Search Articles & Publications

Showing 115 articles found for "Partners"

Pemanfaatan Social Advertising Sebagai Media Promosi Produk Puan Makanan Khas Palembang

Sartika, Dewi, Saluza, Imelda, Roswaty, Roswaty
Abstract: Abstract: The Gulo Puan Business Group, Bangsal village, Pampangan sub-district, Ogan Komering Ilir district, is a producer of products in the form of gulo-puan, sagon-puan and tapel-puan. After the implementation of the… PKMS activity, a product innovation in the form of Mrs. Candy was obtained, while in the PKM activity, a product innovation in the form of Mrs. yogurt was obtained. Based on this, partners have been able to compete with similar business actors because they already have a variety of product variants, both in the form of food and beverages. However, this certainly needs to be strengthened again by utilizing technology to introduce products to the wider community. Social advertising is a promotional media that is carried out through social media. This promotional media is considered far more effective, efficient and on target compared to conventional promotional media such as flyers, banners and so on. Partners in PKMS activities have been able to utilize social media as a marketing medium. Therefore, in PKM activities, the implementing team provides training on the use of social advertising as a promotional media for women's products produced by partners. Based on the results of social advertising that has been done 5 times, the results show that as many as 96,212 accounts were successfully reached, of which 98.2% were not followers of accounts with demographics 48.2% male and 51.8% female. As many as 55% of the target to open a profile from Mrs. Candy and from a total of 4,018 accounts that liked ads were obtained.            Keywords: competitive advantage; puan candy; puan yogurt; social advertising; Abstrak: Kelompok Usaha Gulo Puan desa Bangsal kecamatan Pampangan kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan penghasil produk berupa gulo puan, sagon puan dan tapel puan. Setelah pelaksanaan kegiatan PKMS diperoleh inovasi produk berupa puan candy, sedangkan pada kegiatan PKM diperoleh inovasi produk berupa puan yogurt. Berdasarkan hal tersebut  mitra telah mampu bersaing dengan pelaku usaha sejenis karena telah memiliki varian produk puan yang beragam, baik berupa makanan maupun minuman. Namun, hal tersebut tentu perlu diperkuat lagi dengan memanfaatkan teknologi guna mengenalkan produk ke Masyarakat luas. Sosial advertising merupakan media promosi yang dilakukan melalui sosial media. Media promosi ini dianggap jauh lebih efektif, efisien dan tepat sasaran dibandingkan dengan media promosi konvensional seperti selebaran, banner dan sebagainya. Mitra pada kegiatan PKMS telah mampu memanfaatkan sosial media sebagai media pemasaran. Oleh karena itu, pada kegiatan PKM tim pelaksana memberikan pelatihan pemanfaatan sosial advertising sebagai  media promosi produk puan yang dihasilkan oleh mitra. Berdasarkan hasil sosial advertising yang telah dilakukan sebanyak 5 kali diperoleh hasil bahwa sebanyak 96.212 akun yang berhasil dijangkau, dimana 98,2%nya bukan pengikut dari akun dengan demografi 48,2% berjenis kelamin laki-laki dan 51,8% perempuan. Sebanyak 55% dari sasaran membuka profil dari puan candy serta dari total keseluruhan diperoleh 4.018 akun yang menyukai iklan. Kata kunci: competitive advantage; puan candy; puan yogurt; social advertising

Pembinaan Pembuatan Blog Sebagai Branding Usaha Toko Habibie Batam

Yulia, Yulia, Nopriadi, Nopriadi, Arnomo, Sasa Ani
Abstract: Abstract: As one of the leading industrial areas in Indonesia, the development of the business world in Batam City is very fast. Coupled with the increasing demand from the market because the majority of Batam people are… workers. In addition, the city's minimum wage (UMK) is high compared to other areas, making the lifestyle of the people of Batam city become consumptive. The demand is increasing, the more businesses are popping up with various ideas and creations. So the competition in selling is getting tougher. For this reason, creative ideas are needed so that business continuity can continue. One idea that can be used is Branding. Even though they have used social media such as Facebook and Instagram as marketing, business owners are still less confident if they do not have a means of delivering information such as blogs or websites. This service activity uses the method of preparation, implementation, implementation and discussion. There are three solutions that I try to provide to partners, namely: Selection and creation of a blog, filling out blog content and maintaining blogs as a solution to improve branding and as a means of promotion of the Habibie Batam Shop. The target achievement of this service activity is so that partners are able to create blogs and apply them in filling content for branding as well as being able to maintain blogs. Keywords: blog; branding; habibie shop   Abstrak: Sebagai salah satu daerah industri terkemuka di Indonesia, perkembangan dunia usaha di Kota Batam sangat  cepat. Ditambah lagi dengan permintaan dari pasar  yang meningkat karena mayoritas masyarakat Batam merupakan pekerja. Selain itu, upah minimum  kota  (UMK)  yang  tinggi  di  atas  daerah  lainnya  menjadikan  pola  hidup masyarakat kota Batam menjadi konsumtif. Permintaan semakin banyak, semakin banyak juga usaha-usaha yang bermunculan dengan berbagai ide dan kreasi. Sehingga persaingan dalam berjualan bertambah berat. Untuk itu dibutuhkan ide-ide kreatif agar keberlangsungan usaha dapat terus berlanjut. Salah satu ide yang dapat digunakan adalah Branding. Walaupun sudah menggunakan sosial media seperti Facebook dan Instagram sebagai pemasaran, pemilik usaha masih kurang percaya diri jika belum punya sarana penyampaian informasi seperti blog ataupun  website. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode persiapan, pelaksanaan, implementasi dan diskusi. Adapun solusi yang pengabdi coba berikan kepada mitra terdapat tiga yaitu: Pemilihan dan pembuatan blog, pengisian konten blog dan pemeliharaan blog sebagai solusi untuk meningkatkan branding dan sebagai sarana promosi Toko Habibie Batam. Capaian target dari kegiatan pengabdian ini agar mitra mampu membuat blog dan mengaplikasikan dalam pengisian  konten  untuk branding sekaligus dapat melakukan mantenance blog. Kata kunci: blog; branding; toko habibie

Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Pattalassang Melalui Manajemenisasi Umbi Menjadi Keripik Singkong

Gunawan, Gunawan, Sjahruddin, Herman, Zaury, Muhammad Akil, Purnama, Putri, syukri, Muhammad
Abstract: Abstract: The wide area of the community's cassava garden in Pattalasang village, Pattalasang district, Gowa regency resulted in an abundance of community cassava yields, but on the other hand these results are not managed… ed properly, the community only sells to traditional markets and collectors while demand for cassava is very limited, as a result, a lot of cassava is damaged (rot). This condition is the reason for adding the economic value of the people's crops. Efforts are made for this purpose, namely by increasing the use of cassava through the manufacture of chips to minimize cassava that is not absorbed by the market and collectors so as to increase the economic income of the community. This method of community service begins with observations and interviews then continues with socialization to explain to farmers that cassava can be processed into a high economic value product, demonstrations by involving the community (farmers) so that they can make crispy and savory cassava chips. The results of this community service in collaboration with SMEs as partners with this activity have an impact on the emergence of new knowledge and skills and their application in utilizing and developing cassava products by adding value and usefulness.   Keywords: cassava chips; pattallassang village; tubers     Abstrak: Luasnya area kebun singkong masyarakat Desa Pattalasang Kecamatan Pattalasang Kabupaten Gowa mengakibatkan melimpahnya hasil panen singkong masyarakat, namun pada sisi lain  hasil tersebut tidak dikelola dengan baik, masyarakat hanya menjual ke pasar tradisional dan pengumpul sementara permintaan terhadap singkong sangat terbatas, akibatnya banyak singkong yang rusak (membusuk). Kondisi ini menjadi alasan dilakukannya penambahan nilai ekonomis dari hasil panenan masyarakat. Upaya yang dilakukan untuk maksud tersebut, yaitu dengan cara menambah daya guna singkong melalui pembuatan keripik untuk meminimalisir singkong yang tidak terserap oleh pasar dan pengumpul sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Metode yang dilakukan pada pengabdian masyarakat ini diawali dengan observasi dan wawancara kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi untuk menjelaskan kepada petani bahwa singkong dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis tinggi, demonstrasi dengan melibatkan masyarakat agar mereka dapat membuat keripik singkong yang renyah dan gurih. Hasil pengabdian masyarakat ini berkolaborasi dengan UKM sebagai mitra yang dengan kegiatan ini berdampak pada  munculnya pengetahuan dan ketarampilan baru serta mengaplikasikannya dalam memanfaatkan dan mengembangkan produk singkong dengan menambah nilai dan kegunaannya.   Kata kunci: keripik singkong; pattallassang; umbi

Meningkatkan Kemampuan Speaking dan Writing Bahasa Inggris Melalui Kompetisi Spelling Bee

Amna, Shally, Gusta, Wienda, Primawati, Yeng
Abstract: Abstract: Spelling Bee is a word spelling game which assessed the accuracy of words and the pronunciation of the letters in English. MTSN 7 Bungus, Padang was chosen as PKM partners due to the students’ low English language… h language skills and interest. Therefore, through the Spelling Bee competition, the team tried to improve the students’ skills and interest in learning English language, especially their ability to write and spell words correctly. In this competition, there were 280 students previously trained before join the competition. This competition is divided into three rounds, namely the preliminary round, the semi-final round and the final round.  In addition, the English teachers also helped to coordinate the competition. During the activity, students were also given lessons on writing and spelling correctly. As a result, students’ enthusiasm in participating in competition can be one of the factors that triggers the enthusiasm and interests in learning so that they get more satisfying learning outcomes. During the competition, students were guided by the English teachers and given clear instructions. After participating in Spelling Bee competition, the students were not only given rewards but also some improvement in their English writing and spelling skills. Key Words: Spelling Bee, writing, spelling.   Abstrak : Spelling Bee merupakan permainan mengeja kata dengan menilai keakuratan kata dan ketepatan pengucapan huruf yang disebutkan dalam Bahasa Inggris. MTSN 7 Bungus, Padang dipilih sebagai mitra PKM karena kemampuan dan minat Bahasa Inggris siswanya yang sangat rendah. Oleh karena itu, lewat kompetisi Spelling Bee, Tim PKM berusaha untuk meningkatkan kemampuan dan minat siswa terhadap Bahasa Inggris terutama pada kemampuan menulis dan mengeja kata. Dalam Kegiatan Spelling Bee ini, sebanyak 280 siswa dilatih sebelum mengikuti kompetisi Spelling Bee yang terbagi atas tiga babak, yaitu preliminary Round, Semi Final Round dan yang terakhir Final round. Selain itu, guru Bahasa Inggris di sekolah tersebut turut membantu demi kelancaran kegiatan kompetisi ini. Siswa diberikan pelajaran tentang menulis dan mengeja bahasa Inggris dengan benar. Antusias siswa dalam mengikuti kompetisi dapat merupakan salah satu faktor yang memicu semangat dan daya tarik siswa dalam belajar sehingga memperoleh hasil belajar yang jauh lebih memuaskan. Selama kompetisi, siswa dipandu oleh guru bahasa Inggrisnya dan diberikan instruksi yang jelas. Setelah mengikuti kompetisi Spelling Bee ini, siswa siswi MTSN 7 Bungus tidak hanya diberikan reward namun juga dapat meningkatkan kemampuan menulis dan mengeja Bahasa Inggrisnya. Kata Kunci: spelling bee; writing; spelling.  

Pelatihan Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Alternatif Peningkatan Kesejahter-aan Perempuan Di Desa Jenetaesa

Bachtiar, Irmah Halimah, Toalib, Ramli, Supiati, Supiati, Paerah, Ambo, Nur, Andi Musfirawati
Abstract: Abstract: Technology plays an important role in various sectors of life, including in finding income. Existing technological developments can be seen and felt in every field, such as industry, education, tourism and others… rs with the emergence of various kinds of social media applications. The problem faced by partners is the lack of understanding of the village community regarding the use of information technology which is apparently able to help various kinds of work and increase income. So we see the need to provide socialization and training on the use of social media that can increase income which will have an impact on the welfare of the community, especially women in the village. This activity is carried out by first presenting the material and then providing training to participants on the concepts and benefits of technology through social media. The result of the service is that the village community consisting of PKK and IRT women get additional knowledge about the use of social media. PKM participants understand the material and feel motivated by the material presented by the presenter with training to develop their business through social media Keywords: Social Media; Women's Welfare   Abstrak: Teknologi sangat berperan penting dalam berbagai sektor kehidupan termasuk dalam mencari penghasilan. Perkembangan teknologi yang ada sudah bisa dilihat dan dirasakan di setiap bidang, seperti industri, pendidikan, pariwisata dan lainnya dengan munculnya berbagai macam aplikasi media sosial. Permasalahan yang dihadapi mitra yaitu minimnya pemahaman masyarakat desa mengenai pemanfaatan teknologi informasi yang ternyata mampu membantu berbagai macam pekerjaan serta meningkatkan penghasilan. Sehingga kami memandang perlunya pemberian sosialisasi serta pelatihan mengenai pemanfaatan media sosial yang mampu meningkatkan penghasilan yang nantinya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat terutama kaum perempuan di desa tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pemaparan materi terlebih dahulu kemudian memberikan pelatihan kepada peserta mengenai konsep serta manfaat dari teknologi melalui media sosial. Hasil pengabdian yaitu masyarakat desa yang terdiri dari ibu PKK dan IRT mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai pemanfaatan media sosial. Peserta PKM memahami materi dan merasa termotivasi dengan materi yang disampaikan oleh pemateri dengan adanya pelatihan untuk mengembangkan usaha melalui media sosial Kata kunci: pelatihan; media sosial; kesejahteraan perempuan

Pelatihan Keterampilan Menjahit Masker Kain Dalam Memanfaatkan Peluang Bisnis Era Pandemi Covid-19

Emilda, Emilda, Wulandari, Try, Lazuarni, Shafiera
Abstract: Abstract: Nowadays, medical mask is difficult to find in several pharmacies in Palembang. This situation could be a promising business opportunity during the Covid-19 epidemic. The target partners in this activity are residents… sidents of Gang Sei Saling, Siring Agung Sub-district, Ilir Barat 1 District, Palembang. This PkM activity aims to provide cloth mask sewing skills to take advantage of business opportunities during the Covid-19 pandemic. The method used in this activity is the training method. The sewing training activities consist of two types of activities, namely the presentation of sewing theory and practical training on sewing cloth masks. The presentation is going to explain about sewing theory, sewing concepts, tools and equipment needed in sewing, types and selection of fabrics. Meanwhile, training for sewing cloth masks, undoing the practice of operating a sewing machine, making cloth mask patterns, cutting patterns, sewing cloth masks, and finishing. In this PkM activity, participants not only provided skills in sewing cloth masks, but also at the finishing step such as folding and packaging.  Keywords: cloth masks; sewing; training    Abstrak: Dengan adanya kelangkaan masker medis yang mulai sulit ditemukan di apotek     Palembang, hal ini menjadi peluang bisnis di masa pendemi Covid – 19. Target mitra dalam kegiatan ini adalah Warga Gang Sei Saling, kelurahan Siring Agung, kecamatan Ilir Barat 1, Palembang. Kegiatan PkM ini bertujuan memberikan keterampilan menjahit masker kain untuk memanfaatkan peluang bisnis pada saat pandemi Covid – 19. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode pelatihan. Kegiatan pelaksanaan pelatihan menjahit ini terdiri dari dua jenis kegiatan yaitu pemaparan teori menjahit dan pelatihan praktek menjahit masker kain. Pemaparan teori menjahit terdiri konsep menjahit, peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam menjahit, dan jenis dan pemilihan kain. Sedangkan kegiatan pelatihan praktek menjahit masker kain terdiri dari praktek mengoperasikan mesin jahit,membuat pola masker kain, menggunting pola, menjahit masker kain, dan finishing. Dalam kegiatan PkM ini, peserta tidak hanya diberikan keterampilan menjahit masker kain, tetapi juga hingga tahap finishing seperti melipat dan mengemas masker kain. Kata kunci: masker kain; menjahit; pelatihan

Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Kiddy Learning Binder Bagi Guru Paud

Yuliasari, Ulfa, Permata, Rista Dwi
Abstract: Abstract: Through a workshop and coaching  to make learning media, Kiddy Learning Binder aims to increase the knowledge and skills of early childhood teachers in making educative props in Pusaka KB/TK and Harapan Bangsa… Kindergarten at Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban. Kiddy Learning Binder is an educational teaching aid to intended as a media learning which to be easy in the process of teaching and learning activities. Based on the problem, according to the survey results obtained in the field that the learning media in PAUD institutions are still minimum, and most of skills PAUD teachers are lack to make learning media, they more often bought the learning media than innovate to make their own . The solution to this problem was solved by providing workshop to make Kiddy Learning Binder learning media in Pusaka KB/TK and Harapan Bangsa Kindergarten. The implementation phase of workshop and coaching begins with observation and permission to get society service partners. Next, identify the initial abilities and then implementation by providing material/theory explanations and conducting training practices, and finally the monitoring and evaluation stage by measuring the success of the media that has been made through the training provided.      Keywords: educative props; kiddy learning binder; media learning   Abstrak: Melalui pendampingan dan pelatihan pembuatan media pembelajaran Kiddy Learning Binder ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru PAUD dalam membuat alat peraga edukatif di KB/TK Pusaka dan TK Harapan Bangsa Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban. Kiddy Learning Binder merupakan alat peraga edukatif yang diperuntukkan sebagai media pembelajaran yang memudahkan proses kegiatan belajar mengajar. Didasarkan pada permasalahan, sesuai hasil survei yang diperoleh di lapangan bahwa media pembelajaran pada lembaga PAUD tersebut masih minim, serta sebagian besar guru PAUD kurang mempunyai keterampilan dalam membuat media pembelajaran, mereka lebih sering untuk membeli media pembelajaran daripada berinovasi untuk membuat sendiri. Solusi permasalahan ini dipecahkan dengan memberikan pelatihan pembuatan media pembelajaran Kiddy Learning Binder di KB/TK Pusaka dan TK Harapan Bangsa Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban. Tahap pelaksanaan pendampingan dan pelatihan diawali dari observasi dan perijinan untuk mendapatkan mitra pengabdian kepada masyarakat. Selanjutnya, mengidentifikasi kemampuan awal lalu pelaksanaan dengan memberikan penjelasan materi/teori dan melakukan praktek pelatihan, serta yang terakhir tahap monitoring dan mengevaluasi dengan mengukur keberhasilan media yang telah dibuat melalui pelatihan yang diberikan.  Kata kunci: alat peraga edukatif; kiddy learning binder; media pembelajaran

PELATIHAN PENYUSUNAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) DI SMK PEMBANGUNAN DENPASAR

Ayuningsih, Ni Putu Meina, Dwijayani, Ni Made, Ciptahadi, Ketut Gus Oka
Abstract: Abstract: The low HOTS (Higher Order Thinking Skills) students based on the results of PISA 2015 in mathematics shows the characteristics of mathematics learning are still familiar with Lower Order Thinking Skills (LOTS)… questions. Based on this, HOTS math problems need to be developed at the Vocational high school education level. The difficulty of the teacher in applying HOTS questions is due to the lack of information obtained by the teacher and the lack of sharing activities to compile HOTS questions. The purpose of this community service activity is to provide training for vocational mathematics teachers in making HOTS questions. This community service activity is in the form of training for Mathematics Teachers of Denpasar Development Vocational School and involving all teachers of mathematics subjects. The partner in this dedication activity named I Made Surya Mega Widiastha, S.Pd is one of the mathematics teachers at the Denpasar Development Vocational School. The implementation of community service activities is carried out through three stages, namely planning, implementation, and reflection. Based on the results of the questionnaire given to the partners and to the school, the results of the service have been able to run well.             Keywords: Dedication, Mathematics, Training, Hots     Abstrak: Rendahnya HOTS (Higher Order Thinking Skills) siswa berdasarkan hasil PISA 2015 dalam matematika  menunjukkan karakteristik pembelajaran matematika masih terbiasa dengan soal-soal Lower Order Thinking Skills (LOTS). Berdasarkan hal tersebut, perlu dikembangkan soal matematika HOTS di jenjang pendidikan sekolah menengah Kejuruan. Kesulitan guru dalam menerapkan soal-soal HOTS dikarenakan kurangnya informasi yang diperoleh guru serta minimnya kegiatan sharing untuk menyusun soal HOTS. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan pelatihan bagi guru matematika SMK dalam membuat soal-soal HOTS. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa pelatihan kepada guru matematika SMK Pembangunan Denpasar dan melibatkan semua guru mata pelajaran matematika. Mitra pada kegiatan pengabdian ini bernama I Made Surya Mega Widiastha, S.Pd merupakan salah satu guru matematika di SMK Pembangunan Denpasar. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, implementasi, dan refleksi. Berdasarkan hasil kuisioner yang diberikan kepada pihak mitra maupun ke pihak sekolah diperoleh hasil pengabdian sudah dapat berjalan dengan baik.   Kata kunci: Pengabdian, Matematika, Pelatihan, Hots

PELATIHAN PENULISAN DAN PUBLIKASI ARTIKEL ILMIAH HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAGI GURU DI KOTA MAGELANG

Fidian, Athia, Aji Pradana, Agrissto Bintang
Abstract: Abstract: Based on data from Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang in July 2018, the highest number of teachers is in group of  IV / a. One of the influencing factors is their reluctance to make scientific publications… cations for the promotion. They do not have enough information about the journal to be addressed, do not yet understand what must be stated in a scientific article, systematics of writing, and how to make a bibliography. The online process is also one of the things they find difficult. The purpose of community service is to improve the ability of teachers to write scientific articles. Partners in this activity were 12 elementary and junior high school teachers in Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang. The implementation time is 4 months consisting of 3 training sessions and following assistance. The material presented during the training included (1) scientific articles in the ranks of teachers, (2) reference managers, and (3) article submissions. The results of the training showed that all participants increasingly understood how to use scientific articles for promotion. In addition, 58% of participants are more aware and able to use the reference manager in Ms Office Word. In the third material, 67% of participants understood and were able to register and submit articles in the Paedagogie Journal.   Keywords: scientific articles, training, scientific publications, classroom action research   Abstrak: Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang pada bulan Juli 2018, jumlah terbanyak guru berada pada golongan IV/a. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah keengganan mereka dalam membuat publikasi ilmiah untuk kenaikan pangkat. Mereka tidak memiliki informasi yang cukup mengenai jurnal yang akan dituju, belum memahami apa yang harus dituangkan dalam sebuah artikel ilmiah, sistematika penulisan, serta cara membuat daftar pustaka. Proses online juga menjadi salah satu hal yang mereka anggap sulit. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam menulis artikel ilmiah. Mitra dalam kegiatan ini adalah 12 orang guru SD dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayan di Kota Magelang. Waktu pelaksanaan yakni 4 bulan terdiri dari 3 kali pelatihan dan ikuti pendampingan. Materi yang disampaikan pada saat pelatihan antara lain (1) artikel ilmiah dalam kepangkatan guru, (2) reference manager, dan (3) article submission. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa seluruh peserta semakin memahami bagaimana memanfaatkan artikel ilmiah bagi pengajuan kenaikan pangkat. Selain itu, 58% peserta semakin paham dan mampu cara menggunakan reference manager pada Ms Office Word. Pada materi ke-3, sebanyak 67% peserta memahami dan mampu untuk registrasi dan submit artikel pada Jurnal Paedagogie.   Kata kunci: artikel ilmiah, pelatihan, publikasi ilmiah, penelitian tindakan kelas  

IMPLEMENTASI PENGGUNAAN PERALATAN KESELAMATAN PELAYARAN KAWASAN DANAU TOBA

Hidayat, Muhammad Iman, Danilwan, Yuris, Kesuma, Netty, Sutria, Yuna, Telaoembanoea, Fatolosa
Abstract: Abstract: The re-occurrence of the ship accident while sailing in Toba Lake shows that the operational standard procedure (SOP) on safety and security issues, which are then followed by affordable cost aspects, speed and… timeliness, and convenience aspects have not been implemented effectively and maximally. Therefore the proponent team from the Indonesian Maritime Academy College in Medan proposed community service activities in the form of training and mentoring for target partners to provide scientific education along with the assistance of partner education facilities. The results of this activity are published in scientific journals, electronic mass media. In addition, the activity videos and the improvement of the knowledge and skills of partner HR are outcomes of this activity. The lecture and demonstration methods used in the process provide an understanding of the use of shipping safety equipment. The practice method is directly used to skill in using shipping safety equipment, of course, with the assistance of the proposing team. Observation method is done to observe the ability of partners both during the activity process and afterwards. Observation after the activity is intended to determine the impact of the activities that have been carried out.   Keywords: standard operating procedures, Toba lake, shipping safety equipment   Abstrak: Terjadinya kembali musibah kecelakaan kapal saat berlayar di Danau Toba  menunjukkan bahwa standar operasional prosedur (SOP) persoalan keselamatan dan keamanan, yang selanjutnya baru diikuti dengan aspek biaya yang terjangkau, kecepatan dan ketepatan waktu, serta aspek kenyamanan belum dilaksanakan secara efektif dan maksimal. Oleh sebab itu tim pengusul yang berasal dari Perguruan Tinggi Akademi Maritim Indonesia Medan mengusulkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan dan pendampingan terhadap mitra sasaran untuk memberikan edukasi ilmiah disertai dengan adanya bantuan sarana edukasi mitra. Hasil dari kegiatan ini dipublikasikan di jurnal ilmiah, media massa elektronik. Selain itu video kegiatan serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan SDM mitra merupakan luaran dari kegiatan ini. Metode ceramah dan demonstrasi digunakan dalam proses memberikan pemahaman mengenai penggunaan peralatan keselamatan pelayaran. Metode praktik langsung digunakan untuk keterampilan menggunakan peralatan keselamatan pelayaran tentunya dengan pendampingan tim pengusul. Metode observasi dilakukan  untuk mengamati kemampuan mitra baik selama proses kegiatan maupun sesudahnya. Evaluasi sesudah kegiatan ditujukan untuk mengetahui dampak dari kegiatan yang telah dilaksanakan.   Kata kunci: standar operasional prosedur, danau toba, peralatan keselamatan  pelayaran