Abstract:Tujuan Kegiatan Sosialisasi Meningkatkan Minat Baca Pada Anak Sekolah Dasar, untuk meningkatkan minat baca pada anak – anak. Karena dengan membaca buku dapat menambah pengetahuan dan wawasan yang luas. Luangkan waktu 15…
5 menit sampai 30 menit untuk membaca buku, baik itu buku cetak maupun non cetak. Dari situlah nanti akan muncul minat membaca dengan sendiri nya. Dalam kegiatan sosialisasi ini, orangtua juga sangat mendukung. Karena memberikan manfaat kepada anak – anak nya, seperti mengurangi waktu untuk bermain game
Abstract:The challenges of modern education demand not only academic achievement but also the cultivation of students’ noble character. In this context, the role of principals in Integrated Islamic Senior High Schools (SMA IT) becomes…
becomes highly strategic. This study aims to analyze and describe the role and influence of principals’ Islamic integrative leadership on improving the performance of educational staff within SMA IT. A qualitative approach with a phenomenological method was employed. Data were obtained through in-depth interviews with principals and educational staff as well as participant observation. Analysis was conducted interactively through data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings show that Islamic integrative leadership which combines modern leadership models such as transformational, instructional, democratic, servant, and distributive leadership with Islamic values such as exemplary conduct (uswah hasanah), consultation (syura), trustworthiness (amanah), justice, and a clear vision significantly enhances the performance of educational staff. The integration of these values creates a work culture imbued with a spirit of worship, collaboration, and quality orientation. Educational staff become more motivated, loyal, and productive as they view their work as part of worship. This study concludes that Islamic integrative leadership is not merely a leadership style but an effective organizational culture foundation at SMA IT. Its implementation has been proven to empower educational staff, improve their performance, and support the achievement of sustainable Islamic educational goals. This leadership model is recommended for broader development in Islamic educational institutions.
Abstract:Perencanaan pembelajaran guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Uswah merupakan aspek penting dalam memastikan efektivitas dan relevansi pengajaran agama Islam. Penelitian ini bertujuan…
rtujuan untuk menyelidiki proses perencanaan pembelajaran PAI, tantangan yang dihadapi, serta strategi yang digunakan oleh guru PAI di MTs Al-Uswah. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan untuk mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran PAI di MTs Al-Uswah melibatkan langkah-langkah yang sistematis dan terstruktur, dengan guru-guru PAI secara konsisten menggunakan pendekatan berbasis kurikulum nasional dan mempertimbangkan kebutuhan siswa dalam merancang rencana pembelajaran. Namun, beberapa tantangan juga teridentifikasi, termasuk kesulitan dalam menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan individual siswa, integrasi teknologi dalam pembelajaran, dan mengintegrasikan nilai-nilai agama Islam dengan konteks kehidupan modern. Meskipun demikian, guru-guru PAI di MTs Al-Uswah menunjukkan komitmen yang kuat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agama Islam melalui upaya perencanaan yang matang dan inovatif. Implikasi penelitian ini dapat digunakan untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dalam konteks pendidikan agama Islam di MTs Al-Uswah dan lembaga pendidikan serupa.
Abstract:Inovasi baru dalam melihat pelaksanaan belajar mengajar, termasuk mata pelajaran PAI membawa konsekuensi bagi guru untuk meningkatkan peran dan kompetensinya, karena proses belajar mengajar dan hasil belajar siswa sangat…
ditentukan oleh peran guru yang berkompeten dalam membuat dan melaksanakan pembelajaran. desain pembelajaran yang telah dibuat. Guru yang berkompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan lebih mampu mengelola kelasnya, sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat yang optimal. Salah satu peran guru dalam proses belajar mengajar adalah sebagai evaluator dalam desain remedial dan pelaksanaan pembelajaran yang ia ciptakan sendiri. Sehingga, proses pendidikan yang telah direncanakan dan dilaksanakan dapat diukur dan diketahui pengaruhnya. Hasil tersebut, akan mendorong guru dalam menyegarkan kembali strategi pembelajarannya hingga selalu berulang siklus tersebut.