Search Articles & Publications

Showing 115 articles found for "Partners"

Pelatihan Digital Marketing Pada Bumdes Guna Peningkatan Usaha Bisnis Kreatif Berbasis Digitalisasi

Yuliana, Yuliana, Siahaan, Shanti Veronica, Kontesta, Rezza Pana
Abstract: Digital technology has been used very often in this era, especially for all ages. One is utilizing digital technology to develop business businesses for products owned by creative actors. However, there is still a lack of… f knowledge in the form of insight and education that is owned by the actors, causing people to understand still not the use of technological platforms/tools, which hinders the business from being carried out less optimally. One of the uses of technology in marketing business ventures is digital marketing, which is a promotional activity for a product using digital media or the internet. The partners in this service are BUMDes Panyanggar Cipta Karya Village. This devotional method is carried out by utilizing several applications such as; canvas, Instagram, and Facebook promotion by introducing and educating about digital marketing, marketing, and products, as well as introducing the canvas application which functions as a material for creating content and social media (Instagram and Facebook) as a tool for promoting products through technology networks. The e-commerce platform is a marketplace for selling business through the internet. Implementation stages are carried out such as literature studies, socialization, data collection, and implementation in the form of training). Through this activity, the local community gains insight and education as creative business actors in increasing the promotion of digitalization-based products.            Keywords: bumdes; digital marketing; training; digitization    Abstrak: Teknologi digital sudah sangat sering dimanfaatkan di era sekarang terkhusus semua usia. Salah satunya dengan memanfaatkan Teknologi digital untuk mengembangkan usaha bisnis terhadap produk yang dimiliki oleh pelaku kreatif.  Namun masih kurangnya pengetahuan berupa wawasan dan edukasi yang dimiliki oleh para pelaku, menyebabkan dalam memanfaatkan platform/tools teknologi masih jauh belum paham sehingga menghambat kurang optimalnya usaha yang sedang dijalankan. Salah satu   memanfaatkan teknologi dalam pemasaran usaha bisnis adalah digital marketing yang merupakan kegiatan promosi sebuah produk menggunakan media digital atau internet. Adapun mitra dalam pengabdian ini yaitu BUMDes Panyanggar Desa Cipta Karya. Metode Pengabdian ini dilakukan adalah dengan memanfaatkan beberapa aplikasi seperti; canva, instagram dan facebook dengan memperkenalkan dan mengedukasi tentang marketing digital, pemasaran dan promosi produk, dan juga memperkenalkan aplikasi canva yang fungsinya sebagai bahan pembuatan konten dan sosmed (instagram dan facebook) sebagai tools untuk mempromosi produk melalui jaringan teknologi. Platform e-commerce sebagai marketplace tempat penjualan usaha bisnis melalui jaringan internet. Tahapan pelaksanaan dilakukan seperti studi literatur, sosialisasi, pengumpulan data dan pelaksanaan berupa pelatihan). Melalui kegiatan ini masyarakat setempat mendapatkan wawasan dan edukasi sebagai pelaku usaha bisnis kreatif dalam meningkatkan promosi produk berbasis digitalisasi. Kata kunci: bumdes; digitalisasi; digital marketing; pelatihan

Pendampingan Kelompok Peternak Lebah Trigona: Pengayaan Pakan Dengan Pola Agroforestri Di Desa Rompegading Kabupaten Maros

Nuraeni, Sitti, Bahtiar, Budirman, Yunianti, Andi Detti, Baharuddin, Baharuddin, Taskirawati, Ira, Latif, Nurfadilah, Prastiyo, Andi, Rajab, Marwan
Abstract: Abstract: The potential for the development of meliponiculture in and around the Unhas Bengo-Bengo Educational Forest (BEF) can be an alternative business from non-timber forest resources. The have already occupied of part… rt of the community in the BEF area requires an understanding of the benefits of the forest and community empowerment through community service activities. One effort to understand is how to enrich bee feed which integrates meliponiculture and agricultural crop cultivation with agroforestry patterns. The implementation of this activity starts with preparation by entering into agreements with the service team with partners, conducting workshops, distributing plant seeds as a source of nectar and pollen feed. The knowledge of partner group members can increase after attending the workshop from the pre test and post test analysis. Assistance is provided through direct visits to the location of meliponiculture and planting of nectar and pollen source plants.  Keywords: agroforestry pattern; feed enrichment; Stingless bee trigona   Abstrak: Potensi pengembangan budidaya lebah trigona di dalam dan sekitar Hutan Pendidikan Bengo-Bengo (HPB) Unhas dapat menjadi usaha alternatif dari sumber daya hutan bukan kayu. Keterlanjuran sebahagian masyarakat berada dalam kawasan HPB mengharuskan perlu diberi pemahaman manfaat hutan dan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu upaya pemahaman adalah bagaimana pengayaan pakan lebah yang mengintegrasikan budidaya lebah madu trigona dan budidaya tanaman pertanian dengan pola agroforestri. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai dari persiapan dengan melakukan kesepakatan tim pengabdian dengan mitra, pelaksanaan workshop, pembagian bibit tanaman sebagai sumber pakan nektar dan polen. Pengetahuan anggota kelompok mitra dapat meningkat setelah mengikuti workshop dari analisis tes awal dan akhir. Pendampingan dilakukan melalui kunjungan langsung ke lokasi meliponikultur dan penanaman tanaman sumber nektar dan polen.     Kata kunci: lebah madu trigona; pengayaan pakan; pola agroforestri

Workshop Merancang Interior Rumah Tinggal Untuk Siswa/I SMKN 1 Mempura

Ravelino, Parlindungan, Arianti, Masda Ulfa, Indah, Isrina
Abstract: Abstract: Interior Design is a branch of art that discusses the inner side of a building. Interior design also intersects with architecture which is the global study of building design. Architecture majors have started to… o enter Vocational High Schools including at SMK Negeri 1 Mempura. Vocational School 1 Mempura has a Department of Building Modeling and Information Design which in its syllabus has building drawing learning. But in the discussion, there is no further knowledge about interior design. SMK Negeri 1 Mempura wants to develop students' knowledge about interior design or interior design properly. From this problem, Interior Design Educators at Lancang Kuning University who are community service partners from SMK Negeri 1 Mempura will add to their students' knowledge about interior design. So that through this program, Mempura 1 State Vocational School can develop interior design knowledge, which not only learns about room size but also about managing the atmosphere of space from designing ceilings, walls, floors, and furniture. The target to be achieved is for partners to understand the basics of Interior Design and its differences from Architecture and other Design Sciences. The outputs to be obtained are learning services for the community, service reports, drafts of teaching materials, and scientific articles in journals.             Keywords: interior design; furniture; workshop   Abstrak: Desain Interior adalah salah satu cabang ilmu seni rupa yang membahas tentang perancangan ruang dalam pada suatu bangunan. Desain interior juga beririsan dengan ilmu arsitektur yang merupakan ilmu perancangan bangunan secara global. Jurusan arsitektur sudah mulai masuk ke Sekolah Menengah Kejuruan termasuk di SMK Negeri 1 Mempura. SMK Negeri 1 Mempura memiliki jurusan Desain Permodelan dan Informasi Bangunan yang dalam silabusnya memiliki pembelajaran gambar bangunan. Tetapi dalam pembahasannya,belum ada pengetahuan lebih lanjut mengenai perancangan ruang dalam.SMK Negeri 1 Mempura ingin mengembangkan pengetahuan yang dimiliki peserta didik pada perancangan ruang dalam atau desain interior dengan benar. Dari permasalahan ini, Tenaga Pendidik Desain Interior Universitas Lancang Kuning yang merupakan mitra pengabdian masyarakat dari SMK Negeri 1 Mempura akan menambah pengetahuan siswa/i nya tentang merancang ruang dalam. Sehingga melalui program ini, SMK Negeri 1 Mempura dapat mengembangakan pengetahuan desain ruang dalam, yang tidak hanya mempelajari tentang ukuran ruangan, tapi juga pada pengolahan suasana ruang dari perancangan langit-langit, dinding, lantai dan furnitur. Target yang ingin dicapai adalah mitra paham tentang dasar-dasar Desain Interior serta perbedaannya dengan Arsitektur dan Ilmu Desain lainnya. Luaran yang ingin diperoleh adalah jasa pembelajaran untuk masyarakat, laporan pengabdian, draf bahan ajar dan artikel ilmiah di jurnal. Kata kunci: desain interior; furniture; workshop

Pelatihan Peningkatan Kemampuan Pengelolaan Blog Sebagai Media Informasi SMK Negeri 1 Kawunganten

Sumantri, Raden Bagus Bambang, Sandi, Arif Setia, Triwibowo, Deny Nugroho, Widadi, Budi
Abstract: Abstract: Community Service (PkM) activity "Improving Weblog Management Capabilities with Internet Content as a means of information media for students of SMK Negeri 1 Kawunganten" which involved partners of junior high… school students around. Many school students have not used weblogs to provide information and publications about activities related to learning, school organizational activities, and other activities. In this activity, partners will be given training on creating weblogs with internet content by the PKM team which is tailored to the level of needs and resources of each partner. At the end of this activity, it is hoped that all students who take part in the training can create a weblog by filling in healthy internet content for the better so that it will improve publication and information skills to internet users as a form of community service. The purpose of this service is to improve the weblog's ability to share students' knowledge, publications, and information by creating weblogs on the internet. Keywords: information; internet; weblog. Abstrak: Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) "Meningkatkan Kapabilitas Pengelolaan Weblog dengan konten internet untuk sarana media Informasi bagi siswa SMK Negeri 1 Kawunganten" yang melibatkan mitra siswa SMA/SMK. Banyak siswa sekolah belum menggunakan weblog untuk memberikan informasi dan publikasi tentang kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran, kegiatan organisasi sekolah dan kegiatan lainnya. Dalam kegiatan ini, mitra akan diberikan pelatihan pembuatan weblog dengan konten internet oleh tim PKM yang disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan sumber daya masing-masing mitra. Di akhir kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa yang mengikuti pelatihan dapat membuat weblog dengan mengisi konten internet yang sehat menjadi lebih baik sehingga akan meningkatkan kemampuan publikasi dan informasi kepada pengguna internet sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Tujuan dari layanan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan weblog untuk berbagi pengetahuan, publikasi dan informasi siswa dengan membuat weblog di internet. Kata Kunci:  informasi; internet; weblog

Kelayakan Usaha Budidaya Ikan Nila Menggunakan Media Kolam Terpal

Sjahruddin, Herman, Hasmawati, Hasmawati, Data, Umar, Abu, Mursida, Darman, Darman, Farhan, Muhammad
Abstract: Abstract: The implementation of this PkM was carried out for ± 9 months in several stages, starting with observation and ending with a business feasibility analysis. This activity is held through a partnership program with… ith village-owned enterprises (BUMDes) Borong Pa'la'la and several residents who own ponds.  Tilapia cultivation in this PkM uses tarpaulin pond media (biofloc). The results of the business feasibility analysis provide evidence that there are four cost components (other than land) namely tarpaulin, seeds, fish feed, equipment and electricity costs which in total cost required for the cultivation period for four months, which is Rp. 2,560,000, - / 214 kg. (1500 tails) which are cultivated can generate sales in the range of Rp.26.000,- for each kilogram, thus generating Rp. 5.226.000,- which is obtained from 201 kg x Rp. 26.000,-. The results of tilapia cultivation carried out by villagers, BUMDes and service groups have been proven to provide additional income for residents, amounting to Rp. 2,666,000, - (Rp. 666,500, - / month). This result is relatively small if it is used as an economic support for the villagers, but can be used as an additional income for the residents so that the residents through the results of this PkM are given recommendations only as additional income that is oriented towards utilizing vacant land owned by the villagers Keywords: borong pa'la'la; business feasibility; cultivation; tilapia Abstrak: Pelaksanaan PkM ini di laksanakan selama ± 9 bulan dalam beberapa tahapan,  yang dimulai dengan observasi dan diakhiri dengan analisis kelayakan usaha. Kegiatan ini diselenggarakan melalui program kemitraan dengan badan usaha milik desa (BUMDes) Borong Pa’la’la dan beberapa  warga pemilik kolam.  Budidaya ikan nila dalam PkM ini menggunakan media kolam terpal (bioflok). Hasil analisis kelayakan usaha memberikan bukti jika terdapat empat komponen biaya (selain lahan) yaitu terpal, bibit, pakan ikan, peralatan dan biaya listrik yang secara keseluruhan biaya yang dbutuhkan untuk masa budidaya selama empat bulan yaitu sebesar Rp.2.560.000,- /  214 kg. (1500 ekor) yang dibudidayakan dapat menghasilkan  penjualan pada kisaran harga Rp.26.000,- untuk setiap kilogramnya, sehingga menghasilkan Rp 5.226.000,- yang diperoleh dari 201 kg x Rp. 26.000,-. Hasil budidaya ikan nila yang dilakukan warga desa, BUMDes dan kelompok pengabdi terbukti dapat memberikan pendapatan tambahan warga, sebesar Rp.2,666.000,- (Rp.666.500,-/bulan). Hasil ini tergolong kecil jika digunakan sebagai penopang ekonomi warga desa, namun dapat digunakan sebagai tambahan pendapatan warga sehingga kepada warga melalui hasil PkM ini diberikan rekomendasi hanya sebagai pendapatan tambahan yang berorientasi untuk memanfaatan lahan kosong yang dimiliki warga desa. Kata kunci: borong pa’la’la; budi daya;  ikan nila; kelayakan usaha

Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Di Sdn Kedungpeluk 2 Sidoarjo

Mahliatussikah, Hanik, Puspita Wardani, Ayu Windyawati, Nurcahyanti, Rosa Meilina, Aryani, Dian Fitra
Abstract: Abstract: The Implementation of the campus teaching independent learning program from the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia Batch II provides opportunities for students to add insight and gain… n experience in helping the teaching and learning process in elementary schools. Among the target partners is SDN Kedungluk 2, Candi District, Regency. Based on initial observations and direct interaction with students in classroom learning, it is known that students are less enthusiastic and less motivated in learning, making it difficult for teachers to deliver material. This resulted in the condition of the class being not conducive. That's why the PBL (Project Based Learning) model is applied because this model has proven to be successful in making students enthusiastic and competitive in their learning because it involves more exploration, interpretation, synthesis and information to produce various forms of learning outcomes which apparently get a positive response from students. PBL activities carried out included, among others, compiling a cooperation tree, learning the properties of light, collage of heroes, education about covid-19, providing life skill materials, teaching students to use laptops & Microsoft word. Learning that involves a lot of student activities is proven to make students more enthusiastic in learning. Learning by doing is in line with this PBL learning.   Keywords: Merdeka Belajar; Learning Model; Project Based Learning   Abstrak: Pelaksanaan kampus mengajar program merdeka belajar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Angkatan II memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menambah wawasan dan mendapatkan pengalaman membantu proses belajar mengajar di sekolah dasar. Di antara mitra sasarannya adalah SDN Kedungpeluk 2 Kecamatan Candi Kabupaten. Berdasarkan observasi awal dan interaksi langsung dengan siswa dalam pembelajaran di kelas, diketahui bahwa peserta didik kurang  bersemangat dan kurang termotivasi dalam belajar sehingga menyulitkan guru dalam menyampaikan materi. Hal itu mengakibatkan kondisi kelas menjadi tidak kondusif. Karena itulah model pembelajaran PBL (Project Based Learning) diterapkan karena model ini terbukti berhasil membuta siswa bersemangat dan kompetitif dalam belajarnya karena lebih melibatkan eksplorasi, interpretasi, sintesis dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar yang terrnyata mendapat respon positif dari peserta didik. Kegiatan PBL yang dilakukan anatara lain, menyusun pohon kerjasama, pembelajaran sifat-sifat cahaya, kolase pahlawan, edukasi tentang covid-19, memberikan materi life skill, mengajarkan siswa menggunakan laptop & microsoft word. Pembelajaran dengan banyak melibatkan aktivitas siswa ini terbukti membuat siswa lebih bersemangat dalam belajar. Learning by doing menjadi sejalan dengan pembelajaran PBL ini.   Kata kunci: Merdeka Belajar; Model Pembelajaran; Project Based Learning

Identifikasi Titik Kritis Pengendalian Kualitas Desain Masker Fashion Produksi Ukm Tanggulangin Sidoarjo

Primaditya, Primaditya, Susandari, Hertina, Zulaikha, Ellya, Ustazah, Eri Naharani, Waluyohadi, Waluyohadi
Abstract: Abstract: Tanggulangin Subdistrict in Sidoarjo Regency, East Java, is a well-known area as the center of the biggest bag and convection industry in East Java. One of them is Sartika Ratu, which has 10 employees and dozens… s of partners with the Tanggulangin SMEs. Sartika Ratu has a long experience in supplying traveling equipment for Umrah and Hajj travel agencies. Due to the COVID-19 pandemic, this business has shifted its production to cloth masks to ensure its business continuity. However, the cloth mask business is now very competitive. Meanwhile, the Tanggulangin SMEs develop mask design in a sporadic way without a strong design concept. This community service program using counseling method to assist the Tanggulangin SMEs in order to produce mask designs that have fashion value so that they have differentiation that increases the selling value. The team provides various alternative mask designs for the Tanggulangin SMEs in the form of a design bank book. Next, selected designs were produced and tested for users. After user testing, the team identifies some critical points that determine the quality of fashion masks. The results of this evaluation become a guide for SMEs to produce better masks and have a high selling value.  Keywords: cloth mask; fashion; quality control Abstrak: Kecamatan Tanggulangin di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, merupakan daerah yang terkenal sebagai sentra industri pengrajin tas dan konveksi terbesar di Jawa Timur. Salah satu di antaranya adalah Sartika Ratu, yang selama ini menjadi pemasok perlengkapan perjalanan umroh dan haji. Sehubungan dengan adanya pandemi COVID-19, UKM yang memiliki 10 karyawan dan belasan mitra di Tanggulangin ini mengalihkan produksinya pada masker kain agar kelangsungan bisnis tetap terjamin. Namun persaingan produk masker saat ini sangat kompetitif, sementara itu pengembangan produk masker yang dilakukan oleh UKM ini bersifat masih bersifat sporadis dan belum berkonsep. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendampingan UKM Tanggulangin agar dapat menghasilkan desain masker yang bernilai fashion sehingga memiliki diferensiasi yang meningkatkan nilai jual.  Tim pengabdi memberikan berbagai alternatif desain masker kepada UKM dalam bentuk buku bank desain, yang dilanjutkan dengan pengujian terhadap beberapa desain terpilih. Setelah dilakukan pengujian produksi, diperoleh hasil evaluasi berupa identifikasi titik kritis yang menjadi penentu kualitas masker fashion.  Hasil evaluasi ini menjadi pegangan bagi UKM untuk memproduksi masker yang lebih baik dan bernilai jual tinggi. Kata kunci: fashion; kontrol kualitas; masker kain

Pembelajaran Berbasis Proyek Dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi Untuk Membantu Peningkatan Daya Saing Umkm

Arifiyanti, Amalia Anjani, Wulansari, Anita
Abstract: Abstract: The adoption of information technology to support the running of MSME business in the era of the COVID-19 pandemic is an absolute choice. So far, the low adoption of information technology by MSME is due to low… awareness of the benefits of information technology for their business and the low ability to use information technology. Higher education institutions can assist MSME with qualified resources and capabilities in utilizing information technology in carrying out business operations to increase their business support capacity. One way of working together is through the partnership method. UMKM will become partners for students who take project-based learning. Based on the feedback from the evaluation of this learning method, the results were that both parties received a positive impact from this learning method. UMKM players will get input, knowledge, and project output products based on information technology, while students will get real experience so that they can increase the effectiveness of understanding the material they get.             Keywords: information technology adoption; msmes; project based learning; project management.     Abstrak: Pengadopsian teknologi informasi untuk mendukung berjalannya usaha bisnis UMKM di era pandemi COVID-19 menjadi pilihan mutlak. Selama ini, rendahnya adopsi teknologi informasi oleh pelaku UMKM dikarenakan faktor rendahnya kesadaran terhadap manfaat teknologi informasi terhadap bisnisnya hingga rendahnya kemampuan penggunaan teknologi informasi. Faktor-faktor ini dapat dibantu oleh pihak perguruan tinggi yang memiliki sumber daya dan kapabilitas yang mumpuni dalam hal pemanfaatan teknologi informasi untuk membantu para pelaku UMKM dalam menjalankan operasional usaha hingga meningkatkan daya dukung usahanya. Salah satu cara kerja sama adalah melalui metode kemitraan. UMKM akan menjadi mitra bagi para mahasiswa yang mengikuti pembelajaran berbasis proyek. Berdasarkan timbal balik dari evaluasi metode pembelajaran ini, hasilnya kedua belah pihak menerima dampak positif dari metode pembelajaran ini. Pelaku UMKM akan mendapatkan masukan, ilmu, hingga produk luaran proyek yang berbasis teknologi informasi, sedangkan para mahasiswa akan mendapatkan pengalaman nyata sehingga dapat meningkatkan efektifitas pemahaman materi yang diperolehnya.   Kata kunci: manajemen proyek; pembelajaran berbasis proyek; pemanfaatan teknologi informasi; umkm.

Penyuluhan Dan Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Dari Kulit Terong Ungu Di Desa Dawuhan

Ningsih, Indah Yulia, Prajitiasari, Ema Desia
Abstract: Abstract: Eggplant is one of the most widely cultivated food commodities in Indonesia. One of them was carried out by "Dawuhan Jaya", the eggplant farmer group in Dawuhan Village, Tenggarang District, Bondowoso Regency,… in which the majority of its members cultivated purple eggplant varieties. All the time, eggplant peel is usually thrown away when the vegetable is consumed. It only becomes unutilized waste. However, it is known that purple eggplant peel has many health benefits, including antibacterial and antioxidant. Therefore, in this service activity, product diversification of eggplant peel was carried out to process it into dish soap, a product that is widely used in households. The method used in the implementation of the activity was the participatory rural appraisal. The service activity aimed to empower the community, especially eggplant farmer group partners. The stages of activities carried out included counseling and training to increase the partner’s knowledge and skills regarding processing purple eggplant peel into high-value products. The next stage was mentoring carried out to determine and ensure the partner’s ability in production and marketing activities independently. This program was expected to be able to utilize purple eggplant by-products and increase people's income.             Keywords: dish soap; product diversification; purple eggplant peel    Abstrak: Terong merupakan salah satu komoditas pangan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Salah satunya dilakukan oleh kelompok petani terong “Dawuhan Jaya” di desa Dawuhan, kecamatan Tenggarang, kabupaten Bondowoso yang mayoritas anggotanya membudidayakan varietas terong ungu. Selama ini biasanya kulit terong selalu dibuang bila akan dikonsumsi, sehingga hanya menjadi sampah yang tak termanfaatkan. Namun, diketahui bahwa kulit terong ungu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, diantaranya sebagai antibakteri dan antioksidan. Oleh karena itu, dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan upaya diversifikasi produk kulit terong menjadi produk yang banyak digunakan dalam rumah tangga, seperti sabun cuci piring. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan adalah participatory rural appraisal. Tahapan kegiatan yang dilakukan mencakup penyuluhan dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra mengenai pengolahan kulit terong ungu menjadi produk yang bernilai jual tinggi. Tahapan selanjutnya adalah pendampingan yang dilaksanakan untuk mengetahui dan memastikan kemampuan mitra dalam kegiatan produksi dan pemasaran secara mandiri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, khususnya mitra kelompok petani terong. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memanfaatkan produk sampingan terong ungu sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. Kata kunci: diversifikasi produk; kulit terong ungu; sabun cuci piring

Pemeriksaan Kesehatan, Kebugaran, Dan Terapi Komplementer Bagi Warga Muntilan Magelang

Hidayah, Nurul, Pinilih, Sambodo Sriadi, Masithoh, Robiul Fitri, Suhariyanti, Enik, Cahyaningsih, Daryati Retno, Niawati, Nurul, Utomo, Prasetyo Budi, Pudjianto, Pudjianto, Ariyanto, Guno
Abstract: One of the roles of health workers, in this case nurses, is to provide education about how to behave healthily. The aim of the team from the Faculty of Health Sciences, Universitas Muhammadiyah Magelang, to carry out this… s community service activity is to have a real role in improving the degree of health in the community. Partners in this community service activity are residents of Muntilan Magelang. This community service activity emphasizes health education in the form of health counseling on the management of degenerative diseases, health checks in the form of checking blood pressure, current blood sugar, and gout. The team also provides solutions on how to manage degenerative diseases using complementary therapies. In addition to the examinations that have been submitted, the team also carried out fitness checks to determine the condition of the body's cells. This community service activity was carried out for two days (27-28 November 2019). The results obtained in this community service activity were that residents became aware of their health conditions and were able to apply complementary therapies that had been taught by the team.    Keywords: examination of health; fitness; complementary therapy Abstrak: Salah satu peran tenaga kesehatan dalam hal ini perawat yaitu memberikan edukasi tentang bagaimana berperilaku sehat. Tujuan tim dari fakultas ilmu kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang melakukan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sebagai peran nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan di masyarakat. Mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah warga Muntilan Magelang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menekankan pada pendidikan kesehatan berupa penyuluhan kesehatan tentang penatalaksaan penyakit degeneratif, pemeriksaan kesehatan berupa pengecekan tekanan darah, Gula Darah Sewaktu (GDS), dan asam urat. Tim juga memberikan solusi bagaimana melakukan penatalaksanaan penyakit degeneratif dengan menggunakan terapi komplementer. Selain pemeriksaan yang telah disampaikan, tim juga melakukan pengecekan kebugaran untuk mengetahui kondisi sel tubuh. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan selama dua hari, yaitu pada tanggal 27-28 November 2019. Hasil yang diperoleh pada kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu warga menjadi paham tentang kondisi kesehatannya dan mampu mengaplikasikan terapi komplementer yang telah diajarkan oleh tim. Kata kunci:pemeriksaan kesehatan; kebugaran; terapi komplementer