Abstract:Influencer marketing has emerged as a dominant strategy within the digital marketing landscape, particularly in the Indonesian beauty industry. This study investigates how consumers in Makassar City develop and sustain trust…
rust in influencer-based marketing content on social media platforms. Employing a qualitative descriptive approach, in-depth semi-structured interviews were conducted with 20 purposively selected participants who actively consume beauty content on Instagram, TikTok, and YouTube. Data were analyzed using thematic analysis encompassing open coding, axial coding, and selective coding procedures. The findings reveal five core themes: (1) authenticity as the primary driver of trust formation; (2) the negative impact of excessive commercialization on perceived credibility; (3) the role of influencer expertise and product knowledge in legitimizing recommendations; (4) parasocial relationships as amplifiers of emotional attachment and brand loyalty; and (5) consumer skepticism as an emerging critical evaluation strategy. The study demonstrates that trust remains the central mediating variable linking influencer characteristics to purchase intentions. Consumers exhibit nuanced evaluation behaviors, distinguishing between genuine advocacy and sponsored content. The research contributes theoretically by integrating Source Credibility Theory, Parasocial Interaction Theory, and the Trust-Commitment Theory within the influencer marketing context. Managerially, the findings suggest that brands should prioritize authentic, transparent, and expertise-driven influencer collaborations rather than high-volume promotional campaigns.
Abstract:Fokus penelitian ini tertuju pada pemanfaatan video YouTube sebagai sarana pembelajaran Bahasa Indonesia dalam memacu pemahaman teks cerita legenda bagi peserta didik kelas V SD Palm Kids Palembang. Pendekatan kualitatif…
dengan desain studi kasus diterapkan dalam investigasi ini, dengan melibatkan guru kelas V beserta 27 siswa sebagai subjek. Proses penghimpunan data dilangsungkan lewat teknik pengamatan, tanya jawab, serta penelusuran dokumen, yang kemudian dianalisis melalui fase pemangkasan data, pemaparan data, hingga perumusan simpulan. Hasil investigasi mengindikasikan bahwa lewat integrasi video YouTube, siswa memperoleh kemudahan dalam mencerna elemen-elemen intrinsik cerita legenda, seperti penokohan, latar, alur, dan amanat, sekaligus memperkuat kapasitas mereka dalam merespons pertanyaan dan mengonstruksi ulang narasi teks. Di samping itu, pengaplikasian media digital ini terbukti memicu dorongan belajar, kecermatan, dan keterlibatan dinamis peserta didik, sehingga video YouTube dinilai sangat berdaya guna untuk diadopsi sebagai perangkat instruksional yang mengakselerasi penguasaan materi narasi legenda pada ranah pendidikan dasar.
Abstract:Artikel ini membahas kegiatan pengabdian masyarakat berbasis digital dengan memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan edukasi keagamaan. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi…
si muda, tentang makna spiritual Surah Al-Fatihah sebagai dialog antara hamba dan Allah SWT dalam sholat, sekaligus memanfaatkan platform digital sebagai sarana dakwah yang efektif. Metode yang digunakan adalah pendekatan dakwah digital melalui pembuatan dan publikasi enam seri video pendek edukatif di platform TikTok dan YouTube (Siregar, 2025). Konten video dikembangkan berdasarkan Hadis Qudsi riwayat Sahih Muslim nomor 395. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa konten berhasil menjangkau ribuan penonton dengan respons positif, meningkatkan kesadaran audiens akan makna Al-Fatihah, serta mendorong kekhusyukan dalam sholat. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah media sosial dapat menjadi sarana yang efektif untuk edukasi keagamaan jika konten disajikan secara kreatif, singkat, dan relevan dengan konteks digital. Kegiatan ini juga berkontribusi pada pengembangan keterampilan mahasiswa dalam produksi konten dakwah digital.
Abstract:This community service program aims to empower Pondok Pesantren Daarus Sunnah Rangkas Bitung through the application of technology for producing environmentally friendly cleaners made from rose extract. This activity was…
implemented in response to the needs of the pesantren's laundry unit serving approximately 300 students, as well as to provide entrepreneurial training for teachers and students. The method used is Community-Based Participatory Research (CBPR) with direct training and continuous mentoring approaches. Activities include socialization, product manufacturing training, hands-on practice, and production and marketing assistance. The results show a significant increase in participants' knowledge and skills in producing environmentally friendly cleaners. The products have been used in the pesantren's laundry unit and have potential to be marketed to the wider community. This program contributes to improving teachers' welfare through alternative income sources and equips students with entrepreneurial skills. Program outputs include publications in mass media, documentation videos on YouTube, and journal articles under review. This activity aligns with the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly goal 8 (inclusive economic growth) and goal 12 (responsible consumption and production).
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana opini publik terbentuk di media sosial terkait kontroversi dugaan manipulasi program giveaway yang dilakukan oleh creator TikTok Willie Salim. Penelitian menggunakan metode…
de kualitatif deskriptif dengan pendekatan Teori Resepsi Encoding/ Decoding dari Stuart Hall untuk melihat bagaimana Masyarakat menafsirkan informasi yang beredar di berbagai platform media sosial. Fokus penelitian diarahkan perbedaan antara citra positif yang ditampilkan dalam video TikTok dengan fakta di balik layar yang kemudian diungkap melalui kanal YouTube Podcast Bang Denny Sumargo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra Willie Salim sebagai kreator dermawan yang aktif membantu masyarakat selama periode 2023–2025 mengalami penurunan kepercayaan setelah muncul dugaan bahwa sebagian konten giveaway dibuat secara terencana atau settingan. Konten-konten tersebut sebelumnya berhasil menarik perhatian publik dengan jutaan penonton dan ratusan ribu likes. Temuan Penelitian juga memperlihatkan bahwa banyak netizen menganggap konten tersebut sebagai bentuk eksploitasi kemiskinan atau poverty porn demi mendapatkan perhatian dan popularitas di media sosial. Reaksi masyarakat kemudian terbagi menjadi beberapa kelompok. Sebagian besar berada pada posisi oposisi, yaitu menolak dan mengkritik tindakan tersebut karena dianggap tidak jujur. Sebagian lainnya berada pada posisi negosiasi, yaitu tetap mengkritik kebohongan dalam konten tetapi masih menghargai adanya bantuan yang diberikan kepada masyarakat. Sementara itu, kelompok yang sepenuhnya mendukung Willie Salim semakin sedikit dan umumnya berasal dari pengikut setia yang tetap percaya pada sang kreator. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terbukanya informasi dari berbagai platform media sosial membuat audiens tidak lagi menjadi penonton pasif, tetapi lebih kritis dalam menilai konten digital. Fenomena ini juga menunjukkan meningkatnya kesadaran masyrakat terhadap pentingnya kejujuran, etika komunikasi, dan tanggung jawab moral dalam dunia media sosial.
Abstract:Penelitian ini dilakukan di Pikiran Rakyat Media Network (PRMN) Bandung untuk menganalisis pengaruh format penyajian berita berupa video di YouTube dan teks di website terhadap engagement audiens digital. Penelitian ini…
dilatarbelakangi oleh pergeseran konsumsi berita ke platform digital serta tantangan media lokal seperti PRMN dalam bersaing dengan portal berita besar untuk menarik dan mempertahankan perhatian audiens.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang disebarkan kepada 100 responden yang pernah mengakses konten PRMN dalam format video maupun teks. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS untuk mengetahui pengaruh kedua variabel independen terhadap engagement audiens.Hasil penelitian menunjukkan bahwa format video YouTube dan format teks website sama-sama berpengaruh signifikan terhadap engagement audiens, baik secara parsial maupun simultan,temuan ini juga menunjukkan bahwa sebagian besar variasi keterlibatan audiens dapat dijelaskan oleh kedua format tersebut, sehingga menegaskan peran penting keduanya dalam membentuk perilaku audiens digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa format video dan teks memiliki peran yang sama penting dalam meningkatkan minat, memperpanjang durasi interaksi, serta mendorong partisipasi aktif audiens seperti like, komentar, dan share. Optimalisasi kedua format secara saling melengkapi dapat membantu PRMN meningkatkan engagement audiens sekaligus memperkuat daya saing di lanskap media digital.
Abstract:Perkembangan media sosial mengubah pola interaksi generasi muda, khususnya Gen Z dan Milenial, yang mencari hiburan serta informasi melalui platform digital. Instagram menjadi salah satu kanal utama yang mereka gunakan.…
Performa akun Genfun, unit konten di bawah Pikiran Rakyat Media Network, menunjukkan tingkat keterlibatan audiens Instagram yang lebih rendah dibandingkan TikTok dan YouTube, fakta tersebut menegaskan bahwa penelitian perlu dilakukan untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan audiens di Instagram Genfun. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas konten dan pemasaran konten terhadap keterlibatan audiens pada akun Instagram Genfun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Peneliti menyebarkan kuesioner online kepada 100 pengikut akun Instagram @genfunofficial. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, serta uji hipotesis dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas konten berpengaruh signifikan dan menjadi faktor dominan terhadap keterlibatan audiens. Pemasaran konten juga berpengaruh signifikan, meskipun pengaruhnya lebih rendah dibandingkan kualitas konten. Secara simultan, kedua variabel memberikan pengaruh signifikan dengan nilai determinasi (R²) sebesar 0,923, yang berarti 92,3% variasi keterlibatan audiens dapat dijelaskan oleh kualitas konten dan pemasaran konten.
Abstract:Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola konsumsi informasi keagamaan, terutama di kalangan generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat konsumsi konten dakwah digital…
l dan kesejahteraan spiritual siswa generasi Z, serta menganalisis hubungan di antara keduanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner terhadap 25 mahasiswa yang aktif mengakses media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden secara rutin mengakses konten dakwah digital, terutama melalui YouTube, Instagram, dan TikTok. Mahasiswa menilai konten dakwah digital tidak hanya memperluas akses terhadap ilmu agama, tetapi juga menjadi sumber spiritual yang inspiratif, relevan, dan menenangkan. Tingkat kesejahteraan spiritual mereka juga tinggi, ditandai dengan kedekatan dengan Tuhan, ketenangan batin, dan makna hidup. Temuan ini selaras dengan teori Kegunaan dan Kepuasan, di mana media digunakan untuk memenuhi kebutuhan spiritual secara aktif. Penelitian ini menekankan pentingnya kualitas konten dakwah serta peran figur ustadz yang otentik dalam membangun spiritualitas digital yang sehat dan bermakna.
Abstract:Indonesia is the world’s second-largest fish producer, yet national fish consumption remains relatively low. To address this gap, the Ministry of Marine Affairs and Fisheries launched the Gemarikan (Eat More Fish) campaign,…
aign, which has recently shifted to digital platforms such as Instagram, TikTok, and YouTube to reach wider and younger audiences. This study explores the digital communication strategies used in the Gemarikan campaign, employing a constructivist paradigm and descriptive qualitative approach. Data were gathered through interviews, observation of digital channels, and document analysis at the Directorate General of Strengthening the Competitiveness of Marine and Fishery Products. Findings show that the campaign relies on persuasive, visual, collaborative, and educational messaging. While digital media enables interactive and contextual communication, effectiveness is shaped by technical and cultural factors. The study highlights the need for data-driven, adaptive digital communication strategies to promote healthy and sustainable food consumption behavior.
Abstract:This study aims to analyze the response of netizens to the issue of moving the National Capital City (IKN) in the episode "The Fate of the IKN in the Hands of Prabowo and Jokowi's Evaluation of the Head of the IKN, from…
Land Issues to Investment" on TempoDotCo 's YouTube channel Bocor Alus Politik. Through a nethnography approach, this study examines the comments of netizens in response to the issue, revealing various expressions of digital politics, social identity, and criticism of public policy. Using the Public Sphere theory, and media equation theory, this study highlights the dynamics of interaction between satirical media, public opinion, and digital political participation. he results of the study indicate that netizens' comments serve not only as a means of political expression but also as a reflection of collective negotiation and public discourse surrounding IKN policies. The findings indicate three predominant patterns in netizens' opinions. The first is a rejection of the IKN project, encompassing controversies over its development, concerns regarding its potential impacts, and widespread public skepticism. Second, the perspective of governance and leadership, including the management of the capital city and the political situation of Indonesia. and the third development project of the capital city is considered good which includes community support. This research contributes to a new understanding of digital political literacy and the importance of social media platforms in shaping contemporary political discourse. The novelty of this research lies in the use of nethnography to examine public responses in the context of satirical media, which is rarely the focus of political communication studies.