIOR HIGH SCHOOL OF ABULYATAMA, KUTA BARO, ACEH BESAR

Nora Mirda, Khaira Rizki, Ellyza Fazlylawati
Abstract: Premenstrual Syndrome (PMS) includes physical, emotional, and behavioral symptoms pre-menstruation. These symptoms affect the daily activities of adolescent girls. Regular physical activity can increase endorphin production,&#8230; ion, which may reduce PMS symptoms. This study aims to investigate the correlation between physical activity and PMS symptoms among girls in Abulyatama Senior High School. This study used a quantitative technique with a descriptive approach. The population consisted of all 41 adolescent girls at Abulyatama Senior High School who were also selected as the sample using a total sampling technique. The data collection from April 24th to May 5th, 2025. The Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) was used to measure physical activity level, while the Shortened Premenstrual Assessment Form (SPAF) was used to assess PMS symptoms. Data analysis used the Chi- Square test using univariate and bivariate analysis techniques. The results showed a correlation between physical activity and premenstrual syndrome with p = 0.018 correlation (p<0,05). These findings suggest there is a significant correlation between physical activity and reduced PMS symptoms among girls in Abulyatama Senior High School. This study suggests that the girls regularly do physical activity and use it as one non-pharmacological treatment to reduce PMS symptoms.

Hubungan Pengetahuan Dan Tingkat Kecemasan Dengan Kejadian Premenstrual Syndrome Pada Remaja Putri Di SMKN 9 Kota Tangerang

Agista Rahmayanti, AYG Wibisono, Ida Faridah
Abstract: Remaja sebagai golongan wanita subur sering mengalami premenstrual syndrome. Di Indonesia angka prevalensinya mencapai 85%, sekitar 60-70% dari premenstrual syndrome, yaitu remaja. Sebanyak 20-40% wanita usia subur mengalami&#8230; lami beberapa gejala sindrom pramenstruasi (PMS) yang cukup parah sangat mengganggu kehidupan mereka. Kurangnya pengetahuan, pengalaman, informasi tentang wanita muda premenstrual syndrome dapat memperburuk gejala yang menimbulkan rasa takut atau kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan dan tingkat kecemasan dengan kejadian premenstrual syndrome pada remaja putri di SMKN 9 Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dengan sampel 179 siswi kelas X SMKN 9 Kota Tangerang. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan terhadap kejadian premenstrual syndrome dimana nilai p = 0,003, dan menunjukkan adanya hubungan antara tingkat kecemasan dengan kejadian premenstrual syndrome dimana nilai p = 0,000. Maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan tingkat kecemasan dengan kejadian premenstrual syndrome pada remaja putri di SMKN 9 Kota Tangerang. Bahwa semakin baik pengetahuan maka semakin rendah tingkat keparahan premenstrualnya, semakin rendah tingkat kecemasan semakin rendah tingkat keparahan premenstrualnya. Pihak sekolah diharapkan melakukan peinyuluhan deingan beikeirja sama pada pihak keiseihatan seipeirti puskeismas untuk meiningkatkan peingeitahuan reimaja putri dalam meingatasi keiceimasan preimeinstrual syndroimei.