Search Articles & Publications

Showing 2 articles found for "Swiss"

Prioritisasi Turunan Aaptamine sebagai Kandidat Antibakteri melalui Analisis Swiss-ADME dan Protox-II

Annisa Elcentia Fajarwati, Diana Andari
Abstract: Antimicrobial resistance has driven the urgent need to develop new antibacterial candidates with favorable efficacy, pharmacokinetic properties, and safety profiles. Aaptamine derivatives, secondary metabolites isolated… from marine sponges of the genus Aaptos, have demonstrated potential as drug candidates; however, studies evaluating their drug-likeness, Absorption, Distribution, Metabolism, and Excretion (ADME) properties, and toxicity profiles remain limited. This study aimed to prioritize aaptamine, demethyl(oxy)aaptamine, and isoaaptamine as potential antibacterial candidates through SwissADME and ProTox-II analyses using an in silico approach. The results demonstrated that all three compounds satisfied the Lipinski's Rule of Five criteria for drug-likeness, exhibited high gastrointestinal absorption, and achieved a bioavailability score of 0.55. All compounds were predicted to belong to toxicity class 4, with predicted LD₅₀ values of 1300 mg/kg for aaptamine, 500 mg/kg for demethyl(oxy)aaptamine, and 1350 mg/kg for isoaaptamine, while none showed hepatotoxic or cytotoxic properties. The integrated analysis indicated that isoaaptamine exhibited the most balanced drug-likeness, ADME profile, and safety characteristics, making it the highest-priority antibacterial candidate. This study concludes that the integration of SwissADME and ProTox-II provides an effective preliminary approach for screening marine natural product-derived drug candidates. The novelty of this study lies in the integrated application of drug-likeness, ADME, and toxicity analyses to systematically prioritize three aaptamine derivatives, thereby providing a more comprehensive lead compound selection strategy for antibacterial drug discovery.

Overmacht Dalam Perspektif Hukum Perdata Internasional: Studi Kasus Pengiriman 800 Kera IPB ke Amerika Serikat

Calistha Naisyila Ifliansa, Nayla Syamrotul Azra, Zelda Savitri
Abstract: Perkembangan kontrak lintas negara dalam era globalisasi dapat menimbulkan kompleksitas dalam penerapan hukum, terutama hal tersebut terjadi dalam keadaan memaksa (overmacht atau force majeure). Artikel ini memberikan sudut… dut pandang penulis terhadap kasus antar Institut Pertanian Bogor ( IPB) dan Amerika Serikat perihal kegiatan ekspor 800 ekor kera, yang kemudian menimbulkan sengketa dikarenakan tindakan dokter IPB yang melumpuhkan induk kera dan menyuntik mati anak kera tersebut. Amerika menilai tindakan dokter IPB tersebut sebagai wanprestasi dan perbuatan melawan hukum, sedangkan pihak IPB berargumen bahwa hal itu merupakan keadaan memaksa (overmacht ). Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan perbandingan hukum ( comperative law), menelaah pengaturan overmacht dalam hukum Indonesia, Amerika Serikat, dan Swiss, serta mengaitkannya dengan asas-asas Hukum Perdata INternasional ( Lex Loci Contractus, Lex Loci Solutionis, Lex Loci Delicti Commissi, dan Lex Cause). Hasil penelitian menunjukan bahwa overmacht diakui dalam hukum Indonesia dan Swiss, sehingga tindakan dokter IPB tersebut dapat dibenarkan. sedangkan dalam hukum Amerika Serikat , force majeure lebih sempit dan bergantung pada klausul kontrak, sehingga tindakan dokter tersebut tidak langsung bisa dianggap benar. Perbedaan ini menimbulkan ketidakpastian hukum dalam kontrak internasional. Artikel ini akan menjelaskan pentingnya pencantuman klausul force majeure dan choice of law dalam kontak lintas negara serta perlunya harmonisasi hukum internasional terkait standar keadaan memaksa