Abstract:Pembelajaran geometri di sekolah dasar masih menghadapi tantangan berupa rendahnya pemahaman konsep akibat sifat materi yang abstrak dan kurang kontekstual. Etnomatematika merupakan pendekatan yang mengintegrasikan konsep…
p matematika dengan budaya lokal sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil eksplorasi konsep bangun datar dalam budaya lokal Indonesia serta menganalisis potensinya sebagai sumber belajar geometri di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari artikel jurnal nasional yang relevan dengan topik etnomatematika dan pembelajaran geometri. Analisis dilakukan melalui tahap identifikasi, reduksi, klasifikasi, dan sintesis temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai unsur budaya lokal seperti motif batik, rumah adat, permainan tradisional, dan kerajinan anyaman mengandung konsep bangun datar seperti persegi, persegi panjang, segitiga, lingkaran, trapesium, dan belah ketupat. Integrasi etnomatematika dalam pembelajaran geometri terbukti meningkatkan pemahaman konsep, motivasi belajar, dan kemampuan representasi matematis siswa sekolah dasar. Dengan demikian, eksplorasi etnomatematika pada bangun datar dapat dijadikan alternatif sumber belajar kontekstual dalam pembelajaran geometri.
Abstract:Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai bagaimana kecerdasan emosional anak usia dini dapat berkembang melalui proses pembelajaran, pola pengasuhan, serta interaksi sosial yang terjadi di lingkungan…
ingkungan keluarga dan sekolah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi pada anak usia 4–6 tahun, guru PAUD, serta orang tua sebagai pendamping utama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kecerdasan emosional anak muncul melalui serangkaian aktivitas belajar yang mengarah pada pengendalian emosi, kemampuan bersosialisasi, dan pembentukan perilaku positif. Dalam praktiknya, guru memanfaatkan kegiatan bermain, bercerita, serta percakapan sederhana untuk menanamkan nilai emosional, sedangkan orang tua memberikan dukungan melalui komunikasi yang penuh empati, contoh perilaku baik, dan pengasuhan yang konsisten. Keberhasilan proses ini turut ditunjang oleh kesiapan pendidik, keterlibatan aktif keluarga, serta lingkungan belajar yang mendukung. Namun demikian, penelitian juga menemukan beberapa kendala seperti karakter anak yang berbeda-beda, ketidakteraturan pendampingan di rumah, serta keterbatasan sarana pembelajaran. Penelitian ini menegaskan perlunya kolaborasi antara sekolah dan keluarga untuk memastikan proses pengembangan kecerdasan emosional berlangsung efektif dan berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode bermain sebagai intervensi pedagogis dalam meningkatkan kemampuan sosial emosional (KSE) anak usia dini. KSE merupakan fondasi penting bagi kesuksesan anak di…
i sekolah maupun kehidupan bermasyarakat. Melalui tinjauan literatur sistematis dan sintesis temuan empiris, diidentifikasi bahwa bermain, khususnya bermain peran dan bermain kooperatif, secara signifikan berkorelasi positif dengan peningkatan keterampilan seperti empati, regulasi emosi, dan interaksi sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode bermain bukan hanya merupakan kegiatan rekreatif, tetapi juga alat pembelajaran yang efektif dan alami bagi perkembangan holistik anak.
Abstract:Financial independence remains a critical challenge for Islamic educational institutions, primarily due to their persistent reliance on external funding sources. Such dependency not only undermines financial stability but…
t also constrains institutional autonomy and long-term sustainability. This article aims to conceptually examine pathways toward financial independence in Islamic educational institutions through a zero capital approach. Employing a qualitative library research design, this study critically analyzes scholarly books and peer-reviewed journal articles related to Islamic education management, social entrepreneurship, and non-profit organizational governance. The findings reveal that financial independence is not solely determined by the availability of financial capital, but rather by the institution’s capacity to optimize non-financial assets, including social capital, intellectual capital, and symbolic capital. The zero capital approach emerges as a transitional strategy that encourages the effective utilization of internal resources, competency-based productive innovation, and operational efficiency through digitalization. The novelty of this article lies in repositioning financial independence as a structural, asset-based process aligned with Islamic values, rather than as an instant outcome driven by monetary capital. This study contributes to the advancement of Islamic education management discourse and offers strategic insights for institutional leaders seeking sustainable financial independence under resource constraints.
Abstract:Integrasi teknologi digital ke dalam ranah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) telah memicu pergeseran paradigma yang mendalam dalam cara pendidik memahami proses belajar mengajar. Laporan penelitian ini menyajikan analisis…
komprehensif mengenai persepsi guru PAUD terhadap penggunaan media digital, dengan mengambil studi kasus di TKIT Sholahuddin Al Ayyubi, Sumedang. Melalui lensa psikologi perkembangan, laporan ini mengevaluasi bagaimana alat-alat digital memengaruhi domain kognitif, sosial-emosional, dan motorik anak pada fase krusial "Masa Emas." Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, memanfaatkan teknik analisis data interaktif untuk mengeksplorasi narasi dan pengalaman nyata para pendidik di lapangan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru-guru di TKIT Sholahuddin Al Ayyubi memandang media digital sebagai instrumen ganda: sebagai katalisator motivasi dan literasi yang efektif, namun juga sebagai sumber risiko potensial terhadap perkembangan sosial dan kesehatan fisik anak. Berdasarkan perspektif sosiokultural Lev Vygotsky, media digital diidentifikasi mampu menyediakan scaffolding dalam Zone of Proximal Development (ZPD), khususnya melalui metode digital storytelling yang memperkaya kemampuan bahasa ekspresif. Namun, dari perspektif kognitif Jean Piaget, terdapat kekhawatiran mengenai kesesuaian konten digital dengan tahap pra-operasional anak yang masih membutuhkan interaksi konkret. Laporan ini juga menyoroti tantangan sistemik berupa keterbatasan literasi digital guru dan infrastruktur, serta upaya strategis Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui platform Sumedang Simpati Academy (SSA) untuk meningkatkan kompetensi digital pendidik. Kesimpulan dari laporan ini menekankan perlunya model integrasi teknologi yang seimbang, berpusat pada anak, dan didukung oleh kolaborasi erat antara sekolah dan orang tua guna memastikan bahwa penggunaan media digital selaras dengan tugas-tugas perkembangan anak yang holistik.
Abstract:Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pendidikan setara di PKBM Laskar Pelangi dan kontribusinya dalam memperluas akses pendidikan bagi komunitas yang tidak terlibat dalam pendidikan formal. Latar…
belakang penelitian berasal dari masih banyaknya individu yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah akibat faktor ekonomi, sosial, dan usia. PKBM hadir sebagai lembaga pendidikan nonformal yang memberikan peluang untuk belajar melalui program Paket A, B, dan C. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara, dan dokumentasi selama proses pembelajaran di PKBM. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan setara di PKBM Laskar Pelangi berlangsung dengan baik dan fleksibel, didukung oleh lingkungan belajar yang nyaman serta peran tutor yang mirip dengan guru formal. PKBM juga memberikan keuntungan nyata bagi masyarakat melalui pendidikan tanpa biaya dan penyediaan alat tulis untuk peserta. Namun, beberapa tantangan seperti keterbatasan sarana, ketidakhadiran peserta secara tidak teratur, serta kurangnya pengajar masih menjadi kendala. Secara keseluruhan, PKBM Laskar Pelangi memainkan peran penting dalam menciptakan kesetaraan pendidikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya belajar sepanjang hidup.
Abstract:Public health organizations are required to maintain service quality through strong organizational culture and employee discipline. However, empirical studies that specifically examine both variables in local public health…
th institutions remain limited. This study aims to analyze the effect of organizational culture and employee discipline on employee performance at Puskesmas Curug Bitung, Bogor Regency. The study used a quantitative associative approach with a survey design. The population consisted of 32 employees, and 25 respondents were selected as the sample using the Slovin formula. Data were collected through questionnaires, observations, and structured interviews, then analyzed using validity and reliability tests, Pearson Product Moment correlation, coefficient of determination, and partial t-test. The results show that organizational culture has a positive and significant effect on employee performance, with a correlation coefficient of 0.777, R square of 0.630, and t-value of 5.910. Employee discipline also has a positive and significant effect on employee performance, with a correlation coefficient of 0.808, R square of 0.653, and t-value of 6.583. The novelty of this study lies in its direct testing of organizational culture and discipline without mediating variables in a district-level public health service institution. Strengthening service-oriented culture and consistent discipline is therefore essential to improve employee performance.
Abstract:The manufacturing sector in Indonesia, particularly within the aluminum fabrication and extrusion industry, is currently navigating a period of intense structural transition. Historically characterized by a focus on physical…
ical output and technical specifications, enterprises are now increasingly compelled to adopt a service-dominant logic to maintain competitive viability. This research report investigates the strategic implementation of human resource development programs at NJS Alumunium, focusing on the dual-pathway integration of technical competence (hard skills) and interpersonal proficiencies (soft skills). Utilizing the SERVQUAL framework as a primary evaluative tool, the analysis explores how specific technical abilities, such as CNC machining, precision welding, and CAD design, intersect with soft skills like emotional intelligence, communication, and proactive problem-solving to drive customer satisfaction. The study synthesizes data from contemporary Indonesian industrial policies, including "Making Indonesia 4.0," and academic frameworks such as Workplace Learning (WPL) and Total Quality Management (TQM). Findings indicate that while technical mastery is a prerequisite for entry into the high-end aluminum market, soft skills serve as the critical differentiator in fostering customer loyalty and bridging the gap between expectation and perception. The report further details the role of management information systems, the impact of local cultural paternalism in leadership, and the emergence of green capabilities as essential components of a modern competency strategy. The proposed developmental model advocates for a continuous, mentored, and digitally-enabled training ecosystem that aligns organizational capabilities with the sophisticated demands of both domestic and international consumers.
Abstract:The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) introduced Virtual Influencers (VIs) as innovative digital marketing tools, yet their adoption in high-trust sectors like banking presented unique challenges. This study…
udy analyzed the potential impact of using VIs on consumer perception and marketing ethics within the context of digital security campaigns. A qualitative-contextual approach was employed, examining Bank Central Asia’s (BCA) “Don’t Know? Kasih No!” (DKKN) campaign as a primary case study. The research explored the implications of replacing a highly credible human figure, Indro Warkop, with a VI. Drawing on Source Credibility, Parasocial Relationship, and Marketing 6.0 theories, the analysis identified an inherent trust deficit in VIs. Results indicated that while the actual DKKN campaign successfully garnered over 100 million views and reduced customer financial losses by 41%, a hypothetical AI-led version would likely trigger consumer skepticism due to a lack of experiential authenticity. Furthermore, an ethical paradox was discovered where mandated AI transparency disclosure triggered skepticism among Gen Z users. It was concluded that for high-stakes financial communication, human influencers remained superior due to their emotional relatability and the "sentience factor" required for cybersecurity advocacy. This paper recommends that banking institutions limit VIs to functional roles rather than high-stakes security literacy.
Abstract:This study aims to identify and analyze college students' preferences for Islamic financial products, explore the influence of these preferences on loyalty formation, and develop a conceptual model of Islamic financial consumer…
onsumer loyalty. The research method used was qualitative with a phenomenological approach. Data were collected through semi-structured interviews with 17 college students who had knowledge or experience related to Islamic financial products. Data analysis was performed using NVivo software. The results showed that college students' preferences were influenced by religiosity, financial institution reputation, trust, digital service innovation, and financial education. These factors contribute to the formation of consumer loyalty. Based on these findings, this study developed a consumer loyalty model that encompasses three main dimensions: spiritual attachment, digital engagement, and community-based advocacy. This model integrates consumer loyalty theory and Value-Belief-Norm (VBN) theory to explain the relationship between religious values, digital behavior, and loyalty to Islamic financial products. The implications of this research lie in its contribution to broadening the theoretical understanding of consumer loyalty in the Islamic financial sector and providing strategic direction for financial institutions in strengthening long-term relationships with young customers.