Abstract:Penelitian ini membahas tentang manajemen guru dalam meningkatkan minat belajar siswa di SMA Negeri 4 Palopo. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana minat belajar siswa serta bagaimana peran guru dalam mengelola…
ngelola proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan minat belajar siswa di sekolah. Minat belajar merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan proses pembelajaran karena dapat memengaruhi keaktifan dan motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa di SMA Negeri 4 Palopo. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memberikan gambaran mengenai kondisi minat belajar siswa serta bagaimana manajemen guru dalam mengelola pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa di SMA Negeri 4 Palopo masih bervariasi. Manajemen guru dalam meningkatkan minat belajar siswa dilakukan melalui perencanaan pembelajaran yang baik, pelaksanaan pembelajaran dengan metode yang bervariasi, serta evaluasi pembelajaran untuk melihat perkembangan belajar siswa. Selain itu, guru juga berperan sebagai motivator dan fasilitator dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif sehingga siswa lebih tertarik untuk mengikuti pembelajaran.
Abstract:Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam sistem pendidikan yang tidak hanya menekankan pada penguasaan akademik, tetapi juga pembentukan sikap dan perilaku peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan…
kan manajemen pendidikan karakter siswa di SMA Negeri 9 Luwu serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pendidikan karakter telah dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Namun, terdapat beberapa kendala seperti pengaruh lingkungan luar, perbedaan latar belakang keluarga, kurangnya konsistensi siswa, serta keterbatasan sarana.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk serta langkah-langkah implementasi manajemen mutu terpadu (Total Quality Management/TQM) dalam pelayanan administrasi di SMP Negeri 8 Palopo. Penelitian menggunakan pendekatan…
endekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, staf administrasi, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi TQM telah berjalan dengan baik melalui pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna, penerapan SOP yang jelas, serta keterlibatan aktif seluruh stakeholder. Proses implementasi dilakukan melalui siklus PDCA (Plan, Do, Check, Act) yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Secara keseluruhan, pelayanan administrasi di sekolah ini dinilai efektif, terstruktur, dan mampu meningkatkan kepuasan pengguna layanan.
Abstract:This study discusses the implementation of principal management in improving students' religious character and the factors that influence the success of the implementation of principal management in improving students' religious…
eligious character. This type of research is qualitative research with data analysis using MAXQDA. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. Data analysis is carried out by collecting/organizing raw data (data collection), condensing data (data condensation), presenting data (data display), drawing conclusions/verification. The results of this study indicate that (1) the implementation of the principal's management in improving the religious character of students at SMA Negeri 5 Palopo is carried out through four integrated management functions, namely: (a) Planning which is realized in the preparation of routine religious programs such as Al-Qur'an literacy (15-minute tadarus), congregational prayer, and commemoration of Islamic holidays, (b) Organization is carried out by clearly dividing tasks to religious teachers as coordinators, assisted by homeroom teachers and involving the active role of OSIS and Rohis as technical implementers, (c) Implementation is carried out by integrating the program into school activities and providing direct motivation and role models to enforce religious discipline, and (d) Supervision is carried out through checking attendance at congregational prayers and providing direct reprimands to students who are less religious. (2) Factors that influence the success of this implementation include internal factors, such as the principal's leadership commitment, teacher discipline, and the availability of facilities and infrastructure, as well as external factors that include support from parents and the community. Overall, the success of the principal's management is greatly influenced by strong collaboration between all school residents and the surrounding environment.
Abstract:Education plays an important role in improving the quality of human life, but economic constraints often prevent many students from continuing their education. The Smart Indonesia Program (PIP) was launched to address these…
ese issues by providing educational assistance. However, in its implementation, the selection of PIP recipients at IT Al-Ikhsan Private Junior High School is still inaccurate. This research aims to classify the eligibility of PIP recipients using the Naive Bayes method. This method is applied to student data from the school's Dapodik in 2024 which consists of 265 students. The data is processed through CRISP-DM data mining stages, namely Business Understanding, Data Understanding, Data Preparation, Modeling, Evaluation, and Deployment. As a result, the Naive Bayes model showed an accuracy of 92.31% with a precision value for the “Yes” class of 89%, recall 100%, and F1-score 94%. In conclusion, variables such as means of transportation, KPS and KIP recipients, parents' income, and distance from home to school affect the eligibility of PIP recipients.
Abstract:This article examines the importance of pragmatic equivalence in translating humor, a crucial yet often challenging aspect due to humor’s deep reliance on cultural context, implicature, and audience interpretation. Pragmatic…
gmatic equivalence emphasizes the conveyance of implicit meaning through communication principles such as those proposed by Grice, where coherence takes precedence over mere lexical and grammatical cohesion. In humor translation, coherence refers to the interconnectedness of meaning based on shared context and knowledge between the author and the audience, rather than simply the structure of sentences. However, humor is inherently ambiguous and open to multiple interpretations, making its meaning not always directly transferable. A single mistranslated element can alter the entire comedic effect, as humor is often highly culture-specific. In this case, the translator’s role extends beyond language transfer to bridging the knowledge gap that the target audience might have, sometimes at the cost of the humor’s spontaneity. This challenge creates a dilemma between preserving natural comedic effect and delivering accurate meaning. As a result, humor translation often leans toward either overly literal or overly liberal approaches, each with the risk of losing essential nuance. Therefore, pragmatic equivalence involves more than just finding corresponding meanings; it also requires sensitivity to the social and cultural contexts that shape audience responses. The novelty of this study lies in its focus on the unique complexity of humor translation, making it a valuable contribution to the fields of literary studies, linguistics, and translation studies.
Abstract:Tujuan utama dari penggunaan media video dalam pembelajaran. 1) Mengembangkan kemampuan kognitif. 2) Mengembangkan kemampuan efektif. 3) Mengembangkan kemampuan psikomotorik. 4) Meningkatkan motivasi belajar. 5) Meningkatkan…
tkan pemahaman materi. Lokasi tempat penulis melaksanakan pengabdian adalah SD Negeri 26 Pulakek. Lokasi ini dipilih sebagai tempat pengabdian karena di lokasi tersebut dalam pembelajaran Unsur Intrinsik untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Subjek dalam pengabdian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 26 Pulakek tahun pelajaran 2024/2025 yang berjumlah 20 peserta didik, dengan metode pelaksanaa ceramah, praktek dan tanya jawab denagn siswa. Berdasarkan tabel 1 di atas, dapat dideskripsikan sebagai berikut. Pertama, siswa berada pada kategori sangat menyimak sebanyak 6 orang, dengan persentase 30% dengan nilai 90-100. Kedua, siswa berada pada kategori menyimak sebanyak 10 orang, yaitu: dengan pesentase 50% dengan nilai 80-89. Ketiga, siswa berada pada kategori cukup menyimak sebanyak 4 orang, yaitu dengan persentase 20% dengan nilai 70-79.
Abstract:This article explains the importance of writing fables, especially to improve writing literacy skills daily life imaginations. This writing is based on community service done to junior high school students in SMPN 48 Surabaya…
abaya in 2024. The creative capacities of children possess the potential to enhance their comprehension of writing literacy skills through the act of writing fables. Through an exploratory approach within qualitative research, this manuscript underscores fable writing as a mechanism to cultivate literacy skills from describing, exploring, to explaining ideas from their minds to written fables. In conclusion, the practice of writing fables for junior high school students is essential to elevate writing literacy skills regarding the advancement of creativity in the students’ understandings of their everyday issues.
Abstract:Dalam rangka memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam bidang pembelajaran dan managerial di sekolah, untuk melatih dan mengembangkan keguruan, serta keterampilan mengajar. Maka diadakan sebuah program untuk meningkatkan…
ingkatkan kualitas mahasiswa sebagai calon guru yakni program PKM (Pemantapan Kemampuan Mengajar). Program ini bertujuan untuk melatih calon guru melalui praktek mengajar secara nyata di sekolah. Program PKM ini dilakukan melalui beberapa tahapan yakni tahap pengamatan proses pembelajaran, latihan terbimbing dan latihan mandiri. Hasil dari program PKM umumnya berjalan dengan baik sesuai dengan program dan kegiatan yang telah dirancang. Mahasiswa mampu mengetahui proses pembelajaran secara langsung, dapat merencanakan pembelajaran dan melaksanakan proses belajar mengajar di kelas serta meningkatkan keterampilan mengajar. Dapat disimpulkan bahwa melalui program PKM, mahasiswa mampu meningkatkan hard skill maupun soft skill dalam mengajar.
Abstract:Protein merupakan zat penting bagi tubuh yang berfungsi sebagai sumber energi, zat pembangun, serta komponen pengatur. Pengelolahan daging hewani menjadi bakso bertujuan untuk memperpanjang daya simpan, meningkatkan nilai…
i estetika dan nilai ekonomi. Penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar kadar protein pada bakso kepiting, uji organoleptik (aroma, warna, bentuk, dan tekstur) dan mengetahui faktor eksternal dan internal yang berpengaruh terhadap kadar protein bakso kepiting bakau (S. serrata) jantan dan betina. Metode yang digunakan adalah Semimikro Kjeldahl dan organoleptik. Hasil pengujian kandungan protein pada bakso kepiting bakau S. serrata betina memiliki kandungan protein 14.49% dan bakso kepiting jantan 10,27%. Hasil pengamatan Organoleptik menurut 17 penelis adalah 13 orang penelis memberikan tanggapan suka, dan 4 orang memberi tanggapan kurang suka pada sampel bakso kepiting S. serrata jantan dan betina yang berbentuk sediaan padat bentuk bulat khas bakso, warna coklat, aroma dan rasa normal khas dinyatakan memenuhi syarat organoleptik bahan pangan. Berdasarkan hasil pengujian kadar protein dan Organoleptik bakso kepiting S. serrata dari Kampung Gwinjaya Distrik Bonggo adalah kadar protein bakso kepiting jantan adalah sebesar 10,27% dan kadar protein kepiting betina sebesar 14,49% sedangkan standar SNI protein sebesar min 7% hal ini membuktikan bahwa protein bakso kepiting S. serrata dari Kampung Gwinjaya baik untuk dikonsumsi. Kadar protein bakso kepiting jantan dan betina didukung oleh hasil uji organoleptik.