Abstract:Pendahuluan: Tuberkulosis paru (TB) merupakan masalah kesehatan serius yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, yang sering menimbulkan batuk kronis dan kesulitan bernapas. Pengobatan utama melibatkan Obat Anti Tuberkulosis…
uberkulosis (OAT). Akan tetapi, pasien sering mengalami efek samping, seperti mual, yang dapat menghambat kepatuhan pengobatan. Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan terapi akupresur untuk menurunkan intensitas mual pada pasien TB yang menjalani OAT Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan tuberkulosis paru on oat dan mengevaluasi efektivitas terapi akupresur dalam menurunkan mual pada pasien TB di Ruang Dahlia Atas RSUD Kabupaten Tangerang. Metode: Studi kasus yang melibatkan observasi dan penerapan terapi akupresur selama tiga hari, yang berlangsung selama 15 menit. Hasil: Setelah dilakukan implementasi berupa terapi akupresur terdapat perubahan intensitas mual secara signifikan setelah diberikan perlakuan selama 15 menit dalam tiga hari. Kesimpulan: Akupresur merupakan intervensi non farmakologis yang efektif untuk mengelola mual pada pasien TB.
Abstract:Latar Belakang: Penggunaan gadget di kalangan pelajar dan mahasiswa juga dianggap sebagai suatu kebutuhan yang tidak terhindarkan mulai dari kalangan usia anak – anak hingga usia tua lebih banyak menghabiskan waktu pada…
a perangkat elektronik dan dunia internet, dan tentunya sering berinteraksi lebih banyak dengan layar gadget. Hal ini terbukti bahwa kondisi ini menyebabkan banyak masyarakat merasakan adanya gangguan pada penglihatan. Tujuan penelitian: Mengetahui apakah ada atau tidaknya hubungan penggunaan gadget terhadap ketajaman penglihatan pada siswa keperawatan di SMK Negeri 9 Kota Tangerang Tahun 2024. Metodelogi penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa keperawatan kelas 10 SMKN 9 Kota Tangerang berjumlah 77 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Instrument penelitian terdiri dari kuesioner dan observasi menggunakan Snellen Chart. Analisa data menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian: Penggunaan gadget pada siswa keperawatan di SMKN 9 Kota Tangerang adalah Selalu menggunakan gadget dengan ketajaman penglihatan buruk. Kesimpulan: Maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan penggunaan gadget terhadap ketajaman penglihatan pada siswa keperawatan di SMK Negeri 9 Kota Tangerang dengan hasil (p-Value= 0,00).
Abstract:Latar Belakang : Tuberkulosis paru, dikenal sebagai TBC, masih menjadi salah satu masalah di Indonesia. hal ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis dan menyebar secara kronis. paru-paru, otak, tulang, ginjal,…
al, mata, dan organ lainnya dapat dirusak oleh bakteri tuberkulosis. selain itu, orang lain dapat menerima droplet yang dihirup oleh orang yang telah terinfeksi tuberkulosis. Proses pengobatan dapat memakan waktu enam bulan atau bahkan lebih lama (Kementerian Kesehatan RI, 2020). Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan motivasi kesembuhan dan dukungan keluarga dengan Tingkat kesembuhan pasien tuberculosis di rumah sakit rsup dr sitanala. Metodologi Penelitian : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien tuberculosis Tb Paru ruang poli di RSUP Dr Sitanala berjumlah 86 pasien. Teknik sampling penelitian ini menggunakan metode Total Sampling. Instrument penelitian terdiri dari Kuesioner dan melihat rekam medis untuk mengobservasi pasien. Hasil Penelitian : Motivasi kesembuhan pada pasien Tuberculosis ruang poli TB Paru di RSUP Dr Sitanala adalah motivasi kesembuhan sedang, dukungan keluarga baik dengan tingkat kesembuhan negatif Kesimpulan : Maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan motivasi kesembuhan dan dukungan keluarga dengan tingkat kesembuhan pasien dengan hasil (p–value =0,000).
Abstract:Latar Belakang : Perawat adalah yang memberikan asuhan langsung pada pasien, sehingga perlu mengetahui pedoman dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien secara holistic. Handover pasien adalah bentuk komunikasi perawat…
awat dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan handover perawat antar shift dengan metode komunikasi efektif SBAR. Metode : penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan pra eksperimental design dengan sampel penelitian perawat diruang PU3 dengan jumlah 13 responden yang diambil dengan menggunakan Teknik total sampling. Cara pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi sesuai dengan SPO yang ada dirumah sakit A. Hasil : analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan Analisa bivariat menggunakan uji Wilcoxon signed rank Hasil analisis menunjukan bahwa pelaksanaan handover diruang PU3 dengan P value (0.001). Kesimpulan : Dalam penelitian adalah pelaksanaan handover diruang PU3 sangat baik dan tidak berpengaruh pada metode komunikasi efektif SBAR. Saran : Agar rumah sakit mempertahankan mutu pelayanan dengan mengembangkan kualitas pelaksanaan handover perawat.
Abstract:Latar Belakang: Asam Urat merupakan hasil metabolisme akhir dari purin yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat dalam inti sel tubuh. Peningkatan kadar Asam Urat dapat mengakibatkan gangguan pada tubuh manusia…
a seperti perasaan linu-linu di daerah persendian dan sering disertai timbulnya rasa nyeri yang teramat sangat bagi lansia. Dampak nyeri Gout Arthritis ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari lansia. Tindakan nonfarmakologis yang dapat dilakukan selain diet purin adalah terapi Kompres Air Hangat Jahe Merah. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh terapi kompres air hangat jahe merah terhadap intensitas nyeri. Metode: Implementasi yang dilakukan selama 3 hari dimulai tanggal 08-10 Juli 2024 pada Ny. I dengan wawancara, observasi, pemberian terapi kompres air hangat jahe merah dan pengukuran skala nyeri NRS. Hasil: Setelah dilakukan intervensi terapi kompres air hangat jahe merah selama 3 hari terjadi penurunan intersitas nyeri dari skala 5 menjadi skala 2. Kesimpulan: Adanya pengaruh pemberian kompres air hangat jahe merah terhadap penurunan intensitas nyeri pada lansia dengan Gout Arthritis.
Abstract:Latar Belakang : Gout arthritis adalah penyakit yang berhubungan dengan tingginya kadar asam urat dalam darah. Serangan asam urat bersifat mendadak, berulang, dan disertai arthritis yang terasa sangat nyeri pada bagian persendian,…
ersendian, sering dialami oleh lansia. Dampak nyeri Gout atritis yang dapat ditimbulkan ke lansia berupa menurunya kualitas hidup lansia karena nyeri yang sangat menggangu aktivitas sehari-hari, Muncul keluhan pada sendi dimulai dengan rasa kaku atau pegal pada pagi hari kemudian timbul rasa nyeri pada sendi dimalam hari nyeri tersebut secara terus menerus sehingga sangat menggangu lansia. Tindakan non farmakologis selain diet purin dapat juga diberikaan terapi Akupresure. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh terapi akupresure selama 3 hari terhadap intesitas nyeri. Metode: Studi kasus yang dilakukan selama 3 hari pada Nyonya T dengan wawancara dan observasi. Hasil: setelah dilakukan penerapan terapi akupresure selama 3 hari terjadi penurunan intesitas nyeri dari skala 5 menjadi skala 3. Kesimpulan: Terapi Akupresure berpengaruh terhadap penurunan intesitas nyeri lansia dengan gout atritis.
Abstract:Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu faktor penyakit yang tidak dapat menular akan tetapi mengalami dari penyebab prematur diseluruh dunia. Hipertensi dapat mengalami kerugian pada masalah kesehatan masyarakat…
t dengan komplikasi seperti gagal jantung, stroke, dan gagal ginjal. Tujuan : Mampu memberikan asuhan keperawatan dengan penerapan teknik relaksasi genggam jari untuk menurunkan nyeri pada pasien hipertensi. Metode : Menggunakan metode pengumpulan data selama 3 hari melalui wawancara observasi dan pemeriksaan fisik untuk mendapatkan analisa data yang di inginkan. Hasil : dari data yang di dapatkan setelah penerapan teknik relaksasi genggam jari untuk menurunkan nyeri selama 3 hari dilakukan secara rutin. Hasil sebelum penerapan terapi relaksasi genggam jari dengan skala nyeri 6 Tn. J mengatakan nyeri berkurang dibagian kepala belakang menjalar sampai ke leher, Tn J tidak tahu cara mengurangi rasa nyeri, terapi ini dilakukan 2 kali sebelum mandi dipagi hari dan sore sebelum mandi. Setelah dilakukan tindakan teknik relaksasi genggam jari pasien dapat menurunkan nyeri dari skala 6 menurun menjadi skala 2 dari sebelumnya. Kesimpulan dan saran : berdasarkan hasil penerapan teknik relaksasi genggam jari sebagai penatalaksanaan intervensi hipertensi berpengaruh pada pasien. Peran Tn. J sangat efektif hal ini ditunjukan dengan Tn.J mau dan mampu melakukan teknik relaksasi genggam jari.
Abstract:Hemodialisis adalah terapi bagi penderita gagal ginjal bertujuan untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak. Kepatuhan menjalani hemodialisis secara rutin dapat dipengaruhi oleh perilaku caring perawat serta keyakinan pasien…
asien untuk menjadi lebih baik (self efficacy). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Perilaku Caring perawat dan Self Efficacy Dengan Kepatuhan Pasien Gagal Ginjal yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Undata. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional dan pendekatan cross sectional analitik. Sampel penelitian berjumlah 89 orang didapatkan melalui rumus slovin dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang dianalisis dengan uji chi square diperoleh nilai 0,001 dan uji fisher exact diperoleh nilai 0,000 yang menunjukkan bahwa ada hubungan hubungan perilaku caring perawat dan self efficacy dengan pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Bagi perawat lebih meningkatkan kepedulian terhadap pasien agar keyakinan diri untuk sembuh pada pasien lebih meningkat sehingga dapat menunjang kesembuhan.
Kata Kunci : Perilaku Caring, Self efficacy, Kepatuhan
Abstract:Kadar asam urat berlebihan dapat disebabkan oleh produksi asam urat yang terlalu banyak di dalam tubuh atau terhambatnya pemrosesan asam urat di dalam tubuh. Jenis makanan yang dikonsumsi, konsumsi alkohol dan obesitas dapat…
apat mempengaruhi kelebihan produksi asam urat. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan asam urat diantaranya yaitu pola makan dan aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dianalisisnya hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar asam urat pada lansia di Desa Kendek dan Bone Baru Wilayah Kerja Puskesmas Lokotoy Kabupaten Banggai Laut”. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 617 orang. Besar sampel dihitung menggunakan rumus slovin berjumlah 86 responden, dengan Teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi square diperoleh (p-value = 0,000). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar asam urat pada lansia di Desa Kendek dan Bone Baru Wilayah Kerja Puskesmas Lokotoy Kabupaten Banggai Laut. Saran diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan serta mengkaji sekaligus menentukan solusi terbaik mencapai keberhasilan dalam mengatasi asam urat pada lansia dengan cara memberikan penyuluhan kesehatan melalui posyandu lansia.
Abstract:Gangguan jiwa merupakan salah satu penyakit kronis yang dengan proses penyembuhan panjang. Angka gangguan jiwa terus mengalami peningkatan yang diartikan merupakan masalah kesehatan yang serius. Pasien gangguan jiwa dalam…
m masa rehabilitas yang dirawat oleh keluarga sendiri di rumah atau rawat jalan memerlukan dukungan untuk mematuhi program pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dan stigma keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa di Rumah Sakit Daerah Madani Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian kuantitatif melalui pendekatan observasional analitik dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien gangguan jiwa yang dirawat jalan yaitu 112 orang. Besar sampel dihitung menggunakan rumus estimasi proporsi dengan jumlah sampel 42 orang. Menggunakan teknik Accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien gangguan jiwa yang mendapat dukungan positif yaitu 66,7%, pasien gangguan jiwa yang mendapat stigma keluarga positif yaitu 76,2% dan pasien gangguan jiwa patuh minum obat yaitu 69,0%. Hasil uji Fisher’s Exact didapatkan dukungan keluarga dan stigma masing-masing nilai p=0,003 dan 0.000 (≤ 0,05), ini berarti secara statistik ada hubungan dukungan keluarga dan stigma keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa. Simpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan dukungan keluarga dan stigma keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa. Disarankan agar hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan bagi Rumah Sakit Daerah Madani Provinsi Sulawesi Tengah tentang hubungan dukungan keluarga dan stigma keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa sehingga pelayanan dapat ditingkatkan.