Search Articles & Publications

Showing 64 articles found for "Santa"

PENGUATAN KETAHANAN NILAI KEAGAMAAN, KEBUDAYAAN, DAN SPIRITUALITAS MELALUI PABBAJJĀ DAN UPASAMPADĀ

Burmansah, Burmansah, Andriyaningsih, Ayu, Sutiyono, Sutiyono, Saputri, Vike Aprilianin Marwintaria, Suryanadi, Juni, Ardianto, Hendri
Abstract: This Community service program aims to strengthen the Buddhist community's religious, cultural, and spiritual values by implementing Pabbajjā and Upasampadā at Muaro Jambi Temple, a historic Buddhist heritage site in Indonesia.… ndonesia. The program is motivated by the need for a learning medium integrating Buddhist teachings with direct experience in a religious and cultural environment. The implementation adopted a participatory and collaborative approach, engaging participants particularly university students in ritual activities, Dharma discussions, and the practice of moral precepts (sīla). The selection of Muaro Jambi Temple also served as a strategy to revitalize the site’s function as a center for spiritual cultivation and cultural preservation. The results indicate a significant improvement in participants’ understanding of the Dharma, adherence to moral precepts, and awareness of the importance of Buddhist cultural heritage. The program fostered the development of religious character and cultural identity, enhancing participants’ commitment to preserving the noble values of Buddhism within the local context. Furthermore, it opened opportunities for the development of history-based religious tourism. In conclusion, this PKM effectively integrates religious education, character building, and cultural preservation. Its sustainability requires multi-stakeholder support to ensure that the values, history, and spirituality of the Nusantara heritage are preserved authentically and meaningfully.

IMPLEMENTASI KULIAH KERJA LAPANGAN MAHASISWA UGN PADANGSIDIMPUAN DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI DAN PENGABDIAN DI DESA SIAMPORIK LOMBANG

Rhamayanti, Yuni, Haritsah Hammamah Harahap, Andri Hansaso Nasution, Bayo Harahap, Putri Wahyuni, Rumona Habibah Lubis, Desi Fitrah Nainggolan
Abstract: Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Salah satu bentuk… nyata dari pengabdian masyarakat adalah kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang wajib diikuti oleh mahasiswa sebagai bagian dari proses pembelajaran kontekstual di luar kelas. Universitas Graha Nusantara (UGN) Padangsidimpuan berkomitmen mengoptimalkan KKL sebagai sarana pengembangan kompetensi akademik dan sosial mahasiswa melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat. Pada tahun 2024, kegiatan KKL dilaksanakan di Desa Siamporik Lombang, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dikombinasikan dengan prinsip service learning, mahasiswa dari berbagai program studi melaksanakan program lintas bidang, meliputi pendidikan, pertanian, ekonomi, sosial-politik, dan teknik. Kegiatan-kegiatan ini mencakup peningkatan literasi anak, inovasi pertanian berbasis sumber daya lokal, pelatihan ekonomi kreatif, pendataan kependudukan, serta perbaikan infrastruktur dan pengenalan teknologi edukatif. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif efektif mendorong keterlibatan aktif masyarakat dan penguatan kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan. Mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mengembangkan empati, kepemimpinan, serta kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif. Pelaksanaan KKL ini menegaskan bahwa perguruan tinggi mampu berkontribusi secara konkret terhadap pembangunan masyarakat melalui model pengabdian yang kolaboratif dan transformatif. Harapannya, model ini dapat direplikasi di wilayah lain untuk mendorong masyarakat yang mandiri dan berdaya.

MENUMBUHKAN JIWA PANCASILA DI KALANGAN ANAK MUDA BANGSA MELALUI NILAI – NILAI ADAT DAN TRADISI LOKAL

Ursula Lodang Soge, Georinia Wasi Wekin
Abstract: Artikel ini mengkaji secara komprehensif upaya menumbuhkan jiwa Pancasila di kalangan anak muda bangsa melalui pemanfaatan nilai-nilai adat dan tradisi lokal sebagai fondasi pendidikan karakter. Dalam konteks modern, generasi… erasi muda Indonesia menghadapi perubahan sosial, budaya, dan teknologi yang berlangsung sangat cepat, sehingga nilai-nilai kebangsaan kerap mengalami pergeseran makna maupun pengurangan relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menuntut adanya strategi pembinaan karakter yang tidak hanya teoritis, tetapi juga memiliki kedekatan emosional, historis, dan kultural dengan kehidupan anak muda. Adat dan tradisi lokal yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara mengandung berbagai nilai luhur seperti kebersamaan, gotong royong, musyawarah untuk mufakat, penghormatan terhadap sesama, solidaritas, kearifan spiritual, serta penghormatan terhadap alam dan leluhur. Nilai-nilai tersebut selaras dengan prinsip-prinsip Pancasila dan dapat menjadi sarana efektif dalam memperkuat pemahaman generasi muda terhadap identitas nasional. Melalui pendekatan kultural, pendidikan berbasis kearifan lokal dapat diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah, komunitas adat, dan organisasi kepemudaan. Proses internalisasi nilai dilakukan melalui pengenalan tradisi lokal, partisipasi aktif dalam kegiatan budaya, integrasi materi kearifan lokal dalam kurikulum pendidikan, serta pembentukan ruang dialog yang memungkinkan anak muda memahami relevansi adat terhadap nilai-nilai Pancasila. Artikel ini menegaskan bahwa pelestarian adat dan tradisi bukan sekadar menjaga warisan budaya, tetapi juga merupakan strategi transformasi karakter yang mampu mendorong anak muda agar berperilaku sesuai dengan nilai Pancasila secara sadar dan konsisten. Dengan menghubungkan nilai Pancasila dengan realitas budaya yang dekat dengan kehidupan mereka, generasi muda diharapkan mampu mengembangkan karakter nasionalisme, toleransi, dan tanggung jawab sosial di tengah tantangan global. Penelitian ini berkesimpulan bahwa penguatan jiwa Pancasila melalui adat dan tradisi lokal merupakan langkah strategis untuk menciptakan generasi muda yang berkarakter, berakar pada budaya bangsa, serta mampu menghadapi dinamika zaman tanpa kehilangan identitas keindonesiaannya.

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT ANTABOGA PANGAN NUSANTARA GARUT

Ogi Suganda, Asep Zulkifli Achmad
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Antaboga Pangan Nusantara Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah explanatori dengan pendekatan&#8230; endekatan kuantitatif deskriptif verifikatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 responden yang merupakan seluruh karyawan bagian produksi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada seluruh karyawan sebanyak 50 orang.             Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan baik secara parsial maupun simultan. Berdasarkan hasil uji t, variabel kepemimpinan memiliki nilai signifikansi sebesar 0,002 < 0,05 dengan thitung 3,208 > ttabel 2,013, yang berarti kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Sementara itu, variabel budaya organisasi memperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dengan thitung 8,666 > ttabel 2,013, sehingga dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi juga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Selanjutnya, hasil uji F menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dengan Fhitung 47,305 > Ftabel 3,195, yang menandakan bahwa kepemimpinan dan budaya organisasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT Antaboga Pangan Nusantara Garut.

ISTIWA’ ALLAH DI ATAS ‘ARASY DALAM TAFSIR NUSANTARA: PERBANDINGAN TAFSIR HAMKA DAN HASBI ASH-SHIDDIEQY (KAJIAN TAFSIR Q.S. THAHA [20]: 5)

Supriadi, Yusup, Zakaria, Aceng
Abstract: Artikel ini mengkaji perbedaan metodologis antara dua mufasir Nusantara, Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) dalam Tafsir Al-Azhar dan Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy dalam Tafsir An-Nur, ketika menafsirkan ayat&#8230; istiwa’ Allah di atas ‘Arasy dalam Q.S. Thaha [20]: 5. Ayat ini termasuk kategori mutasyabihat yang melahirkan tiga pendekatan utama dalam sejarah Islam: takwil (interpretasi metaforis), isbat bilā kayf (penetapan makna lahir tanpa menanyakan cara), dan tafwīḍ al-ma‘nā (penyerahan makna sepenuhnya kepada Allah). Dengan menggunakan metode kualitatif-komparatif dan analisis isi terhadap kedua tafsir serta literatur akidah terkait, studi ini menemukan bahwa Hamka menempuh jalan takwil dengan memaknai istawa’ sebagai istīlā’ (menguasai), sedangkan Hasbi Ash-Shiddieqy menerapkan isbat bilā kayf: menetapkan makna “bersemayam” sebagaimana adanya sembari menyerahkan hakikat dan cara (kaifiyyah) kepada Allah, bukan menyerahkan makna dasarnya (tafwīḍ al-ma‘nā). Perbedaan ini karena keduanya bersepakat menolak penyerupaan Allah dengan makhluk dan menjaga transendensi-Nya, hanya saja caranya yang bebeda. Temuan ini memperkaya pemahaman tentang dinamika tafsir Nusantara yang menggabungkan tradisi Salaf dan semangat pembaruan.

ANALYSIS OF THE EFFECT OF TOTAL MOISTURE (TM), ASH CONTENT (ASH), AND TOTAL SULFUR (TS) ON THE GROSS CALORIFIC VALUE OF COAL SEAM 16 AT PT UNGGUL NUSANTARA

Suratno, Suratno, Sandan, Stephani, Andin, Selma Ayu
Abstract: This study aims to analyze the relationship and influence of coal quality parameters which include Total Moisture (TM), Ash Content (ASH), and Total Sulfur (TS) on Gross Calorific Value (GCV). The data used in this study&#8230; is data from laboratory tests on 23 samples of Run Of Mine (ROM) coal at seam 16 at PT Unggul Nusantara, North Barito Regency, Central Kalimantan. Data analysis was performed statistically using the help of SPSS software through Pearson correlation test and multiple linear regression analysis.  The results of the correlation test showed that simultaneously, the TM, ASH, and TS parameters had a very strong relationship with the GCV value with a correlation coefficient (R) of 0.893 and contributed an influence of 76.5%. Partially, Ash Content (ASH) had a very strong negative relationship (r = -0.881) and had a significant effect on calorie values (p = 0.000). Each 1% increase in ash content would decrease the GCV value by 68.249 Kcal/Kg. Meanwhile, Total Moisture had a significant positive relationship by simple correlation (r = 0.506, p = 0.014), but showed no partial significant effect in multiple regression models (p = 0.364). Total Sulfur was  found to have a very weak negative relationship (r = -0.182) and had no significant effect on GCV values (p = 0.406). This study concludes that Ash Content is the most dominant parameter that affects the reduction of the caloric value of coal seam 16 at PT Unggul Nusantara.

THE EFFECT OF WORK INVOLVEMENT, JOB SATISFACTION, AND WORK MOTIVATION ON EMPLOYEE PERFORMANCE AT PT. AJS INDORAYA NUSANTARA IN BALIKPAPAN.

Ovigeria Subroto Sinaga, Nurhidayah Syafiah
Abstract: The topic of this research is Human Resources. This study aims to determine the effect of job engagement (X1), job satisfaction (X2), and work motivation (X3) on employee performance (Y) at PT. AJS Indoraya Nusantara in&#8230; Balikpapan. Data were collected using a questionnaire administered to all 34 employees. The analysis tool used was multiple linear regression with the help of SPSS software.All questions were found to be valid and reliable. A multiple regression analysis was then conducted, and the results showed that X1, X2, and X3 had a significant effect, both partially and simultaneously. From the resulting regression equation, Y = 5.528 + 0.475 X1 + 0.278 X2 + 0.225 X3, it can be seen that the independent variable, work engagement (X1), is the most influential variable on employee performance (Y) compared to job satisfaction (X2) and work motivation (X3).

THE INFLUENCE OF HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT ON IMPROVING EMPLOYEE PERFORMANCE AT PT PERKEBUNAN IV REGIONAL I

Henny Pratiwi, Nova Elianti
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengembangan sumber daya manusia (SDM) terhadap kinerja karyawan di PT Perkebunan Nusantara IV Regional I. Pengembangan SDM mencakup motivasi, kepribadian, dan keterampilan,&#8230; lan, sedangkan kinerja karyawan diukur melalui kualitas, kuantitas, waktu, biaya, pengawasan, dan hubungan antar karyawan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel jenuh, yakni 30 karyawan tetap bagian SDM & Sistem Manajemen. Data diperoleh melalui observasi dan kuesioner, lalu dianalisis dengan regresi linear sederhana menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan SDM berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, ditunjukkan oleh nilai t hitung 5,872 > t tabel 1,699 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Artinya, semakin baik program pengembangan SDM maka semakin meningkat pula kinerja karyawan. Penelitian ini menyarankan agar perusahaan terus meningkatkan pelatihan, memberikan apresiasi, dan mengembangkan keterampilan karyawan guna mendorong produktivitas secara berkelanjutan.

THE INFLUENCE OF ETHICAL LEADERSHIP ON COMPANY PERFORMANCE (CASE STUDY: AT PTPN I BEFORE MERGER REGIONAL 1 SUPPORT INC )

Pratiwi, Henny, Sugianto, Sugianto
Abstract: Based on the research results, the research results show that ethical leadership supports the adoption of positive behavior by employees and overall improves organizational performance. This approach emphasizes the ethical&#8230; al dimension of leadership in the context of management, with a focus on improving leader values, ethical traits and ethical behavior within the organization. Aspects such as Telling, Selling, Participating & Delegating are considered key elements in ethical leadership . The method used is multiple regression analysis, an analysis method used to evaluate the relationship between one dependent variable (bound) with one or more independent variables (free/explanatory). This analysis aims to predict the value of the dependent variable by considering changes in the value of the independent variable. In addition, multiple regression analysis helps in determining the direction of the relationship between the dependent variable and the independent variable, whether the correlation is positive or negative. The regression equation formula for two dependent and independent variables . The tests used are classical assumption tests, hypothesis tests and data quality tests. The sample is determined by taking a representation of the population that is predicted to represent the entire population. The sample in this study were employees at the PT. Perkebunan Nusantara (Persero) I Office Regional I . Determination of samples for employees of PT. Perkebunan Nusantara I (Persero) Regional I was carried out using the Saturated Sampling method . The results of the study showed that X1 telling t count -1.113 < t table 5.409 and significance 0.316 > 0.05 (no effect). X2 selling t count -0.365 < t table 5.409 and significance 0.730 > 0.05 (no effect). X3 participation t count 8.090 > t table 5.409 and significance 0.010 < 0.05 (influential). X4 delegation t count 9.320 > t table 5.409 and significance 0.000 < 0.05 (influential). The results of the simultaneous significance test of the F test are f count 6.076 > f table 5.409 and the prob (F-statistic) is 0.0000 < 0.05. H0 : β1 = β2 = • • • = βk = 0 This means that the independent variable has an overall influence/relationship on the dependent variable

GUS DUR’S IDEAS IN INFLUENCING POSTCOLONIAL ISLAMIC NUSANTARA THOUGHT

Subekti, Fiqi Restu, Mutiullah
Abstract: The present article examines the influence of the thought of KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) on the formation of postcolonial discourse in the context of Islam Nusantara. In the postcolonial context, the Islamic construction&#8230; tion of the Archipelago is inextricably linked to colonial epistemological legacies and the hegemony of external cultures, particularly Arabic. Gus Dur’s thought process can be understood as a deconstructive effort against the dichotomy between “pure” and “local” Islam that was created by colonial powers and puritan movements. It is evident that Gus Dur’s rejection of the uniformity of Arab culture as the sole representation of Islam was underpinned by a sharp critique of arabisation. As an alternative, he proffered the concept of Islamic pribumisation, defined as the adjustment of Islamic expression to local cultural values without sacrificing the substance of the teachings. Furthermore, Gus Dur placed significant emphasis on the necessity of contextualising Islamic teachings, emphasising the importance of re-evaluating Islamic values in accordance with the prevailing social and cultural dynamics of Indonesian society. It is asserted that an approach of this nature will engender the concepts of pluralism and tolerance, which will in turn serve as the primary foundations upon which religious life is to be constructed. The present study employs a qualitative approach, utilising critical discourse analysis of Gus Dur’s ideas and relevant supporting literature. The findings demonstrate that Gus Dur’s thought plays a significant role in formulating the paradigm of Islam Nusantara. This paradigm is characterised by its responsiveness to local realities, its transcendence of religious formalism, and its rehabilitation of cultural dignity as an integral part of Islamic expression. Consequently, the thought of Gus Dur constitutes a significant contribution to the development of a plural, humanist and contextual Islamic civilisation.