Search Articles & Publications

Showing 1852 articles found for "Memiliki"

TRANSFORMASI LIMBAH PLASTIK MENJADI PAVING BLOCK: STRATEGI EDUKASI LINGKUNGAN DAN PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DI TPA TERJUN MEDAN MARELAN

Meilinda Suriani Harefa, Pinta Yosepin Turnip, Nurida Hana Simamora, Lara Deskya Br Depari
Abstract: Permasalahan limbah plastik masih menjadi salah satu persoalan lingkungan yang serius di Indonesia karena sulit terurai secara alami dan volumenya terus meningkat setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis… pengolahan limbah plastik menjadi paving block sebagai bentuk edukasi lingkungan dan peningkatan pendapatan masyarakat di sekitar TPA Terjun Kecamatan Medan Marelan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif dan lingkungan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan praktik langsung bersama masyarakat sekitar TPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pengolahan limbah plastik dengan memanfaatkan plastik jenis HDPE dan LDPE mampu mengurangi penumpukan sampah plastik sekaligus menghasilkan produk paving block yang memiliki nilai ekonomis. Edukasi lingkungan yang dilakukan melalui sosialisasi, demonstrasi, dan pelatihan praktik mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan konservasi lingkungan. Selain itu, pemanfaatan limbah plastik menjadi paving block juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui kegiatan daur ulang berbasis lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengolahan limbah plastik menjadi paving block dapat menjadi solusi alternatif dalam mengurangi pencemaran lingkungan, mendukung konservasi sumber daya alam, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

TIPOLOGI POLA PERMUKIMAN PEDESAAN DI KAWASAN PEGUNUNGAN

Tiaranoor Andolia
Abstract: Permukiman adalah wadah bagi makhluk hidup untuk melakukan segala kegiatannya. Permukiman sendiri memiliki pola yang unik berdasarkan faktor fisik maupun non fisik pembentuknya. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari… konsepsi dari tipologi pola permukiman khusus di kawasan pegunungan. Adapun sasaran dari penelitian ini adalah menemukan parameter dengan mengkaji beberapa teori dan juga studi kasus yang relevan. Metode  yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literature. Ada tiga studi kasus yang dikaji pada penelitian ini. Ketiga studi kasus ini terletak pada pegunungan api dan karst yang mana keduanya memiliki kondisi yang berbeda sehingga pola permukiman yang dihasilkan memiliki keunikannya masing- masing. Konsepsi dan parameter dari ketiga studi kasus ini adalah mengidentifikasi pola permukiman berdasarkan kesamaan karakter yang unik di bentangalam pegunungan dan perbukitan dengan parameter fisik dan non fisik.

POLA PEMANFAATAN LAHAN AGROFORESTRI SEBAGAI MITIGASI EROSI TANAH DI DESA SAMBAK KECAMATAN KAJORAN KABUPATEN MAGELANG

Monica Desy Deria, Eppy Yuliani
Abstract: Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang merupakan wilayah perbukitan dengan kondisi lereng curam yang rentan mengalami erosi tanah. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah,… , serta pola pemanfaatan lahan yang kurang memperhatikan konservasi tanah. Salah satu upaya mitigasi yang diterapkan masyarakat adalah melalui sistem agroforestri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola pemanfaatan lahan agroforestri dan non-agroforestri, menganalisis kontribusi pola tanam agroforestri terhadap mitigasi erosi tanah, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi erosi tanah di Desa Sambak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode analisis deskriptif kuantitatif dan analisis komparatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi, wawancara, dan studi literatur. Analisis difokuskan pada kondisi vegetasi, penggunaan lahan, dan karakteristik fisik lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola agroforestri di Desa Sambak didominasi oleh sistem agrisilvikultur pola multistrata dengan vegetasi utama berupa pinus, mahoni, kopi, dan tanaman bawah berupa rumput-rumputan. Kawasan agroforestri memiliki penutupan lahan yang lebih rapat dibandingkan lahan non-agroforestri sehingga mampu mengurangi limpasan permukaan, memperkuat struktur tanah, dan menekan erosi tanah. Faktor-faktor yang memengaruhi erosi tanah meliputi kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah, vegetasi, dan penggunaan lahan. Dengan demikian, agroforestri berperan penting dalam mitigasi erosi tanah dan mendukung pengelolaan lahan berkelanjutan di Desa Sambak.

Pengelolaan Ekosistem Mangrove Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Banjir Rob Di Wilayah Pesisir

Dewi Ilma, Eppy Yuliani
Abstract: Dalam menghadapi peningkatan frekuensi dan intensitas bencana alam di wilayah pesisir, pendekatan holistik menjadi kunci dalam mengurangi risiko. Salah satu solusi yang menarik adalah memanfaatkan kawasan ekosistem mangrove… ove yang memiliki peranan vital dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mencegah banjir rob, memperlambat laju air, melindungi pantai dari abrasi, serta menyediakan habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna laut. Penulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pengelolaan terhadap ekosistem mangrove yang bisa menjadi upaya penting dalam mitigasi bencana banjir rob di wilayah pesisir. Tantangan utama adalah kurangnya pengelolaan dan kesadaran baik masyarakat maupun perangkat daerah akan potensi ekosistem mangrove yang dapat membantu meningkatkan kualitas air, meningkatkan biodiversitas serta dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di wilayah pesisir. Melalui metode penulisan artikel berupa tinjauan literatur dan studi kasus yang relevan, artikel ini menawarkan solusi efektif dalam membangun ketahanan lokal terhadap bencana alam di masa depan yang berkelanjutan. Hasil penulisan menunjukkan bahwa pengelolaan terhadap ekosistem mangrove dapat diterapkan di wilayah pesisir sebagai upaya mitigasi bencana banjir rob dan meningkatkan kemampuan masyarakat setempat dalam menghadapi bencana. Dengan adanya penulisan artikel ini, diharapkan masyarakat, komunitas pecinta alam, dan pemerintah setempat dapat memahami pentingnya perlindungan lingkungan dan berpartisipasi aktif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

OPTIMALISASI PEREMPUAN DALAM KETAHANAN PANGAN BERBASIS LINGKUNGAN

Aulia Azwita Wijaya, Mutiara Serly, Elly Nielwaty
Abstract: Ketahanan pangan merupakan isu strategis yang berkaitan dengan ketersediaan, aksesibilitas, pemanfaatan, dan stabilitas pangan bagi masyarakat. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, perempuan memiliki peran penting sebagai… bagai pengelola pangan rumah tangga, pelaku usaha pertanian, serta agen perubahan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi peran perempuan dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis lingkungan melalui berbagai praktik pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah, buku, laporan penelitian, dan dokumen kebijakan yang relevan mengenai perempuan, ketahanan pangan, dan lingkungan. Analisis penelitian menggunakan Teori Optimalisasi (Siagian, 2014; Heizer et al., 2020) sebagai kerangka utama, dengan lima indikator yaitu efektivitas, efisiensi, produktivitas, kualitas, dan keberlanjutan, yang dilengkapi oleh Teori Pemberdayaan Perempuan (Women Empowerment Theory) yang dikembangkan oleh Naila Kabeer (1999) sebagai teori pendukung. Teori pemberdayaan ini menekankan bahwa akses terhadap sumber daya, kemampuan mengambil keputusan, dan pencapaian kesejahteraan menjadi faktor pelengkap dalam meningkatkan kapasitas perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perempuan berkontribusi signifikan dalam menjaga ketahanan pangan melalui pengelolaan pekarangan pangan, diversifikasi konsumsi pangan keluarga, pengembangan pertanian ramah lingkungan, serta pemanfaatan teknologi sederhana berbasis sumber daya lokal, sebagaimana tercermin dari pencapaian indikator efektivitas, efisiensi, produktivitas, kualitas, dan keberlanjutan dalam Teori Optimalisasi. Namun demikian, optimalisasi peran perempuan masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan akses terhadap lahan, modal, teknologi, dan pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang mendukung peningkatan kapasitas perempuan melalui pelatihan, akses pembiayaan, pendampingan usaha, serta penguatan kelembagaan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi peran perempuan yang didukung oleh pemberdayaan berbasis lingkungan merupakan strategi penting dalam memperkuat ketahanan pangan yang berkelanjutan serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional.

OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN KOSONG (PEKARANGAN RUMAH) MENJADI LAHAN PRODUKTIF DI KELURAHAN UMBAN SARI, KECAMATAN RUMBAI, KOTA PEKANBARU

Vaica Nestra Lucia Br Manalu, Cristmes Grecya Yolanda Banurea, Elly Nielwaty
Abstract: Pemanfaatan lahan kosong di kawasan permukiman menjadi salah satu alternatif yang dapat dilakukan masyarakat untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung pembangunan lingkungan yang berkelanjutan. Pekarangan… arangan rumah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi lahan produktif melalui budidaya tanaman hortikultura, tanaman obat keluarga, maupun kegiatan pertanian rumah tangga lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi pemanfaatan lahan kosong (pekarangan rumah) menjadi lahan produktif di Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru berdasarkan perspektif Community Empowerment. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah Informan A(54 tahun), warga yang aktif memanfaatkan lahan pekarangan rumah menjadi lahan produktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan pekarangan telah memberikan manfaat berupa peningkatan ketahanan pangan keluarga, pengurangan pengeluaran rumah tangga, peningkatan kualitas lingkungan, dan penguatan hubungan sosial masyarakat. Namun demikian, masih terdapat berbagai kendala seperti keterbatasan pengetahuan budidaya, minimnya akses terhadap sarana produksi, serta kurangnya pendampingan yang berkelanjutan. Berdasarkan analisis lima dimensi Community Empowerment yang meliputi enabling, empowering, protecting, supporting, dan maintaining, optimalisasi pemanfaatan lahan kosong telah berjalan cukup baik meskipun masih memerlukan dukungan dari pemerintah dan masyarakat agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

PEMBINAAN KERJA KARYAWAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK RATTAN HANDMADE DI JALAN YOS SUDARSO RUMBAI, KOTA PEKANBARU

Annisa Rahma Denia, Triana Maulidina Putri, Elly Nielwaty
Abstract: Pembinaan kerja merupakan salah satu faktor penting dalam pengembangan sumber daya manusia yang berperan dalam meningkatkan kualitas produk pada suatu usaha. Pada industri kerajinan rotan handmade, kualitas produk sangat… ditentukan oleh kemampuan teknis, ketelitian, efisiensi kerja, dan kreativitas karyawan dalam melaksanakan proses produksi. Oleh karena itu, pembinaan kerja diperlukan untuk membantu karyawan meningkatkan kompetensi dan menghasilkan produk yang sesuai dengan standar kualitas yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembinaan kerja karyawan dalam meningkatkan kualitas produk pada usaha Rattan Handmade di Jalan Yos Sudarso Rumbai, Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan teori pembinaan kerja menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2017) dengan pendekatan kualitatif dan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan kerja dilakukan melalui pendampingan langsung oleh pemilik usaha selama proses produksi berlangsung. Pembinaan tersebut mampu meningkatkan kemampuan teknis, ketelitian kerja, efisiensi kerja, dan kreativitas karyawan sehingga kualitas produk yang dihasilkan menjadi lebih baik, rapi, kuat, dan memiliki nilai estetika yang tinggi. Meskipun demikian, masih terdapat kendala berupa keterbatasan fasilitas produksi, perbedaan kemampuan karyawan, dan keterbatasan waktu pembimbing. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan untuk menjaga konsistensi kualitas produk serta meningkatkan daya saing usaha.

IMPLEMENTASI PROGRAM APARTEMEN IKAN SEBAGAI MODEL PEMBANGUNAN KELAUTAN DI PROVINSI SULAWESI SELATAN

Aiman Sabar Rezeky, Ghaitsa Zahira Sofa, Nurul Aulia, Naya Tsaqifah Fisabilillah
Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya degradasi ekosistem laut di Provinsi Sulawesi Selatan akibat praktik penangkapan ikan yang ilegal sehingga berdampak pada menurunnya kualitas ekosistem laut serta kesejahteraan… teraan nelayan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program Apartemen Ikan sebagai bagian dari kebijakan ekonomi biru dalam mendukung pemulihan ekosistem laut dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Apartemen Ikan di Provinsi Sulawesi Selatan memiliki tujuan yang jelas dalam menciptakan habitat baru bagi ikan, mendukung konservasi laut, serta meningkatkan efisiensi aktivitas penangkapan ikan bagi nelayan kecil. Program ini juga menunjukkan potensi positif terhadap pemulihan ekosistem laut melalui pembentukan habitat buatan yang mulai dimanfaatkan biota laut sebagai tempat berkembang biak. Namun, implementasi kebijakan masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan regulasi, pengawasan, dan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan program. Dengan demikian, penguatan regulasi, edukasi masyarakat, dan pengawasan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan Program Apartemen Ikan secara ekologis dan ekonomis.

Hubungan Aktivitas Fisik dan Konsumsi Junk Food dengan Status Gizi Mahasiswa S1 Gizi Universitas Negeri Surabaya

Ismatul Karimah
Abstract: Gizi kurang dan gizi berlebih menjadi masalah gizi yang terjadi di indonesia saat ini. Status gizi dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu aktivitas fisik dan konsumsi junk food. Pola makan seperti konsumsi&#8230; junk food dapat menyebabkan risiko kelebihan berat badan jika tidak diimbangi dengan adanya aktivitas fisik. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa mahasiswa gizi Universitas Negeri Surabaya tergolong sering mengonsumsi junk food serta memiliki aktivitas fisik rendah. Tujuan penelitian yaitu untuk mengatahui hubungan antara aktivitas fisik dan konsumsi junk food dengan status gizi mahasiswa Prodi S1 Gizi Universitas Negeri Surabaya. Penelitian menggunakan desain Cross-sectional dengan total sampel berjumlah 87 responden. Aktivitas fisik diukur menggunakan IPAQ-SF dan konsumsi junk food diukur menggunakan FFQ. Status gizi diukur menggunakan pengukuran antropometri, kemudian menghitung IMT untuk melihat status gizi responden. Analisis menggunakan uji normalitas berupa Kolmogorov-Smirnov dan uji hipotesis Korelasi Pearson untuk data yang berdistribusi normal dan Spearman Rank untuk data yang tidak berdistribusi normal. Hasil uji normalitas pada variabel aktivitas fisik, konsumsi junk food dan IMT yaitu 0,000<0,05, sehingga data tidak berdistribusi normal. Hasil uji Spearman rank pada aktivitas fisik yaitu 0,140 >0,05, dan hsil uji hipotesis pada konsumsi junk food yaitu 0,733>0,05. Tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dan konsumsi junk food dengan status gizi mahasiswa Prodi S1 Gizi Universitas Negeri Surabaya.

Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap Usia Dewasa Dengan Masalah Utama Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif Di Padukuhan Genitem RT 07 RW 17 Godean Sleman Yogyakarta

Ardani Putri, Nareza Alfa, Isnaeni, Yuli
Abstract: Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan kronis yang memerlukan keterlibatan keluarga dalam pengelolaannya. Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah dan merawat anggota keluarga dengan hipertensi dapat meningkatkan&#8230; ngkatkan risiko komplikasi yang serius. Tujuan: Mendiskripsikan asuhan keperawatan keluarga pada tahap usia dewasa dengan masalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif di Padukuhan Genitem. Metode: Studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi yang dilakukan pada keluarga Tn. N di Padukuhan Genitem RT 07 RW 17 Godean, Sleman, Yogyakarta. Pengkajian dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, serta pendekatan keperawatan keluarga. Hasil: Pengkajian menunjukkan bahwa Tn. N mengalami hipertensi dengan tekanan darah 160/130 mmHg serta memiliki keterbatasan pengetahuan terkait faktor risiko, pencegahan, dan perawatan hipertensi. Diagnosa keperawatan utama yang ditegakkan adalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif dengan intervensi keperawatan difokuskan pada edukasi kesehatan dan demonstrasi senam hipertensi. Kesimpulan: Setelah dilakukan intervensi keperawatan, keluarga mampu memahami masalah hipertensi dan mampu mendemonstrasikan senam hipertensi secara mandiri untuk mengontrol tekanan darah. Asuhan keperawatan keluarga yang komprehensif dan berkelanjutan berperan penting dalam meningkatkan manajemen kesehatan keluarga pada penderita hipertensi.   Kata Kunci : asuhan keperawatan keluarga, hipertensi, senam hipertensi, manajemen kesehatan