Search Articles & Publications

Showing 2 articles found for "Tiakur"

The Physical Spatial Development of Tiakur City, Moa Island, Maluku Province, Indonesia

Rakuasa, Heinrich, Reinhard Nolly Limba, Stewart Pertuack, Arda Fadhli Romadhon, Raihan Rabbani
Abstract: Tiakur City, the capital of Southwest Maluku Regency, has undergone significant physical development between 2015 and 2025, driven by population growth and economic activities. This study employs a quantitative approach… using remote sensing technology with PlanetScope satellite imagery to analyze land cover changes. The analysis reveals an increase in built-up land area from 171.29 hectares (7.31%) in 2015 to 395.66 hectares (16.89%) in 2025, while non-built-up land experienced a decline. These findings indicate a rapid development rate and highlight the importance of sustainable spatial planning. In conclusion, understanding the patterns and intensity of land cover changes in Tiakur City is crucial for evaluating spatial planning policies and improving infrastructure development planning for the future.

Diseminasi Obyek Wisata Di Pulau Moa, Maluku Barat Daya  Berbasis Webgis Menggunakan Arcgis Storymaps

Susan E Manakane, Anelia P Wlary, Yamres Pakniany, Heinrich Rakuasa, Philia Christi Latue
Abstract: Penelitian ini mengeksplorasi pemanfaatan teknologi WebGIS dan ArcGIS StoryMaps dalam diseminasi objek wisata di Pulau Moa, Maluku Barat Daya. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana platform tersebut… sebut dapat digunakan secara efektif untuk mempromosikan keindahan alam dan budaya Pulau Moa kepada calon wisatawan. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data geospasial objek wisata, pembuatan peta interaktif, dan penyusunan cerita berbasis lokasi dengan memanfaatkan fitur-fitur interaktif ArcGIS StoryMaps. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat enam lokasi objek wisata alam di Pulau Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya yang sangat berpotensi dikembangkan diataranya yaitu Pantai Tiakur, Pantai Liukety, Pantai Syota, Gunung Kerbau, Pantai Seradona dan Pantai Gerdasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini memberikan kemampuan untuk menciptakan presentasi yang kaya multimedia, meliputi peta interaktif, gambar, dan narasi, yang mampu meningkatkan pemahaman dan daya tarik terhadap objek wisata di Pulau Moa. Harapannya, strategi ini dapat menjadi sarana efektif dalam mempromosikan Pulau Moa sebagai destinasi pariwisata menarik dan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi positif pada perkembangan ekonomi lokal.