Search Articles & Publications

Showing 1329 articles found for "Main"

Hubungan Tekanan Orang Tua Terhadap Nilai Sekolah Dengan Tingkat Stres Anak Usia Sekolah Di SMP Negeri 2 Rajeg

Agmarisa Mawardi, AYG Wibisono, Ida Faridah
Abstract: Remaja merupakan tahap perkembangan dari masa kanak-kanak menuju dewasa yang dibentuk tidak hanya oleh suatu peristiwa, sejak usia 10-11 tahun. Masa remaja dibagi menjadi tiga periode menurut pembagian usianya, fase awal… (usia 11-14 tahun), fase tengah (usia 15-17 tahun), dan fase terakhir (usia 18-20 tahun). Hubungan tekanan orang tua dan anak-anak dua kepercayaan antara hubungan orang tua yang baik memainkan peran penting dan perkembangan individu sebaliknya. Salah satu penyebab stres utamanya bagi remaja terkait dengan tekanan yang dialami siswa dari orang tua dan ekspektasi akademik yang tinggi. Tujuan penelitian : untuk mengetahui adanya hubungan antara Tekanan Orang Tua dengan Tingkat Stres di SMP NEGERI 2 RAJEG. Metode Penelitian : ini menggunakan metode penelitian Kuantitati non-eksperimental desain penelitian cross-section dengan sampel 109 siswa kelas VIII SMP NEGERI 2 RAJEG Metode pengambilan sample dilakukan dengan Teknik sample random sampling dalam pengambilan sample dalam penelitian dengan menggunakan uji chis-square. Hasil penelitian : ini menunjukkan adanya hubungan Tekanan Orang Tua dengan Tingkat Stres dimana nilai P= 0,000 dan menunjukkan adanya hubungan Tekanan Orang Tua dengan Tingkat Stres. Kesimpulan : maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara Tekanan Orang Tua dengan Tingkat Stres di SMP NEGERI 2 RAJEG. Bahwa semakin adanya tekanan maka semakin tinggi tingkat stres yang dialami. Saran : Diharapkan meluangkan waktu sebulan sekali atau dua bulan sekali mengadakan kelas parenting dimana orang tua dan siswa dikumpulkan bersama guru bimbingan konseling untuk terkait hal-hal yang sifatnya hubungan orang tua dan anak. Serta dapat membicarakan solusi untuk mengurangi dan menghindarkan tekanan orang tua dengan tingkat stres

Hubungan Perilaku Nomophobia Terhadap Prestasi Belajar Remaja Di SMAN 2 Kabupaten Tangerang

Dini Nurani, Dewi Nur Puspita Sari, Zahrah Maulidia Septimar
Abstract: Latar Belakang: Nomophobia (No Mobile Phone Phobia) adalah perilaku cemas atau ketakutan yang berlebihan disebabkan oleh seseorang saat jauh dari smartphone, kehilangan koneksi internet atau kehabisan daya baterai. Penderita&#8230; rita nomophobia menghabiskan waktunya hanya untuk bermain media sosial, sehingga penderita nomophobia tidak memiliki waktu untuk belajar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan perilaku nomophobia terhadap prestasi belajar remaja di SMAN 2 Kabupaten Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik Strafed Random Sampling dengan total sampel sebanyak 302 siswa. Hasil:  Hasil uji korelasi menunjukan nilai p-value 0,001 < 0,05 yang berarti ada hubungan antara perilaku nomophobia terhadap prestasi belajar dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,185 yang menunjukkan keeratan variable lemah dengan hubungan kedua variable positif searah.

Urgensi Etika Dan Kode Etik Bagi Guru Sejarah Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Mardiyah A.S. Taulama, Moh. Imron Rosidi
Abstract: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pentingnya etika dan kode etik guru terhadap siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data ini diperoleh dari berbagai sumber ilmiah, misalnya&#8230; isalnya buku dan artikel dari jurnal yang terbit 2017 hingga 2024. Hasil penelitian mununjukkan bahwa pendidikan memainkan peran penting dalam membentuk generasi masa depan yang beretika dan beradab. Guru memiliki peran kunci dalam membantu siswa mengembangkan nilai-nilai etika dan moral yang diperlukan untuk hidup yang adil dan jujur. Oleh karena itu, pentingnya etika dan kode etik guru terhadap siswa tidak dapat dipandang remeh. Guru yang memiliki etika dan kode etik yang baik dapat membantu siswa mengembangkan kejujuran, kesadaran diri, dan kemampuan berkomunikasi yang efektif. Mereka juga dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan membuat keputusan yang bijak. Dengan demikian, siswa dapat menjadi individu yang beretika dan beradab, serta memiliki kemampuan untuk menjadi bagian dari masyarakat yang lebih baik. Selain itu, etika dan kode etik guru juga dapat membantu siswa mengembangkan potensi diri mereka, kepercayaan diri dan rasa aman. Ketika guru memiliki etika dan kode etik yang baik. Jadi guru harus meningkatkan kualitas dan martabat profesinya. Dalam proses pengajaran di sekolah etika juga sangat penting dan guru juga harus memiliki sifat-sifat yang baik, seperti berpikir terbuka, kritis, inovatif, dan percaya diri, serta mampu menerapkan nilai-nilai humaniora yang sesuai dengan bidang keahliannya.

CURRICULUM REFORM IN INDONESIA

Ningrum, Rini Listiya, Akhmad Ali Mirza, Zaitun Qamariah
Abstract: Abstrak Artikel ini memberikan gambaran tentang sejarah reformasi kurikulum di Indonesia, kondisi kurikulum saat ini, proses reformasi kurikulum, serta tantangan dan implikasi penerapan Kurikulum baru. Artikel tersebut berpendapat&#8230; erpendapat bahwa reformasi kurikulum sangat penting bagi sistem pendidikan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan siswanya dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan abad ke-21. Sistem pendidikan Indonesia menghadapi beberapa tantangan, khususnya di bidang kurikulum. Salah satu permasalahan utamanya adalah tidak adanya keselarasan antara kurikulum dan kebutuhan tenaga kerja, sehingga terjadi ketidaksesuaian antara keterampilan yang diajarkan di sekolah dengan yang dibutuhkan oleh pasar tenaga kerja. Selain itu, sistem pendidikan telah dikritik karena penekanannya yang berat pada hafalan dan hafalan, yang dipandang sebagai penghalang pengembangan pemikiran kritis dan keterampilan pemecahan masalah di kalangan siswa. Untuk mengatasi tantangan tersebut dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, telah dilakukan berbagai upaya untuk mereformasi kurikulum selama bertahun-tahun. Reformasi kurikulum terbaru, Kurikulum 2013, bertujuan untuk meningkatkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, mempromosikan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah, serta membekali siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk abad ke-21. Namun, penerapan Kurikulum baru menghadapi beberapa tantangan, termasuk pelatihan guru yang tidak memadai, kurangnya sumber daya, dan penolakan dari pemangku kepentingan. Artikel ini diakhiri dengan menyoroti perlunya upaya berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan penerapan Kurikulum baru dan memaksimalkan potensi dampaknya terhadap kualitas pendidikan di Indonesia.    Abstract This article provides an overview of the history of curriculum reform in Indonesia, the current state of the curriculum, the process of curriculum reform, and the challenges and implications of implementing the new Curriculum. The article argues that curriculum reform is crucial for Indonesia's education system to meet the needs of its students and prepare them for the challenges of the 21st century. The Indonesian education system has been facing several challenges, particularly in the area of curriculum. One of the main issues is the lack of alignment between the curriculum and the needs of the workforce, resulting in a mismatch between the skills taught in schools and those required by the labor market. Moreover, the education system has been criticized for its heavy emphasis on rote learning and memorization, which has been seen as a barrier to the development of critical thinking and problem-solving skills among students. To address these challenges and improve the quality of education in Indonesia, there have been multiple attempts to reform the curriculum over the years. The most recent curriculum reform, the 2013 Curriculum, aims to improve the relevance of the curriculum to the needs of the workforce, promote critical thinking and problem-solving skills, and equip students with the skills required for the 21st century. However, the implementation of the new Curriculum has faced several challenges, including inadequate teacher training, lack of resources, and resistance from stakeholders. The article concludes by highlighting the need for continued efforts to ensure the successful implementation of the new Curriculum and maximize its potential impact on the quality of education in Indonesia.

Pengaruh Pengarahan Instrumen Pembelajaran Model Permainan Edukatif oleh Kepala Sekolah Bagi Pengembangan Inovatif Guru Dalam Mengajar Bahasa Indonesia di SDN 066047 Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan

Tetti Herawati Rambe
Abstract: Peran dan fungsi Kepala Sekolah SD salah satunya adalah melakukan pembinaan bagi pelaksanaan kurikulum di Sekolah Dasar, Ini merupakan tanggung jawab dan tugas berat yang dipikul oleh kewajiban seorang supervisor pendidikan.&#8230; kan. Untuk  mewujudkan tugas tersebut perlu  adanya dukungan  dari pelbagai pihak yang terkait termasuk seluruh elemen yang ada di sekolah binaan. Aspek ini menjadi modal penting bagi kondusivitas pelaksanaan kegiatan supervisi, dalam hal ini penulis  menyelenggarakan suatu kegiatan penelitian tindakan sekolah yang bisa  merangsang aktivitas proses belajar mengajar di  kelas,  berupa pengarahan model pembelajaran bersifat rekreatif  bagi pengajaran bahasa Indonesia  di kelas rendah yaitu dengan memperkenalkan model pembelajaran permainan edukatif. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kurikulum  di Tingkat  Sekolah Dasar dinyatakan secara eksplisit bahwa permainan merupakan media pembelajaran bahasa Indonesia di kelas-kelas   rendah, yaitu kelas  satu atau kelas dua. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setian putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas IV SD N 066047 Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu, siklus I (64,00%), siklus II (88,00%).Simpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan metode permainan edukasi berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa kelas IV SD N 066047 Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia.Peran dan fungsi Kepala Sekolah SD salah satunya adalah melakukan pembinaan bagi pelaksanaan kurikulum di Sekolah Dasar, Ini merupakan tanggung jawab dan tugas berat yang dipikul oleh kewajiban seorang supervisor pendidikan. Untuk mewujudkan tugas tersebut perlu adanya dukungan dari pelbagai pihak yang terkait termasuk seluruh elemen yang ada di sekolah binaan. Aspek ini menjadi modal penting bagi kondusivitas pelaksanaan kegiatan supervisi, dalam hal ini penulis menyelenggarakan suatu kegiatan penelitian tindakan sekolah yang bisa merangsang aktivitas proses belajar mengajar di kelas, berupa pengarahan model pembelajaran bersifat rekreatif bagi pengajaran bahasa Indonesia di kelas rendah yaitu dengan memperkenalkan model pembelajaran permainan edukatif. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kurikulum di Tingkat Sekolah Dasar dinyatakan secara eksplisit bahwa permainan merupakan media pembelajaran bahasa Indonesia di kelas-kelas rendah, yaitu kelas satu atau kelas dua. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setian putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas IV SD N 066047 Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu, siklus I (64,00%), siklus II (88,00%).Simpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan metode permainan edukasi berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa kelas IV SD N 066047 Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia.

Analisis Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Syariah Pada Penjualan UMKM Pabrik Tahu Di Desa Tegalgusi Kabupaten Jember

Juwita Indah Permata, Rini Puji Astuti
Abstract: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian sehingga memerlukan pengelolaan keuangan yang akuntabel melalui Sistem Informasi Akuntansi (SIA). Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan&#8230; nerapan Sistem Informasi Akuntansi berbasis syariah pada penjualan UMKM Pabrik Tahu di Desa Tegalgusi Kabupaten Jember serta mengidentifikasi potensi dan kendala penerapan prinsip akuntansi syariah dalam mendukung akuntabilitas usaha. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pencatatan transaksi masih dilakukan secara manual melalui pencatatan pemasukan dan pengeluaran dalam buku harian. Penerapan tersebut telah mencerminkan nilai amanah, kejujuran, transparansi, dan prinsip maqashid syariah, khususnya hifz al-mal (perlindungan harta). Potensi penerapan prinsip syariah terlihat dari adanya pencatatan transaksi yang dapat ditelusuri sehingga mendukung akuntabilitas usaha. Namun, masih terdapat kendala berupa belum tersusunnya laporan keuangan formal, keterbatasan pemahaman akuntansi, serta belum adanya pemisahan keuangan usaha dan pribadi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan Sistem Informasi Akuntansi berbasis syariah pada UMKM sektor pangan. Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in the national economy and require accountable financial management through an Accounting Information System (AIS). This study aims to analyze the implementation of a Sharia-based Accounting Information System in the sales activities of a tofu manufacturing MSME in Tegalgusi Village, Jember Regency, and to identify the potential and challenges of applying Sharia accounting principles in supporting business accountability. This study employed a descriptive qualitative approach with data collected through interviews, observations, and documentation. The findings indicate that the accounting information system is still implemented manually through the recording of cash inflows and outflows in a daily bookkeeping system. Despite its simplicity, the system reflects the values of trustworthiness, honesty, transparency, and the maqashid sharia principle, particularly hifz al-mal (protection of wealth). The potential of applying Sharia principles is evident in the existence of traceable transaction records that support business accountability. However, several challenges remain, including the absence of formal financial statements, limited accounting knowledge, and the lack of separation between business and personal finances. This study contributes to the development of Sharia-based Accounting Information Systems for MSMEs in the food industry sector.

Perancangan Sistem Informasi Buku Tamu Berbasis Web Pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi

Efitra, Dian Agus Saputra, M. Iqbal, Elni Dwi Putri, Mia Faradila, Nur Asiya, Riska Fitria Rahmadani, Tiara Adiga Ramadhan, Reffy Angelina, David Ardi Nugrah
Abstract: Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi masih menggunakan buku tamu fisik dalam pencatatan kunjungan sehingga menimbulkan kendala dalam pencarian data, penyimpanan informasi, dan pembuatan laporan. Penelitian ini&#8230; bertujuan merancang Sistem Informasi Buku Tamu Berbasis Web untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan data tamu. Metode pengembangan yang digunakan adalah Waterfall yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Sistem dikembangkan menggunakan framework Laravel, bahasa pemrograman PHP, dan basis data MySQL. Pengujian dilakukan menggunakan Black Box Testing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu mengelola data tamu secara digital, mempercepat pencarian data, dan menghasilkan laporan kunjungan secara otomatis serta terstruktur. The Regional Office of the Ministry of Religious Affairs of Jambi Province still uses a manual guest book for recording visitor data, resulting in difficulties in data retrieval, information storage, and report generation. This study aims to design a web-based guest book information system to improve the efficiency of guest data management. The system was developed using the Waterfall method, which consists of requirements analysis, system design, implementation, testing, and maintenance stages. The application was built using the Laravel framework, PHP programming language, and MySQL database. Black Box Testing was conducted to ensure that all system functions operated according to user requirements. The results show that the system is capable of managing guest data digitally, accelerating data retrieval, and generating visitor reports automatically and systematically.

Pembelajaran Akidah-Akhlak Dengan Pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta

Wafiq Azizah, M. Ridwan Nur, Rita Puspita, Abdullah Abdullah
Abstract: Degradasi moral peserta didik di era digital yang ditandai meningkatnya intoleransi, perundungan, krisis empati, serta melemahnya integritas sosial menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam praktik pendidikan nilai. Dalam&#8230; lam pembelajaran Akidah Akhlak, orientasi yang masih dominan pada aspek kognitif dan normatif belum sepenuhnya diimbangi dengan penguatan dimensi afektif dan internalisasi nilai secara sistematis dalam desain kurikulum. Kesenjangan antara penguasaan konsep keagamaan dan manifestasi moral dalam kehidupan nyata menjadi problem epistemologis dan pedagogis yang memerlukan rekonstruksi. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka konseptual Kurikulum Berbasis Cinta sebagai paradigma alternatif dalam pembelajaran Akidah Akhlak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis hermeneutik terhadap konsep mahabbah dalam tradisi intelektual Islam, khususnya pemikiran Al-Ghazali, serta dikomparasikan dengan teori pendidikan humanistik modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta memiliki legitimasi teologis dan koherensi pedagogis dalam mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan spiritual secara utuh. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemosisian cinta bukan sekadar sebagai nilai moral, melainkan sebagai prinsip epistemologis dan kurikuler yang menstrukturkan tujuan, proses, dan evaluasi pembelajaran secara sistematis dan transformatif. The moral decline of students in the di’Ital era, reflected in rising intolerance, bullying, diminished empathy, and weakened social integrity, indicates a fundamental problem in contemporary value education. In Akidah Akhlak instruction, learning practices remain predominantly cognitive and normative, while affective development and systematic value internalization are insufficiently integrated into curricular design. This gap between conceptual mastery of religious teachings and their moral enactment in lived experience represents an epistemological and pedagogical challenge requiring reconstruction. This study aims to formulate a conceptual framework for a Love-Based Curriculum as an alternative paradigm in Akidah Akhlak education. Employing a qualitative library-based approach, the study applies hermeneutic analysis to the concept of mahabbah within the Islamic intellectual tradition, particularly in the thought of Al-Ghazali, while comparatively engaging modern humanistic educational theory. The findings demonstrate that a Love-Based Curriculum possesses theological legitimacy and pedagogical coherence in integrating cognitive, affective, and spiritual dimensions of learning. The novelty of this study lies in positioning love not merely as a moral value but as an epistemological and curricular principle that structures the aims, processes, and evaluation of Akidah Akhlak instruction in a systematic and transformative manner.

Peran Sales Dalam Meningkatkan Loyalitas Pelanggan Pada PT Mitra Maju Mapan Cabang Bondowoso

Moch. Ubaydillah Ramadani, Rini Puji Astuti
Abstract: Persaingan yang semakin kompetitif dalam industri distribusi bahan bangunan menuntut perusahaan tidak hanya menjaga kelancaran distribusi, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang guna meningkatkan loyalitas pelanggan.&#8230; an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sales dalam meningkatkan loyalitas pelanggan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi peran tersebut pada PT Mitra Maju Mapan Cabang Bondowoso. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan teknik penentuan informan secara purposive yang melibatkan Branch Sales Manager, tenaga sales, dan pelanggan tetap. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi, dengan validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sales berperan strategis dalam membangun loyalitas pelanggan melalui komunikasi adaptif, pelayanan responsif, komitmen, serta keterlibatan dalam membantu kebutuhan pelanggan. Loyalitas tercermin pada pembelian ulang, rekomendasi, dan keberlanjutan kerja sama. Faktor utama yang mempengaruhi efektivitas peran sales meliputi kualitas pelayanan, citra perusahaan, kepercayaan, dan kepuasan pelanggan. Penelitian ini mengimplikasikan pentingnya penguatan kompetensi interpersonal sales dan konsistensi pelayanan sebagai strategi mempertahankan loyalitas pelanggan secara berkelanjutan. Increasingly competitive competition in the building materials distribution industry requires companies not only to maintain smooth distribution, but also to build long-term relationships to increase customer loyalty. This research aims to analyze the role of sales in increasing customer loyalty and identify factors that influence this role at PT Mitra Maju Mapan Bondowoso Branch. The research uses a qualitative approach with descriptive research type. Data was collected through in-depth interviews, observation and documentation using purposive informant selection techniques involving Branch Sales Managers, sales personnel and regular customers. Data analysis is carried out through data condensation, data presentation, as well as drawing conclusions and verification, with data validity maintained through triangulation of sources and techniques. The research results show that sales plays a strategic role in building customer loyalty through adaptive communication, responsive service, commitment, and involvement in helping customer needs. Loyalty is reflected in repeat purchases, recommendations and continued cooperation. The main factors that influence the effectiveness of the sales role include service quality, company image, trust and customer satisfaction. This research implies the importance of strengthening interpersonal sales competence and service consistency as a strategy to maintain customer loyalty on an ongoing basis.

Efektivitas Health Education Bencana Alam Gempa Bumi Berbasis Permainan Ludo Siaga Terhadap Kesiapsiagaan Siswa SDN 16 Balaesang

Izul huda, Siti Yartin, Katrina Feby Lestari
Abstract: Health Education Berbasis Permainan Ludo Siaga Merupakan Metode Penyampaian Informasi Kesiapsiagaan Bencana Alam Gempa Bumi. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Efektivitas Health Education Bencana Alam Gempa Bumi&#8230; umi Berbasis Permainan Ludo Siaga Terhadap Kesiapsiagaan Siswa SDN 16 Balaesang. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Efektivitas Health Education Bencana Alam Gempa Bumi Berbasis Permainan Ludo Siaga Terhadap Kesiapsiagaan Siswa SDN 16 Balaesang Sebelum dan Setelah Diberikan Permainan Ludo Siaga. Penelitian ini menggunakan desain Pre-Eksperimen, dengan pendekatan One Group Pretest And Posttest Design. Sample dalam penelitian ini berjumlah 27 siswa dengan teknik pengambilan sampel Total sampling. Tingkat kesiapsiagaan responden sebelum diberikan Permainan ludo siaga  adalah sebagian besar hampir siap sebanyak 13 responden (48,1%) sedangkan Tingkat kesiapsiagaan responden setelah diberikan Permainan ludo siaga  adalah sebagian besar sangat siap sebanyak 19 responden (70,4%). uji Nonparametric Wilcoxon didapatkan  p = 0,000  (p ≤ 0,05). Kesimpulan terdapat Efektivitas Health Education Bencana Alam Gempa Bumi Berbasis Permainan Ludo Siaga Terhadap Kesiapsiagaan Siswa SDN 16 Balaesang. Saran bagi guru SDN 1 Balaesang agar memberikan ilmu pengetahuan tentang kebencanaan khususnya gempa bumi dengan metode permainan ludo kepada siswa agar dapat mengurangi dampak dari bencana alam.