Search Articles & Publications

Showing 4517 articles found for "Tujuan"

Kegiatan Khatmil Qur’an Dan Tausiyah Keagamaan Dalam Mensyiarkan Dan Meningkatkan Pemahaman Agama Islam

Firda Nuriyah, Muhammad Nabil Akmal, Alifia Hariaji, M. Yusron Maulana El-Yunusi, Masfufah, Eli Masnawati, Nelud Daraajatul Aliyah
Abstract: Mempelajari Al-Qur'an berarti bahwa seseorang dapat memberikan bimbingan moral yang baik bagi Manusia, pengajaran dan pembelajaran yang ditujukan kepada masyarakat umum, bimbingan yang bermoral baik, bahkan jika pengajaran… an dan pembelajaran ditujukan pada masyarakat umum.  Apabila kajian belajar Al - Qur'an dilakukan secara efektif dan berkesinambungan, dari masyarakat luas pun akan mampu memahami Al-Qur'an. Al-Qur'an dilaksanakan secara efektif dan berkesinambungan, umum pun dapat memahami Al - Qur'an dan. Peningkatan kesadaran Masyarakat merupakan bentuk dari pengadaan kegiatan Khotmil Qur'an dan tausiyah keagamaan.  Menghatamkan Al-Qur'an di Desa Tambak dan Tampunag bertujuan untuk mengarahkan mereka pada keyakinan bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah Tuhannya dan Al-Qur'an merupakan kalamnya, agar Ruh Al Qur'an dapat tertanam dalam jiwa mereka, untuk menyeleksi masyarakat di wilayah desa tambak dan tampung, pengabdian kepada masyarakat terlebih dahulu harus dilaksanakan melalui serangkaian proses yang melibatkan koordinasi dengan aparat setempat. Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (ABCD) adalah teknik yang digunakan dalam layanan yang diberikan dengan mengutamakan masyarakat di Desa Tambak dan Tampung, Kecamatan Lekok, dalam memanfaatkan aset dan potensi yang dimiliki. Aksi ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memerlukan solidaritas yang lebih besar, meski masih banyak masyarakat yang kurang disiplin pada momen-momen tertentu, seperti ketika mereka datang terlambat.

Mencetak Generasi Muda Muslim yang Moderat: Implementasi Pendidikan Agama Islam Inklusif di Ponpes An Nahdlah

Akramunnisa, Nur Amalia
Abstract: Program pengabdian bertema "Mencetak Generasi Muda Muslim yang Moderat: Implementasi Pendidikan Agama Islam Inklusif di Ponpes An Nahdalah Makassar" bertujuan untuk membentuk generasi Muslim yang memiliki sikap moderat melalui… elalui pendekatan pendidikan agama yang inklusif. Pelaksanaan program ini meliputi pelatihan bagi ustaz dan ustazah tentang konsep moderasi dalam Islam, kegiatan dialog lintas agama, serta keterlibatan santri dalam aktivitas sosial bersama komunitas lintas agama. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan penerapan nilai-nilai moderasi di kalangan santri dan pengajar. Para santri menjadi lebih aktif dalam diskusi, berpikir kritis, serta menunjukkan sikap yang lebih toleran terhadap perbedaan. Tantangan utama yang dihadapi adalah resistensi dari sebagian kecil santri dan pengajar serta keterbatasan waktu, namun pendekatan yang inklusif terbukti efektif dalam memperkenalkan moderasi beragama. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi pesantren lain yang ingin mengadopsi pendekatan serupa, guna menciptakan lingkungan pendidikan yang mendorong sikap moderat dan toleransi di kalangan generasi muda Muslim.

Pemantapan Kemampuan Mengajar Mandiri Di UPT SD Negri 27 Sungai Durian

Dea Laura, Esa Yulimarta
Abstract: Tujuan PKM adalah untuk mengenal secara cermat lingkungan fisik, administrasi, akademik dan sosial psikologis sekolah tempat praktek mengajar secara langsung; menguasai berbegai keterampilan dasar mengajar dan pembelajaran;… an; menerapkan berbagai kemampuan profesional kemahasiswaan secara utuh dan terpadu dalam situasinya; melatih mahasiswa agar memiliki pengalaman faktual tentang proses pemebelajaran; memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk mempelajari dan memahami serta menghayati seluk beluk lembaga pendidikan. Metode ceramah, praktek dan diskusi. Kegiatan Pelatihan Mengajar Terbimbing, Kegiatan Pelatihan Mengajar Mandiri, Kegiatan Pelatihan Tugas Keguruan, Kegiatan Ekstrakurikuler terlaksana dengan baik, didalm kegiatan ini mahasiswa dapat mengimplementasikan keilmuanya di sekolah yang didapat disekolah dengan bimbingan guru-guru di UPT SD Negri 27 Sungai Durian.

Pemantapan Kemampuan Mengajar Di UPT SD Negeri 15 Kampai

Danil Putra
Abstract: Tujuan PKM adalah untuk mengenal secara cermat lingkungan fisik, administrasi, akademik dan sosial psikologis sekolah tempat praktek mengajar secara langsung; menguasai berbegai keterampilan dasar mengajar dan pembelajaran;… an; menerapkan berbagai kemampuan profesional kemahasiswaan secara utuh dan terpadu dalam situasinya; melatih mahasiswa agar memiliki pengalaman faktual tentang proses pemebelajaran; memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk mempelajari dan memahami serta menghayati seluk beluk lembaga pendidikan. Metode pelaksanaan pembelajaran seperti observasi kelas, refleksi, dan pelatihan terbimbing, pengajaran mandiri. Hasil kegiatan mengindikasikan bahwa guru yang terlibat dalam program ini mampu menerapkan strategi mengajar yang lebih efektif, serta meningkatkan motivasi belajar siswa. Dengan demikian, program ini dapat dianggap sebagai langkah yang efektif dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM ) Di UPT SDN 02 Sikumbang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan Provinsi Sumatra Barat

Aulya Ramadhani, Yelly Martaliza
Abstract: Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) adalah komponen kunci dalam kurikulum program studi PGSD dan PG-PAUD di STKIP Widyaswara Indonesia. PKM bertujuan untuk memberikan pengalaman mengajar praktis bagi mahasiswa sebelum menyelesaikan… nyelesaikan studi mereka. Pelaksanaan PKM ini dilakukan di SD Negeri 02 Sikumbang, di mana penulis mengajar di kelas 1 dengan jumlah siswa 23 orang. Metode yang digunakan mencakup observasi non-partisipatif dan pengajaran terbimbing yang dilanjutkan dengan pelatihan mengajar mandiri. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun terdapat beberapa tantangan, seperti menjaga konsentrasi siswa, metode pengajaran yang interaktif terbukti efektif. Selain itu, keterlibatan guru dan orang tua berperan dalam memantau perkembangan siswa, sehingga PKM ini memberikan pengalaman penting dalam mengembangkan keterampilan mengajar.

Penerapan Inovasi Pembelajaran Menggunakan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi di UPT SD Negeri 15 Kampai

Azizi Zuhaira, Fitriani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media pembelajaran berbasis teknologi dalam meningkatkan hasil belajar pada pendidikan sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan pada kelas V di UPT SD Negeri 15 Kampai,… , di mana dirancang dan diimplementasikan media pembelajaran berbasis teknologi untuk mendukung pembelajaran matematika khususnya pada topik Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi media pembelajaran berbasis teknologi secara signifikan meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penggunaan fitur multimedia interaktif seperti permainan spinner meningkatkan partisipasi dan semangat siswa dalam menjawab pertanyaan sehingga menghasilkan pengalaman belajar yang lebih efektif. Kajian tersebut menunjukkan bahwa penggabungan media pembelajaran berbasis teknologi dapat berperan penting dalam meningkatkan hasil belajar pendidikan sekolah dasar, khususnya matematika. Temuan penelitian ini berimplikasi pada pengembangan metode pengajaran inovatif dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pembelajaran siswa di Indonesia.

Keefektifan Ice Breaking Dalam Meningkatkan Semangat Belajar Peserta Didik di UPT SD Negeri 15 Kampai

Ardy Melyen, Fitriani
Abstract: Ice breaking salah satu media pembelajaran yang meyenangkan dengan mengedepankan unsur inovatif, kreatif, futuristik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan ice breaking dalam meningkatkan motivasi belajar… peserta didik. Para peserta didik sering kali mengalami kejenuhan selama proses belajar mengajar. Ini adalah hal yang biasa terjadi, terutama karena mereka masih dalam usia bermain. Oleh karena itu, guru perlu mempelajari metode ice breaking. Ice breaking adalah strategi yang digunakan untuk menghangatkan suasana agar tercipta kondisi yang lebih kondusif dalam kegiatan pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, ice breaking artinya suatu kegiatan yang dilakukan dalam proses pembelajaran yang bertujuan untuk mencairkan suasana yang menegangkan atau membosankan. Penggunaan variasi teknik dan metode yang beragam sangat diperlukan dalam pembelajaran saat ini. Seorang guru harus mampu membuat semua siswanya merasa nyaman selama proses pembelajaran. Hal ini bertujuan agar tujuan dari pembelajaran dapat tercapai. Tujuan pembelajaran dapat tercapai jika siswa dapat memahami materi apa yang disampaikan oleh guru. Salah satu komponen penting dalam belajar adalah bagaimana minat belajar seseorang dalam suatu hal.

Observasi Lapangan Melalui Kegiatan Latihan Terbimbing Dan Mandiri Di Sekolah Dasar Negeri 24 Lundang Berdasarkan

Anggun Mayang Sari, Erna Warnelis
Abstract: Program Pemantapan Kemapuan Mengajar {PKM} STKIP Widyaswara Indonesia yang dilaksanakan pada semester VI tahun 2024 yang dimulai dari tanggal 20 Mei 2024 sampai dengan 29 Agustus 2024 memberikan kesempatan kepada mahasiswa… wa untuk meningkatkan kemampuan mengajarnya dalam bidang pendidikan. Tujuan dari PKM ini adalah untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam bidang pembelajaran disekolah ,memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal ,mempelajari dan menghayati permasalahan disekolah ataupun lembaga terkait dengan proses pembelajaran,meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang ia kuasai. Program PKM ini meliputi pelaksanaan latihan terbimbing sebanyak 6 {enam }kali dan latihan mandiri sebanyak 3 {tiga} kali. Pelaksanaan latihan terbimbing dan latihan mandiri ini meliputi pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran ,penyiapan media pembelajaran ,melaksankan pembelajaran ,dan melakukan evaluasi pembelajaran. Pada pelaksanaan program PKM di SDN 24 lundang berjalan cukup baik.Dengan dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak terutama pihak sekolah sangat membantu lancarnya proses pelaksanaan program pemantapan kemampuan mengajar ini di sekolah.

Penerapan Model Pembelajaran Based Learning Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Siswa Kelas V SDN 12 Batang Lawe

Ahmad Al Akbar, Dian Sarmita
Abstract: Dalam rangka memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam bidang pembelajaran dan managerial di sekolah, untuk melatih dan mengembangkan keguruan, serta keterampilan mengajar. Maka diadakan sebuah program untuk meningkatkan… ingkatkan kualitas mahasiswa sebagai calon guru yakni program PKM (Pemantapan Kemampuan Mengajar). Program ini bertujuan untuk melatih calon guru melalui praktek mengajar secara nyata di sekolah. Program PKM ini dilakukan melalui beberapa tahapan yakni tahap pengamatan proses pembelajaran, latihan terbimbing dan latihan mandiri. Hasil dari program PKM umumnya berjalan dengan baik sesuai dengan program dan kegiatan yang telah dirancang. Mahasiswa mampu mengetahui proses pembelajaran secara langsung, dapat merencanakan pembelajaran dan melaksanakan proses belajar mengajar di kelas serta meningkatkan keterampilan mengajar. Dapat disimpulkan bahwa melalui program PKM, mahasiswa mampu meningkatkan hard skill maupun soft skill dalam mengajar.

Pengembangan Kreativitas Melalui Pelatihan Buket Kawat Bulu Untuk Siswa Kelas 6 SD Negeri Sumurboto

Ghifarina Izza Hafida Milla, Muhammad Fadhil Wathani, Nova Hikayatul Asiroh, Irfan Maulana Ahmad, Puji Lestari
Abstract: Kreativitas berperan penting dalam memfasilitasi ekspresi diri dan memberikan kepuasan pribadi, terutama bagi anak-anak yang merupakan masa depan bangsa. Pengembangan kreativitas sejak usia dini sangatlah penting. Penelitian… tian ini fokus pada pelatihan pembuatan buket dari kawat bulu (pipe cleaner) di SD Negeri Sumurboto, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kreativitas siswa kelas 6. Metode pelatihan yang digunakan bersifat kualitatif, dengan pendekatan terstruktur dan terorganisir, dilakukan pada 25 Juli 2024. Pelatihan ini melibatkan 56 siswa yang dibagi menjadi 14 kelompok, dengan setiap kelompok didampingi oleh anggota tim pengabdian. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan teknik pembuatan buket bunga dari kawat bulu sebagai sarana peningkatan kreativitas. Alat dan bahan yang digunakan meliputi kertas cellophane, floral foam, tusuk sate, kawat bulu, selotip, pita, gunting, dan lem tembak. Proses pelatihan mencakup pembuatan pola bunga dari kawat bulu, perakitan dengan tusuk sate, wrapping dengan kertas cellophane, dan penyelesaian dengan pita. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa siswa menunjukkan antusiasme dan keterlibatan yang tinggi, kemampuan mereka dalam merancang dan menciptakan karya seni meningkat. Program ini tidak hanya mendorong kreativitas siswa tetapi juga menyediakan bekal keterampilan yang dapat diterapkan dalam peluang usaha di masa depan. Melalui pelatihan ini, diharapkan siswa dapat menyalurkan ide-ide kreatif mereka secara efektif dan memperoleh keterampilan baru yang berharga untuk perkembangan pribadi dan profesional mereka.