Abstract:Latar Belakang: Personal hygiene habits merupakan perilaku yang mendukung pelestarian kebersihan pribadi, meningkatkan kesehatan, dan mencegah penyakit untuk mencapai kesejahteraan fisik dan mental. Salah satu kegiatan Personal…
ersonal hygiene adalah perawatan genetalia. Banyak remaja yang belum mempraktikan perilaku personal hygiene khususnya perawatan genetalia dengan baik, Perilaku tersebut menjadi salah satu faktor timbulnya kejadian Flour albus pada remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui ada tidaknya pengaruh personal hygiene habits terhadap kejadian flour albus pada remaja putri. Metode: penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Tehnik pengambilan sampel menggunakan Tehnik Random Sampling dengan total sampel sebanyak 231 siswi. Penelitian ini menggunakan instrument penelitian berupa kueioner personal hygiene habits dan kejadian flour albus. Hasil: hasil penelitian ini menunjukan siswi yang mengalami personal hygiene habits kurang sebanyak 103 responden (63,6%), yang mengalami personal hygiene habits cukup sebanyak 42 responden (25,9%), yang mengalami personal hygiene habits baik sebanyak 17 responden (10,5%). Dan kejadian flour albus sebanyak 124 responden (76,5%) dan yang tidak mengalami flour albus 38 responden (23,5%). Hasil uji korelasi menunjukan nilai p-value 0,002 < 0,05 yang berarti ada hubungan antara pengaruh perilaku personal hygiene habits terhadap kejadian flour albus pada remaja. Kesimpulan: kurangnya kegiatan personal hygiene habits terutama pada organ genetalia menjadi salah satu faktor remaja mengalami flour albus.
Abstract:Perkembangan bisnis busana muslimah yang semakin pesat membuat tingkat persaingan juga semakin ketat. Pemanfaatan teknologi internet berupa e-commerce, Shopee salah satunya, sangat membantu dalam memasarkan dan mempromosikan…
ikan produk karena lebih efektif dan efisien menjangkau konsumen. Konsumen seolah diperebutkan dengan penawaran-penawaran seller melalui produk dengan kualitas yang sangat beragam pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh harga, kualitas produk, dan promosi terhadap minat beli konsumen pada butikbintan di e-commerce Shopee (shopee.co.id/butikbintan). Dalam penelitian ini metode pengambilan sampel dengan menggunakan rumus Lemeshow dengan jumlah sampel (n) = 105 orang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan tahapan observasi, dan kuesioner, yang diukur dengan Skala Likert. Metode penelitian menggunakan metode regresi linear berganda, dengan analisis instrumen penelitian uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji t, uji F dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menemukan bahwa harga berpengaruh positif signifikan terhadap minat beli konsumen, kualitas produk secara parsial tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen, promosi secara parsial tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen, dan variabel harga, kualitas produk, dan promosi secara simultan berpengaruh terhadap minat beli konsumen pada butikbintan di e-commerce shopee ( shopee.co.id/butikbintan ).
Abstract:Perusahaan Daerah (Perumda) Perkebunan Kahyangan Jember merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Perusahaan Daerah (Perumda) Perkebunan Kahyangan Jember berada di Jl. Gajah Mada No. 245, Kaliwates Kidul, Kaliwates…
iwates Kec. Kaliwates, Jember, Jawa Timur 6813. Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Jember berdiri sejak tanggal 12 Februari 1969. Perusahaan ini bergerak di bidang pengolahan biji kopi dan karet. Perusahaan Daerah Perkebunan Khayangan melakukan pengendalian proses produksi bertujuan untuk menghasilkan olahan kopi berupa kopi bubuk yang bermutu tinggi, pengendalian produksi meliputi input, transformasi, dan output. Pengendalian ini berfokus dalam menjaga mutu bubuk kopi pada setiap tahapannya. Tahapan input berfokus pada pengendalian bahan baku berupa sortasi mutu kopi ose yang diperlukan untuk bahan baku kopi bubuk, pengendalian tenaga kerja, dan perlatan yang akan digunakan. Pengendalian output berfokus pada pengemasan dan perlabelan sebagai informasi produk kepada konsumen. Proses produksi yang dilakukan perusahaan membuktikan adanya pengendalian pada setiap tahapan pada Perumda Perkebunan Kahyangan Jember sebagai upaya menjaga mutu produknya. Pengendalian itu sangat berdampak pada proses produksi perusahaan, karena perusahaan menilai dengan adanya pengendalian pada setiap tahapannya akan memperlancar proses produktivitas perusahaan.
Abstract:Anak adalah generasi penerus masa depan bangsa dan Negara Indonesia, oleh karena itu anak memerlukan pembinaan dan bimbingan khusus, baik dari keluarga, masyarakat, maupun pemerintah agar dapat tumbuh kembang secara maksimal.…
imal. Dalam hal ini pemerintah telah berupaya memberikan perlindungan hukum terhadap anak-anak Indonesia dengan meratifikasi Konvensi Hak Anak serta menerbitkan berbagai peraturan perundangan yang merumuskan perlindungan terhadap anak-anak yang berhadapan dengan hukum, yang salah satu implementasi adalah dengan lahirnya Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Salah satu kasus yang diangkat menjadi fenomena dalam dunia kriminalitas dan konteks perlindungan anak di Indonesia yang memerlukan solusi dalam penyelesaiannya adalah kasus genk motor khususnya yang terjadi di Kota. Kasus genk motor yang terjadi telah merugikan banyak pihak dan mengganggu keamanan dan ketertiban kota Pekanbaru karena para anggota genk motor ini melakukan tindak pidana yang mengancam keselamatan masyarakat. Namun adanya penyelesaian sudut pandang yang berbeda dari Pihak Kepolisian dengan Pihak Lembaga Perlindungan Anak dalam menangani keputusan dalam kasus tersebut
Children are the future generation of the Indonesian nation and state, therefore children need special guidance and guidance, both from family, society and the government so that they can grow and develop optimally. In this case, the government has attempted to provide legal protection for Indonesian children by ratifying the Convention on the Rights of the Child and issuing various laws and regulations that formulate protection for children in conflict with the law, one of the implementations of which is the enactment of Law Number 23 of 2002 About Child Protection. One of the cases that has become a phenomenon in the world of crime and the context of child protection in Indonesia which requires a solution is the motorbike gang case, especially the motorbike gang case harmed many parties and disrupted the security and order because members of this motorbike gang committed criminal acts that threatened the safety of the people. However, there are different points of view from the Police and the Child Protection Agency in handling decisions in this case.