Abstract:The purpose of this writing is to find out the history of the dynamics of renewal of Islamic educational institutions in the archipelago, namely surau, Islamic boarding schools and madrasas in the history of Islamic education.…
ation. The Indonesian Islamic community must pay attention to the development of Islam, the history of education from time to time, from the time of the Prophet Muhammad, friends of Khulafaurrasyidin, Tabi', Tabiuttabi'in to the present day. History teaches us to look at the development of education that we have gone through so that it can be used as an evaluation and education for us and future generations. The Muslim community deserves to forget and avoid history, with history we learn to understand education in the past, provide analytical skills, appreciate the services of previous people, know technological developments and knowledge of studying the mistakes of the education system in the past so as not to repeat mistakes again, history also has an important role in formation of national identity and personality and religion. However, in this day and age, many students of science are not interested in knowing the history of the development of education, focusing on the relevance of the formation process of Suarau education, Islamic boarding school, Islamic boarding school, how the meaning of Suarau, Islamic boarding school, madrasah, the history of emergence, and the education system, and the progress and decline of Surau, Islamic boarding school are the same in the modern era. modern technological sophistication
Abstract:Penelitian ini bertujuan mengkaji rekonstruksi historis kebijakan, institusi, dan praktik pendidikan Islam pada masa kerajaan-kerajaan klasik di Sumatera, khususnya Perlak, Samudra Pasai, Aceh, Minangkabau, dan Siak. Kajian…
ian ini menempatkan perkembangan pendidikan Islam dalam konteks penyebaran dan pendalaman ilmu keislaman di Nusantara. Metode yang digunakan adalah pendekatan historis-komparatif dengan memanfaatkan sumber-sumber seperti naskah klasik, inskripsi, serta literatur sejarah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam mengalami institusionalisasi melalui lembaga tradisional seperti dayah, surau, dan madrasah, serta jalur pendidikan informal seperti majelis taklim dan halaqah. Terdapat tiga dimensi utama dalam perkembangan tersebut, yaitu: (1) pembentukan institusi pendidikan Islam, (2) pengembangan materi ajaran, kurikulum, dan metode, serta (3) peran jaringan ulama dalam transformasi sosial-keagamaan.Selain itu, penelitian ini menemukan adanya kesinambungan antara sistem pendidikan Islam pada masa kerajaan klasik dengan perkembangan pendidikan Islam modern, yang tercermin dari integrasi antara tradisi lokal dan ajaran Islam.
Abstract:Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena penurunan fungsi surau sebagai institusi keagamaan dan sosial dalam masyarakat Muslim kontemporer, khususnya dalam konteks perubahan orientasi nilai keberagamaan dan transformasi…
rmasi praktik sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berorientasi fenomenologis, penelitian ini memaknai pengalaman, persepsi, dan interpretasi masyarakat terhadap pergeseran fungsi surau melalui observasi lapangan, analisis teks keislaman, dan studi literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan signifikan dari karakter surau sebagai pusat ibadah, dakwah, dan pembinaan moral menuju fungsi yang lebih bersifat seremonial, simbolik, dan ekonomis. Temuan juga mengidentifikasi munculnya komersialisasi aktivitas keagamaan, melemahnya partisipasi ibadah rutin, krisis identitas religius generasi muda, serta hilangnya kesadaran kolektif mengenai fungsi ideal surau sebagai ruang pembentukan karakter dan solidaritas sosial. Faktor penyebab kemunduran fungsi surau meliputi sekularisme, individualisme, rendahnya kepemimpinan moral, kemerosotan legitimasi otoritas keagamaan, serta minimnya dukungan kebijakan struktural. Penelitian ini menekankan urgensi revitalisasi surau melalui model tata kelola berbasis jamaah, integrasi pendidikan akhlak, kolaborasi ulama–adat–pemerintah–pemuda, kurikulum pembinaan yang sistematis, serta transparansi pendanaan sebagai fondasi pemulihan kepercayaan publik. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap kajian transformasi institusi keagamaan dalam masyarakat modern dan menawarkan rekomendasi kebijakan strategis bagi penguatan kembali fungsi surau sebagai pusat spiritual, sosial, dan budaya dalam memperkuat peradaban Islam.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pembelajaran Kitab Kuning Taisirul khalaq Terhadap Adab Santri MMI Surau Cubadak Bunga Tanjung. Metode penelitian ini penelitian kuantitatif asosiatif dan desain penelitiannya…
iannya correlation research. Sampel penelitian menggunakan teknik purposive yakni menggunakan kriteria khusus terhadap sampel yang berjumlah 55 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, angket, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisi datanya menggunakan teknik statistis desktriptif dan inferensial dengan menggunakan bantuan software SPSS versi 1.6, Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara Pembelajaran Kitab kuning taisirul khalaq terhadap adab santri MMI Surau Cubadak Bunga Tanjung. Hal ini diketahui dimana setelah dilakukan uji koefisien korelasi diperoleh rhitung sebesar 0,665, sementara rtabel 0,2656 yang diambil dari nilai product moment dengan taraf kesalahan 5%, maka dapat disimpulkan 0,665>0,2656 (2) hubungan ini diukur tingkat hubungan nya dengan melihat nilai person correlation yang menunjukkan angka 0,665 yang apabila diartikan dengan tabel Koefisen korelasi bahwa angka 0,665 menunjukkan hubungan yang kuat (3) Selanjutnya di ukur tingkat perhitungan koefisien determinasi dan dapat disimpulkan bahwa pengaruh antara variable X (Pembelajaran Kitab Kuning Taisirul Khalaq) dengan variable Y (Adab Santri) mencapai 44,2%. Dengan demikian terdapat factor lain yang mempengaruhi adab santri di pondok pesantren MMI Surau cubadak Bunga Tanjung sebesar 55,8 %