Abstract:Kolam pancing milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Putat Lor, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, secara fisik telah tersedia namun belum beroperasi secara optimal karena ketiadaan strategi pemasaran dan media promosi…
digital, sementara lingkungan PAUD SPS setempat masih memerlukan penataan dari sisi kebersihan, keteraturan, dan penghijauan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendorong operasionalisasi aset ekonomi desa melalui digitalisasi promosi serta memperbaiki kualitas lingkungan belajar anak usia dini melalui pendekatan partisipatif berbasis kolaborasi multipihak. Metode pelaksanaan mencakup observasi dan asesmen kebutuhan, sosialisasi dan penyusunan rencana bersama mitra, pelaksanaan intervensi secara bertahap selama empat minggu, pendampingan operasional, serta evaluasi dan perencanaan keberlanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kolam pancing BUMDes telah beroperasi dengan jadwal dan tarif yang disepakati, didukung akun media sosial resmi, konten foto dan video promosi, banner di lokasi strategis, serta pendaftaran titik lokasi pada peta digital. Di sisi lain, lingkungan PAUD SPS menjadi lebih bersih, tertata, dan hijau melalui kegiatan gotong royong, pengecatan sarana bermain, dan penanaman tanaman hias. Kegiatan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, BUMDes, dan satuan pendidikan anak usia dini mampu mengoptimalkan potensi ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan, dengan syarat keberlanjutan dijaga melalui pendampingan pengelolaan pascaprogram.
Abstract:Pengelolaan sampah di Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik masih menghadapi permasalahan berupa rendahnya pemilahan sampah dari sumber, pencatatan transaksi yang dilakukan secara manual, keterbatasan data,…
, serta kurangnya transparansi nilai ekonomi sampah bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat tata kelola sampah kering melalui penerapan Bank Sampah Digital berbasis web yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan community development melalui tahapan observasi dan identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan mitra, pengembangan sistem, sosialisasi, pelatihan, uji coba, pendampingan, serta evaluasi. Subjek kegiatan meliputi pengelola BUMDes, pemerintah desa, kader PKK, dan sekitar 150 kepala keluarga pada fase implementasi awal. Program menghasilkan platform digital yang mendukung pengelolaan data nasabah, kategori dan harga sampah, pencatatan hasil penimbangan, perhitungan nilai transaksi, saldo tabungan, riwayat setoran, stok, dan pelaporan. Implementasi sistem membantu pengelola BUMDes melakukan pencatatan transaksi secara lebih terstruktur, mempercepat penghitungan nilai setoran, serta meningkatkan keterlacakan dan transparansi informasi bagi nasabah. Kegiatan pelatihan dan pendampingan juga meningkatkan kemampuan awal pengelola dalam mengoperasikan sistem serta mendorong keterlibatan kader PKK dalam edukasi pemilahan sampah kepada masyarakat. Meskipun demikian, keberlanjutan program masih memerlukan penguatan kapasitas operator, konsistensi partisipasi warga, pemeliharaan sistem, kemitraan dengan pengepul, dan pengukuran dampak secara berkala. Program Smart Waste Village memberikan fondasi awal bagi pengelolaan sampah berbasis data, pemberdayaan masyarakat, penguatan peran BUMDes, dan pengembangan ekonomi sirkular di tingkat desa secara berkelanjutan.
Abstract:Desa Ketandan memiliki potensi ekonomi lokal pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta wisata. Namun, pemanfaatan potensi tersebut belum terintegrasi secara optimal dengan…
an pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kegiatan pengabdian ini bertujuan memetakan potensi desa secara partisipatif, mengidentifikasi permasalahan BUMDes, dan merumuskan peluang usaha yang relevan melalui Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan dilaksanakan pada 29 Juli 2026 di Balai Desa Ketandan dan dihadiri 32 peserta yang berasal dari unsur perangkat desa, pengurus BUMDes, ketua RW, dan masyarakat. Sebanyak 31 peserta memiliki data pre-test dan post test berpasangan lengkap untuk dianalisis. Pelaksanaan kegiatan meliputi diseminasi informasi melalui infografis dan website pemetaan potensi desa, diskusi kelompok terarah, pemetaan partisipatif, presentasi hasil kelompok, serta evaluasi secara deskriptif. Hasil FGD mengidentifikasi lima sektor potensi utama dan empat kelompok permasalahan BUMDes, yaitu komunikasi dan koordinasi, kelembagaan dan tata kelola, pendanaan, serta manajemen risiko. Rata-rata nilai evaluasi meningkat dari 91,83 menjadi 93,98 atau sebesar 2,15 poin (2,34%). Kegiatan juga menghasilkan website dan infografis pemetaan potensi desa sebagai media informasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. FGD terutama berperan sebagai sarana validasi, konsolidasi informasi, dan perumusan arah pengembangan potensi desa secara kolaboratif.
Abstract:Amidst the growing number of tourism villages and intensifying competition among destinations, tourism village managers face the challenge of devising digital marketing strategies that are not merely informative but also…
capable of sustainably building meaning, experiences, and destination competitiveness. This study aims to examine the social media-based digital marketing strategies implemented by a specific attraction within Pujon Kidul Tourism Village identifying supporting and inhibiting factors and to analyze the role of digital narratives in shaping the destination's image and competitiveness. A qualitative approach was employed, with data collected through in-depth interviews with tourism village managers (BUMDes), the Tourism Awareness Group (Pokdarwis), tourism-related MSMEs, village officials, and tourists. Data analysis was conducted thematically, utilizing source triangulation to ensure the validity of the findings. The study reveals that social media management remains reactive and unplanned, characterized by the absence of content calendars, creative direction, and performance evaluation mechanisms. Furthermore, there is a misalignment between the digital narratives used and the core identity of Cafe Sawah Pujon Kidul as a culinary destination rooted in the rural experience. Nevertheless, there are opportunities to be leveraged, such as hosting TikTok live streams which have proven effective for content collaboration with local SMEs and communities as well as the management's openness to learning and guidance.
Abstract:Program Ketahanan Pangan Desa adalah inisiatif strategis yang mewajibkan penggunaan minimal 20% Dana Desa (sesuai Permendes No. 2 Tahun 2024) untuk meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, dan konsumsi pangan warga secara…
ecara mandiri dan berkelanjutan. Program ini berfokus pada nabati/hewani, pengelolaan lumbung, dan penguatan BUMDes. Susu kambing adalah alternatif susu sapi yang kaya nutrisi, lebih mudah dicerna, dan mengandung protein, kalsium, serta prebiotik tinggi untuk meningkatkan imunitas dan kesehatan pencernaan. Budidaya melon premium (seperti varietas Inthanon, Kinanti, atau Fujisawa) sangat diminati karena menawarkan harga jual jauh lebih tinggi, rasa jauh lebih manis dan renyah, serta keamanan konsumsi (rendah/bebas pestisida) dibandingkan melon konvensional. Dengan mendasarkan beberapa alasan di atas, KUB ( Kelompok Unit Bersama ) Desa Pagongan Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal memanfaatkan dana pada program ketahanan pangan desa untuk petermakan kambing dan budidaya melon premium. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif kualitatif. Penelitian bertujuan untuk Untuk mengkaji proses perencanaan dan implementasi pemanfaatan dana desa, untuk mengetahui seberapa efektif program peternakan kambing perah dan budidaya melon premium dalam peningkatan pengembangan ekonomi pedesaan dan untuk menelaah peran dan kontribusi kedua kegiatan peternakan kambing perah dan budidaya melon dalam pengembangan pembangunan desa. Hasil penelitian diharapkan memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai proses perencanaan dan implementasi pemanfaatan dana desa serta menjadi dasar bagi pemanfaatan program dana desa lainnya kedepannya
Abstract:Badan Usaha Milik Desa is agency business that was established by the Government of the village with capital beginning sourced from APB December to utilize all the potential economic, institutional economy as well as the…
potential source of the power of nature and the source of the power of man in order to improve the welfare of the community village. Research This aims to determine the role of BUMDes in utilizing the potential of the economy locally with a variety of potential which is owned by the village in order to improve the welfare of the economy of society villagers and encourage an increase in revenues native village. This research is a field, data collection techniques used in this study is a triangulation technique (observation, interview and documentation). The method of research is using the method of research qualitative descriptive. The results of this study are the role of BUMDes Sumber Sejahtera in increasing the potential and economic prosperity of the community in Pujonkidul Village through its programs and business units that can open new jobs for residents, increase community incomes and encourage increased PAD Desa.
Abstract:Implementasi Kebijakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kuapan adalah untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat desa dengan mengelola sumber daya lokal. BUMDes Kuapan didirikan untuk mengelola dan mengembangkan potensi desa…
a dengan tujuan meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup masyarakat. Dalam hal ini, tujuan kebijakan BUMDes Kuapan adalah untuk mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan. Namun, implementasi kebijakan ini masih menghadapi beberapa masalah. Ini termasuk keterbatasan sumber daya, kegagalan manajemen, dan partisipasi masyarakat yang belum optimal. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan BUMDes Kuapan dan menemukan komponen yang memengaruhi keberhasilannya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara,observasi,dan dokumentasi. Pengumpulan data,reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dilakukan pada teknik analisis data. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori George Edward III dengan empat indikator, yakni komunikasi, Sumber Daya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa Implementasi Kebijakan Tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kuapan Kecamatan Tambang belum terlaksana dengan baik. Faktor yang menjadi penghambat dalam Implementasi Kebijakan Tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)Desa Kuapan ialah keterbatasan sumber daya manusia,kurangnya sosialisasi dan komunikasi serta persaingan usaha yang ketat.
Abstract:This research aims to determine the effectiveness of Village Fund management in improving the business performance of the Village-Owned Enterprise (BUMDes) in Limehu Village, Tabongo District, Gorontalo Regency. The study…
y was motivated by the stagnant condition of BUMDes Sinar Utara despite the village receiving an annual Village Fund allocation. This research used a qualitative descriptive method with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with six informants, document review, and direct observation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model and validated through triangulation. The results show that among the five dimensions of Village Fund management analyzed based on Minister of Finance Regulation (PMK) Number 145 of 2023, the dimensions of administration and fund utilization have run relatively effectively, while the accountability dimension has only been fulfilled procedurally, the reporting dimension has not been consolidated, and the monitoring and evaluation dimension remains reactive. Overall, Village Fund management in Limehu Village has not been optimal in improving the business performance of BUMDes Sinar Utara.
Abstract:Based onthe conditions of the Village Development Index (IDM) for Putren Village, usingscoring analysis in 2023, the score was 0.694, with a detailed Social Resilience Index (IKS) score ofSocial Resilience Index (IKS) is…
0.748, the Economic Resilience Index (IKE)is 0.667, and the Environmental Resilience Index (IKL) is 0.667. With this IDM score, Putren Villageis classified as a developing village because it has not yetoptimized its Economic Resilience Index and Environmental Resilience Index.This study aims to formulate a development strategy for Putren Villagetowards becoming an independent village based on the IDM. The analysis method applied inthis study is descriptive qualitative through content analysis. Thedata collection methods used are questionnaires and interviews. The results of the analysisshow that the development strategy for Putren Village towards becoming an independentvillage based on IDM criteria and community expectations is directed at the developmentand repair of village roads, the provision of integrated drainage, the formation of BUMDesand the improvement of the competence of the community
Abstract:BUMDes Sepenuh Hati manages several businesses in Loa Duri Ilir Village, which encompass various village potentials in the fisheries sector, including fish farming, fish processing, fishing ponds, and alternative fish feed…
ed production. The utilization of these businesses requires the optimization of BUMDes in their management. The purpose of this research is to determine priorities for BUMDes Sepenuh Hati in managing the fishery potential of Loa Duri Ilir Village. The data collection technique used by the researcher involved questionnaires and interviews. The data analysis method uses the Analytic Hierarchy Process (AHP). This method allows for the analysis of the optimization of BUMDes Sepenuh Hati in managing fishery potential based on four aspects: the human resource aspect, the financial aspect, the marketing aspect, and the production aspect. The research results indicate that the main priority criteria for optimizing BUMDes are the human resource aspect, followed by the production aspect, the financial aspect, and lastly the marketing aspect. Based on the analyzed alternatives, BUMDes Sepenuh Hati received a facilitator recommendation from the fish farming group (Pokdakan) to assist in managing the fishery potential of Loa Duri Ilir Village.