Search Articles & Publications

Showing 2 articles found for "Tunggul"

PEMBINAAN KEROHANIAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KEAGAMAAN MELALUI PENGAJIAN UMUM DI DESA KEBONTUNGGUL GONDANG MOJOKERTO JAWA TIMUR

Mufaizah, Siti Kholidatur Rodiyah, Mochammad Ikwan, Laila Badriyah
Abstract: Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas keagamaan di masyarakat adalah pembinaan kerohanian. Pengajian umum, yang memiliki peran penting dalam memperkuat nilai-nilai agama, adalah salah satu bentuk pembinaan yang paling… ling sering dilakukan di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana pengajian umum berdampak pada kualitas keagamaan di Desa Kebontunggul Gondang, Mojokerto Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengumpulkan data tentang pengajian umum di Desa Kebontunggul Gondang. Penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi tentang bagaimana pengajian umum dilakukan di desa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajian umum telah meningkatkan pemahaman agama masyarakat, memperkuat hubungan sosial, dan meningkatkan ketakwaan masyarakat. Akibatnya, pengajian umum menjadi alat penting untuk meningkatkan kerohanian dan kualitas keagamaan masyarakat.

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Tenaga Kesehatan Di Puskesmas Dadok Tunggul Hitam Kota Padang Tahun 2025

Author, Roza Ramadhani, Gusrianti, Wilda Tri Yuliza
Abstract: Kinerja tenaga kesehatan merupakan faktor penting yang menentukan kualitas pelayanan di Puskesmas. Puskesmas Dadok Tunggul Hitam memiliki capaian kinerja program terendah yaitu 66,6% di Kota Padang. Penelitian ini bertujuan… uan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Dadok Tunggul Hitam Kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi berjumlah 40 orang, teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total populasi dengan jumlah sampel berdasarkan kriteria sebanyak 30 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan teknik angket dan analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Hasil penelitian diketahui 43,3% tenaga kesehatan memiliki kinerja kurang baik, 40,0% tenaga kesehatan memiliki motivasi kerja rendah, 50,0% tenaga kesehatan memiliki kepuasan kerja yang tidak puas, 36,7% tenaga kesehatan menyatakan lingkungan kerja kurang baik. Terdapat hubungan motivasi kerja (p=0,001), kepuasan kerja (p= 0,000) dengan kinerja tenaga kesehatan, tetapi tidak ada hubungan lingkungan kerja dengan kinerja tenaga kesehatan (p= 0,575). Disimpulkan bahwa motivasi kerja dan kepuasan kerja berperan penting dalam kinerja. Manajemen Puskesmas diharapkan dapat meningkatkan kinerja tenaga kesehatan melalui pelatihan, workshop serta pemberian penghargaan. Selain itu, manajemen juga perlu membangun komunikasi yang efektif antar tenaga kesehatan. Upaya berkesinambungan ini diharapakan mampu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan pencapain target program Puskesmas secara optimal.