Search Articles & Publications

Showing 172 articles found for "Grade"

IMPLEMENTASI PENGAMBILAN JURUSAN SISWA MADRASAH ALIYAH SWASTA DI TANJUNGBALAI DENGAN METODE SAW

Melati, Putri, Siregar, Iqbal Kamil, Rahayu, Elly
Abstract: Abstract: The school management routinely determines the majors of private students at Madrasah Aliya (MAS) every year. YMPI Private Madrasah Ariyah (MAS) is one of the MAs that implements the 2013 curriculum. One of the… work programs in the MAS Curriculum is to register for the first year majors which will continue to the second year. In this case, a decision support system (DSS) is a computer interactive system that assists school management in making decisions. In this study the system development method used is the Prototyping Method. Prototyping is a system development method that is widely used. With this method, developers and customers can interact with each other during the system creation process. The system prototype method involves the user directly with analysis and design, very effective for system correction. A decision support system with the SAW (Simple Additive Weighting) method is used to solve the problem of choosing a major. The application of the SAW method is expected to support the decision-making process to choose a major that is in accordance with the students' academic grades while still in junior high schools beforehand as well as the IQ abilities of each student and the results of their interest in the chosen major. The research resulted in an application that is able to determine the choice of majors with the results of an application by determining the value/weight using the SAW method so that it can be determined that Abdul Rozak entered the Science major and Abil Akbar entered the Social Sciences major.   Keywords: decision making system; selection of majors; SAW; criteria.   Abstrak: Pihak manajemen sekolah rutin menentukan jurusan siswa swasta di Madrasah Aliya (MAS) setiap tahun. Madrasah Ariyah Swasta YMPI (MAS) merupakan salah satu MA yang menerapkan kurikulum 2013. Salah satu program kerja dalam Kurikulum MAS adalah mendaftar ke jurusan tahun pertama yang akan melanjutkan ke tahun kedua. Dalam hal ini, sistem pendukung keputusan (DSS) adalah sistem interaktif komputer yang membantu pihak manajemen sekolah dalam mengambil keputusan. Dalam penelitian ini metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Metode kuantitatif.  Dengan mengumpulkan data berupa angka dengan kriteria yang telah ditentukan mulai dari data nilai akademik IPA dan IPS, Nilai tingkat kecerdasan (IQ) serta nilai minat dari setiap siswa yang diperoleh dari kuisoner.Sistem pendukung keputusan dengan metode SAW (Simple Additive Weighting) digunakan untuk menyelesaikan masalah pemilihan jurusan. Penerapan metode SAW diharapkan dapat mendukung proses pengambilan keputusan untuk memilih jurusan yang sesuai dengan nilai akademik siswa saat masih di sekolah SLTP sebelmumnya serta kemampuan IQ masing-masing siswa serta hasil minat mereka ke jurusan pilihan tersebut. Penelitian menghasilkan aplikasi yang mampu menentukan pilihan jurusan dengan hasil sebuah aplikasi dengan menentukan nilai/bobot dengan menggunakan metode SAW sehingga dapat ditentukan bahwa Abdul Rozak masuk ke jurusan IPA serta Abil Akbar masuk kejurusan IPS.   Kata kunci: sistem penentuan keputusan; pemilihan jurusan; SAW; kriteria  

Sistem Informasi Akademik SMP Santa Veronika Berbasis Web

Sita, Nadia, Asril, Elvira
Abstract: Abstract: The academic information system at Santa Veronika Junior High School is still  done manually. In processing academic data, it is still conventional with a data collection  system, which is now felt to have many… ny shortcomings that occur because the existing  system still uses sheets of paper and archives so that it can cause existing data to be easily  lost or damaged. System development in the form of making a web-based academic  information system at Santa Veronika Junior High School is a system that provides online  student report information in the form of web-based student grade reports, thus helping  speed  and  quality  in  delivering  information.  In  addition,  with  a  web-based,  data  information can be accessed at an unspecified time and place. In this system, the menu  can only  be accessed by certain  users, namely admin, teacher, homeroom  teacher,  students, principal. In this study, apart from describing the theoretical study used as the  basis for the preparation, it will also discuss system design and information system  creation. System can be implemented in a product that will fix all the shortcomings that  exist in the old system.   Keywords: academic; school; junior high school    Abstrak: Sistem informasi akademik pada SMP Santa Veronika masih dilakukan secara  manual. Dalam pengolahan data akademik masih secara konvensional dengan sistem  pendataan yang sekarang dirasakan masih banyak kekurangan yang terjadi dikarenakan  sistem  yang  ada  masih  menggunakan  lembaran  kertas  dan  arsip  sehingga  dapat  menyebabkan data-data yang ada mudah hilang ataupun rusak. Pengembangan sistem  berupa pembuatan sistem informasi akademik berbasis web pada SMP Santa Veronika  merupakan sistem yang memberikan informasi laporan siswa secara online yang berupa  laporan  nilai  siswa  yang  bersangkutan  dengan  berbasis  web,  sehingga  membantu  kecepatan dan kualitas dalam penyampaian informasi. Selain itu dengan berbasis web  maka informasi data dapat diakses dengan waktu dan tempat yang tidak ditentukan. Pada  sistem ini, menu hanya dapat diakses oleh user tertentu yaitu admin, guru, walikelas,  siswa,  kepala  sekolah.  Dalam  penelitian  ini  selain  memaparkan  kajian  teori  yang  digunakan sebagai dasar penyusunan, juga akan dibahas mengenai perancangan sistem  dan pembuatan sistem informasi. Hasil dari yang dibuat dapat membantu akademik dalam pendataan laporan dan memperbaiki segala kekurangan yang ada pada sistem yang lama.   Kata Kunci : akademik; sekolah; SMP    

Edukasi Interakktif SI PITA Melalui Media Powerpoint dan Puzzle di SMPN 28 Jakarta

Sada Rasmada, Jati, Mateus Bagas Nugroho, Paramitha Wirdani Ningsih Marlina, Agnes Maharani Puji Wulandari, Aloysius Prima Cahya Miensugandhi, Damelya Patriksia Dampang
Abstract: Abstract: This community service program aimed to improve adolescents’ knowledge of balanced nutrition guidelines through an interactive educational program at SMPN 28 Jakarta. The identified problem was the low level of… of students' knowledge regarding the “Isi Piringku” concept, which may affect nutritional status and eating habits among adolescents. The method was conducted through three stages: preparation, implementation, and evaluation. The intervention consisted of nutrition education delivered using PowerPoint media, followed by a practical activity involving the arrangement of the Isi Piringku puzzle. The evaluation employed a pre-test and post-test design involving 30 seventh-grade students to assess changes in knowledge before and after intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon test, which showed a significant difference between pre-test and post-test scores (p=0.003). The proportion of students with good knowledge increased from 6,7% to 26,7% after the intervention. Monitoring conducted three days after the education session indicated that some students had begun applying the “Isi Piringku” concept, although food availability at home remained a challenge. This study concludes that education using visual media and interactive practices is effective in improving adolescents' nutritional knowledge; however, support from families and schools is necessary to optimize sustainable behavioral changes. Keyword: adolescent knowledge; balanced nutrition education; community service   Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pedoman gizi seimbang melalui program edukasi interaktif. Permasalahan yang dihadapi adalah masih rendahnya tingkat pengetahuan siswa tentang konsep Isi Piringku, yang berpotensi memengaruhi status gizi dan kebiasaan makan remaja. Metode kegiatan dilakukan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Intervensi berupa edukasi gizi menggunakan media PowerPoint dan praktik penyusunan puzzle Isi Piringku. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pada 30 siswa kelas VII. Analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test (p=0,003). Persentase pengetahuan kategori baik meningkat dari 6,7% menjadi 26,7% setelah intervensi. Monitoring tiga hari pascaedukasi menunjukkan sebagian siswa mulai menerapkan konsep isi piringku, meskipun masih terdapat hambatan pada ketersediaan pangan di rumah. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa edukasi menggunakan media visual dan praktik interaktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi remaja, namun diperlukan dukungan keluarga dan sekolah untuk optimalisasi perubahan perilaku Kata kunci: edukasi gizi; isi piringku; pengabdian masyarakat

Membangun Iklim Sekolah Ramah Anak: Program Pencegahan Perundungan di SDN 010029 Desa Perkebunan Sukaraja

Rahmadani, Elfira, Lidiana Permata Sari, Putri, Azhari, Rahmad, Pradana Tamba, Andre, Syahida Siregar, Hanadia, Roma Utami, Naila, Sonita, Elvina
Abstract: Abstract: Bullying in Indonesian elementary schools continues to pose a significant threat to students' safety and well-being.  In order to improve anti-bullying literacy, increase social awareness, and promote a secure… and welcoming school environment, the "Building a Child-Friendly School Climate: Bullying Prevention Program in Elementary Schools" program was put into place.  Thirty-two pupils in grades IV–VI participated in the one-day participatory activity at SDN 010029 Perkebunan Sukaraja Village, Asahan Regency.  Ice-breaking, conversation, role-playing, storytelling, poster-making, and introspection were among the techniques employed.  A Likert-scale questionnaire evaluation revealed an average overall score of 3.75 (very good category), with material understanding (3.81) and applicability to school life (3.78) showing the greatest signs.Students' awareness, empathy, and bravery in confronting bullying increased, according to qualitative data.  The activity's outcomes show that a practical, experience-based approach is successful in fostering a school climate that is kid-friendly and establishing anti-bullying ideals.  From a scientific perspective, this program helps primary schools create models of violence prevention and character education that align with the national PPKSP and Child-Friendly Schools regulations. It is hoped that this program will be adopted as a routine school activity. Keywords: anti-bullying literacy; school climate; bullying; child-friendly schools; elementary education   Abstrak: Perundungan (bullying) di sekolah dasar masih menjadi tantangan serius bagi kesejahteraan dan rasa aman peserta didik di Indonesia. Program Membangun Iklim Sekolah Ramah Anak: Program Pencegahan Perundungan di Sekolah Dasar dilaksanakan untuk memperkuat literasi anti-perundungan, meningkatkan kesadaran sosial, dan menumbuhkan budaya sekolah yang aman serta inklusif. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif selama satu hari di SDN 010029 Desa Perkebunan Sukaraja, Kabupaten Asahan, dengan melibatkan 32 siswa kelas IV–VI. Metode yang digunakan mencakup ice-breaking, diskusi, storytelling, permainan peran, pembuatan poster, dan refleksi. Evaluasi melalui angket skala Likert menunjukkan rata-rata skor keseluruhan sebesar 3,75 (kategori sangat baik), dengan indikator tertinggi pada keterpahaman materi (3,81) dan relevansi dengan kehidupan sekolah (3,78). Data kualitatif memperlihatkan peningkatan kesadaran, empati, dan keberanian siswa menolak perundungan. Hasil kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis pengalaman langsung efektif dalam menanamkan nilai-nilai anti-perundungan dan memperkuat iklim sekolah yang ramah anak. Secara ilmiah, program ini berkontribusi pada pengembangan model pendidikan karakter dan pencegahan kekerasan di sekolah dasar yang sejalan dengan kebijakan nasional PPKSP dan Sekolah Ramah Anak. Program ini diharapkan diadopsi sebagai kegiatan rutin sekolah. Keterbatasan kegiatan yang dilaksanakan satu hari masih menyisakan ruang untuk penguatan program secara berkelanjutan melalui aktivasi Satgas PPKSP. Kata kunci: Perundungan; Iklim Sekolah; Sekolah Ramah Anak; Literasi Anti-Perundungan; Pendidikan Dasar

Workshop Maket Sebagai Sarana Pengembangan Ilmu Pembuatan Maket Bagi SMKN 1 Kalipucang

Putri, Tabita Febriawaty Kartika, Pilar Abadi, Vincensius Oktsaga
Abstract: Abstract: SMKN 1 Kalipucang is one of the vocational high schools in Indonesia that offers a major in Building Information Modeling Design (DPIB). Students in the DPIB major are educated to be ready to work in terms of presenting… resenting building information visually in the form of mockups and animations. However, students at SMKN 1 Kalipucang still need information about the steps of making mockups that are in line with the standards of the real working industry. The Architecture Study Program at UKDW has an Architectural Communication Techniques class that learns about making model mockups for architectural presentations. Therefore, SMKN 1 Kalipucang in collaboration with the Architecture Study Program of UKDW held a workshop on mockup making for the 11th grade students of the DPIB Department of SMKN 1 Kalipucang so that students can develop knowledge in making mockups. This activity used a training method that began with an explanation and continued with a workshop held in groups. From the workshop, 100% of students were able to make a simple building mockup in a limited time. Keywords: Building mockup; vocational high school; workshop   Abstrak: SMKN 1 Kalipucang merupakan salah satu SMK di Indonesia yang menawarkan jurusan Desain Pemodelan Informasi Bangunan (DPIB). Siswa pada jurusan DPIB dididik agar siap untuk bekerja dalam hal menyajikan informasi bangunan secara visual dalam bentuk maket maupun animasi. Namun demikian, siswa di SMKN 1 Kalipucang masih membutuhkan informasi tentang langkah-langkah pembuatan maket yang sesuai dengan standar dunia kerja. Program Studi Arsitektur UKDW memiliki kelas Teknik Komunikasi Arsitektur yang mengajarkan tentang salah satunya pembuatan maket model dalam presentasi arsitektur. Oleh karena itu, SMKN 1 Kalipucang bekerjasama dengan Program Studi Arsitektur UKDW mengadakan workshop pembuatan maket bagi siswa Kelas XI Jurusan DPIB SMKN 1 Kalipucang agar siswa dapat mengembangkan ilmu dalam membuat maket. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode pelatihan dengan penyuluhan dan workshop secara berkelompok. Dari workshop yang telah dilakukan, 100% siswa mampu untuk membuat maket bangunan sederhana dalam waktu yang terbatas. Kata kunci: Maket bangunan; SMK; workshop  

Sosialisasi Dalam Mendorong Penggunaan Barang Ramah Lingkungan di SDN 12 Sesetan

Andistan, Ignacia Betrya, Laksmi P, Kadek Wulandari
Abstract: Community service through real work lectures (KKN) is a form of student contribution in overcoming problems in the community. This service aims to increase the awareness of elementary school students on the importance of… using environmentally friendly goods as a form of effort to preserve the environment where students do not understand the use of environmentally friendly goods. Socialization is carried out through an educational approach involving presentations, interactive discussions, and practical activities such as the introduction of alternative eco-friendly goods. The target of this activity is grade 6 students at SD Negeri 12 Sesetan. The results of the activity showed that students were able to understand the concept of using environmentally friendly goods and were able to apply them by bringing their own drinking bottles and using cloth shopping bags. This activity is able to have a positive impact on increasing students' understanding of the importance of maintaining an environment from an early age.      Keywords: eco-friendly goods; Socialization; Environmental Awareness; Elementary School Students; Plastic Waste   Abstrak: Pengabdian kepada masyatarat melalui kuliah kerja nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengatasi permasalahan yang ada di masayarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa sekolah dasar terhadap pentingnya penggunaan barang ramah lingkungan sebagai bentuk upaya menjaga kelestarian lingkungan yang mana siswa belum paham penggunaan barang-barang yang ramah lingkungan. Sosialisasi dilakukan melalui pendekatan edukatif yang melibatkan presentasi, diskusi interaktif, dan kegiatan praktek seperti pengenalan alternatif barang ramah lingkungan. Sasaran dari kegiatan ini adalah siswa/i kelas 6 di SD Negeri 12 Sesetan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa/i mampu memahami konsep penggunaan barang ramah lingkungan dan mampu menerapkannya dengan membawa botol minum sendiri dan menggunakan tas belanja kain. Kegiatan ini mampu memberi dampak positif terhadap peningkatan pemahaman siswa/i tentang pentingnya menjaga lingkugan sejak usia dini. Kata kunci: Barang Ramah Lingkungan; Sosialisasi; Sadar Lingkungan; Siswa SD; Sampah Plastik

Optimasi Proyek Konstruksi Melalui Pelatihan Penggunaan Microsoft Project Untuk Penyusunan Jadwal Proyek

Nurmeyliandari, Revianty, Bastam, Mukhlis Nahriri, Panjaitan, Febriyanti, Amalia, Ghina, Febriandi, Yusuf
Abstract: This program aims to enhance employees' abilities in creating more efficient and organized project schedules. This need arose due to some employees' limited knowledge and experience in utilizing Microsoft Project to produce… uce accurate and structured work schedules. The training involved four employees, comprising three participants with a background in civil engineering and one from management. The training methods included an introduction to basic project scheduling, the use of Microsoft Project, and the application of real case studies from ongoing projects. Pre-test results showed an average score of 54.25, with the management participant receiving a grade of E, while civil engineering participants received grades of C and D. After the training, the post-test indicated significant improvement, with one participant achieving a grade of A and two others obtaining a grade of B. The management participant improved to a grade of C. The final assignment, creating a project schedule using Microsoft Project, was successfully completed by all participants, demonstrating improved skills in project management and resource optimization. In conclusion, this training successfully enhanced employees' understanding and skills in using Microsoft Project for project schedule optimization at CV. KEINARRA, which has the potential to increase the company's overall efficiency. Keywords: Microsoft Project; project scheduling; training; optimization.    Abstrak: Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam menyusun jadwal proyek yang lebih efisien dan terorganisir. Permintaan ini timbul karena beberapa karyawan kurang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam memanfaatkan Microsoft Project untuk menghasilkan jadwal kerja yang akurat dan terstruktur. Pelatihan ini melibatkan empat karyawan, terdiri dari tiga peserta dengan latar belakang teknik sipil dan satu dari manajemen. Metode pelatihan meliputi pengenalan dasar penjadwalan proyek, penggunaan Microsoft Project, serta aplikasi studi kasus nyata dari proyek yang sedang berlangsung. Hasil pre-test menunjukkan skor rata-rata sebesar 54,25, di mana peserta dari manajemen mendapatkan nilai E, sedangkan peserta dari teknik sipil mendapatkan nilai C dan D. Setelah pelatihan, post-test menunjukkan peningkatan signifikan dengan satu peserta meraih nilai A dan dua peserta lainnya mendapatkan nilai B. Peserta dari manajemen meningkat ke nilai C. Tugas akhir berupa penyusunan jadwal proyek dengan Microsoft Project berhasil diselesaikan oleh semua peserta, menunjukkan peningkatan keterampilan dalam manajemen proyek dan optimalisasi sumber daya. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan karyawan dalam penggunaan Microsoft Project untuk optimasi jadwal proyek di CV. KEINARRA, yang berpotensi meningkatkan efisiensi perusahaan secara keseluruhan. Kata kunci: Microsoft Project; penjadwalan proyek; pelatihan; optimasi.

Optimizing Thematic Pictures To Enrich Young Learners’ Vocabulary Mastery

Iman, Jaya Nur, Angraini, Nike
Abstract: Majority of Indonesian EFL young learners struggle with mastering English vocabulary. This community service activity was about to see whether or not incorporating thematic pictures could enrich young learners’ English&#8230; glish vocabulary. It used quantitative approach with descriptive analysis. Conveniently, one class was taken as the sample of this current activity which consisted of fourteen participants coming from different grades of elementary school. A Dictation test was administered as pretest and posttest before and after intervention to portray the young learners’ achievement level. The result showed that using thematic pictures was significantly impactful in enriching young learners’ English vocabulary mastery (.00 < .05). Ultimately, some pedagogical implication were also addressed accordingly in this present activity to young learners, future facilitators as well as researchers. Keywords: thematic pictures; vocabulary mastery; young learners.    Abstrak: Mayoritas pembelajar muda di Indonesia memiliki masalah dengan penguasaan kosakata Bahasa Inggris. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melihat apakah penggunaan gambar tematik dapat memperkaya kosa kata bahasa Inggris pelajar muda atau tidak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif. Mudahnya, satu kelas diambil sebagai sampel kegiatan kali ini yang terdiri dari empat belas peserta yang berasal dari berbagai tingkatan sekolah dasar. Tes Dikte diberikan sebagai pretest dan posttest sebelum dan sesudah intervensi untuk menggambarkan tingkat prestasi pelajar muda. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan gambar tematik memberikan dampak yang signifikan dalam memperkaya penguasaan kosakata bahasa Inggris pelajar muda. Pada akhirnya, beberapa implikasi pedagogis juga dibahas dalam kegiatan ini kepada pelajar muda, fasilitator masa depan, serta peneliti.   Kata kunci: gambar tematik; pembelajar muda; penguasaan kosakata

Melatih Kreativitas Diri Siswa Dasar Melalui Fun Book Dalam Pembelajaran Ma-tematika Dan Bahasa

Anim, Anim, aryni, Yen, permatasari, Putri lidiana
Abstract: This article discusses the use of Fun Books as a measuring tool to increase students' creativity at elementary school level in mathematics and language learning. This service is carried out with a focus on measuring students'&#8230; ents' creativity levels before and after implementing the Fun Book as well as evaluating how to stimulate students' creativity in both subjects. The target of the training is selected students, namely SD Negeri No. 010246 Banjar. The students selected were 16 Grade 2 students. The problem seen at this school is that students are still passive in learning, students are not yet creative and have difficulty answering questions asked by the teacher during each lesson in class, there are even 50% of students who are sleepy when taking part in class lessons. The impact of this training was that 13 students were able to use Fun Book media. Evaluation is carried out at the end of the training by distributing questionnaires to measure the participant's level of understanding. The questionnaire contains questions related to the respondent's identity; general questions related to mathematics and language learning and specific questions related to Fun Book media. The calculation of the questionnaire used the Guttman scale. The evaluation results showed that 89.84% had increased knowledge seen from the calculation of the questionnaire per individual and per question asked and the participation and enthusiasm of students during activities using the Fun Book. Keywords: Fun Book; creativity; student

Pelatihan Destinasi Wisata Bersih Melalui Teknologi Media Digital Dalam Menun-jang Pariwisata Desa Cipta Karya

Yuliana, Yuliana, Siahaan, Shanti Veronica Br, Benny, Petrus
Abstract: Abstract: Cipta Karya Village is located in Bengkayang Regency, a small village that has interesting natural attractions for tourist visits. But there is still minimal awareness of visitors who are responsible for waste.&#8230; Therefore, a community service program was held to manage waste into new goods so as to produce products to increase the economy of rural communities by utilizing digital media technology as a means of tourism promotion. This service aims to provide clean tourism education through waste management programs into new goods, counseling about (content) upgrades, and social media accounts as well as technical training in compiling promotional content based on digital media technology. The method of community service activities applied Socialization and discussion, training and mentoring, and evaluation, through evaluation aims to see the process of training activities in the long term by looking at the number of partner group participants when managing tourism. The results obtained in this service are increasing the insight of the village community about the use of waste in new goods. Visitors' concern for the tourist destinations visited and the use of digital media, namely the creation of clean tourism content to be published on the YouTube channel.      Keywords: digital media; net travel; tourist