Search Articles & Publications

Showing 4015 articles found for "Dari"

Peningkatan Kesadaran Dan Kemandirian Masyarakat Dalam Pengendalian Penyakit Degeneratif Di Kecamatan Sawangan

Wijayatri, Ratna, Puspita, Eka, Nur, Nafiatun, choirunnisa, choirunnisa, afifah, Riski, Nurcahya, Santi
Abstract: Abstract: Mranggen Hamlet is a hamlet located in Wangunsari Village, Sawangan District, Magelang Regency. The majority of the population in this village are elderly and elderly who have health problems in the form of degenerative… enerative diseases, some of which have experienced complications. In this hamlet, posbindu has only been established and has only been routinely active for the last 1 month. It is hoped that with community service activities, public awareness related to a healthy lifestyle and prevention of worsening of degenerative diseases will improve. The program carried out in this service activity is the strengthening of posbindu and increasing understanding of the community regarding degenerative diseases, their prevention, maintenance and complications that can be experienced by these diseases and efforts to minimize complications with a healthy lifestyle. This activity was carried out by means of counseling to small groups of people consisting of housewives and posbindu administrators. The counseling target takes a target that plays a very important role in the community, namely housewives and posbindu officers. It is hoped that the increased knowledge and understanding of degenerative diseases on both sides will make it easier to realize behavioral changes in the future. The results of the counseling that we carried out received very good enthusiasm from the residents and increased understanding from the community.             Keywords: degenerative disease; elderly; posbindu   Abstrak: Dusun Mranggen merupakan dusun yang berada Desa Wangunsari Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang. Mayoritas penduduk di desa ini adalah lansia dan pralansia yang memiliki permasalahan kesehatan berupa penyakit degeneratif yang beberapa telah     mengalami komplikasi. Di Dusun ini baru dibentuk posbindu dan baru aktif secara rutin 1 bulan terakhir. Diharapkan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat  kesadaran masyarakat terkait pola hidup yang sehat dan pencegahan terjadinya perburukan dari penyakit degeneratif membaik. Program yang dijalankan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penguatan posbindu serta peningkatan pemahaman kepada masyarakat terkait penyakit degeneratif, pencegahannya, pemeliharaan serta komplikasi yang bisa dialami oleh penyakit tersebut dan upaya memini-malkan komplikasi dengan pola hidup sehat. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan kepada kelompok-kelompok kecil masyarakat yang terdiri dari ibu rumah tangga dan pengurus posbindu. Target penyuluhan mengambil sasaran yang berperan sangat penting dalam masyarakat yaitu ibu rumah tanggga dan petugas posbindu. Diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang penyakit degeneratif di kedua pihak akan mempermudah dalam mewujudkan perubahan perilaku kedepannya. Hasil dari penyuluhan yang  kami laksanakan mendapatkan antusiasme warga yang sangat baik dan peningkatan pemahaman dari masyarakat. Kata kunci: lansia; penyakit degeneratif; posbindu

Pelatihan Perakitan Komputer Pada CV. Rifanta Tanjungbalai

Amin, Muhammad, Ramadhan, Muhammad Sabir
Abstract: The training carried out at CV. Rifanta Tanjungbalai is a tridharma of community service in understanding computer assembly for employees of CV. Rifanta Tanjungbalai in installing computer hardware and software, where the… e quality of employees is very influential on human resources that can be used as a benchmark in mastery of assembly. As is known CV. Rifanta Tanjungbalai is engaged in trade and services and this is a benchmark for employees in knowing or understanding the main parts of a computer. The computer assembly training activities are presented in the form of explanations, video screenings, discussions and practice in the field. The benefits derived from this activity include being able to assemble computers and computer parts, so that employees work according to their field of expertise and can master proper assembly techniques. It shows the employees CV. Rifanta Tanjungbalai is very proficient in recognizing hardware and software, so that consumers are satisfied with the performance of employees. Keyword : computer assembly; hardware; software Abstrak : Pelatihan yang dilaksanakan di CV. Rifanta Tanjungbalai merupakan tridharma pengabdian kepada masyarakat dalam pemahaman perakitan komputer untuk karyawan CV. Rifanta Tanjungbalai dalam melakukan instalasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer, dimana kualitas karyawan sangat berpengaruh pada sumber daya manusia yang dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam penguasaan perakitan. Sebagaimana diketahui CV. Rifanta Tanjungbalai bergerak dalam perdagangan dan jasa dan ini merupakan tolak ukur karyawan dalam mengetahui atau pun memahami tentang bagian-bagian utama komputer. Kegiatan pelatihan perakitan komputer tersebut disajikan dalam bentuk penjelasan, pemuataran video, diskusi dan praktek dilapangan. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini anatara lain dapat melakukan perakitan komputer dan bagian-bagian komputer, sehingga karyawan bekerja sesuai dengan bidang keahlian dan dapat menguasai teknik merakit secara tepat. Ini menunjukkan para karyawan CV. Rifanta Tanjungbalai sangat mahir dalam mengenal perangkat keras dan perangkat lunak, sehingga konsumen merasa puas dengan kinerja para karyawan. Keyword : perakitan komputer; perangkat keras; perangkat lunak

Pendampingan UMKM Penjual Jamu Dalam Meningkatkan Penjualan Melalui Kemasan, Merek, dan Label

Emilda, Emilda, Wulandari, Try, Lazuarni, Shafiera
Abstract: Abstract:. Government policies in an effort to reduce the spread of the covid-19 virus, of course, this has an impact on MSMEs, including herbs drink sellers who sell conventionally. The herbs drink sellers in the gang sei… ei saling still offer directly to customers by walking or getting around by bicycle. This activity aims to increase sales of herbs drink during the pandemic through packaging, brands, and labels. The method utilized in this activity is community service activities through mentoring to achieve the objectives of the activity which consists of the stages of preparation, implementation, and evaluation of mentoring activities. The implementation time of mentoring was carried out for 3 days. The implementation of this activity consists of providing an understanding of the importance of packaging, merk, and labeling in increasing sales, determining the right packaging bottles, then making brands and labeling for the sale of packaged herbs drink. In this activity, participants are not only given an understanding of the importance of packaging, brands, and labeling, but also this activity is selling herbs directly and online, having packaging, brands, and labels, increasing sales and customers.Keywords: mentoring; increased sales of herbs drink; herbs drink seller   Abstrak:  Kebijakan pemerintah dalam upaya menekan penyebaran virus covid–19, tentunya hal ini berdampak pada pelaku UMKM termasuk penjual jamu tradisional yang masih menggunakan metode konvensional. Penjual jamu di gang sei saling masih menawarkan secara langsung kepada pelanggan dengan cara berjalan kaki atau berkeliling menggunakan sepeda. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan penjualan jamu pada masa pandemi melalui kemasan, merek, dan label. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, metode yang digunakan adalah melalui pendampingan, untuk mencapai tujuan kegiatan yang terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan pendampingan. Waktu pelaksanaan pendampingan dilaksanakan selama 3 hari. Kegiatan pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari memberikan pemahaman mengenai pentingnya kemasan, merek, dan label dalam meningkatkan penjualan, menentukan botol kemasan yang tepat, selanjutnya adalah membuat merk dan label untuk penjualan jamu kemasan. Dalam kegiatan PkM ini, peserta tidak hanya diberikan pemahaman mengenai pentingnya kemasan, merek, dan label, tetapi juga kegiatan ini penjualan jamu secara langsung dan online, memiliki kemasan, merek, dan label, peningkatan penjualan dan pelanggan. Kata kunci: pendampingan; peningkatan penjualan jamu; penjual jamu   

Pemanfaatan Aplikasi E-Masjid Sebagai Informasi Bagi BKM Al-Ikhlas

Marpaung, Nasrun, Nata, Andri, Yesputra, Rolly
Abstract: Abstract: All fields of work have utilized information technology because data processing is fast and produces good results as expected. Utilization of Information Systems as a form of transparency of the Al-Ikhlas mosque… e in improving the quality of BKM performance by utilizing the website as a medium of information is a form of concern and a form of good performance so that later the Kisaran Naga village community can access the latest information. In addition, BKM Al-Ikhlas annually receives zakat as one of the routine activities that really requires the latest and greatest data, so that there are no accurate errors in delivering zakat to the mustahaq. However, because there is no system that can accommodate this data, it becomes a problem every year. So we need an application that can provide solutions to existing problems. This application is made using the PHP programming language which produces applications that can be accessed from anywhere and anytime, making it easier for users. The E-Masjid application is also an application that can manage mosque cash information, and zakat payments that make it easier for the community of the Kisaran Naga village and BKM Al-Ikhlas to handle good zakat transactions. Keywords: application; e-masjid; zakat Abstrak: Seluruh bidang pekerjaan sudah memanfaatkan teknologi informasi dikarenakan pengolahan data yang cepat dan baik menghasilkan hasil yang baik juga sesuai dengan yang diharapkan. Pemanfaatan Sistem Informasi sebagai bentuk transparansi kegiatan masjid Al-Ikhlas dalam peningkatan kualitas kinerja BKM dengan memanfaatkan website sebagai media informasi merupakan bentuk kepedulian dan bentuk kinerja yang baik yang nantinya pihak masyarakat kelurahan Kisaran Naga dapat mengakses informasi yang up to date. Selain itu BKM Al-Ikhlas setiap tahunnya melakukan penerimaan zakat sebagai salah satu kegiatan rutin yang sangat membutuhkan data yang akurat dan mutakhir, sehingga tidak ada kesalahan dalam penyaluran zakat kepada yang mustahaq. Namun dikarenakan tidak adanya sistem yang dapat menampung data tersebut menjadi masalah setiap tahunnya. Sehingga dibutuhkan sebuah aplikasi yang dapat memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada. Aplikasi ini dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP yang menghasilkan aplikasi yang dapat diakses dari manapun dan kapanpun sehingga memudahkan pengguna. Aplikasi E-Masjid juga merupakan aplikasi yang dapat mengelola informasi kas masjid, dan pembayaran zakat yang memudahkan masyarakat lingkungan kelurahan Kisaran Naga dan BKM Al-Ikhlas dalam mengelola transaksi zakat yang baik. Kata kunci: aplikasi; e-masjid; zakat

Pembuatan Signage Kawasan Di Kampung Romantis Kota Malang Sebagai Desa Tematik

Susanti, Wiwik Dwi, Sunarya, Wendy, Masnuna, Masnuna
Abstract: Abstract: Kampung Romantic is one of the urban villages in Malang City which currently transforms to be a village with special interest. One of the potentials in Kampung Romantis is the decorative-plant tour and business… developed by its residents. This potential can be utilized to strengthen the character of the village that upholds good relations between neighbors and families. Reviewing the standard of a tourism village, Kampung Romantis is still far from the existing standard due to a lack of adequate facilities and infrastructure. However, its location is strategic as located in the middle of the city and near shopping centers, educational and heritage areas. Considering its strategic location and the high interest of the residents in developing their village, it is important to brand the area of this village visually. An effort was made through this service program through the signage design for a logo of Kampung Romantis which can strengthen the image of that area. The stages of the service program started from observation and communication with the residents, then planning and construction for the signage design. This program had successfully produced a signage design that was constructed to brand the area of Kampung Romantis by involving the residents. Keywords: regional signage; romantic village; thematic village Abstrak: Kampung romantis merupakan salah satu kampung kota di Kota Malang yang saat ini berupaya untuk menjadi kampung minat khusus. Wisata belanja tanaman hias yang merupakan potensi yang sekarang dapat dikembangkan oleh warganya sendiri. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai untuk memperkuat identitas kawasan sebagai kampung kota yang tetap mengedepankan hubungan yang baik dengan tetangga dan juga keluarga. Apabila dikaji berdasarkan standar kampung wisata, maka kampung romantis masih jauh dari standar yang ada karena sarana dan prasarananya masih minim.  Lokasi kampung romantis sangat strategis karena terletak ditengah Kota Malang dan juga dekat dengan pusat perbelanjaan, area pendidikan dan juga kawa-san heritage (warisan) yang ada di Kota Malang. Melihat lokasinya yang strategis serta    tingginya minat warganya untuk mengembangkan menjadi kampung wisata, maka diperlukan upaya untuk dapat membranding kawasan tersebut dan juga mempercantik secara visual kawasan tersebut. Upaya yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini melalui desain signage berupa logo dari kampung romatis untuk dapat memperkuat branding kawasan tersebut. Tahapan kegiatan pengabdian dimulai dari observasi dan komunikasi dengan warga hingga perencanaan dan konstruksi signage. Kegiatan pengabdian ini berhasil membuat rancangan signage yang akhirnya dapat dibangun untuk branding di Kawasan kampung romantis dengan keterlibatan   warganya. Kata kunci: desa tematik; kampung romantis; signage

Penguatan Pembelajaran Berwawasan Kebangsaan Melalui Metode Insersi Untuk Guru PAUD Di Kabupaten Wonogiri

Mahardhani, Ardhana Januar, Wulansari, Betty Yulia, Ruhardi, Rudi
Abstract: Abstract: The existence of the Covid-19 pandemic makes the learning process in early childhood ineffective, including in the delivery of national insight material. The use of online platforms apparently cannot be done in… n the learning process in Purwantoro District, Wonogiri Regency because many parents do not understand about the operation of online learning, parents who work full time, and geographical conditions that do not support it so that signaling is difficult. This community service activity is carried out in collaboration by the University of Muhammadiyah Ponorogo and the Institute of Kebangsaanic Studies Muhammadiyah Pacitan in collaboration with HIMPAUD, Purwantoro District, Wonogiri Regency. This activity aims to assist teachers in increasing students' understanding of national insight through the insertion method in learning materials. Activities are carried out online with the implementation stages being pre-activity, activity implementation, activity evaluation, and follow-up activities. From the results that have been carried out, it can be concluded that 94% of participants have understood the use of the insertion method in the implementation of learning so that students can understand the national insight in every material presented by the teacher Keywords: insertion; PAUD; national insights Abstrak: Adanya pandemi Covid-19 menjadikan proses pembelajaran pada anak usia dini tidak efektif, termasuk dalam penyampaian materi wawasan kebangsaan. Penggunaan platform online ternyata tidak bisa dilakukan pada proses pembelajaran di kecamatan Purwantoro kabupaten Wonogiri karena banyak orang tua yang belum paham tentang pengoperasionalan pembelajaran online, orang tua yang bekerja secara fulltime, serta kondisi geografis yang tidak mendukung sehingga sulitnya sinyal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan secara kolaborasi oleh Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan Institut Kebangsaan Studies Muhammadiyah Pacitan bekerjasama dengan HIMPAUD kecamatan Purwantoro kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu guru dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang wawasan  kebangsaan melalui metode insersi dalam materi pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan melalui dalam jaringan (online) dengan tahap pelaksanaan adalah pra kegiatan, pelaksanaan kegiatan, evaluasi kegiatan, dan tindak lanjut kegiatan. Dari hasil yang telah dilaksanakan diperoleh         hasil bahwa 94% peserta  telah paham tentang penggunaan metode insersi dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga siswa dapat memahami tentang wawasan kebangsaan dalam setiap materi yang disampaikan oleh guru. Kata kunci: insersi; PAUD; wawasan kebangsaan 

Strategi Pengembangan Produk Kerupuk Opak Minang Yolanda

Agustini, Fauzia, Amanah, Dita, Harahap, Dedy Ansari
Abstract: Abstract: This activity was carried out on SMEs producing snacks from sweet potatoes, namely opaque located in Medan under the name UD. Opak Minang Yolanda. Based on the observations, several problems were found, namely… the texture is too fragile so it breaks easily, the taste has only one taste (original taste), the size is too large and the packaging is too simple. This activity is intended to assist UD. Opak Minang Yolanda in solving the main problems as described previously.The specific target in this activity is to improve product by diversifying products including texture, taste, size, packaging. The methods used in this activity are observations, interviews and seeking information from various literatures in the form of books, articles in journals, newspapers, relevant magazines and searching online. This activity also used a coaching pattern. The achievement of this study is the idea of opaque diversification for improvement in the sustainability of UD. Opak Minang Yolanda is an improvement in texture by thickening the volume of the opaque when formed, flavors made into various variants that are tailored to consumer tastes, sizes are made into two variants, namely large and small, making the packaging more attractive. Keywords: observation; opaque; snacks   Abstrak: Studi ini dilakukan pada UMKM di Medan yang menghasilkan opak yaitu makanan ringan dari ubi dengan nama UD. Opak Minang Yolanda. Berdasarkan hasil observasi ditemukan beberapa permasalahan yaitu tekstur (permukaan) yang terlalu rapuh sehingga mudah pecah, hanya satu rasa yaitu original, ukuran (bentuk) yang terlalu besar dan kemasan (bungkus) yang terlalu sederhana. Kegiatan ini bertujuan untuk membimbing UD. Opak Minang Yolanda dalam menyelesaikan kesulitan utamanya seperti yang diuraikan sebelumnya. Sasaran utama kegiatan ini adalah membenahi produk dengan diversifikasi produk meliputi tekstur, cita rasa, ukuran, kemasan. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah melangsungkan pengamatan, tanya jawab, dan menggali fakta-fakta dari berbagai referensi seperti buku, artikel pada jurnal, surat kabar, majalah yang relevan dan juga pencarian informasi secara online. Selain itu dilakukan pembinaan untuk merubah kualitas produk UD. Opak Minang Yolanda. Capaian luaran kegiatan ini adalah buah pikiran melalui diversifikasi opak untuk memperbaharui dan keberlanjutan UD. Opak Minang Yolanda yaitu pada tekstur dengan cara lebih menambah volume opak ketika dibentuk, cita rasa yang lebih bervarian yang disesuaikan dengan selera konsumen, ukuran menjadi 2 (dua) varian yaitu besar dan kecil serta menciptakan kemasan menjadi lebih menarik. Kata kunci: makanan ringan; observasi; opak  

Pelatihan Kerajinan Tangan Dalam Upaya Memanfaatkan Peluang Bisnis Di Era Pandemi

Wulandari, Try, Emilda, Emilda, Lazuarni, Shafiera
Abstract: Abstract: The COVID-19 outbreak, which has been going on for about a year and a half, continues to harm the people and the Indonesian economy. Indonesia's economic activity is getting weaker and lowering the purchasing power… ower of the Indonesian people. One of the prevention strategies implemented by the government is by limiting community mobility through work from home and also study from home for students. Since the enactment of this policy, students have more free time at home. Therefore, this PKM activity aims to introduce business opportunities that can be utilized by students. This free handicraft training hopes that the participants will maximize the training in making handicrafts and earn additional income during the pandemic. The target of this activity is students. Based on the results of the work made by the participants, this PKM activity can be said because the participants succeeded in making their respective works well in the first try. The handicrafts made have also met the expectations of the PKM team and can be said to be worthy of sale. Keywords: business opportunity, handicraft, mask connector   Abstrak: Wabah covid-19 yang sudah berlangsung kurang lebih satu setengah tahun terakhir ini terus merugikan masyarakat dan perekonomian Indonesia. Aktivitas perekonomian Indonesia kian melemah dan menurunkan daya beli masyarakat Indonesia. Salah satu strategi pencegahan yang diterapkan oleh pemerintah yaitu dengan cara membatasi mobilitas masyarakat melalui work from home dan juga study from home bagi para mahasiswa. Sejak diberlakukannya kebijakan ini, para mahasiswa memiliki lebih banyak waktu luang di rumah. Oleh karena itu, kegiatan PKM ini bertujuan untuk mengenalkan peluang bisnis yang dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa. Pelatihan kerajinan tangan yang diberikan secara gratis ini mengharapkan para peserta nantinya akan memaksimalkan pelatihan membuat kerajinan tangan dan meraih penghasilan tambahan selama pandemi. Sasaran kegiatan ini adalah para mahasiswa. Berdasarkan hasil karya yang dibuat oleh para peserta, kegiatan PKM ini dapat dikatakan karena para peserta berhasil membuat karyanya masing-masing dengan baik dalam percobaan pertama. Hasil kerajinan tangan yang dibuat pun sudah memenuhi harapan tim PKM dan dapat dikatakan layak untuk dijual. Kata kunci: kerajinan tangan; konektor masker; peluang bisnis

Pelatihan Public Speaking Bagi Karang Taruna Dharma Bakti Kelurahan Renon

Dewi, I Gusti Ayu Agung Istri Sari, Astawa, Ni Luh Putu Ning Septyarini Putri, Sintya, Ni Kadek
Abstract: Abstract: Public speaking is an important skill for every person and organization to have. In doing public speaking, it takes careful practice to get used to convey a topic in front of many people. However, in reality, many… any people and youth have low public speaking skills, which makes it difficult for them to express their opinions in front of many people, so a public speaking training for youth groups is held so that participants who take part in the training understand the importance of having public speaking skills and how to improve these skills. . In addition, this public speaking training is needed in youth organizations so that in internal and external communication there is no miscommunication and expressing opinions. The method used in this activity is a participatory act review. This activity received a positive response from the participants, as seen from the enthusiasm of the participants and active in asking, discussing, and answering questions posed by the presenters. In addition, based on the Pre-Test and Post-Test questionnaires that have been given to 22 training participants, the results are very good. Where based on the post-test filled by 22 people, there are 17 people who get good results with a vulnerable value of 76-100, only 5 people with a value (56-75) this shows much improvement from the results of the previous pre-test, which only 5 people get good grades Keywords: public speaking; training; youth organization. Abstrak: Public speaking merupakan skill yang penting untuk dimiliki oleh setiap orang maupun organisasi. Dalam melakukan public speaking dibutuhkan latihan yang matang agar terbiasa dalam menyampaikan suatu topik di depan banyak orang. Namun kenyataannya, banyak masyarakat maupun pemuda yang memiliki kemampuan public speaking rendah, yang menyebabkan mereka sulit menyampaikan pendapat di depan banyak orang, maka diadakanlah pelatihan public speaking bagi karang taruna ini agar peserta yang mengikuti pelatihan memahami pentingnya mempunyai keterampilan public speaking dan bagaimana meningkatkan keterampilan tersebut. Selain itu, pelatihan public speaking ini diperlukan dalam organisasi karang taruna agar dalam komunikasi internal maupun eksternal tidak terjadinya miscommunication dan menyampaikan pendapat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kaji tindak partisipati. Kegiatan ini mendapatkan respon yang positif dari peserta, yang dilihat dari antusiasme para peserta dan aktif dalam bertanya, berdiskusi, dan menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh pemateri. Selain itu, berdasarkan angket pengisian Pre-Test dan Post Test yang sudah diberikan kepada 22 peserta pelatihan menunjukan hasil yang sangat baik. Dimana berdasarkan post-test yang diisi oleh 22 orang terdapat 17 orang yang mendapatkan hasil baik dengan rentan nilai 76-100, cukup 5 orang dengan nilai (56-75) hal ini jauh menunjukan peningkatan dari hasil pre-test sebelumnya, yang hanya 5 orang mendapat nilai baik Kata kunci: karang taruna;  pelatihan; public speaking.  

Computational Thinking (Clothing) Untuk Pembelajaran Informatika Di SMP Negeri 1 Kalimanah

Nugroho, Arief Kelik, Permadi, Ipung, Afuan, Lasmedi
Abstract: Abstract: Computational thinking (CT) basically defines the abstract accurately and covers various kinds of skills in understanding problems and determining appropriate solutions according to the rules of computing in computer… mputer science. Understanding the terminology of accuracy is used in computer science fundamentally to understand problems and find solutions that are built from these problems in a logical, structured, and systematic manner. Junior high school 1 Kalimanah is a school with a good ranking in the district because almost every year it always ranks in the top ten on the achievement index of its graduates. The condition of the students of Junior high school 1 Kalimanah is very diverse in economic background, some come from families of employees, farmers, laborers, or others. With a variety of existing economic backgrounds, the issue of ownership of computer equipment is also very limited, not all have computers/or mobile devices/smartphones. The method of application in service activities is carried out by exploration by asking questions, then elaborating and confirming by asking questions. The activity plan is carried out by providing programming learning at the intermediate level to provide motivation to learn logically and systematically so that computational computer-based learning is expected to provide a learning experience for students, especially computer programming experience, bridging the school in selecting outstanding students in the programming field. computer.           Keywords: computational thinking; functionality; Computer science; logical; systematic   Abstrak: Kajian ilmu dalam ilmu komputer adalah mengindentifikasi dengan akurat definisi, prosedure dan fungsionalitas. Pemahaman terminologi keakuratan digunakan dalam ilmu komputer secara mendasar untuk memahami masalah dan menemukan solusi yang dibangun dari masalah tersebut secara logis, terstruktus dan sistematis. Computational thinking (CT) pada dasarnya mendefinisikan abstrak secara tepat dan mengkover berbagai macam ketrampilan-ketrampilan dalam memahami masalah dan menentukan solusi yang tepat sesuai dengan kaidah komputasi dalam ilmu komputer. SMPN 1 Kalimanah merupakan sekolah dengan peringkat baik di wilayah kabupaten karena hampir setiap tahun selalu menempati rangking sepuluh besar pada indeks prestasi lulusannya. Kondisi siswa SMP N 1 Kalimanah sangat  beragam latar belakang ekonomi, ada yang berasal dari keluarga pegawai, petani, buruh atau yang lainnya. Dengan beragam latar ekonomi yang ada, maka dalam masalah kepemilikan perangkat komputer juga sangat terbatas tidak semua memiliki komputer/atau perangkat mobile/smartphone. Metode penerapan dalam kegiatan pengabdian dilakukan dengan eksplorasi dengan memberikan pertanyaaan  kemudian elaborasi dan konfirmasi yakni memberi pertanyaan-pertanyaan. Kegiatan dilakukan dengan memberikan pembelajaran pemrograman pada level tingkat menengah untuk memberi motivasi belajar secara logis dan sistematis, sehingga dengan pembelajaran berbasis komputer secara komputasi diharapkan memberi pengalaman belajar bagi siswa khususnya pengalaman pemrograman komputer, menjembatani pihak sekolah dalam menyeleksi siswa-siswa berprestasi dalam bidang pemrograman komputer. Kata kunci: computational thinking; fungsionalitas; ilmu komputer; logis; sistematis