Search Articles & Publications

Showing 1460 articles found for "Arena"

Pembelajaran Materi Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel Pada Siswa Kelas X SMA

Maretha Putri Axandra, Laila Fitriana
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mendapatkan media pembelajaran komik digital yang valid, praktis dan efektif digunakan dalam pembelajaran. Matematika pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Boyolali. Jenis penelitian… itian ini adalah Research and Development (R&D). Model penelitian yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE yang terdiri dari tahap Analyze (analisis), Design (desain), Development (pengembangan), Implementation (implementasi), dan Evaluation (evaluasi). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, angket, dan tes hasil belajar siswa. Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan media pembelajaran komik digital matematika yang diimplementasikan kepada 36 siswa kelas X. Hasil analisis instrumen-instrumen penelitian menunjukkan bahwa media komik digital matematika valid digunakan pada pembelajaran berdasarkan dari hasil penilaian ahli materi sebesar 82,66% dan penilaian ahli media sebesar 85,33% yang memiliki kriteria sangat valid. Media komik digital matematika praktis digunakan dalam pembelajaran matematika materi sistem pertidaksamaan linear dua variabel. Hal ini ditunjukkan melalui hasil angket penilaian guru sebesar 93,6% dan angket penilaian siswa sebesar 85,05% yang memiliki kriteria sangat praktis. Media komik digital matematika tidak efektif digunakan dalam pembelajaran materi sistem pertidaksamaan linear dua variabel karena hasil uji keefektifan menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran komik digital Matematika tidak lebih baik dari rata-rata hasil belajar siswa yang tidak menggunakan media komik Matematika digital. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran komik digital Matematika bersifat valid dan praktis, namun tidak efektif untuk digunakan dalam pembelajaran Matematika SMA materi sistem pertidaksamaan linear dua variabel.

Analisis Makna Martarombo Dikalangan Mahasiswa Perantau Sebagai Upaya Menemukan Silsilah Kekerabatan Dalam Budaya Batak

Esther Sitorus, Roberta Veronika Situmorang, Lovia Lidya Tondang, Rehan Falentino Sitohang
Abstract: Masyarakat Batak memiliki jaringan kekerabatan yang kuat, berpusat pada klan dan diatur oleh adat Dalihan Na Tolu. Inti dari struktur ini adalah tradisi Martarombo, sebuah praktik komunikasi yang bertujuan untuk menelusuri… ri garis keturunan (tarombo) guna membangun hubungan kekerabatan yang tepat antara individu Batak yang baru berkenalan. Saat ini, Martarombo menghadapi tantangan serius di kalangan mahasiswa Batak yang telah bermigrasi karena kurangnya pengajaran tradisional dari orang tua mereka dan pengaruh kuat individualisme perkotaan. Situasi ini membuat banyak anak muda Batak bingung atau tidak menyadari garis keturunan mereka, sehingga membahayakan pelestarian budaya dan solidaritas komunitas. Studi ini menggunakan desain kualitatif, deskriptif-fenomenologis untuk mengungkap dan menganalisis makna Martarombo di kalangan mahasiswa Batak. Tujuannya adalah untuk menyelidiki implementasinya, tingkat pemahaman tentang garis keturunan, dan efektivitasnya dalam memperkuat ikatan kekerabatan Batak di tengah dinamika kehidupan di luar negeri. Diharapkan hasil studi ini akan memberikan solusi praktis dan strategi pelestarian bagi organisasi dan komunitas mahasiswa Batak untuk memastikan keberlanjutan tradisi penting ini..

Urgensi Etika Dan Kode Etik Bagi Guru Sejarah Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Mardiyah A.S. Taulama, Moh. Imron Rosidi
Abstract: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pentingnya etika dan kode etik guru terhadap siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data ini diperoleh dari berbagai sumber ilmiah, misalnya… isalnya buku dan artikel dari jurnal yang terbit 2017 hingga 2024. Hasil penelitian mununjukkan bahwa pendidikan memainkan peran penting dalam membentuk generasi masa depan yang beretika dan beradab. Guru memiliki peran kunci dalam membantu siswa mengembangkan nilai-nilai etika dan moral yang diperlukan untuk hidup yang adil dan jujur. Oleh karena itu, pentingnya etika dan kode etik guru terhadap siswa tidak dapat dipandang remeh. Guru yang memiliki etika dan kode etik yang baik dapat membantu siswa mengembangkan kejujuran, kesadaran diri, dan kemampuan berkomunikasi yang efektif. Mereka juga dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan membuat keputusan yang bijak. Dengan demikian, siswa dapat menjadi individu yang beretika dan beradab, serta memiliki kemampuan untuk menjadi bagian dari masyarakat yang lebih baik. Selain itu, etika dan kode etik guru juga dapat membantu siswa mengembangkan potensi diri mereka, kepercayaan diri dan rasa aman. Ketika guru memiliki etika dan kode etik yang baik. Jadi guru harus meningkatkan kualitas dan martabat profesinya. Dalam proses pengajaran di sekolah etika juga sangat penting dan guru juga harus memiliki sifat-sifat yang baik, seperti berpikir terbuka, kritis, inovatif, dan percaya diri, serta mampu menerapkan nilai-nilai humaniora yang sesuai dengan bidang keahliannya.

Supervisi Pendidikan Berbasis Teknologi Untuk Mengoptimalkan Pembelajaran Inovatif

Mukaramah, Rahmaniah, Syahrani
Abstract: Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam praktik supervisi pendidikan. Supervisi pendidikan berbasis teknologi menjadi salah satu pendekatan… n strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan efektivitas supervisi berbasis teknologi dalam mengoptimalkan proses pembelajaran inovatif di lingkungan pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam supervisi, seperti penggunaan platform digital, aplikasi monitoring, dan komunikasi daring, mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta kualitas pembinaan guru. Selain itu, supervisi berbasis teknologi mendorong guru untuk lebih kreatif dan adaptif dalam mengembangkan metode pembelajaran inovatif. Namun, implementasinya masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan infrastruktur dan kompetensi digital pendidik. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan, pelatihan, serta pengembangan sistem yang berkelanjutan agar supervisi pendidikan berbasis teknologi dapat berjalan optimal.  

CURRICULUM REFORM IN INDONESIA

Ningrum, Rini Listiya, Akhmad Ali Mirza, Zaitun Qamariah
Abstract: Abstrak Artikel ini memberikan gambaran tentang sejarah reformasi kurikulum di Indonesia, kondisi kurikulum saat ini, proses reformasi kurikulum, serta tantangan dan implikasi penerapan Kurikulum baru. Artikel tersebut berpendapat… erpendapat bahwa reformasi kurikulum sangat penting bagi sistem pendidikan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan siswanya dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan abad ke-21. Sistem pendidikan Indonesia menghadapi beberapa tantangan, khususnya di bidang kurikulum. Salah satu permasalahan utamanya adalah tidak adanya keselarasan antara kurikulum dan kebutuhan tenaga kerja, sehingga terjadi ketidaksesuaian antara keterampilan yang diajarkan di sekolah dengan yang dibutuhkan oleh pasar tenaga kerja. Selain itu, sistem pendidikan telah dikritik karena penekanannya yang berat pada hafalan dan hafalan, yang dipandang sebagai penghalang pengembangan pemikiran kritis dan keterampilan pemecahan masalah di kalangan siswa. Untuk mengatasi tantangan tersebut dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, telah dilakukan berbagai upaya untuk mereformasi kurikulum selama bertahun-tahun. Reformasi kurikulum terbaru, Kurikulum 2013, bertujuan untuk meningkatkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, mempromosikan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah, serta membekali siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk abad ke-21. Namun, penerapan Kurikulum baru menghadapi beberapa tantangan, termasuk pelatihan guru yang tidak memadai, kurangnya sumber daya, dan penolakan dari pemangku kepentingan. Artikel ini diakhiri dengan menyoroti perlunya upaya berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan penerapan Kurikulum baru dan memaksimalkan potensi dampaknya terhadap kualitas pendidikan di Indonesia.    Abstract This article provides an overview of the history of curriculum reform in Indonesia, the current state of the curriculum, the process of curriculum reform, and the challenges and implications of implementing the new Curriculum. The article argues that curriculum reform is crucial for Indonesia's education system to meet the needs of its students and prepare them for the challenges of the 21st century. The Indonesian education system has been facing several challenges, particularly in the area of curriculum. One of the main issues is the lack of alignment between the curriculum and the needs of the workforce, resulting in a mismatch between the skills taught in schools and those required by the labor market. Moreover, the education system has been criticized for its heavy emphasis on rote learning and memorization, which has been seen as a barrier to the development of critical thinking and problem-solving skills among students. To address these challenges and improve the quality of education in Indonesia, there have been multiple attempts to reform the curriculum over the years. The most recent curriculum reform, the 2013 Curriculum, aims to improve the relevance of the curriculum to the needs of the workforce, promote critical thinking and problem-solving skills, and equip students with the skills required for the 21st century. However, the implementation of the new Curriculum has faced several challenges, including inadequate teacher training, lack of resources, and resistance from stakeholders. The article concludes by highlighting the need for continued efforts to ensure the successful implementation of the new Curriculum and maximize its potential impact on the quality of education in Indonesia.

Penyambutan Malam Lailah Al-Qadr Kadar Dalam Kebudayaan Tumbilotohe Di Gorontalo

Iskar Dai, Moh. Imron Rosidi
Abstract: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui malam Lailah Al-Qadr relefansiny Kebudayaan tumbilotohe yang dapat dijadikan sebagai sumber nilai reliji dan gotongroyong. Kebudayan tumbilotohe merupakan tradisi malampasang… lampu botol didedapam rumah yang diselenggrakan dibulan Ramadhan malam ke 27,28, dan 29 . Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah studi literatur dan wawancara. Hasil dari Penelitian ini menunjukkan bahwa Tradisi tumbilotohe pada malam  Lailah Al-Qadr  dapat mempererat tali silaturahmi antar sesama manusia sebagai makhluk sosial dan menambah kecintaan akan bulan Ramadhan. Tradisi tumbilotohe memiliki nilai religius serta nilai gotong royong yang direpresentasikan dengan memasang lampu botol pada tiga malam terakhir bulan Ramadhan untuk menyambut malam Lailah Al-Qadr Oleh karena itu, nilai-nilai karakter yang terkandung dalam Tradisi tumbilotohe harus dilestarikan.

Upaya Guru Dalam Melestarikan Budaya Lokal Tumbilotohe Melalui Pembelajaran IPS

Tialo, Ikbal
Abstract: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kebudayaan tumbilotohe yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran IPS. Kebudayan tumbilotohe merupakan tradisi memasang lampu botol didedapam rumah yang dilaksanakan dibulan… bulan Ramadhan malam ke 27,28, dan 29 . Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah studi literatur dan wawancara. Hasil dari Penelitian ini menunjukkan bahwa Tradisi Dikili dapat mempererat tali silaturahmi antar sesama manusia sebagai makhluk sosial dan menambah kecintaan akan bulan Ramadhan. Tradisi tumbilotohe memiliki nilai religius serta nilai gotong royong yang direpresentasikan dengan memasang lampu botol pada tiga malam terakhir bulan Ramadhan untuk menyambut malam lailatul qadar.. Oleh karena itu, nilai-nilai karakter yang terkandung dalam Tradisi Dikili  perlu dilestarikan dengan dijadikannya sebagai sumber pembelajaran IPS.

Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas Xi Ips 1 Pada Mata Pelajaran Geografi Melalui Metode Studi Kasus Di Sma Negeri 1 Jatibarang Kabupaten Brebes

Wisnu, Wisnu Agitawardhani, Dhi Bramasta, Mustolikh
Abstract: Motivasi belajar siswa rendah dalam proses pembelajaran Geografi. Hal ini terlihat pada saat kegiatan pembelajaran, sebaian besar siswa kurang antusias dalam kegiatan belajar karena berbagai faktor yaitu: siswa cendrung… bosan mengikuti pelajaran, siswa kurang menguasai materi, dan lain sebagainya. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran geografi siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Jatibarang Brebes melalui model pembelajaran studi kasus. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Jatibarang yang berjumlah 35 orang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan pengamatan (observasi), angket, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui metode pembelajaran studi kasus yang telah dilakukan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Geografi. Peningkatan dapat dilihat pada hasil penelitian pra tindakan dengan rata-rata persentase 40,91%, setelah dilakukan tindakan pada Siklus I dengan rata-rata persentase 52,74%% dan siklus II dengan persentase rata-rata 63,25%, dan sudah memenuhi kriteria keberhasilan indikator yang telah ditetapkan sebesar 60%.

Pengaruh Model Pembelajaran SAVI Terhadap Kemampuan Menulis Teks Anekdot Siswa Kelas X MAS Bahrul Uluum Al–Kamal

Zulkarnain Sirait
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectualy) terhadap kemampuan menulis teks anekdot pada siswa kelas X MAS Bahrul Uluum Al-Kamal… Tahun Pelajaran 2022/2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa X MAS Bahrul Uluum Al-Kamal Tahun Pelajaran 2022/2023. Asumsi analisis data yakni uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Dengan menggunakan perbandingan skor maksimum dan minimum pada hasil tes. Hasil analisis data terakhir diperoleh rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectualy) adalah 79,33. Hasil perhitungan uji hipotesis diperoleh harga thitung = 6,07, hasil tersebut kemudian dikonsultasikan dengan ttabel dimana  dengan dk =(30+30) – 2 = 58 diperoleh ttabel = 2,01, karena thitung > ttabel maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima berarti signifikan. Hipotesis menyatakan kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pengaruh model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectualy) terhadap kemampuan menulis teks anekdot untuk siswa kelas X MAS Bahrul Uluum Al – Kamal Tahun Ajaran 2022/2023.

Peningkatan Kemampuan Literasi Numerasi melalui Penerapan Model Example Non Example Pada Kelas II SDN Ngaliyan 05 Semarang

Azhari, Imam, Devi, Indriani
Abstract: Penulisan ini didasari oleh temuan pada saat pembelajaran yang menunjukkan rendahnya kemampuan literasi numerasi, aktivitas belajar, dan hasil belajar siswa dikarenakan proses pembelajaran tidak menerapkan model ataupun… media yang inovatif. Proses pembelajaran hanya membaca 15 menit saja, selebihnya pembelajran dengan cerah sehingga kemampuan literasi numerasi siswa tidak dilatih. Dari berbagai masalah tersebut, solusi yang dapat diberikan yaitu dengan menerapkan model example non example berbantuan media gambusun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan literasi numerasi, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa dengan menggunakan model example non example berbantuan media gambusun pada kelas II SDN Ngaliyan 05 Semarang. Penelitian yang dilakukan menggunakan jenis penelitian lapangan yang dilakukan dengan meniliti peningkatan kemampuan literasi numerasi siswa kelas II pada materi bilangan cacah dengan penerapan model example non example. Subjek dilaksanakan pada kelas II SDN Ngaliyan 05 Semarang tahun pelajaran 2022/2023 dengan jumlah 28 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada saat pree test mendapatkan hasil rata-rata sebesar 66, dengan siswa tuntas hanya 3 siswa. Setelah dilakukan pembelajaran dengan model example non example berbantuan media gambusun, berubah sebesar 87 dengan 25 siswa tuntas.