Abstract:Pencemaran lingkungan akibat limbah kimia berbahaya dapat berasal dari kegiatan industri maupun aktivitas rumah tangga dan berpotensi memengaruhi kualitas tanah, air, serta kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada…
a masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Bulukunyi, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros mengenai dampak limbah kimia dan pentingnya pencegahan pencemaran lingkungan sebagai bentuk antisipasi bencana. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan kepada masyarakat pada Rabu, 05 Mei 202, pukul 09.00 sampai selesai, dengan sasaran 25 orang masyarakat Desa Bulukunyi. Evaluasi dilakukan secara deskriptif berdasarkan keterlibatan mitra, keterlaksanaan kegiatan, dan penyelesaian persoalan mitra. Hasil evaluasi menunjukkan kegiatan terlaksana dengan baik dan dinyatakan berhasil; mitra berperan aktif selama kegiatan dan persoalan yang menjadi sasaran kegiatan dinyatakan terselesaikan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan merupakan pendekatan yang dapat digunakan untuk membangun kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan limbah kimia dan pencegahan pencemaran lingkungan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan pasar yang diterapkan dalam mengatasi stagnasi kunjungan wisatawan (di bawah 50.000 pengunjung per tahun) akibat kejenuhan pasar pada objek wisata religi…
Patung Yesus Buntu Burake di Tana Toraja. Industri pariwisata religi di Indonesia memiliki potensi besar, namun banyak destinasi menghadapi tantangan dalam mempertahankan dan meningkatkan jumlah kunjungan akibat persaingan yang semakin ketat dan perubahan perilaku konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengelola objek wisata (Dinas Pariwisata) dan wisatawan yang dipilih secara purposive. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan pasar saat ini masih berada pada fase transisi dan belum berjalan secara optimal. Promosi destinasi masih sangat didominasi oleh konten organik (word-of-mouth digital) yang diunggah secara sukarela oleh pengunjung melalui media sosial visual seperti TikTok dan Instagram, sedangkan iklan resmi berbayar dan kemitraan strategis dengan biro perjalanan berskala besar masih sangat minim. Selain itu, ditemukan adanya kesenjangan antara daya tarik utama objek wisata yang dinilai sangat memuaskan dengan kualitas infrastruktur layanan pendukung yang masih memerlukan standardisasi, meliputi aksesibilitas jalan, kebersihan toilet, keterbatasan tempat sampah, serta minimnya fasilitas ramah muslim (muslim-friendly) khususnya kepastian kuliner halal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pengembangan pasar memerlukan peralihan pendekatan dari promosi pasif menjadi pemasaran digital berbayar yang terstruktur, perluasan segmen pasar geografis dan demografis, serta peningkatan kualitas fasilitas operasional demi menciptakan kepuasan pengunjung yang berkelanjutan.
This study aims to analyze the market development strategy implemented to overcome the stagnation of tourist visits (under 50,000 visitors per year) caused by market saturation at the religious tourism object of the Jesus Statue Buntu Burake in Tana Toraja. The religious tourism industry in Indonesia has great potential, yet many destinations face challenges in maintaining and increasing visitor numbers due to increasingly intense competition and changing consumer behavior. This research employs a qualitative descriptive approach with data collection techniques through in-depth interviews, direct observation, and documentation. Research informants consisted of tourism site managers (Tourism Office) and tourists selected purposively. Data analysis used the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the current market development strategy is still in a transitional phase and has not operated optimally. Destination promotion is still heavily dominated by organic content (digital word-of-mouth) voluntarily uploaded by visitors on visual social media platforms such as TikTok and Instagram, while official paid advertisements and strategic partnerships with large-scale travel agencies remain highly limited. Furthermore, the study identifies a gap between the core attraction, which is rated highly satisfying, and the quality of supporting service infrastructure that still requires standardization, including road accessibility, toilet cleanliness, availability of trash bins, and the lack of Muslim-friendly facilities, particularly the certainty of halal culinary options. This study concludes that the market development strategy requires shifting from a passive promotion approach to a structured paid digital marketing campaign, expanding geographical and demographic market segments, and upgrading operational facilities to create sustainable visitor satisfaction.
Abstract:Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) mendorong instansi pemerintah untuk mengadopsi teknologi digital dalam pengelolaan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah satu Persaingan yang semakin ketat dalam…
lam industri restoran cepat saji mendorong perusahaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menetapkan harga yang sesuai dengan harapan pelanggan guna menciptakan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan persepsi harga terhadap kepuasan pelanggan pada Richeese Factory Kota Baru Parahyangan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Populasi penelitian adalah pelanggan Richeese Factory Kota Baru Parahyangan, sedangkan sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis deskriptif, analisis regresi linear berganda, analisis koefisien korelasi, analisis koefisien determinasi, serta pengujian hipotesis menggunakan uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, persepsi harga, dan kepuasan pelanggan berada pada kategori baik. Secara parsial, kualitas pelayanan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan, sedangkan persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Secara simultan, kualitas pelayanan dan persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 66,7%, yang menunjukkan bahwa variasi kepuasan pelanggan dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya sebesar 33,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi manajemen Richeese Factory dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta mempertahankan strategi penetapan harga yang mampu meningkatkan kepuasan pelanggan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi Pasar Seni To'Pao yang dapat dijadikan sebagai daya tarik promosi, menganalisis hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan promosi, serta merumuskan strategi promosi…
yang tepat untuk mendorong peningkatan jumlah konsumen di Pasar Seni To'Pao Kabupaten Toraja Utara. Pasar seni berbasis budaya memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah, namun banyak di antaranya menghadapi tantangan dalam menarik konsumen akibat promosi yang belum optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas empat pelaku UMKM dan empat pengunjung Pasar Seni To'Pao yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasar Seni To'Pao memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui strategi promosi, antara lain keunikan produk kerajinan khas Toraja, lokasi yang strategis di jalur utama Rantepao-Makale, identitas budaya yang kuat, serta keberadaan pelaku UMKM yang menghasilkan produk berkualitas. Namun, kegiatan promosi masih menghadapi berbagai hambatan, yaitu belum optimalnya pemanfaatan media digital, terbatasnya penyebaran informasi kepada masyarakat, berkurangnya jumlah kios yang aktif beroperasi, tingginya persaingan dengan pusat oleh-oleh lainnya, serta jumlah kunjungan yang belum stabil. Berdasarkan kondisi tersebut, strategi promosi yang direkomendasikan meliputi optimalisasi promosi digital melalui media sosial, penguatan promosi berbasis budaya Toraja, peningkatan kerja sama dengan pemerintah dan pelaku industri pariwisata, penyelenggaraan kegiatan promosi secara berkala, serta peningkatan kualitas pelayanan dan kenyamanan kawasan. Penerapan strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah konsumen sekaligus memperkuat posisi Pasar Seni To'Pao sebagai destinasi wisata belanja berbasis budaya di Kabupaten Toraja Utara.
This study aims to identify the potential of To'Pao Art Market that can be utilized as a promotional attraction, analyze the obstacles encountered in implementing promotional activities, and formulate appropriate promotion strategies to increase the number of consumers at To'Pao Art Market in North Toraja Regency. Culture-based art markets have a strategic role in supporting the development of regional tourism and the creative economy, yet many face challenges in attracting consumers due to suboptimal promotion. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design. The research informants consisted of four MSME actors and four visitors to To'Pao Art Market, who were selected using purposive sampling. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, which includes data collection, data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that To'Pao Art Market possesses considerable potential to support promotional activities, including the uniqueness of Torajan handicraft products, its strategic location on the main Rantepao-Makale route, a strong cultural identity, and the presence of local MSMEs producing high-quality products. However, promotional activities are constrained by several factors, including the limited utilization of digital media, inadequate dissemination of information to the public, the decreasing number of active kiosks, intense competition with other souvenir centers, and unstable visitor numbers. Based on these findings, the recommended promotion strategies include optimizing digital promotion through social media, strengthening culture-based promotional content highlighting Torajan heritage, enhancing collaboration with the government and tourism stakeholders, organizing promotional and cultural events on a regular basis, and improving service quality and visitor convenience. The implementation of these strategies is expected to increase the number of consumers while strengthening the position of To'Pao Art Market as a cultural shopping destination in North Toraja Regency.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumen dalam keputusan pembelian cinderamata di kawasan Wisata Ke'te Kesu' Kabupaten Toraja Utara. Industri pariwisata budaya telah bertransformasi menjadi industri…
berbasis pengalaman yang mengedepankan nilai emosional, simbolik, dan kultural. Dalam konteks ini, pembelian cinderamata tidak hanya berfungsi sebagai barang konsumsi, tetapi juga sebagai simbol kenangan, identitas budaya, dan representasi pengalaman wisata. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima wisatawan sebagai informan kunci dan lima pelaku UMKM sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan pembelian cinderamata di kawasan Wisata Ke'te Kesu' dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Faktor budaya dan psikologis merupakan faktor yang paling dominan karena wisatawan memandang cinderamata sebagai representasi budaya Toraja yang autentik dan memiliki makna simbolik. Proses keputusan pembelian berlangsung melalui lima tahapan: pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian. Wisatawan melakukan pertimbangan terhadap harga, kualitas, keunikan, dan nilai budaya produk sebelum memutuskan membeli. Pengalaman wisata yang positif memberikan pengaruh terhadap kepuasan wisatawan dan mendorong niat membeli ulang serta rekomendasi kepada orang lain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keputusan pembelian cinderamata di kawasan Wisata Ke'te Kesu' tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan fungsional, tetapi juga oleh nilai budaya, pengalaman emosional, dan persepsi wisatawan terhadap keaslian produk budaya Toraja.
Abstract is a brief summary of the paper to help readers quickly determine the main research problem, solutions to solving This study aims to analyze consumer behavior in purchasing decisions of souvenirs at the Ke'te Kesu' Tourism Area in North Toraja Regency. The cultural tourism industry has transformed into an experience-based industry that prioritizes emotional, symbolic, and cultural values. In this context, souvenir purchases serve not only as consumer goods but also as symbols of memories, cultural identity, and representations of tourist experiences. This research employs a qualitative descriptive approach with data collection techniques through in-depth interviews, observation, and documentation involving five tourists as key informants and five MSME actors as supporting informants. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that souvenir purchasing decisions at the Ke'te Kesu' Tourism Area are influenced by four main factors: cultural, social, personal, and psychological factors. Cultural and psychological factors are the most dominant because tourists perceive souvenirs as authentic representations of Toraja culture with symbolic meaning. The purchase decision process occurs through five stages: need recognition, information search, alternative evaluation, purchase decision, and post-purchase behavior. Tourists consider price, quality, uniqueness, and cultural value before deciding to purchase a product. Positive tourism experiences influence tourist satisfaction and encourage repeat purchase intentions and recommendations to others. This study concludes that souvenir purchasing decisions at the Ke'te Kesu' Tourism Area are not only influenced by functional needs but also by cultural values, emotional experiences, and tourists' perceptions of the authenticity of Toraja cultural products.
Abstract:Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, terutama dalam sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta program ketahanan pangan budidaya ikan nila. Namun,…
, pertumbuhan usaha di desa ini masih sangat terkendala oleh terbatasnya jangkauan pemasaran, rendahnya pemahaman dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) mengenai digitalisasi bisnis (e-commerce), serta manajemen keuangan yang masih konvensional atau bercampur dengan keuangan pribadi. Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menginisiasi strategi pengembangan jaringan pengelolaan dan pemasaran produk terpadu berbasis digital pada UMKM dan komunitas binaan di Desa Jatireja. Metode pelaksanaan yang digunakan mencakup observasi lapangan, wawancara mendalam secara door-to-door, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan (workshop) kewirausahaan, serta pendampingan langsung pembuatan platform digital dan laporan laba rugi. Hasil evaluasi program selama satu bulan penuh menunjukkan peningkatan kapasitas mitra yang signifikan: komunitas budidaya ikan nila (22 kelompok) mendapatkan wawasan perluasan pemasaran; ibu-ibu PKK berhasil berinovasi menciptakan produk sabun cuci piring mandiri bermerek "DADEJA SOAP"; serta berbagai UMKM lokal (seperti Hanaila Food, Annasya Florist, dan Ilham Cake) sukses mengadopsi platform e-commerce Shopee, memperbaiki desain logo kemasan, dan menerapkan pembukuan laba rugi sederhana. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan komprehensif berbasis edukasi, kolaborasi komunitas, dan adopsi digital (Technosociopreneurship) mampu mendorong serta meningkatkan kreativitas dan produktivitas warga Desa Jatireja secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi desa di era revolusi industri 4.0 dan Society 5.0.
Abstract:Pertumbuhan pesat industri transportasi maritim menyebabkan peningkatan volume data transaksi yang signifikan, sehingga menimbulkan tantangan bagi perusahaan dalam mengelola dan memanfaatkan informasi untuk pengambilan keputusan…
eputusan eksekutif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan Sistem Informasi Eksekutif (EIS) pada SeaPass guna mengevaluasi kinerja penjualan tiket kapal. Sistem ini memanfaatkan teknik visualisasi data yang dikombinasikan dengan mekanisme penelusuran dua tingkat, sehingga memungkinkan analisis data secara hierarkis dari ringkasan eksekutif hingga detail operasional. Pengembangan sistem dilakukan melalui siklus hidup terstruktur, diawali dengan analisis kebutuhan eksekutif dan dilanjutkan dengan perancangan prototipe UI/UX menggunakan Figma. Implementasi sistem menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript pada sisi front-end, serta MySQL sebagai basis data. Pengujian fungsional dilakukan menggunakan metode Black Box Testing untuk memastikan keandalan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EIS mampu mengintegrasikan data jadwal, informasi kapal, dan data penumpang ke dalam dasbor interaktif. Fitur penelusuran dua tingkat membantu eksekutif mengidentifikasi tren penjualan, anomali operasional, dan perubahan pasar secara real-time, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat dan strategis.
Abstract:Penelitian ini menganalisis pengaruh Gross Profit Margin (GPM) dan Return on Equity (ROE) terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan industri makanan olahan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2024.…
. Kesenjangan penelitian (gap) muncul dari fluktuasi pertumbuhan laba yang tidak konsisten, sementara penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang beragam mengenai pengaruh rasio profitabilitas terhadap laba. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Sebanyak 13 perusahaan dipilih melalui teknik purposive sampling dari populasi 32 perusahaan industri makanan olahan, sehingga diperoleh 52 sampel data. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Uji asumsi klasik membuktikan model regresi berdistribusi normal, bebas multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Uji parsial (uji t) menunjukkan GPM tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba, sedangkan ROE berpengaruh positif dan signifikan. Uji simultan (uji F) menunjukkan GPM dan ROE secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba, dengan koefisien determinasi sebesar 12,6 persen. Temuan ini mengindikasikan bahwa efisiensi penggunaan ekuitas lebih menentukan pertumbuhan laba dibandingkan margin laba kotor, sehingga memberikan wawasan praktis bagi manajer dan investor pada industri makanan olahan.
Abstract:Industri perawatan diri (personal care) pria di Indonesia mengalami perkembangan yang semakin kompetitif seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap pentingnya perawatan diri. Kondisi tersebut membuat konsumen, khususnya…
usnya Generasi Z, memiliki berbagai pertimbangan sebelum melakukan keputusan pembelian terhadap suatu produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi harga dan loyalitas merek terhadap keputusan pembelian produk Kahf pada Generasi Z di wilayah Kebagusan, Jakarta Selatan, baik secara parsial maupun simultan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 96 responden yang merupakan konsumen Generasi Z pengguna produk Kahf di wilayah Kebagusan, Jakarta Selatan. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²) dengan bantuan SPSS versi 25.Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi harga dan loyalitas merek secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk Kahf. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa kedua variabel independen mampu menjelaskan keputusan pembelian sebesar 35,2%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Oleh karena itu, Kahf perlu mempertahankan kesesuaian harga dengan manfaat produk serta meningkatkan loyalitas konsumen melalui strategi pemasaran yang tepat.
Abstract:Persaingan industri kedai kopi yang semakin meningkat menuntut pelaku usaha memperhatikan suasana kedai dan kualitas produk guna menciptakan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suasana…
dan kualitas produk secara parsial maupun simultan terhadap kepuasan pelanggan pada Kedai Kopi Mulai Aja Dulu di Jalan Cihapit Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif verifikatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 100 responden pelanggan yang pernah berkunjung dan mengonsumsi produk, dipilih menggunakan accidental sampling dengan rumus Lemeshow. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suasana kedai (β = 0,218; sig. 0,000) dan kualitas produk (β = 0,766; sig. 0,000) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kepuasan pelanggan. Secara simultan, kedua variabel menjelaskan 90,3% variasi kepuasan pelanggan (Adjusted R² = 0,903; F = 460,521; sig. 0,000). Kualitas produk merupakan faktor paling dominan. Temuan ini mengindikasikan bahwa menjaga konsistensi produk dan menciptakan suasana kedai yang nyaman merupakan strategi utama dalam meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan pada kedai kopi lokal.