Abstract:Dyslexia is a neurodevelopmental disorder that specifically affects an individual's ability to process phonological and orthographic information, thereby hindering the development of basic literacy skills. In inclusive education…
ducation systems at the elementary level, these limitations are often not addressed through pedagogical approaches that align with the neurocognitive needs of learners. The problem addressed in this study is the effectiveness of the multisensory learning approach in improving the reading skills of children with dyslexia in inclusive elementary education settings. This research was conducted through a systematic literature review using a descriptive qualitative approach, drawing upon scholarly sources published in nationally and internationally accredited journals over the past decade. Thematic analysis was employed to identify consistent empirical findings related to multisensory interventions. The results show that the multisensory approach (which simultaneously engages visual, auditory, kinesthetic, and tactile modalities) has been proven to enhance phonological decoding, word recognition accuracy, reading fluency, and learning affectivity in children with dyslexia. Its effectiveness is highly influenced by the duration and intensity of the intervention, educators' competence in designing multisensory activities, and the suitability of materials to individual sensory profiles. The conclusion of this review asserts that the multisensory approach is not merely a remedial strategy, but a neuroeducation-based pedagogical framework that is inclusive and transformative. The novelty of this research lies in its integrative emphasis on the multisensory approach and principles of educational neuropsychology as the foundation for developing learning models that are responsive to the needs of neurodivergent learners in the context of inclusive elementary education in Indonesia.
Abstract:This research uses a qualitative method with a case study approach through interviews, observation, and documentation to obtain in-depth data related to the implementation of learning management and its influence on spiritual…
itual intelligence. Using a descriptive analysis approach, the author identified findings in the field related to learning management in an effort to improve students' spiritual intelligence starting from curriculum planning, organising resources, controlling, supervising, and evaluating to run the learning process well. The results showed that the implementation of learning management in the PGMI study programme at Institut Daarul Qur'an Jakarta significantly contributed to improving students' spiritual intelligence. Programmes such as the Daqu Method and Tahsin & Tahfiz Intensive courses for students, as well as the integration of Islamic values in the curriculum are the main supporting factors. However, the biggest challenge faced is the different educational backgrounds of prospective students which affects their readiness in developing spiritual intelligence. To overcome this, the institute implemented an adjustment strategy through remedial programmes and more intensive personal guidance.
Abstract:Inovasi baru dalam melihat pelaksanaan belajar mengajar, termasuk mata pelajaran PAI membawa konsekuensi bagi guru untuk meningkatkan peran dan kompetensinya, karena proses belajar mengajar dan hasil belajar siswa sangat…
ditentukan oleh peran guru yang berkompeten dalam membuat dan melaksanakan pembelajaran. desain pembelajaran yang telah dibuat. Guru yang berkompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan lebih mampu mengelola kelasnya, sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat yang optimal. Salah satu peran guru dalam proses belajar mengajar adalah sebagai evaluator dalam desain remedial dan pelaksanaan pembelajaran yang ia ciptakan sendiri. Sehingga, proses pendidikan yang telah direncanakan dan dilaksanakan dapat diukur dan diketahui pengaruhnya. Hasil tersebut, akan mendorong guru dalam menyegarkan kembali strategi pembelajarannya hingga selalu berulang siklus tersebut.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru tentang program remedial dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMP Muhammadiyah Mamala, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Metode penelitian…
ian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan dua guru IPS yang memiliki pengalaman dalam melaksanakan program remedial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program remedial mempunyai dampak positif terhadap pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Metode yang diterapkan dalam remedial meliputi pengajaran ulang, diskusi kelompok, dan penggunaan media pembelajaran interaktif. Faktor utama yang mempengaruhi efektifitas program remedial adalah keterlibatan dan motivasi siswa, ketidaksesuaian jadwal pelaksanaan, serta peran guru sebagai fasilitator. Namun penelitian ini juga mengungkapkan tantangan dalam pelaksanaan program remedial, seperti keterbatasan waktu, kurangnya sumber daya pembelajaran, dan perbedaan tingkat pemahaman siswa. Untuk mengatasi kendala ini, strategi seperti pemanfaatan teknologi, metode penyesuaian pembelajaran, dan kolaborasi antar guru diterapkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program remedial dapat meningkatkan prestasi akademik siswa jika dirancang dan dilaksanakan secara efektif. Rekomendasi bagi guru dan sekolah meliputi peningkatan variasi metode pembelajaran, optimalisasi media pembelajaran, serta penyediaan fasilitas yang memadai untuk mendukung keberhasilan program remedial.