Showing 4 articles found for "Label"

A Study on the CTC Method Grinding Machine in Black Tea Processing at PTPN IV Unit Kebun Sidamanik

Ayub Januari Sidauruk, Winforstein Naibaho, Tambos Agust Sianturi
Abstract: Black tea processing Is categorized into two methods: (1” Orthodox and (2) CTC (Crushing, Tearing, and Curling). These methods are implemented through hands-on activities at the company/factory based on theoretical knowledge,… wledge, which is then applied in the form of field work practice (PKL). The conclusions drawn from the field work practice are as follows: The Sidamanik Plantation Is one of 24 tea plantations under the Sidamanik Plantation Unit of PTPN IV, located in Sidamanik ’istrict. The CTC black tea produced at the Sidamanik factory Is then shipped to the main factory for ’lending there, with the composition regulated by the technology department, as the CTC black tea from the Sidamanik factory does not yet have a s’les label. At the Sidamanik factory, grinding Is performed in two stages using a 15” Rotorvan” (RV) machine for the first grinding and a 36” Teaman CTC 4-Cut machine with four sets of sequential rollers for the second grinding. The Rotorvane’s capacity is 484,739.3533 kg of withered tea leav’s per hour, equivalent to 581,710.4923 ’g of fresh withred tea leaves per hour, and equivalent to ’21,810.1771 kg of dry tea per hour” The CTC plant’s capacity is 18,274.7704 kg of ground tea pe” hour, equivalent to a capacity of 21,930.6017 kg of fresh withered tea leaves per hour, and ”quiv’lent to a capacity of 4,592.2680 k” of dry tea per hour

Pelatihan Perancangan Pembuatan Label Barcode Produk Pada Toko Aulia

Afdhal Syafnur, Rika Nofitri, Nofriadi, Nofriadi
Abstract: Pelatihan pembuatan label barcode adalah suatu program pelatihan yang dirancang untuk mengajarkan para karyawan toko tentang cara membuat label barcode untuk produk yang dijual. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan…  efisiensi dan efektivitas proses penjualan di toko,  karena label barcode dapat mempermudah proses identifikasi produk,  menghitung harga, dan pengurangan stok. Pelatihan ini mencakup berbagai topik, mulai dari pengenalan  tentang teknologi barcode, jenis-jenis barcode, cara membaca barcode,hingga teknik-teknik dasar pembuatan label barcode. Selain itu, pelatihan juga akan memperkenalkan software khusus untuk pembuatan label barcode dan memberikan kesempatan kepada para karyawan untuk berlatih langsung membuat label barcode dengan bantuan instruktur. Dalam pelatihan ini, para karyawan juga akan mempelajari pentingnya keakuratan dan konsistensi dalam pembuatan label barcode, serta bagaimana menghindari kesalahan yang dapat menyebabkan kerugian bagi toko. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para karyawan dalam membuat label barcode yang berkualitas dan akurat, sehingga dapat membantu toko meningkatkan efisiensi operasi dan memperbaiki pengalaman pelanggan.

Digitalisasi Proses Pengelolaan BrimenPada Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Sempusari

Linda Wahyu Ningsih, Risa Astutik, Ahmad Afif
Abstract: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tata cara pengajuan dan penginputan Brimen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualtitatif dengan kumpulan data yaitu observasi dan analisis data Brimen di BRI Unit… it Sempusari. Diperlukan metode pengarsipan yang baik, tujuannya agar dokumen tidak hilang dan mudah ditemukan bila diperlukan. Bank BRI menciptakan sistem digital yang bernama Brimen     (BRI Document Management System) untuk mengelola dokumen nasabah dengan baik. Penggunaan sistem digital berarti perubahan layanan dari sistem konvensional ke sistem digital dan beberapa perbaikan internal yang cukup drastis. Dari sini dapat disimpulkan bahwa ada tiga tahapan dalam proses pengarsipan Brimen, mulai dari pemilahan arsip Brimen hingga penempatan kotak di rak. Sedangkan input Brimen dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu labeling, scan indexing dan upload.

Pengendalian Persediaan Bahan Baku Kopi Untuk Meningkatkan Hasil Produksi Pada Perumda Perkebunan Kahyangan Jember

Ubaidillah, Luluk Azizah, Nurul Hayatus Sifa
Abstract: Perusahaan Daerah (Perumda) Perkebunan Kahyangan Jember merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Perusahaan Daerah (Perumda) Perkebunan Kahyangan Jember berada di Jl. Gajah Mada No. 245, Kaliwates Kidul, Kaliwates… iwates Kec. Kaliwates, Jember, Jawa Timur 6813. Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Jember berdiri sejak tanggal 12 Februari 1969. Perusahaan ini bergerak di bidang pengolahan biji kopi dan karet. Perusahaan Daerah Perkebunan Khayangan melakukan pengendalian proses produksi bertujuan untuk menghasilkan olahan kopi berupa kopi bubuk yang bermutu tinggi, pengendalian produksi meliputi input, transformasi, dan output. Pengendalian ini berfokus dalam menjaga mutu bubuk kopi pada setiap tahapannya. Tahapan input berfokus pada pengendalian bahan baku berupa sortasi mutu kopi ose yang diperlukan untuk bahan baku kopi bubuk, pengendalian tenaga kerja, dan perlatan yang akan digunakan. Pengendalian output berfokus pada pengemasan dan perlabelan sebagai informasi produk kepada konsumen. Proses produksi yang dilakukan perusahaan membuktikan adanya pengendalian pada setiap tahapan pada Perumda Perkebunan Kahyangan Jember sebagai upaya menjaga mutu produknya. Pengendalian itu sangat berdampak pada proses produksi perusahaan, karena perusahaan menilai dengan adanya pengendalian pada setiap tahapannya akan memperlancar proses produktivitas perusahaan.