Search Articles & Publications

Showing 2 articles found for "Vigna"

NUTRITIONAL QUALITY, SENSORY ACCEPTABILITY, AND ECONOMIC FEASIBILITY OF FUNCTIONAL STEAMED SPONGE CAKE (BOLU KUKUS) FORTIFIED WITH PUMPKIN (CUCURBITA MOSCHATA) AND GREEN PEA FLOURS

Limin, Yoana Kusumaningsih, Marlina, Paramitha Wirdani Ningsih
Abstract: Steamed sponge cake (bolu kukus) is a widely consumed traditional snack in Indonesia; however, its reliance on refined wheat flour limits its micronutrient and dietary fiber density. Incorporating composite flours from indigenous&#8230; ndigenous crops, such as tropical pumpkin (Cucurbita moschata) and green pea (Vigna radiata L.), offers a promising strategy for nutritional fortification and dietary diversification. This study aimed to evaluate the proximate composition, sensory acceptability, statistical differences, and production cost feasibility of steamed sponge cakes formulated with varying proportions of pumpkin and green pea flours as partial replacements for refined wheat flour. An experimental design was applied using three formulations: AF09 (Control: 100% wheat flour), BW91 (10% pumpkin flour, 20% green pea flour), and CB88 (15% pumpkin flour, 15% green pea flour). Proximate testing measured moisture, ash, protein, fat, crude fiber, and total carbohydrates (by difference). Sensory acceptance (color, aroma, taste, and texture) was evaluated by 50 semi-trained panelists using a hedonic scale. Data were analyzed non-parametrically using Kolmogorov-Smirnov, Kruskal-Wallis, and post-hoc Mann-Whitney tests. All formulations complied with the Indonesian National Standard (SNI 01-3840-1995) for moisture (31.69%–33.74%), total ash (0.66%–1.05%), crude protein (5.80%–6.65%), and crude fat (1.64%–2.82%). Formula CB88 achieved the highest crude fiber content (0.69%) and lower total energy density (269.88 kcal/100 g). Kruskal-Wallis testing indicated statistically significant differences (p<0.05) among formulations for color, taste, and texture, while aroma exhibited no significant variation (p=0.672). Formula CB88 emerged as the optimal treatment, receiving superior sensory acceptance ratings for color (90% liked) and crumb softness (88% liked) driven by natural β-carotene and pectin-moisture gelation. Production cost analysis demonstrated high economic feasibility for CB88 at IDR 3,374 per 55 g serving. Partial substitution with 15% pumpkin flour and 15% green pea flour (Formula CB88) yields a nutrient-dense, fiber-enriched, and cost-effective functional snack suitable for targeted school nutrition and dietary diversification programs.

Efektivitas Fungi Mikroriza Arbuskular Dan Dosis Rockphospat Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kacang Panjang (Vigna Sinensis L) Pada Cekaman Salin

Mizan Maulana, Hilda Pratiwi
Abstract: Kacang panjang (Vigna sinensis L.) merupakan tanaman hortikultura yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia karena mudah diolah dan memiliki kandungan nutrisi tinggi seperti karbohidrat, vitamin, protein, lemak nabati,&#8230; bati, dan mineral. Bagian biji dan polong kacang panjang memiliki peran penting dalam membantu metabolisme tubuh serta memperlancar proses pencernaan pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas interaksi antara Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) dan dosis Rock Phosphate terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman kacang panjang. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial (RAK) 3 × 4 dengan 3 ulangan, menghasilkan 12 kombinasi perlakuan yang melibatkan dua faktor. Pemberian Rock Phosphate memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 30 HST, pengaruh nyata pada umur 10 HST, namun tidak menunjukkan pengaruh signifikan pada umur 20 HST. Selain itu, Rock Phosphate juga berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada umur 10 HST, tetapi tidak memengaruhi parameter lainnya yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis mikoriza memiliki pengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun pada umur 10 HST, berat buah, dan infeksi akar pada umur 45 HST, tetapi tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap parameter lainnya. Dosis Rock Phosphate menunjukkan pengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 30 HST, serta pengaruh nyata pada tinggi tanaman umur 10 HST dan jumlah daun umur 10 HST. Pertumbuhan tanaman kacang panjang terbaik ditemukan pada dosis Rock Phosphate sebesar 200 gram per tanaman Jenis mikoriza juga memengaruhi berat buah per tanaman pada umur 90 HST serta tingkat infeksi akar. Pertumbuhan dan hasil terbaik dari tanaman kacang panjang dicapai dengan penggunaan jenis mikoriza campuran dan Glomus mosseae. Namun, tidak ditemukan interaksi yang signifikan antara dosis Ro. k Phosphate dan jenis mikoriza terhadap pertumbuhan maupun hasil tanaman kacang panjang.