Abstract:Pembelajaran sejarah yang menarik dan bermakna menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik. Artikel ini menyajikan strategi perencanaan pembelajaran sejarah yang efektif untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik…
rik dan bermakna bagi siswa. Penerapan strategi ini diharapkan dapat membantu pendidik dalam merancang pembelajaran sejarah yang menarik, bermakna dan efektif bagi siswa. Dengan cara ini, siswa dapat memperoleh pemahaman mendalam tentang peristiwa, tokoh dan proses sejarah, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah. Selain itu, artikel ini juga menekankan pentingnya mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan politik dalam pembelajaran sejarah. Dengan memahami konteks ini, pendidik dapat membantu siswa mengembangkan perspektif yang lebih luas dan kritis terhadap peristiwa sejarah. Lebih lanjut, artikel ini menyoroti peran teknologi digital dalam memperkaya pembelajaran sejarah. Integrasi teknologi, seperti sumber daya digital, simulasi, dan alat visualisasi, dapat membantu siswa memahami kompleksitas sejarah dan mengembangkan keterampilan abad ke-21.
Abstract:Tujuan penelitian ini untuk mengkaji dalam mengembangkan kompetensi guru sejarah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data yang diperoleh dari banyak sumber ilmiah, salah satu…
sumber yang diperoleh yaitu dari buku tahun 2014-2020, sedangkan untuk jurnal dari tahun 2019-2024. Perkembangan kompetensi guru sejarah menjadi peran penting dalam meningkatkan suatu kualitas pendidikan dan hasil belajar para siswa. Di era Globaliasi, guru sejarah harus sudah memiliki kemampuan yang lebih luas lagi dan lebih dalam untuk mengajar materi sejarah yang kompleks dan dinamis. Kompetensi guru sejarah ada empat yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan juga kompetensi profesional. Kompetensi pedagogik meliputi kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang efektif, serta juga menggunakan teknologi dalam peningkatan kualitas pembelajaran, kompetensi kepribadian meliputi kemampuan guru untuk menjadi contoh teladan bagi siswa, dan juga memiliki integrasi, dan juga memiliki kemampuan dalam mengelola kelas yang efektif. Kompetensi sosial yaitu melibatkan kemampuan guru untuk memperlakukan para siswa secara adil dan juta tidak membedakan dalam jenis kelamin atau dalam suku dan ras. Kompetensi profesional yaitu meliabatkan para guru-guru untuk memiliki kemampuan dalam mengajar materi sejarah secara mendalam kepada para siswa dan juga bisa memiliki variasi metode dalam mengajar. Jadi, dalam pengembangan kompetensi guru sejarah, peran guru sebagai otoritas, pembimbing, dan juga menjadi stimulus kreativitas sangatlah penting.
Abstract:Tujuan penelitian ini membahas tentang pembelajaran bagi mahasiswa sejarah yang nantinya ingin menjadi calon Guru Sejarah diberbagai sekolah khususnya Sekolah Menengah Atas (SMA), Agar ketika menjadi guru sejarah nanti…
dapat memahami siswa/siswi nya dalam proses pembelajaran. Metode penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang diperoleh dari berbagai sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya, seperti jurnal, buku, dan artikel, hal ini bertujuan agar dapat memahami tema serta konsep yang terkait dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa merujuk pada era revolusi industri yang menjadi bagian terpenting dalam menyikapi tantangan dan strategi calon guru sejarah terhadap perkembangan zaman, khususnya ditahun 2024 ini, banyaknya perubahan dan gaya pimikiran modern anak didik di berbagai sekolah menjadi poin penting dalam penelitian ini, beberapa poin pentinya adalah (1) tantangan calon guru sejarah, (2) strategi yang digunakan dalam proses pembelajaran (3) perkembangan zaman yang memicu pemikiran modern peserta didik. Beberapa poin penting ini akan menjadi referensi bagi para mahasiswa sejarah yang ingin menjadi calon guru sejarah. Secara spesifik perkembangan zaman juga dapat dilihat dari berbagai sisi diantaranya sistim cyber-fisik, komputasi awan dan internet. Hal ini menjadi sebuah tantangan terbesar bagi calon guru sejarah dalam menyikapi perkembangan zaman sekaligus didalam dunia pendidikan. Seorang calon guru tentu harus bisa memahami berbagai tantangan dan strategi dalam menghadapi perkembangan zaman, hal ini bertujuan agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan.
Abstract:Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pentingnya etika dan kode etik guru terhadap siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data ini diperoleh dari berbagai sumber ilmiah, misalnya…
isalnya buku dan artikel dari jurnal yang terbit 2017 hingga 2024. Hasil penelitian mununjukkan bahwa pendidikan memainkan peran penting dalam membentuk generasi masa depan yang beretika dan beradab. Guru memiliki peran kunci dalam membantu siswa mengembangkan nilai-nilai etika dan moral yang diperlukan untuk hidup yang adil dan jujur. Oleh karena itu, pentingnya etika dan kode etik guru terhadap siswa tidak dapat dipandang remeh. Guru yang memiliki etika dan kode etik yang baik dapat membantu siswa mengembangkan kejujuran, kesadaran diri, dan kemampuan berkomunikasi yang efektif. Mereka juga dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan membuat keputusan yang bijak. Dengan demikian, siswa dapat menjadi individu yang beretika dan beradab, serta memiliki kemampuan untuk menjadi bagian dari masyarakat yang lebih baik. Selain itu, etika dan kode etik guru juga dapat membantu siswa mengembangkan potensi diri mereka, kepercayaan diri dan rasa aman. Ketika guru memiliki etika dan kode etik yang baik. Jadi guru harus meningkatkan kualitas dan martabat profesinya. Dalam proses pengajaran di sekolah etika juga sangat penting dan guru juga harus memiliki sifat-sifat yang baik, seperti berpikir terbuka, kritis, inovatif, dan percaya diri, serta mampu menerapkan nilai-nilai humaniora yang sesuai dengan bidang keahliannya.
Abstract:Abstrak Artikel ini memberikan gambaran tentang sejarah reformasi kurikulum di Indonesia, kondisi kurikulum saat ini, proses reformasi kurikulum, serta tantangan dan implikasi penerapan Kurikulum baru. Artikel tersebut berpendapat…
erpendapat bahwa reformasi kurikulum sangat penting bagi sistem pendidikan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan siswanya dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan abad ke-21.
Sistem pendidikan Indonesia menghadapi beberapa tantangan, khususnya di bidang kurikulum. Salah satu permasalahan utamanya adalah tidak adanya keselarasan antara kurikulum dan kebutuhan tenaga kerja, sehingga terjadi ketidaksesuaian antara keterampilan yang diajarkan di sekolah dengan yang dibutuhkan oleh pasar tenaga kerja. Selain itu, sistem pendidikan telah dikritik karena penekanannya yang berat pada hafalan dan hafalan, yang dipandang sebagai penghalang pengembangan pemikiran kritis dan keterampilan pemecahan masalah di kalangan siswa.
Untuk mengatasi tantangan tersebut dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, telah dilakukan berbagai upaya untuk mereformasi kurikulum selama bertahun-tahun. Reformasi kurikulum terbaru, Kurikulum 2013, bertujuan untuk meningkatkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, mempromosikan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah, serta membekali siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk abad ke-21.
Namun, penerapan Kurikulum baru menghadapi beberapa tantangan, termasuk pelatihan guru yang tidak memadai, kurangnya sumber daya, dan penolakan dari pemangku kepentingan. Artikel ini diakhiri dengan menyoroti perlunya upaya berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan penerapan Kurikulum baru dan memaksimalkan potensi dampaknya terhadap kualitas pendidikan di Indonesia.
Abstract
This article provides an overview of the history of curriculum reform in Indonesia, the current state of the curriculum, the process of curriculum reform, and the challenges and implications of implementing the new Curriculum. The article argues that curriculum reform is crucial for Indonesia's education system to meet the needs of its students and prepare them for the challenges of the 21st century.
The Indonesian education system has been facing several challenges, particularly in the area of curriculum. One of the main issues is the lack of alignment between the curriculum and the needs of the workforce, resulting in a mismatch between the skills taught in schools and those required by the labor market. Moreover, the education system has been criticized for its heavy emphasis on rote learning and memorization, which has been seen as a barrier to the development of critical thinking and problem-solving skills among students.
To address these challenges and improve the quality of education in Indonesia, there have been multiple attempts to reform the curriculum over the years. The most recent curriculum reform, the 2013 Curriculum, aims to improve the relevance of the curriculum to the needs of the workforce, promote critical thinking and problem-solving skills, and equip students with the skills required for the 21st century.
However, the implementation of the new Curriculum has faced several challenges, including inadequate teacher training, lack of resources, and resistance from stakeholders. The article concludes by highlighting the need for continued efforts to ensure the successful implementation of the new Curriculum and maximize its potential impact on the quality of education in Indonesia.
Abstract:Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan mengenai Wakaf Uang kepada masyarakat yang tergabung dalam jamaah Pimpinan Ranting Muhammadiyah Mulyoharjo, Pemalang. Wakaf merupakan salah satu instrumen keuangan…
uangan yang sangat berguna dalam membangun ekonomi masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini wakaf diperkenalkan mulai dari sejarah wakaf, definisi wakaf, tujuan wakaf, cara pendanaan wakaf dan bagaimana model pengembangan wakaf uang. Metode yang dilakukan adalah ceramah dan diskusi secara interaktif dengan melibatkan jamaah untuk mau ikut bertanya mengenai wakaf. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat diketahui bahwa masyarakat awalnya belum banyak mengetahui mengenai mengenai apa itu wakaf uang. Pemahaman wakaf yang ada ditengah masyarakat masih banyak berkutat pada wakaf yang tidak bergerak seperti bangunan, makam, madrasah, masjid, mushola. Wakaf juga masih dipahami sebagai sebuah bentuk sedekah yang mahal dan sulit dilakukan. Karenanya dengan adanya pengabdian masyarakat ini masyarakat lebih mengetahui mengenai seluk beluk wakaf uang serta bagaimana cara pendayagunaannya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat.
Abstract:Periode Tabi’ut Tabi’in, sebagai generasi ketiga dalam sejarah Islam, memainkan peran krusial dalam pengembangan pemikiran dan dakwah Islam. Meskipun tidak bertemu langsung dengan Sahabat Nabi Muhammad SAW, mereka berhasil…
rhasil meneruskan dan memperkaya ajaran Islam melalui kontribusi signifikan dalam bidang fiqh, teologi, dan filsafat. Dalam konteks sosial-politik yang kompleks, terutama di bawah Dinasti Umayyah dan Abbasiyah, dakwah tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga mencakup pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika komunikasi dakwah selama periode ini dan relevansinya dalam konteks kontemporer, serta menegaskan fondasi pemikiran Islam yang dibangun oleh generasi Tabi’ut Tabi’in. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengungkapkan pentingnya memahami warisan intelektual mereka sebagai pedoman bagi umat Islam di era modern.
Abstract:Penelitian ini berjudul “Rekonstruksi Sejarah Menggunakan Sumber Lisan dalam Penulisan Sejarah Lokal: Studi Kasus Desa Galesong Baru.” Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya melestarikan sejarah lokal yang…
al yang belum banyak terdokumentasikan secara tertulis, terutama yang terkait dengan budaya maritim masyarakat Galesong Baru. Sumber lisan menjadi metode utama dalam merekonstruksi sejarah, mengingat keterbatasan arsip tertulis mengenai peristiwa penting di desa ini, termasuk tradisi maritim seperti Mappalili dan Orang Laut. Penelitian ini bertujuan untuk menggali narasi sejarah lokal melalui wawancara dengan tetua adat, nelayan, dan tokoh masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah metode sejarah, dengan pendekatan triangulasi sumber lisan dan dokumen tertulis untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis konteks sosial dan budaya yang mempengaruhi penyampaian narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat variasi dalam cerita yang disampaikan oleh para informan, pola-pola umum tetap muncul terkait hubungan masyarakat dengan laut dan pentingnya tradisi maritim dalam membentuk identitas mereka. Sumber lisan terbukti sebagai alat yang penting dalam merekonstruksi sejarah lokal yang kaya dan dinamis.