Abstract:Penelitian ini bertujuan menganalisis profil metakognitif dan interpersonal competency murid kelas XII Fase F pada pembelajaran Biologi berbasis Education for Sustainable Development (ESD) di salah satu SMA Negeri Kota Jambi.…
ambi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Sampel penelitian terdiri atas 108 murid yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari tiga kelas. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert 6 poin yang telah divalidasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil metakognitif dan interpersonal competency murid didominasi kategori sedang yaitu 75% dan 67,6%. Indikator metakognitif yang paling kuat adalah monitoring, planning, dan procedural knowledge, sementara information management dan conditional knowledge menjadi kelemahan utama. Pada interpersonal competency, emotional support dan conflict management relatif lebih baik dibandingkan self disclosure dan initiating relationship. Analisis demografi menemukan perbedaan signifikan kemampuan metakognitif berdasarkan gender (p = 0,005), dengan murid perempuan lebih unggul, sedangkan umur dan suku tidak berpengaruh signifikan.Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan metakognitif dan kompetensi interpersonal secara terintegrasi dalam pembelajaran Biologi berbasis ESD untuk meningkatkan kemandirian, kolaborasi, dan kesadaran keberlanjutan murid.
Abstract:Artikel ini meninjau perkembangan riset terkini di Indonesia terkait topik penelitian jurnal ini, mengevaluasi metodologi yang digunakan, dan merumuskan rekomendasi praktis.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengimplementasikan metode optimal dalam pengembangan riset berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi sebesar 85%.
Abstract:Abstract: The selection process of sub-district Panwaslu members in Bawaslu Asahan Regency often lacks transparency and objectivity, leading to dissatisfaction and reduced public trust. The absence of clear criteria and…
weighting further complicates the process, making it less fair and less suited to field needs. To address this, a web-based Decision Support System (DSS) was developed using the TOPSIS method. The study focused on five sub-districts with the highest number of registered voters: Air Batu, Air Joman, Kisaran Barat, Kisaran Timur, and Pulau Rakyat. Selection criteria included understanding of vision and mission, motivation, integrity, supervisory experience, knowledge of local wisdom, and communication and teamwork skills. Data were collected through interviews, documentation, and questionnaires to obtain candidate scores. The DSS processed the data objectively and produced rankings based on preference values. Results showed that Syahputra from Air Batu achieved the highest score (1000) and ranked first. System testing with the black box method confirmed all features functioned properly. This DSS improves efficiency, accuracy, and transparency, offering Bawaslu a reliable technological solution for selecting competent and high-integrity Panwaslu members.
Keywords: DSS; TOPSIS; bawaslu; sub-district election supervisory commitee; selection
Abstrak: Kurangnya transparansi dan objektivitas dalam seleksi anggota Panwaslu Kecamatan di Bawaslu Kabupaten Asahan menimbulkan ketidakpuasan dan menurunkan kepercayaan publik. Selain itu, belum adanya sistem terstruktur dalam menentukan kriteria serta bobot penilaian menyebabkan proses seleksi kurang adil dan sulit menyesuaikan kebutuhan lapangan. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini merancang dan membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis web dengan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Penelitian dilakukan pada lima kecamatan dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) terbanyak, yaitu Air Batu, Air Joman, Kisaran Barat, Kisaran Timur, dan Pulau Rakyat. Kriteria yang digunakan meliputi pemahaman visi-misi, motivasi, integritas, pengalaman pengawasan pemilu, pengetahuan kearifan lokal, serta kemampuan komunikasi dan kerja sama. Data kandidat diperoleh melalui wawancara, studi dokumentasi, dan kuesioner yang kemudian diolah oleh sistem untuk menghasilkan peringkat secara objektif. Hasil penelitian menunjukkan Syahputra dari Kecamatan Air Batu memperoleh nilai tertinggi sebesar 1000 dan ditetapkan sebagai kandidat terbaik. Pengujian dengan metode black box membuktikan seluruh fitur berjalan sesuai fungsi. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi seleksi, serta menjadi solusi teknologi bagi Bawaslu dalam menentukan anggota Panwaslu yang kompeten dan berintegritas.
Kata kunci: SPK; TOPSIS; bawaslu; panwaslu kecamatan; seleksi
Abstract:Abstract: This research focuses on the analysis and design of a cattle disease detection system using the Forward Chaining technique. This system aims to help farmers identify various diseases in cattle quickly and accurately,…
ately, which can ultimately improve livestock health and livestock productivity. In developing this system, the Forward Chaining technique is used as the main inference method. This method was chosen because of its ability to produce conclusions based on available facts in stages, so it is very suitable for expert system applications that require repeated and complex decision-making processes. This research begins with a system requirements analysis that includes identification of common types of cattle diseases, associated symptoms, as well as the knowledge and rules required for the diagnosis process. Next, system design is carried out which includes creating a knowledge base, inference engine, and user interface. The result of this research is a prototype expert system for diagnosing cattle diseases which has been tested and shows satisfactory performance in detecting various cattle diseases based on the symptoms entered. With this system, it is hoped that farmers can more quickly take appropriate action against diseases that attack their livestock, so that they can minimize losses and increase the efficiency of livestock businesses.
Keywords: analysis; expert system; forward chaining; cattle disease; website.
Abstrak: Penelitian ini berfokus pada analisis dan perancangan sistem deteksi penyakit sapi menggunakan teknik Forward Chaining. Sistem ini bertujuan untuk membantu peternak dalam mengidentifikasi berbagai penyakit pada sapi secara cepat dan akurat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesehatan ternak dan produktivitas peternakan. Dalam pengembangan sistem ini, teknik Forward Chaining digunakan sebagai metode inferensi utama. Metode ini dipilih karena kemampuannya dalam menghasilkan kesimpulan berdasarkan fakta-fakta yang tersedia secara bertahap, sehingga sangat cocok untuk aplikasi sistem pakar yang memerlukan proses pengambilan keputusan berulang dan kompleks. Penelitian ini dimulai dengan analisis kebutuhan sistem yang mencakup identifikasi jenis-jenis penyakit sapi yang umum, gejala-gejala yang terkait, serta pengetahuan dan aturan yang diperlukan untuk proses deteksi. Selanjutnya, dilakukan perancangan sistem yang mencakup pembuatan basis pengetahuan, mesin inferensi, dan antarmuka pengguna. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah prototipe sistem pakar deteksi penyakit sapi yang telah diuji dan menunjukkan kinerja yang memuaskan dalam mendeteksi berbagai penyakit sapi berdasarkan gejala-gejala yang dimasukkan. Dengan sistem ini, diharapkan peternak dapat lebih cepat dalam mengambil tindakan yang tepat terhadap penyakit yang menyerang ternaknya, sehingga dapat meminimalisir kerugian dan meningkatkan efisiensi usaha peternakan.
Kata kunci: analisis; sistem pakar; forward chaining; penyakit sapi; website
Abstract:Abstract: One of the very dangerous and unacceptable crimes is called criminality, which is related to the morals of society, is detrimental to society, and violates the law. In this case, the law enforcers, namely the police,…
olice, play an essential role in dealing with crimes in society. The crimes that often occur are cases of theft which can be divided into three forms, namely motor vehicle theft (Curanmor), Theft with Weighting (Curat), and Theft with Violence (Curas). As for the Satreskrim Polres Asahan sub-section of Crime and Violence, in this case, they want to provide information to the public about places or locations prone to crime, so an application is made that will help the people in obtaining information about crime-prone areas which can later be used to prevent and monitor these crimes. This study uses a Geographic Information System (GIS), which is part of knowledge based on computer software that is utilized to present information in digital form and analyze the earth's geography to form spatial information. This study aims to apply web-based geographic information in providing information on crime-prone locations in Kisaran City and later to assist the public in obtaining information on crime-prone sites in Kisaran City. The results of this web-based GIS can help and facilitate the community and users in knowing crime-prone locations in the City of Kisaran in knowing crime-prone places or locations at the Asahan Police Criminal Investigation Unit.
Keywords: GIS; criminality; polres asahan; kisaran city
Abstrak: Salah satu tindak kejahatan yang sangat membahayakan dan tidak bisa diterima disebut dengan kriminalitas yang berhubungan dengan moral masyarakat, merugikan masyarakat, dan melanggar hukum. Adapun tindak kejahatan yang sering terjadi berupa kasus pencurian yang dapat dibagi dalam 3 bentuk yaitu pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), Pencurian dengan Pemberatan (Curat), dan Pencurian dengan Kekerasan (Curas). Adapun pihak Satreskrim Polres Asahan sub bagian Jatanras dalam hal ini ingin memberikan informasi kepada masyarakat mengenai tempat atau lokasi rawan kriminalitas, sehingga dibuatlah sebuah aplikasi yang nantinya akan membantu masyarakat dalam mendapatkan informasi mengenai lokasi rawan kriminalitas yang nantinya dapat digunakan dalam mencegah dan memantau tindak kriminalitas tersebut. Penelitian ini menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG) yang merupakan bagian dari pengetahuan berdasarkan pada perangkat lunak komputer yang dimanfaatkan dalam menyajikan informasi dalam bentuk digital dan analisa terhadap geografis bumi sehingga membentuk suatu informasi keruangan. Tujuan penelitian ini menerapkan informasi geografis berbasis web dalam memberikan informasi lokasi-lokasi rawan kriminalitas di Kota Kisaran dan nantinya membantu masyarakat dalam mendapatkan informasi lokasi rawan kriminalitas di Kota Kisaran. Hasil dari SIG berbasis web ini dapat membantu dan memudahkan masyarakat dan user dalam mengetahui titik lokasi rawan kriminalitas di Kota Kisaran dalam mengetahui tempat atau lokasi rawan kriminalitas pada Satreskrim Polres Asahan.
Kata kunci: SIG; kriminalitas; polres kab.asahan; kota kisaran.
Abstract:Abstract: Getting a job is a goal by graduates after completing their studies. But in this process, getting a job inevitably requires waiting time. If one measure of success in the field of education of a tertiary institution…
ution is the number of graduates entering the workforce. So to implement this goal, alumni data is needed that can be used in decision making. Existing tracer study data at the STMIK Royal Career Service Center (LPLK) have not been utilized optimally by the campus. If we dig deeper, we will get some knowledge from this data by applying data mining techniques. Therefore, it is clear that using data mining to predict alumni waiting time is important for a university to determine its strategy. The purpose of this study is to predict the waiting time for alumni to get a job using data mining by applying the Naive Bayes algorithm. Training and testing data were taken from 193 data tracer study alumni of STMIK Royal in 2021 who had graduated and were working. The criteria used to predict alumni waiting time are gender, major, year of entry, year of graduation, GPA, and length of time getting a job. The results of modeling using the Naive Bayes algorithm produce an accuracy of 94%.
Keyword: data mining; naive bayes; waiting time
Abstrak: Mendapatkan pekerjaan merupakan tujuan oleh lulusan setelah menyelesaikan studi mereka. Tetapi dalam proses ini, mendapatkan pekerjaan pasti membutuhkan waktu tunggu. Jika salah satu ukuran keberhasilan di bidang pendidikan suatu perguruan tinggi adalah banyaknya lulusan yang masuk ke dunia kerja. Maka untuk menerapkan tujuan itu, maka diperlukan data alumni yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Data tracer study yang ada di Lembaga Pusat Layanan Karir (LPLK) STMIK Royal belum dimanfaatkan secara optimal oleh kampus. Jika kita gali lebih dalam, kita akan mendapatkan suatu pengetahuan dari data ini dengan menerapkan teknik data mining. Oleh karena itu, jelas bahwa menggunakan data mining untuk memprediksi waktu tunggu alumni penting bagi suatu perguruan tinggi untuk menentukan strateginya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi waktu tunggu alumni mendapatkan pekerjaan menggunakan data mining dengan menerapkan algoritma naive bayes. Data training dan testing diambil dari 193 data tracer study alumni STMIK Royal tahun 2021 yang sudah lulus dan bekerja. Kriteria yang digunakan untuk memprediksi waktu tunggu kerja alumni yaitu jenis kelamin, jurusan, tahun masuk, tahun lulus, IPK, dan lama mendapatkan pekerjaan. Hasil pemodelan dengan menggunakan algoritma naive bayes menghasilkan akurasi sebesar 94%.
Kata Kunci: data mining; naive bayes; waktu tunggu
Abstract:Abstract: Cats are pets that are loved by humans, including people in Indonesia. People who keep cats need to pay attention to and maintain the health of cats to avoid all diseases. The Angora cat is one of the cat breeds…
s that has its own charm for cat lovers. In their care, not a few Angora cat owners do not understand how to take good care of Angora cats so that they can cause the animal to get sick. The lack of knowledge possessed by cat owners about the diseases experienced by their favorite animals can lead to misdiagnosis and inappropriate handling. Kianna Pet Shop and Animal Care is a veterinary clinic located on Jalan Imam Bonjol, Komplek Ruko Kota Mas, Kisaran, Asahan Regency. Kianna Pet Shop and Animal Care has many customers who trust Kianna Pet Shop and Animal Care to treat their pets. Kianna Pet Shop and Animal Care only has one veterinarian and one assistant. Angora cat diseases in general that are often treated at Kianna Pet Shop and Animal Care are fungus, FLUTD, feline calicivirus, fleas, cat flu, intestinal worms, hematoma (blood clots), chlamydiosis and diarrhea. To overcome these problems, an expert system was created using the Case Based Reasoning (CBR) method which will facilitate communication and consultation between veterinarians and Angora cat owners.
Keywords: expert system; CBR method; animal felis catus
Abstrak:Kucing adalah hewan peliharaan yang banyak digemari oleh manusia, termasuk masyarakat di Indonesia. Masyarakat yang memelihara kucing perlu memperhatikan dan menjaga kesehatan kucing agar terhindar dari segala penyakit. Kucing anggora salah satu ras kucing yang memiliki daya tarik tersendiri bagi pecinta kucing. Dalam perawatannya, tak sedikit pemilik kucing anggora yang kurang memahami bagaimana cara merawat kucing anggora dengan baik sehingga dapat menyebabkan hewan tersebut terserang penyakit. Kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh pemilik kucing tentang penyakit yang dialami oleh hewan kesayangannya itu dapat mengakibatkan kesalahan diagnosa serta penanganan yang tidak sesuai. Kianna Pet Shop and Animal Care memiliki banyak pelanggan yang memberikan kepercayaan terhadap Kianna Pet Shop and Animal Care untuk mengobati hewan peliharaannya. Kianna Pet Shop and Animal Care hanya memiliki satu orang dokter hewan dan satu orang asisten. Penyakit kucing anggora pada umumnya yang sering berobat di Kianna Pet Shop and Animal Care yaitu jamur, FLUTD, feline calicivirus, kutu, cat flu, cacingan, hematoma (pembekuan darah), chlamydiosis dan diare. Mengatasi permasalahan tersebut maka dibuat suatu sistem pakar menggunakan metode Case Based Reasoning (CBR) yang akan mempermudah komunikasi dan konsultasi antara dokter hewan dan pemilik kucing anggora.
Kata kunci: expert system; CBR method; hewan felis catus
Abstract:Abstract: Education is one of the most important aspects in the world. Education continues to change and continues to develop in an orderly and logical manner. The world of education cannot be separated from the role of…
a teacher. The teacher is one of the most important aspects in the process of teaching and learning activities in the classroom to shape the character of students. Therefore, a teacher is expected to be able to create human resources who have the knowledge and abilities. Based on this, the selection of the best teachers needs to be done selectively so that the learning outcomes obtained by students are as expected at SMKN PP 1 Kualuh Selatan. already determined. With the implementation of the moora method in selecting the best teachers at SMKN PP 1 Kualuh Selatan, the selection of the best teachers becomes fast and precise where the results of the calculation of the web-based assessment system are 0.3099.
Keywords: MCDM; MOORA; Best Teacher Selection
Abstrak: Pendidikan adalah salah satu aspek yang sangat penting di dunia. pendidikan terus mengalami perubahan dan terus berkembang secara teratur dan logis. Dunia pendidikan tidak terlepas dari peran seorang guru. Guru adalah salah satu aspek yang sangat penting dalam proses kegiatan belajar mengajar dikelas untuk membentuk karakter siswa. Oleh karena itu, seorang guru diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia yang mempunyai pengetahuan dan kemampuan. Berdasarkan hal tersebut, pemilihan guru terbaik perlu dilakukan secara selektif agar hasil pembelajaran yang diperoleh siswa sesuai dengan yang diharapkan pada SMKN PP 1 Kualuh Selatan belum pernah melakukan pemilihan guru terbaik secara cepat dan tepat, pemilihan tersebut masih secara manual yaitu menilai berdasarkan kriteria-kriteria yang sudah ditentukan. Dengan diimplementasi metode moora dalam pemilihan guru terbaik pada SMKN PP 1 Kualuh Selatan maka pemilihan guru terbaik menjadi cepat dan tepat dimana hasil dari perhitungan sistem penilaian berbasis web adalah 0,3099.
Kata kunci: MCD; MOORA; Pemilihan Guru Terbaik
Abstract:Abstract: An expert system that is able to identify the initial malfunction of a server with the linux operating system at BP Batam at the application layer based on the knowledge provided directly from experts / experts…
and through literature studies. This study uses the calculation method of Certainty Factor (CF) in calculating the level of expertise. This research data consists of indication data and data of server errors or problems, as well as data on rules. Expert systems in organizations, especially in BP Batam are aimed at adding value, increasing productivity and managerial areas that can draw conclusions quickly. The benefits obtained from an expert system that is able to diagnose and identify quickly, precisely and accurately to the indication of errors or problems caused are expected to be able to help server administrators in anticipating more severe system damage and can disrupt system operations at BP Batam.
Keywords: Certainty Factor; Expert System.
Abstrak: Sistem pakar yang mampu mengidentifikasi kerusakan awal server dengan sistem operasi linux di BP Batam pada layer aplikasi berdasarkan pengetahuan yang diberikan langsung dari pakar/ahlinya dan melalui studi literatur. Penelitian ini menggunakan metode perhitungan Certainty Factor (CF) dalam menghitung tingkat kepakaran. Data penelitian ini terdiri dari data indikasi dan data error atau permasalahan server, serta data aturan. Sistem pakar pada organisasi khususnya di BP Batam ditujukan untuk penambahan value, peningkatan produktivitas serta area manajerial yang dapat mengambil kesimpulan dengan cepat. Manfaat yang diperoleh dari sistem pakar yang mampu melakukan diagnosis dan identifikasi dengan cepat, tepat dan akurat terhadap indikasi error atau permasalahan yang ditimbulkan diharapkan mampu membantu para administrator server dalam mengantisipasi kerusakan sistem yang lebih parah dan dapat mengganggu operasional sistem di BP Batam.
Kata kunci: Certainty Factor; Sistem Pakar.