Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya pelanggaran Persetujuan Lingkungan dalam kegiatan pertambangan nikel di Kabupaten Luwu Timur yang berdampak pada kerusakan ekologis, sementara penjatuhan sanksi administratif…
belum memberikan efek jera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penegakan sanksi administratif, mengidentifikasi kendala hukum, serta merumuskan solusi penegakan hukum lingkungan di daerah. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sanksi masih didominasi oleh teguran tertulis dan tindakan perbaikan teknis. Hambatan utama bersumber dari resentralisasi wewenang pasca-Undang-Undang Cipta Kerja, keterbatasan personel pengawas bersertifikasi, dan gugatan korporasi ke Pengadilan Tata Usaha Negara. Sebagai solusi, penelitian ini merumuskan pengoptimalan rekomendasi Berita Acara Pengawasan ke pusat, penerapan prinsip pencemar membayar (polluter pays principle), peluncuran Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) daerah, penggunaan diskresi darurat, serta pembentukan Satuan Tugas Terpadu lintas yurisdiksi. Solusi ini menjadi langkah strategis untuk menguatkan kolaborasi kelembagaan dan menjamin kelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
This study is motivated by widespread violations of Environmental Approvals in nickel mining activities in East Luwu Regency, resulting in ecological damage, while administrative sanctions have failed to provide a deterrent effect. This research aims to analyze the effectiveness of administrative sanction enforcement, identify legal obstacles, and formulate environmental law enforcement solutions at the regional level. The method employed is normative legal research utilizing statutory and conceptual approaches. The results indicate that sanction implementation is still dominated by written warnings and technical corrective actions. Primary obstacles stem from the recentralization of authority post-Job Creation Law, a shortage of certified supervisory personnel, and corporate lawsuits filed with the State Administrative Court. As a solution, this study proposes optimizing Supervision Minutes recommendations to the central government, applying the polluter pays principle, launching regional Company Performance Rating Programs in Environmental Management (PROPER), utilizing emergency discretion, and establishing a cross-jurisdictional Integrated Task Force. These solutions serve as strategic steps to strengthen institutional collaboration and ensure sustainable environmental protection.
Abstract:Anak usia balita rentan mengalami kondisi kegawatdaruratan medis di lingkungan rumah, di mana insiden yang paling sering dijumpai adalah tersedak benda asing dan kejang demam. Keterlambatan atau kesalahan dalam penanganan…
n awal di masa golden period (4-6 menit) dapat berakibat fatal, seperti kerusakan otak hingga kematian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan melatih keterampilan praktis ibu rumah tangga di RW 01 Desa Timbuseng, Kabupaten Takalar, dalam melakukan pertolongan pertama secara mandiri. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang terbagi dalam tahap edukasi kognitif dan pelatihan simulasi (hands-on training) menggunakan alat peraga. Kegiatan ini diikuti oleh 15 ibu rumah tangga. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan dengan rata-rata nilai pre-test 45/100 meningkat menjadi 88/100 pada post-test. Pada capaian psikomotorik, 87% peserta berhasil melakukan manuver back blow, 80% menguasai Heimlich maneuver, serta 100% peserta mampu mempraktikkan posisi miring mantap dan kompres yang tepat. Edukasi dan simulasi terbukti efektif dalam mendekonstruksi mitos penanganan yang keliru dan meningkatkan kesiapsiagaan ibu rumah tangga sebagai first responder kegawatdaruratan anak di rumah.
Abstract:Self care behaviour atau perilaku perawatan diri, serangkaian tindakan dan keputusan yang diambil oleh individu untuk menjaga kesehatan, mencegah penyakit dan mengelola kondisi kesehatannya sendiri. Adapun dampak dari tidak…
dak melakukan self care behaviour pada penderita hipertensi dapat menyebabkan risiko terjadinya komplikasi kerusakan pada kardiovaskular, otak, dan ginjal sehingga menyebabkan terjadinya komplikasi beberapa penyakit, seperti stroke, jantung, gagal ginjal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan self care behaviour pada penderita hipertensi di Puskesmas Belimbing Padang. Metode pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan analitik kolerasi dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 21–30 April 2025. Penelitian ini telah dilakukan di Puskesmas Belimbing Padang pada bulan April 2025. Populasi seluruh penderita hipertensi yang datang berkunjung ke Puskesmas Belimbing Padang pada bulan September–November 2024 sebanyak 908 orang dengan sampel 90 orang, teknik pengambilan sampel accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisa data univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan 53,3% memiliki self care behavior rendah, 51,1% memiliki keluarga tidak mendukung. Ada hubungan dukungan keluarga dengan self care behavior pada penderita hipertensi di Puskesmas Belimbing Padang (p value = 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan dukungan keluarga dengan self care behaviour pada penderita hipertensi. Diharapkan kepada pihak puskesmas agar dapat melibatkan keluarga dalam peningkatan kepatuhan pasien dalam menjalani perawatan dan pengobatannya seperti memasukkan dukungan keluarga sebagai upaya promosi kesehatan pada pasien hipertensi.
Abstract:Penyelenggaraan pelayanan publik yang berkualitas merupakan kewajiban konstitusional birokrasi sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Namun, Kantor Camat Kota Selatan menghadapi tantangan penurunan Indeks Kepuasan Masyarakat…
syarakat (IKM) pada tahun 2025 sebesar 5,18 poin menjadi 88,04%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan sistemik dan mengukur kualitas pelayanan administrasi publik di Kantor Camat Kota Selatan, Kota Gorontalo, dengan menggunakan model SERVQUAL secara komprehensif.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan informan utama yang terdiri dari aparatur kecamatan serta masyarakat pengguna layanan. Analisis data dilakukan secara kualitatif berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan SERVQUAL, yaitu Tangibles (bukti fisik), Reliability (keandalan), Responsiveness (daya tanggap), Assurance (jaminan), dan Empathy (empati).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan administrasi publik belum berjalan optimal dan masih menghadapi sejumlah kendala operasional pada kelima dimensi SERVQUAL. Pada dimensi Tangibles, infrastruktur gedung mengalami kerusakan fisik yang parah, fasilitas penunjang minim, serta pemanfaatan aplikasi Yanjak Gorontalo Kota belum maksimal karena operasional lapangan masih didominasi proses manual. Pada dimensi Reliability, terjadi keterlambatan penyelesaian dokumen akibat proses verifikasi yang birokratis dan koordinasi lintas instansi yang lemah. Dimensi Responsiveness menunjukkan sikap petugas sudah cukup baik, namun penyampaian alur prosedur dan prasyarat berkas belum transparan dan tidak seragam. Pada dimensi Assurance, terdapat inkonsistensi informasi antarpetugas yang berpotensi menurunkan kepercayaan publik. Sementara pada dimensi Empathy, sikap ramah dan humanis sudah mulai diterapkan, tetapi implementasinya masih bersifat individual dan belum konsisten secara institusional.
Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa optimalisasi pelayanan memerlukan rehabilitasi fasilitas fisik, pemangkasan alur birokrasi, digitalisasi sistem informasi terpadu melalui optimalisasi teknologi, penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) pelayanan yang kaku untuk menyamakan persepsi staf, serta pengawasan berkala terkait internalisasi nilai-nilai hospitality bagi seluruh aparatur kecamatan.
Abstract:Penelitian ini membahas pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku illegal logging dalam perspektif hukum positif dan hukum Islam, dengan studi kasus Perkara No. 532/Pid.Sus LH/2023/PN Jambi. Fenomena illegal logging di Indonesia,…
ndonesia, khususnya di Provinsi Jambi, menimbulkan kerusakan hutan, hilangnya fungsi ekosistem, serta pelanggaran hak masyarakat atas lingkungan hidup yang sehat. Dalam kerangka hukum positif, penegakan hukum terhadap pelaku illegal logging diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan, yang mengatur sanksi pidana penjara, denda, dan perampasan barang bukti. Namun, implementasi di lapangan menghadapi kendala, seperti keterbatasan aparat penegak hukum dan keterlibatan berbagai pihak. Dari perspektif hukum Islam, tindakan illegal logging dikategorikan sebagai jarimah ta’zir karena perusakan alam dipandang sebagai pelanggaran terhadap maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya perlindungan jiwa, harta, dan kelestarian lingkungan. Putusan hakim dalam perkara ini dianalisis berdasarkan teori pertanggungjawaban pidana, teori putusan hakim, dan maqāṣid al-syarī‘ah untuk menilai sejauh mana keadilan substantif terwujud bagi pelaku maupun masyarakat. Hasil penelitian diharapkan memberi kontribusi pada pengembangan hukum pidana dan hukum Islam dalam menanggulangi tindak pidana illegal logging secara komprehensif.
Abstract:Berdasarkan data Riskesdas (2018), persentase permasalahan sendi gout arthritis di Indonesia sebanyak 7,3% dari diagnosis dokter. Gout arthritis merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan adanya penumpukan kristal…
urat sehingga menimbulkan nyeri pada persendian. Nyeri merupakan rusaknya jaringan yang menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan pada penderitanya. Dampak dari serangan gout arthritis berulang akan mengakibatkan kerusakan dan kecacatan karena kontraktur sendi. Salah satu penanganan nonfarmakologi pada penderita gout arthritis yaitu dengan kompres hangat buli-buli yang dapat menurunkan intensitas nyeri. Tujuan penelitian untuk menggambarkan penerapan kompres hangat buli-buli untuk menurunkan intensitas nyeri pada pasien Gout Arthritis. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil setelah dilakukan kompres hangat buli-buli selama 20 menit dalam waktu 3 hari terjadi penurunan intensitas nyeri dengan rata-rata 2 sampai 3. Kesimpulan yang dapat diambil kompres hangat buli-buli terbukti menurunkan intensitas nyeri gout arthritis.
Kata Kunci : Gout Arthritis, Nyeri, Kompres Hangat Buli-Buli
Abstract:Diabetes melitus yaitu penyakit yang mengalami kenaikan kadar gula dalam darah. Kenaikan kadar gula darah yang tidak bisa terkontrol dapat mengalami gangguan serius terutama pada sitem persyarafan dan pembuluh darah yang…
meliputi: renopati dan kerusakan yang terjadi pada ujung kaki. Penatalaksanaan yang kurang efektif dalam menangani penyakit diabetes melitus dapat menimbulkan penyakit tambahan yang bersifat jangka panjang yaitu mikroangiopati dan makrongiopati. Senam kaki dapat memperlancar peredarah darah yang ada di kaki sehingga bisa mengurangi keluhan seperti: kesemutan dan pegal-pegal dan juga bisa mereseptor produksi insulin lebih banyak sehingga senam kaki bisa meningkatkan sensitivitas kaki. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan senam kaki diabetes melitus terhadap peningkatan sensitivitas kaki pada penderita diabetes melitus. Menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus. Hasil dari enam kaki diabetes melitus dilakukan 2 kali sehari selama 10 menit dalam waktu 3 hari dapat meningkatkan sensitivitas kaki. Dan didapatkan kesimpulan bahwa senam kaki diabetes melitus dapat meningkatkan sensitivitas kaki.
Kata kunci: Diabetes Melitus; Senam Kaki; Sensitivitas Kaki
Abstract:Sectio Caesarea (SC) yaitu proses yang dilakukan untuk mengeluarkan janin dengan melalui tindakan insisi pada dinding abdomen dan juga uterus. Nyeri hebat setelah operasi caesar adalah respon fisiologis yang kompleks di…
sebabkan oleh ketegangan lambung dan usus, kerusakan jaringan, dan kontraksi rahim. Nyeri yang dialami pasien setelah operasi caesar jelas akan menimbulkan rasa tidak nyaman, nyeri yang dialami pasien setelah operasi caesar juga akan menyebabkan masalah tambahan, seperti ketidaknyamanan saat bergerak karena intensitas nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh penerapan relaksasi Benson untuk mengurangi nyeri pada pasien Post Sectio Caesarea. Metode pengumpulan data menggunakan analisa deskriptif dan studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya penerunan intensitas nyeri pada pasien Post Sectio Caesarea dari kategori sedang-berat menjadi ringan-sedang. Implementasi pemberian terapi nonfarmakologis berupa relaksasi Benson dilakukan selama 3 hari selama 10-15 menit efektif untuk menurunkan nyeri klien post sectio caesarea dengan hasil sebelum dilakukan relaksasi skala nyeri klien 6 (nyeri sedang) menurun menjadi 2 dengan kategori nyeri ringan.
Kata kunci: Nyeri; Relaksasi Benson; Sectio Caesarea (SC)
Abstract:Latar Belakang : Asam urat merupakan hasil postmetabolisme akhir dari purin dan merupakan salah satu komponen asam nukleat yang berada dalam inti sel tubuh. Peningkatan kadar asam urat dapat menyebabkan gangguan pada tubuh…
uh manusia seperti nyeri hebat pada persendian. Nyeri adalah sensasi yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang actual dan potensial. Nyeri dapat mengakibatkan perasaan yang tidak menyenangkan seperti rasa terbakar, mati rasa, rasa seperti diiris atau ditusuk. Merendam kaki dengan air jahe merah hangat dapat membantu mengurangi nyeri arthritis karena hangatnya. Jahe mengandung Oleorasin atau Zingerol yang dapat menghambat prostaglandin, sehingga nyeri mereda. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran pemberian rendaman air jahe merah hangat terhadap penurunan nyeri asam urat pada lansia di wilayah puskesmas Kemangkon Kabupaten Purbalingga. Hasil : Setelah 3 hari pemberian rendaman air jahe merah hangat terhadap penderita asam urat terjadi penurunan nyeri dari skala 6 turun menjadi 2 dan kadar asam urat. Kesimpulan : Pemberian rendaman air jahe merah hangat mampu menurunkan nyeri pada penderita asam urat.
Abstract:Latar Belakang : Diabetes Mellitus yakni penyakit kronis yang berlangsung ketika tubuh tidak bisa memanfaatkan insulin yang dihasilkan atau Ketika pankreas tidak memproses cukup insulin. Hiperglikemia yang tidak terkendali…
li dapat mengakibatkan sistem tubuh mengalami kerusakan dan bisa teradi ulkus diabetikum. Penanganan yang dilakukan yaitu perawatan luka Diabetes Mellitus dengan pemberian air rebusan daun sirih merah dan salep VCO (Virgin Coconut Oil). Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemberian air rebusan daun sirih merah dan salep VCO (Virgin Coconut Oil) terhadap penyembuhan luka Diabetes Mellitus. Metode : pada karya tulis ini menggunakan menggunakan metode Deskriptif dengan rancangan studi kasus. Hasil : hasil studi kasus didapatkan hasil setelah diberikan air rebusan daun sirih merah dan salep VCO (Virgin Coconut Oil) pada pasien luka Diabetes Mellitus selama 8 kali pertemuan dalam jangka waktu 15 hari (2 hari sekali). Mengalami perubahan menunjukan keefektifan perawatan luka yang awalnya Jumlah skor 46 menjadi 34, dibuktikan dengan data penunjang skor Bates Jansen Wound Assessment Tool berada dijumlah skor 34. Kesimpulan : menunjukan bahwa pemberian air rebusan daun sirih merah dan salep VCO (Virgin Coconut Oil) efektif untuk membantu proses penyembuhan luka.