Search Articles & Publications

Showing 164 articles found for "Konten"

PERAN MEDIA SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN DAKWAH ISLAM MODERAT DI KALANGAN GENERASI MUDA

April Yanti Ananda, Febria Sri Rezeqi Fadillah, Gizalsa Syabilla, Hasna Nisrina, Muhammad Rizalul Zidan Akbar, Islaeda Yushan Dini, Edi Suresman
Abstract: Perkembangan media sosial telah mengubah dakwah Islam dari pendekatan konvensional menjadi praktik digital yang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam mengembangkan dan menyebarkan… an nilai-nilai Islam moderat di kalangan generasi muda, dengan mengkaji pengaruh algoritma, pergeseran otoritas keagamaan, dan komodifikasi konten religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap 17 artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2021–2026 yang dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform seperti Instagram, YouTube, TikTok, dan X berfungsi sebagai ekosistem yang efektif dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi (wasathiyyah), toleransi, dan inklusivitas. Namun, sistem berbasis algoritma cenderung memprioritaskan konten yang viral dan emosional dibandingkan pesan keagamaan yang substantif, sehingga berpotensi mengurangi kedalaman pemahaman. Selain itu, pergeseran otoritas keagamaan dari ulama tradisional ke influencer digital menimbulkan kekhawatiran terkait kredibilitas. Praktik monetisasi dan personal branding juga menunjukkan adanya kecenderungan komodifikasi konten keagamaan di ruang digital. Oleh karena itu, penguatan literasi digital keagamaan serta integrasi antara otoritas keilmuan dan kompetensi digital menjadi hal yang penting untuk memastikan keberlanjutan dakwah Islam moderat di era digital.

Peran Media Sosial dalam Meningkatkan Kesadaran Wakaf Uang di Kalangan Mahasiswa UINSU

Khairiah Saragih, Assifa, Zahratun Husna, Dini, Rusdi Hasibuan, Mhd., Samri Julianti Nasution, Yenni
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendalami dan menganalisis peran media sosial dalam meningkatkan kesadaran wakaf uang di kalangan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), khususnya pada Fakultas Ekonomi… dan Bisnis Islam (FEBI). Di era transformasi digital, instrumen filantropi Islam seperti wakaf uang memerlukan pendekatan komunikasi yang adaptif untuk menjangkau generasi Z sebagai digital natives. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi lapangan (field research). Data primer dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan empat orang mahasiswa FEBI UINSU yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, didukung oleh dokumentasi konten media sosial terkait. Analisis data menerapkan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial (seperti Instagram, YouTube, dan WhatsApp) memiliki peran strategis yang signifikan dalam memperluas literasi wakaf uang melalui penyajian konten visual yang menarik, kreatif, dan informatif seperti video pendek serta infografis. Namun, efektivitas sosialisasi ini masih menghadapi kendala, di antaranya konten yang terlalu umum dan kurangnya keterbukaan informasi. Mahasiswa mengharapkan adanya transparansi pelaporan penyaluran dana secara berkala serta pembuatan video tutorial teknis yang jelas. Selain itu, keterlibatan aktif organisasi kemahasiswaan dan gerakan kolektif teman sebaya di media sosial terbukti efektif dalam memicu minat dan membangun kepercayaan mahasiswa untuk berwakaf uang secara digital.

PENGELOLAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI STRATEGI PEMASARAN PENDIDIKAN DI SD NEGERI 158 PALEMBANG

Leni Maryati, Ade Akhmad Saputra
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan media sosial sebagai strategi pemasaran pendidikan di SD Negeri 158 Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan desain studi… udi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, serta pihak yang terlibat dalam pengelolaan media sosial sekolah. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan media sosial di SD Negeri 158 Palembang dilakukan secara sistematis melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Pada tahap perencanaan, sekolah menentukan jenis informasi, jadwal publikasi, serta dokumentasi yang akan digunakan dalam media sosial sekolah. Pada tahap pengorganisasian, pengelolaan media sosial dilakukan melalui kerja sama antar guru dan pihak sekolah dalam proses dokumentasi, penyusunan konten, dan publikasi informasi sekolah. Pada tahap pelaksanaan, media sosial dimanfaatkan untuk mempublikasikan kegiatan pembelajaran, prestasi siswa, kegiatan ekstrakurikuler, serta informasi akademik sekolah sebagai sarana promosi pendidikan dan komunikasi publik. Sedangkan pada tahap pengawasan, sekolah melakukan pengecekan konten sebelum dipublikasikan serta memantau respon masyarakat terhadap unggahan sekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran penting sebagai strategi pemasaran pendidikan dalam membangun citra positif sekolah, memperluas penyebaran informasi, serta meningkatkan komunikasi antara sekolah dan masyarakat. Dengan pengelolaan yang terencana dan terstruktur, media sosial dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana promosi pendidikan di era digital.

Implementasi Nilai-Nilai Dasar Perdamaian dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Irwani, Resty Nazla, Syamzaimar
Abstract: Penelitian ini mengkaji implementasi nilai-nilai dasar perdamaian dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), yang masih terbatas dan tidak sistematis meskipun kurikulum menekankan pembentukan karakter… akter berbasis Pancasila dan kebhinekaan di tengah tantangan intoleransi serta konflik sosial. Latar belakang masalah didasari oleh kebutuhan mendesak perdamaian multikultural di Indonesia, di mana era digital memperburuk isu seperti cyberbullying, ujaran kebencian berbasis SARA, dan konflik horizontal, sehingga PPKn berperan sebagai wadah utama internalisasi nilai toleransi, keadilan, kerja sama, serta penolakan kekerasan. Tujuan penelitian adalah menggambarkan bentuk integrasi nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran PPKn, mengidentifikasi kontribusinya terhadap perilaku siswa dan budaya sekolah damai, serta menganalisis keterbatasan implementasinya untuk memberikan rekomendasi kebijakan. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), menganalisis konten dengan dari sumber literatur Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai dasar perdamaian telah mulai diimplementasikan melalui pendekatan partisipatif seperti diskusi kelompok, studi kasus konflik, role play, dan proyek sosial, terutama pada aspek toleransi, anti-kekerasan, serta kerja sama; namun, penerapannya masih insidental, terfokus pada nilai terpilih, dan terhambat oleh kurangnya pemahaman guru, perangkat pembelajaran yang tidak standar, serta minimnya dukungan kurikulum eksplisit. Implementasi ini berkontribusi positif terhadap peningkatan sikap siswa dalam menghargai perbedaan dan menyelesaikan konflik secara damai, meskipun belum merata di seluruh ranah nilai perdamaian. Kesimpulan penelitian menegaskan perlunya integrasi eksplisit nilai-nilai dasar perdamaian ke dalam kurikulum PPKn melalui modifikasi RPP, pelatihan guru, dan program sekolah ramai anak untuk membangun budaya damai berkelanjutan yang selaras dengan Profil Pelajar Pancasila. Saran meliputi pengembangan pedoman evaluasi sikap berbasis perdamaian serta penelitian lanjutan berbasis studi kasus empiris

MENGENAL SEGITIGA DAN LINGKARAN MELALUI PEMBELAJARAN GEOMETRI YANG BERMAKNA

Ade Irma Yani Putri, Safrida Napitupulu, Nurjannah, Ramadhani, Sutarini
Abstract: Pembelajaran geometri di sekolah dasar memiliki peran strategis dalam mengembangkan penalaran spasial, pemahaman konseptual, dan keterampilan pemecahan masalah matematika siswa. Segitiga dan lingkaran adalah konsep geometri… tri fundamental yang perlu diperkenalkan secara bermakna karena keduanya berkaitan erat dengan objek dan situasi yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pengajaran geometri seringkali disampaikan secara prosedural, menyebabkan siswa fokus pada menghafal rumus tanpa memahami konsep yang mendasarinya. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran geometri yang bermakna melalui pengenalan konsep segitiga dan lingkaran di pendidikan dasar. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan menganalisis konten konseptual, strategi pembelajaran kontekstual, dan aktivitas pembelajaran yang melibatkan pengamatan langsung terhadap objek di sekitarnya. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran bermakna mendukung siswa dalam mengidentifikasi sifat-sifat geometris, memahami hubungan matematika, dan menerapkan konsep dalam konteks otentik. Pembelajaran kontekstual juga mendorong partisipasi aktif dan memperkuat penguasaan konsep. Oleh karena itu, pengajaran geometri yang bermakna direkomendasikan sebagai pendekatan pedagogis yang efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang geometri dasar dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.

Pengaruh Media Sosial terhadap Minat Belajar Mahasiswa PGSD A Universitas Battuta

Az’zahra, Chintami, Wahyudi, Dichi Akbar
Abstract: Sekarang ini penggunaan media sosial sangat mudah ditemukan di segala kalangan, termasuk mahasiswa PGSD A Universitas Battuta yang aktif menggunakan berbagai platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube dalam berbagai… kebutuhan sehari-hari. Platform-platform digital ini bisa memengaruhi minat belajar mahasiswa, bisa menjadi sarana yang mendukung belajar atau justru mengganggu fokus belajar karena adanya konten hiburan yang mengalihkan perhatian. Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh media sosial terhadap minat belajar mahasiswa PGSD A Universitas Battuta, apakah media sosial cenderung membantu melalui komunitas belajar online dan sumber materi yang kreatif, atau justru menghalangi konsentrasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei, yaitu dengan memberikan kuesioner kepada seluruh populasi yang terdiri dari 28 responden untuk mengumpulkan data berupa angka yang nantinya akan dianalisis secara statistik.

Persepsi Guru PAUD terhadap Penggunaan Media Digital dalam Pembelajaran: Tinjauan dari Perspektif Psikologi Perkembangan

Eska Hifdiyah Sahal, Mayasari
Abstract: Integrasi teknologi digital ke dalam ranah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) telah memicu pergeseran paradigma yang mendalam dalam cara pendidik memahami proses belajar mengajar. Laporan penelitian ini menyajikan analisis… komprehensif mengenai persepsi guru PAUD terhadap penggunaan media digital, dengan mengambil studi kasus di TKIT Sholahuddin Al Ayyubi, Sumedang. Melalui lensa psikologi perkembangan, laporan ini mengevaluasi bagaimana alat-alat digital memengaruhi domain kognitif, sosial-emosional, dan motorik anak pada fase krusial "Masa Emas." Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, memanfaatkan teknik analisis data interaktif untuk mengeksplorasi narasi dan pengalaman nyata para pendidik di lapangan.  Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru-guru di TKIT Sholahuddin Al Ayyubi memandang media digital sebagai instrumen ganda: sebagai katalisator motivasi dan literasi yang efektif, namun juga sebagai sumber risiko potensial terhadap perkembangan sosial dan kesehatan fisik anak. Berdasarkan perspektif sosiokultural Lev Vygotsky, media digital diidentifikasi mampu menyediakan scaffolding dalam Zone of Proximal Development (ZPD), khususnya melalui metode digital storytelling yang memperkaya kemampuan bahasa ekspresif. Namun, dari perspektif kognitif Jean Piaget, terdapat kekhawatiran mengenai kesesuaian konten digital dengan tahap pra-operasional anak yang masih membutuhkan interaksi konkret. Laporan ini juga menyoroti tantangan sistemik berupa keterbatasan literasi digital guru dan infrastruktur, serta upaya strategis Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui platform Sumedang Simpati Academy (SSA) untuk meningkatkan kompetensi digital pendidik. Kesimpulan dari laporan ini menekankan perlunya model integrasi teknologi yang seimbang, berpusat pada anak, dan didukung oleh kolaborasi erat antara sekolah dan orang tua guna memastikan bahwa penggunaan media digital selaras dengan tugas-tugas perkembangan anak yang holistik.  

Strategi Optimasi Database untuk Meningkatkan Kecepatan Akses pada Aplikasi Instagram

Annisa Nadila, Muhammad Irwan Padli Nasution
Abstract: Kenaikan jumlah pengguna aktif Instagram, yang mencapai lebih dari dua miliar akun pada tahun 2023, telah menimbulkan tantangan teknis yang signifikan, terutama dalam mengelola basis data berskala besar. Artikel ini menyajikan… ajikan analisis mendalam mengenai strategi optimasi basis data yang dapat diterapkan untuk mempercepat dan meningkatkan efisiensi akses data pada platform berbagi konten visual seperti Instagram. Melalui tinjauan sistematis dan analisis komparatif terhadap literatur terbaru, penelitian ini mengidentifikasi tujuh dimensi utama yang saling terkait dalam optimasi: desain pengindeksan yang akurat, penulisan kueri yang efektif, penerapan mekanisme caching berlapis, strategi pemecahan dan partisi data, replikasi untuk ketahanan sistem, penggunaan basis data khusus dan arsitektur hibrida, serta keamanan dan efisiensi biaya operasional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi terintegrasi yang memanfaatkan PostgreSQL, Redis, dan Cassandra dapat secara signifikan mengurangi latensi akses sekaligus meningkatkan throughput sistem secara keseluruhan.

Transformasi Budaya Literasi Digital Generasi Z di Era Media Sosial: Sebuah Systematic Literature Review

Salsabila Dwi Anggraini, Tri Wahjoedi, Adha Pramudya Yudistira
Abstract: Budaya literasi digital telah berubah sebagai akibat dari pertumbuhan media sosial, terutama di kalangan Generasi Z, yang tumbuh di era digital. Studi ini menggunakan teknik Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) untuk meneliti… liti bagaimana budaya literasi digital Generasi Z telah berubah di era media sosial. Tinjauan Literatur Sistematis digunakan, mengumpulkan publikasi ilmiah dari SINTA dan Google Scholar antara tahun 2020 dan 2025. Kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan sebelumnya digunakan dalam proses pemilihan artikel. Setelah prosedur penyaringan, 20 artikel yang relevan ditemukan untuk dipelajari dari 35 artikel yang dihasilkan oleh pencarian. Temuan menunjukkan bahwa media sosial memiliki dampak besar pada bagaimana budaya literasi digital Generasi Z berkembang, mulai dari pergeseran kemampuan penilaian informasi dan kebiasaan akses hingga pembuatan konten digital. Namun, masih ada masalah, seperti kurangnya kemampuan berpikir kritis, paparan informasi palsu yang tinggi, dan ketergantungan pada media sosial. Untuk memberdayakan Generasi Z agar dapat menggunakan media sosial secara bijaksana dan etis, sangat penting untuk memperkuat literasi digital mereka.

Transformasi Digital UMKM Kuliner: Analisis Netnografi Dampak Viralitas Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian pada Fenomena Aldis Burger by Aldi Taher

Andry Mochamad Ramdan
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika transformasi digital pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor kuliner melalui analisis netnografi terhadap fenomena "Aldis Burger" oleh Aldi Taher. Di tengah… gah pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia, sektor kuliner memberikan kontribusi signifikan sebesar 70% dari total unit UMKM, namun menghadapi tantangan adaptasi teknologi yang masif pasca-pandemi. Menggunakan metode netnografi yang dikembangkan oleh Robert Kozinets, penelitian ini menyelami interaksi budaya digital di platform media sosial seperti Instagram dan YouTube untuk memahami bagaimana viralitas yang dipicu oleh persona publik memengaruhi persepsi konsumen dan keputusan pembelian. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan non-partisipatif terhadap konten video ulasan kuliner, komentar netizen, dan metadata interaksi digital. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi viral marketing Aldis Burger mengintegrasikan elemen social currency, emosi, dan narasi personal yang kuat untuk menciptakan "efek bola salju digital". Meskipun persona Aldi Taher yang dianggap cringe menjadi pemicu awal viralitas, keputusan pembelian konsumen didorong oleh validasi kualitas produk (tekstur roti dan dominansi daging) serta nilai praktis porsi sharing yang ekonomis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital fungsi penjualan yang efektif harus menyeimbangkan antara momentum viralitas dengan konsistensi kualitas produk dan kepercayaan konsumen untuk menjamin keberlanjutan bisnis di pasar digital modern yang dinamis.