Abstract:Adapun tujuan dari pelaksanaan KLM ini yaitu melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi STIE Widyaswara Indonesia (Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat), dengan 1. Mengimplementasikan ilmu manajemen yang…
dipelajari dan didapat proses perkuliahan dengan dunia kerja didalam hal ini pada Nagari Persiapan Lubuk Gadang Barat dan 2. Memberikan kontribusi pada Nagari Persiapan Lubuk Gadang Barat dengan ikut berpartisipasi pada bagian-bagian penempatan kerja didalam merealisasikan anggaran serta memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Adapun metode yang digunakan didalam KLM ini adalah dengan diawali dari Tahap persiapan, selanjutnya tahap pelaksanaan dan terakhir tahap penulisan laporan KLM. Dengan berkontribusinya kita dalam melakukan pekerjaan dengan membantu memberika pelayanan dibeberapa bagian seperti di bagian Keuangan, bagian informasi, bagian pelayanan masyarakat dan bagian kegiatan yang dilakukan oleh Nagari Persiapan Lubuk Gadang Barat. maka tujuan kita dari pelaksanaan KLM sudah tercapai.
Abstract:Pelaksanaan pengabdian di STKIP Widyaswara Indonesia, dengan tujuan untuk mensosialisasikan cara pengisisan Beban Kerja Dosen (BKD) di Sitem Informasi Sumberdaya Terintegrasi (SISTER) bagi dosen STKIP Widyaswara Indonesia,…
a, dengan metode pelaksanaan demontrasi dan diskusi. Pada dasarnya para dosen-dosen di STKIP Widyaswara Indonesia sudah memenuhi SKS BKD semesternya, tinggal mengimputkan dan melengkapi dokumen pendukung di BKD SISTER-nya masing-masiang lagi, Karena kurang mengertinya dosen didalam mengimputkan dan melengkapi dokumen pendukung di BKD SISTER-nya, sehingga BKD di SISTER masing-masing dosen masih kosong. Setelah di laksanakan pengabdian ini, dosen-dosen sudah mengerti cara mengisi BKD di SITER, dan semakin memotivasi dosen-dosen didalam mengisi BKD-nya
Abstract:Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) adalah komponen kunci dalam kurikulum program studi PGSD dan PG-PAUD di STKIP Widyaswara Indonesia. PKM bertujuan untuk memberikan pengalaman mengajar praktis bagi mahasiswa sebelum menyelesaikan…
nyelesaikan studi mereka. Pelaksanaan PKM ini dilakukan di SD Negeri 02 Sikumbang, di mana penulis mengajar di kelas 1 dengan jumlah siswa 23 orang. Metode yang digunakan mencakup observasi non-partisipatif dan pengajaran terbimbing yang dilanjutkan dengan pelatihan mengajar mandiri. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun terdapat beberapa tantangan, seperti menjaga konsentrasi siswa, metode pengajaran yang interaktif terbukti efektif. Selain itu, keterlibatan guru dan orang tua berperan dalam memantau perkembangan siswa, sehingga PKM ini memberikan pengalaman penting dalam mengembangkan keterampilan mengajar.
Abstract:Program Pemantapan Kemapuan Mengajar {PKM} STKIP Widyaswara Indonesia yang dilaksanakan pada semester VI tahun 2024 yang dimulai dari tanggal 20 Mei 2024 sampai dengan 29 Agustus 2024 memberikan kesempatan kepada mahasiswa…
wa untuk meningkatkan kemampuan mengajarnya dalam bidang pendidikan. Tujuan dari PKM ini adalah untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam bidang pembelajaran disekolah ,memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal ,mempelajari dan menghayati permasalahan disekolah ataupun lembaga terkait dengan proses pembelajaran,meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang ia kuasai. Program PKM ini meliputi pelaksanaan latihan terbimbing sebanyak 6 {enam }kali dan latihan mandiri sebanyak 3 {tiga} kali. Pelaksanaan latihan terbimbing dan latihan mandiri ini meliputi pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran ,penyiapan media pembelajaran ,melaksankan pembelajaran ,dan melakukan evaluasi pembelajaran. Pada pelaksanaan program PKM di SDN 24 lundang berjalan cukup baik.Dengan dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak terutama pihak sekolah sangat membantu lancarnya proses pelaksanaan program pemantapan kemampuan mengajar ini di sekolah.
Abstract:Pohon sebagai bentuk dari pelestarian lingkungan yang perlu dibudidayakan mulai dari lingkungan sekitar Timbulun Ulu Sungai Suliti melalui Gerakan Penghijauan dengan penanaman 1.500 bibit tanaman pohon yang terdiri dari…
pohon mahani, bayu, durian dan jengkol yang melibatakan masyarakat Timbulun ulu Suliti. Target yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah meningkatakan sumber daya manusia yang sadar akan pentinya program gerakkan penghijauan dilakukan, dan diharapkan kegiatan ini bisa berkelanjutan sehingga bisa memberikan efek yang positif bagi masyarakat di Timbulun Ulu Suliti kenagarian Persiapan pakan Rabaa Utara Duo khususnya dan Kabupaten Solok Selatan Umumnya. Dari hasil kegiatan yang dilakukan dapat disimpulkan : (1) Stake holder kampus dalam hal ini Dosen dan mahasiswa STIE Widyaswara Indonesia bekerjasama dengan pihak pemerintah dan masyarakat Timbulu Ulu Suliti terlibat langgsung dalam kegiatan penanaman pohon mahoni, durian, jengkol, bayu. (2) Kegiatan penenaman pohon sudah terlaksanak dengan baik ditandai dengan penenam 1.500 bibit pohon tanaman pohon mahoni, durian, jengkol, bayu di Timbulun Ulu Sungai Suliti Kenagarian Persipan Pakan Rabaa Utar Duo Kabupaten Solok Sleatan. Saran yang dapat diberikan adalah pembinaan dan pengelolaan penanaman pohon secara berkelanjutan sebagau upaya mewujudkan kesadaran dan kecintaan terhadap lingkungan dengan bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat.
Abstract:Adapun tujuan PKM adalah untuk mengenal secara cermat lingkungan fisik, administrasi, akademik dan sosial psikologis sekolah tempat praktek mengajar secara langsung; menguasai berbegai keterampilan dasar mengajar dan pembelajaran;…
belajaran; menerapkan berbagai kemampuan profesional kemahasiswaan secara utuh dan terpadu dalam situasinya; melatih mahasiswa agar memiliki pengalaman faktual tentang proses pemebelajaran; memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk mempelajari dan memahami serta menghayati seluk beluk lembaga pendidikan. Bentuk pelaksanaan kegiatan PKM terdiri dari dua jenis, yaitu program mengajar dan program non mengajar. Program mengajar terdiri dari tiga jenis, kegiatan pengamatan, latihan terbimbing, latiahan mandiri. Latihan terbimbing dilakukan satu kali di bimbing oleh guru pamong, latihan mandiri dilakukan satu kali tanpa bimbingan guru pamong. Metode pembelajaran yang digunakan bervariasi meliputi ceramah, tanya jawab, permainan, observasi, pemberian tugas dan diskusi. Hasil yang diperoleh selama mahasiswa melakukan kegiatan praktik mengajar adalah memberi pengalaman mempersiapkan pembelajaran, memilih metode, mengembangkan media dan mengevaluasi dengan 100% siswa lulus KKM. Kegiatan ini telah memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam pengembangan kompetensi di bidang pendidikan, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari ke dalam proses pembelajaran di sekolah, serta dapat meningkatkan hubungan kemitraan yang baik antara STKIP Widyaswara Indonesia dengan sekolah yang terkait.
Abstract:Husniatul Rahma. 2024. Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Menggunakan Model pembelajaran Group Investigation di Kelas IV SDN 08 Batang Lolo Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan. Skripsi Program…
gram Studi PGSD Widyaswara Indonesia. Pembimbing Animar Fauziah, S.Pd., M.M. dan Dian Sarmita, M.Pd.
ISI:
Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik. Dapat dilihat dari proses pembelajaran, peserta didik mengalami kesulitan memahami materi pelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia karena kurangnya penerapan model pembelajaran yang tepat. Peneliti bermaksud mengatasi kesulitan belajar peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation.
Jenis penelitian ini adalah PTK. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV SDN 08 Batang Lolo Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan pada semester I tahun ajaran 2024/2025. Penelitian dilaksanakan dengan 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan.
Penelitian ini berhasil menunjukkan peningkatan hasil belajar peserta didik kelas IV pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siklus I pertemuan 1 persentase 46,67% pertemuan 2 meningkat 66,67%, dan siklus II pertemuan 1 meningkat menjadi 73,33%, pertemuan 2 meningkat 86,67%.. Hasil pengamatan aktivitas guru siklus I pertemuan 1 83,33% dan pertemuan 2 dengan persentase 90% dan siklus II pertemuan 1 meningkat menjadi 93,3%% dan pertemuan 2 96,6%. Hasil pengamatan aktivitas peserta didik siklus I pertemuan 1 dengan persentase 66,7% dan pertemuan 2 70%, siklus II pertemuan 1 86,6% dan pertemuan 2 meningkat menjadi 93,3%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran group investigation berhasil meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik.