Abstract:Majority of Indonesian EFL young learners struggle with mastering English vocabulary. This community service activity was about to see whether or not incorporating thematic pictures could enrich young learners’ English…
glish vocabulary. It used quantitative approach with descriptive analysis. Conveniently, one class was taken as the sample of this current activity which consisted of fourteen participants coming from different grades of elementary school. A Dictation test was administered as pretest and posttest before and after intervention to portray the young learners’ achievement level. The result showed that using thematic pictures was significantly impactful in enriching young learners’ English vocabulary mastery (.00 < .05). Ultimately, some pedagogical implication were also addressed accordingly in this present activity to young learners, future facilitators as well as researchers.
Keywords: thematic pictures; vocabulary mastery; young learners.
Abstrak: Mayoritas pembelajar muda di Indonesia memiliki masalah dengan penguasaan kosakata Bahasa Inggris. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melihat apakah penggunaan gambar tematik dapat memperkaya kosa kata bahasa Inggris pelajar muda atau tidak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif. Mudahnya, satu kelas diambil sebagai sampel kegiatan kali ini yang terdiri dari empat belas peserta yang berasal dari berbagai tingkatan sekolah dasar. Tes Dikte diberikan sebagai pretest dan posttest sebelum dan sesudah intervensi untuk menggambarkan tingkat prestasi pelajar muda. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan gambar tematik memberikan dampak yang signifikan dalam memperkaya penguasaan kosakata bahasa Inggris pelajar muda. Pada akhirnya, beberapa implikasi pedagogis juga dibahas dalam kegiatan ini kepada pelajar muda, fasilitator masa depan, serta peneliti.
Kata kunci: gambar tematik; pembelajar muda; penguasaan kosakata
Abstract:Most of the Simeulue population depends on marine products for their livelihoods. However, the use of bombs in fishing has posed a serious threat to the sustainability of fish resources, which are crucial assets for the…
community's welfare. The practice of fishing with bombs not only damages marine habitats, including coral reefs, but also threatens the sustainability of fish resources in the future. If allowed to continue, this can harm marine ecosystems and jeopardize the sustainability of the local economy. To address this problem, training and implementing coral reef conservation using the Coral Adoption method is crucial. This initiative, which involves the Simeulue Regency government, Simeulue Police, and TNI, focuses on the community, especially fishermen. The Coral Adoption method is a marine environmental rehabilitation technique that aims to conserve marine biota, accelerate coral reef growth, and restore threatened ecosystems. The training provides participants with knowledge about the negative impacts of fish bombing and the importance of marine environmental rehabilitation. It also empowers them to stop such destructive practices. Furthermore, participants recognize the long-term impacts of fish bombing on their socio-economic aspects, which ultimately increases their commitment to preserving the marine environment for a better future.
Keywords: fish bomb; coral reef; fishing; fisherman
Abstrak: Sebagian besar penduduk Simeulue bergantung pada hasil laut untuk mata pencaharian mereka. Namun, penggunaan bom dalam penangkapan ikan telah menimbulkan ancaman serius terhadap kelestarian sumber daya ikan yang menjadi aset penting bagi kesejahteraan masyarakat. Praktik penangkapan ikan dengan bom tidak hanya merusak habitat laut, termasuk terumbu karang, tetapi juga mengancam keberlanjutan sumber daya ikan di masa depan. Jika dibiarkan berlanjut, hal ini dapat berdampak buruk pada ekosistem laut dan mengancam keberlanjutan ekonomi lokal. Untuk mengatasi masalah ini, pelatihan dan penerapan konservasi terumbu karang dengan metode Rock Pile menjadi sangat penting. Pelatihan ini, yang melibatkan pihak pemerintah Kabupaten Simeulue, Polres Simeulue, dan TNI, difokuskan pada masyarakat, terutama nelayan. Rock Pile adalah teknik rehabilitasi lingkungan laut yang bertujuan untuk melestarikan biota laut, mempercepat pertumbuhan terumbu karang, dan memulihkan ekosistem yang terancam. Manfaat dari pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang dampak buruk pengeboman ikan dan pentingnya rehabilitasi lingkungan laut, tetapi juga menjadi lebih percaya diri dalam menghentikan praktik destruktif tersebut. Selain itu, mereka menyadari dampak jangka panjang pengeboman ikan terhadap aspek sosial ekonomi mereka, yang pada akhirnya meningkatkan komitmen mereka untuk melestarikan lingkungan laut demi masa depan yang lebih baik.
Kata kunci: bom ikan; terumbu karang; penangkap ikan; nelayan
Abstract:Technological advancements have had a profound impact on the education sector around the globe including in Thailand and other developing countries. as in many other developing countries, there are major challenges in adapting…
adapting with the rapid development of technology. The school where the community service was held also faced similar issues. With an innovative approach through assessment training using technology, this community engagement activity is expected to be a positive step towards educational transformation, particularly in the southern part of Thailand. With the active involvement of teachers as well as full support from related parties, we can create a learning environment that is more dynamic, relevant, and globally competitive. A pre-test and a post-test were conducted at the beginning and the end of the training to measure teachers’ understanding in implementing digital assessment strategies. By equipping teachers with the knowledge and skills to implement digital assessment strategies, the training has had a measurable impact on professional development and instructional practices. In addition, the training provide access to further consultation or guidance, participants can feel supported and more confident in applying their learning in the classroom. The results of the pre- and post-training survey demonstrated a substantial improvement, averaging 51.3% increase across all survey items. This indicates the positive impact of the training in enhancing teachers' competencies in integrating technology into their assessment practices. Moving forward, schools in rural Thailand can apply the lessons learned from this workshop to enhance their own educational outcomes.
Keywords: teacher training; digital assessment strategies; southern Thailand
Abstrak: Dalam era globalisasi yang semakin cepat, pendidikan adalah salah satu aspek yang paling terpengaruh oleh perkembangan teknologi. Di Thailand Selatan, seperti di banyak negara berkembang, ada tantangan besar dalam dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang pesat. Sekolah tempat dimana program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan juga menghadapi masalah serupa. Dengan pendekatan inovatif melalui pelatihan penilaian menggunakan teknologi, kegiatan keterlibatan masyarakat ini diharapkan menjadi langkah positif menuju transformasi pendidikan di wilayah Thailand Selatan ini. Dengan keterlibatan aktif dari para guru serta dukungan penuh dari pihak terkait, kita dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih dinamis, relevan, dan kompetitif secara global. Pre-test dan post-test dilakukan di awal dan akhir pelatihan untuk mengukur pemahaman guru dalam menerapkan strategi penilaian digital. Selain itu, pelatihan menyediakan akses ke konsultasi atau bimbingan lebih lanjut, sehingga peserta merasa didukung dan lebih percaya diri dalam menerapkan pembelajaran mereka di kelas. Setelah pelatihan selesai, kedua pihak melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengukur keberhasilan, mengidentifikasi area yang perlu perbaikan, dan memberikan dampak yang lebih positif dalam jangka panjang.
Kata kunci: pelatihan guru; strategi penilaian digital; thailand selatan
Abstract:In order to increase community participation in preventing the spread of mosquito-borne diseases, education for the community needs to be carried out through counseling. Tanggamus Regency is one of the areas in Lampung where…
here DHF occurred, where from January to June 2024 there were 227 cases. To increase public knowledge in Banjar Agung Udik Village, Pugung District, Tanggamus Regency regarding phytotelmata as a breeding ground for mosquitoes, this counseling was carried out. Counseling was carried out using the pretest, lecture and discussion methods, and practicum. The results of the counseling showed that most participants knew that DBD and malaria were transmitted by mosquitoes, but not all knew the name of the vector species. Participants knew where mosquitoes perched at home and how to avoid mosquito bites. Participants also know mosquito breeding places, but are new to phytotelmata in this counseling. The practicum carried out by participants successfully identified six plant species that were proven to be phytotelmata. Thus, it can be concluded that this counseling has succeeded in providing knowledge to the community about the potential of phytotelmata as a source of mosquito-borne diseases.
Keywords: Phytotelmata; Mosquito Borne Diseases; Mosquito Breeding Places; Mosquitoes Bite.
Dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit tukar nyamuk itulah pendidikan kepada masyarakat perlu perlu dilakukan melalui penyuluhan. Kabupaten Tanggamus adalah salah satu daerah di Lampung yang kejadian DBD-nya dimana sejak Januari hingga Juni 2024 ada 227 kasus. Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Banjar Agung Udik, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus terhadap fitotelmata sebagai tempat perindukan nyamuk maka penyuluhan ini dilakukan. Penyuluhan dilakukan dengan metode pretes, ceramah dan diskusi, serta praktikum. Hasil penyuluhan didapatkan bahwa sebagian besar peserta tahu bahwa DBD dan malaria ditularkan nyamuk, tetapi tidak semua tahu nama spesies namuk vektornya. Peserta tahu tempat hinggap nyamuk di rumah dan juga tahu cara menghindarkan diri dari gigitan nyamuk. Peserta juga tahu tempat-tempat berkembang biak nyamuk, tetapi baru mengenal fitotelmata dalam penyuluhan ini. Praktikum yang dilakukan peserta berhasil mengidentifikasi enam spesies tumbuhan yang terbukti menjadi fitotelmata.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penyuluhan ini berhasil memberkan pengetahuan kepada masyarakat tentang potensi fitotelmata sebagai sumber penyebar penyakit tular nyamuk.
Kata kunci: Fitotelmata; Penyakit Tular Nyamuk; Tempat Perindukan Nymauk; Gigitan Nyamuk.
Abstract:The construction and development of the port at PT. Pelabuhan Indonesia Subregional Bali Nusra Benoa Port cannot be separated from various impacts, one of which is the environmental impact, especially since the location…
of the development and port is close to settlements, companies and other ecosystems. This makes PT. Pelabuhan Indonesia Subregional Bali Nusra to hold the Implementation of Environmental Management and Monitoring (RKL-RPL) PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Subregional Bali Nusra is a form of Pelindo's contribution in preserving and maintaining the health of the environment around the company and the environment affected by the company's operational and construction activities. Environmental preservation activities are of course supported by the budget or environmental costs provided by the company. Environmental accounting is one way to record environmental costs within the company. The method used is the descriptive qualitative method. The results obtained are that Environmental Management and Monitoring are greatly influenced by the amount of the existing budget, Pelindo has implemented environmental accounting reporting which contains environmental costs, fuel costs, electricity costs, water costs, costs for the use of raw material emissions, B3 waste handling costs, and biodiversity
Kata kunci: environmental costs; environmental accounting
Abstract: Pembangunan dan pengembangan pelabuhan di PT. Pelabuhan Indonesia Subregional Bali Nusra Pelabuhan Benoa tidak lepas dari berbagai dampak, salah satunya adalah dampak lingkungan, terlebih lagi lokasi pengembangan dan pelabuhan berada dekat dengan pemukiman, perusahaan dan ekosistem lainnya. Hal itu, membuat PT. Pelabuhan Indonesia Subregional Bali Nusra untuk mengadakan Pelaksanaan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL) PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Subregional Bali Nusra merupakan bentuk kontribusi Pelindo dalam melestarikan dan menjaga kesehatan lingkungan di sekitar perusahaan dan lingkungan yang terkena dampak dari kegiatan operasional dan konstruksi perusahan. Kegiatan pelestarian lingkungan tentunya didukung oleh anggaran atau biaya lingkungan yang diberikan oleh perusahaan. Akuntansi lingkungan merupakan salah satu cara pencatatan biaya lingkungan di dalam perusahaan. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Hasil yang didapat yaitu Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan sangat dipengaruhi oleh besarnya anggaran yang ada, Pelindo sudah menerapkan pelaporan akuntansi lingkungan yang berisi biaya lingkungan, biaya bahan bakar, biaya listrik, biaya air, biaya penggunaan emisi bahan baku, biaya penanganan limbah B3, dan keanekaragaman hayati
Keywords: biaya lingkungan; akuntansi lingkungan
Abstract:The problem discovered during interviews conducted between the principal, deputy principal, and lecturers at the Shanti Bhuana Institute was that when the SMPN 1 Teriak school was searched on the internet, no complete identity…
entity regarding the school was found, for example history, vision and mission, school excellence and school activities. both academic and non-academic. Based on the problem identification carried out at SMPN 1 Teriak school through interviews and observation methods, the principal hopes that there will be a website that the school can use as a medium for information and promotion. The solution offered by the Shanti Bhuana Institute lecturer was to develop a web profile for the SMPN 1 Teriak school, Bengkayang Regency using WordPress. The school's web profile was designed and developed by lecturers at the Shanti Bhuana Institute. The design and development of the web profile has been socialized and simulated to the school. This web profile can be used by schools to provide interesting content in the form of news about school activities, videos of school activities, and photo galleries of school activities. There are many things that the school can share through its web profile so that SMPN 1 Teriak, Bengkayang Regency can become better known to the public and can become a developing school with advantages that can be enjoyed by both teachers and pupils.
Keywords: Community Service; Web Profile; WordPress; SMPN 1 Teriak; Bengkayang Regency
Abstrak: Permasalahan yang ditemukan selama wawancara yang dilakukan antara kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bersama dosen Institut Shanti Bhuana adalah ketika sekolah SMPN 1 Teriak dicari di internet tidak ditemukan identitas yang lengkap terkait sekolah, misalnya seperti sejarah, visi misi, keunggulan sekolah, dan kegiatan sekolah baik akademik maupun non akademik. Berdasarkan identifikasi masalah yang dilakukan pada sekolah SMPN 1 Teriak melalui metode wawancara dan observasi, kepala sekolah mengharapkan adanya suatu website yang dapat digunakan sekolah sebagai media informasi dan promosi. Solusi yang ditawarkan oleh dosen Institut Shanti Bhuana adalah memgembangkan web profile untuk sekolah SMPN 1 Teriak Kabupaten Bengkayang menggunakan Wordpress. Web profile sekolah dirancang dan dikembangkan oleh pihak dosen Institut Shanti Bhuana. Perancangan dan pengembangan web profile tersebut telah disosialisasikan dan disimulasikan kepada pihak sekolah. Web profile ini dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah untuk memberikan konten yang menarik berupa berita kegiatan sekolah, video kegiatan sekolah, dan galeri foto kegiatan sekolah. Banyak hal yang dapat pihak sekolah share melalui web profile sehingga SMPN 1 Teriak Kabupaten Bengkayang dapat semakin dikenal oleh masyarakat dan dapat menjadi sekolah yang berkembang dengan keunggulan yang dapat dinikmati oleh guru maupun siswa/siswa.
Kata kunci: Pengabdian Kepada Masyarakat; Web Profile; Wordpress; SMPN 1 Teriak; Kabupaten Bengkayang.
Abstract:The development of entrepreneurship among students has become a priority in higher education in Indonesia to address unemployment, leading Universitas Trilogi to organise the Trilogi Got Business Founder Bootcamp with the…
e theme “Scaling the Future of Business: Sustainable and Responsible Innovation.†The aim of this activity is to provide in-depth understanding and practical skills in key aspects of entrepreneurship, including product development, digital marketing, and financial reporting. The bootcamp employed three main stages: preparation, implementation, and evaluation. The preparation stage involved scheduling, selecting speakers, and arranging facilities. The implementation stage comprised lectures, discussions, exercises, and case studies delivered by competent experts in their respective fields. The evaluation stage was conducted through questionnaires to assess the success of the event and its impact on participants. The evaluation results showed that the majority of participants were satisfied with the content delivered and the relevance of the activities to their needs. The methods used were effective in enhancing participants' understanding and practical skills in entrepreneurship. Overall, this bootcamp successfully achieved its objectives and made a positive contribution to the development of entrepreneurial capacity among students at Universitas Trilogi.
Keywords: bootcamp; digital marketing; entrepreneurship; sustainable innovation; university students
Abstrak: Pengembangan kewirausahaan mahasiswa menjadi prioritas pendidikan tinggi di Indonesia untuk mengatasi pengangguran, mendorong Universitas Trilogi mengadakan Bootcamp Trilogi Got Business Founder dengan tema “Scaling the Future of Business: Sustainable and Responsible Innovationâ€. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman mendalam dan keterampilan praktis dalam aspek-aspek penting kewirausahaan, termasuk pengembangan produk, pemasaran digital, dan pembuatan laporan keuangan. Metode yang digunakan dalam bootcamp ini mencakup tiga tahap utama: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan melibatkan perencanaan jadwal, pemilihan narasumber, dan penyediaan fasilitas. Tahap pelaksanaan terdiri dari ceramah, diskusi, latihan, dan studi kasus yang dilakukan oleh narasumber berkompeten di bidangnya. Tahap evaluasi dilakukan melalui kuesioner untuk menilai keberhasilan kegiatan dan dampaknya terhadap peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta merasa puas dengan materi yang disampaikan dan relevansi kegiatan dengan kebutuhan mereka. Metode yang digunakan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis peserta dalam kewirausahaan. Secara keseluruhan, bootcamp ini berhasil mencapai tujuannya dan memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kapasitas kewirausahaan di kalangan mahasiswa Universitas Trilogi.
Kata kunci: bootcamp; inovasi berkelanjutan; kewirausahaan; mahasiswa; pemasaran digital
Abstract:SD Negeri 140 Seluma has a relatively large number of human resources, both teachers and students. However, this is also a challenge for partner schools where some of the problems that are often faced are the lack of knowledge…
wledge and competence of teachers in providing digital teaching materials to facilitate differentiated learning, which impacts the formation of students' character optimally. This training and mentoring is an effort to improve teacher knowledge and competence in providing teaching materials. This activity involved 30 teachers through two methods, namely: socialization, training and mentoring (the practice of making AI-based learning videos). The activity results showed that all participants experienced an increase in understanding related to the concept of digital teaching materials and increased competence in making AI-based learning videos. This is evidenced by the products that have been produced by the training participants.
Keywords: artificial intelligence; digital teaching materials; training; accompaniment
SD Negeri 140 Seluma memiliki SDM dengan jumlah yang relatif banyak baik guru maupun peserta didik. Namun, hal ini sekaligus menjadi tantangan bagi sekolah SD Negeri 140 Seluma dimana beberapa permasalahan yang seringkali dihadapi yaitu masih minimnya pengetahuan dan kompetensi guru dalam menyediakan bahan ajar digital untuk memfasilitasi pembelajaran berdiferensiasi, sehingga berdampak pada pembentukan karakter peserta didik secara optimal. Pelatihan dan pendampingan ini merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi guru dalam menyediakan bahan ajar. Kegiatan ini melibatkan 30 orang guru melalui dua metode yaitu: sosialisasi, pelatihan dan pendampingan (praktik pembuatan video pembelajaran berbasis AI). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam memproduksi video pembelajaran berbasis AI, yang dibuktikan melalui produk video yang dihasilkan.
Kata kunci: artificial Intelligence; bahan ajar digital; pelatihan; pendampingan
Abstract:The main problem in partner locations is the lack of community awareness in responding to disasters; residents do not yet understand the risks and impacts of natural disasters and preventive measures that can be taken to…
reduce losses. This lack of knowledge makes the community unprepared and slow to respond to emergencies, ultimately increasing their safety and well-being risk. The training includes counselling sessions, workshops, and disaster simulations. Each session is designed to provide an in-depth understanding of the types of disasters, mitigation techniques, evacuation, and first aid steps. The results of this training showed a significant increase in the preparedness and response of the Rembitan Village community to emergencies. The post-disaster simulation evaluation also showed an increase in the participants' practical abilities in dealing with disasters. This program strengthens social structures and solidarity between residents and creates a model that can be applied in other villages with similar disaster risks. With ongoing support, Rembitan Village is expected to become a successful example of building community resilience to disasters, ultimately improving its residents' welfare and security.
Keywords: capacity; strengthening; mitigation; disaster resilient
Abstrak: Masalah utama yang terjadi ditempat mitra yaitu kurangnya kesadaran masyarakat dalam menyikapi bencana, selain itu warga belum memahami risiko dan dampak dari bencana alam, dan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil untuk mengurangi kerugian. Kurangnya pengetahuan ini membuat masyarakat tidak siap dan lambat dalam merespons situasi darurat, yang pada akhirnya meningkatkan risiko terhadap keselamatan dan kesejahteraan mereka. Pelatihan mencakup sesi penyuluhan, workshop, dan simulasi bencana. Setiap sesi dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai jenis-jenis bencana, teknik mitigasi, serta langkah-langkah evakuasi dan pertolongan pertama. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan signifikan dan respons masyarakat Desa Rembitan terhadap situasi darurat. Kegiatan pelatihan di Desa Rembitan menunjukkan peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Masyarakat kini lebih memahami risiko bencana dan langkah mitigasi yang perlu diambil, Selain itu, mereka telah mempraktikkan simulasi bencana yang meningkatkan kemampuan mereka merespons situasi darurat.
Kata kunci: kapasitas; penguatan; mitigasi; tangguh bencana
Abstract:Digital-based learning is the biggest obstacle faced by partner schools. This has an impact on the accessibility of learning materials and limited information. Therefore, this PKM aims to develop a prototype website for…
elementary schools to improve the quality and accessibility of education in partner schools. The research method used is a design-based research approach consisting of two semesters. The first semester is used to design and develop a prototype of the school's website, while the second semester is focused on analyzing and testing its effectiveness. The limitation of this study lies in creating a prototype school website that can support the teaching and learning process in schools through digital-based teaching media. The results of this development research are a prototype of a school website that is ready to be tested. The prototype of the school website developed is expected to be a valuable medium for schools, students, and parents to support a more effective and efficient learning process. Thus, this research is expected to open the door to a more inclusive and quality education for all children in Parepare.
Keywords: Digital-based open media; Design-based research prototype; Learning effectiveness; Basic education; Web-based school;
Pembelajaran berbasis digital menjadi kendala terbesar yang dihadapi oleh sekolah mitra. Hal ini berdampak pada aksesibilitas materi pembelajaran dan informasi yang terbatas. Oleh karena itu, PKM ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah prototipe website untuk sekolah dasar sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan di sekolah mitra. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan design based research, yang terdiri dari dua semester. Semester pertama digunakan untuk merancang dan mengembangkan prototipe website sekolah, sementara semester kedua difokuskan pada analisis dan pengujian efektivitasnya. Batasan kajian ini terletak pada pengembangkan prototipe website sekolah yang dapat memberikan dukungan terhadap proses belajar mengajar di sekolah melalui media ajar berbasis digital. Hasil dari penelitian pengembangan ini berupa prototipe website sekolah yang siap untuk diujicobakan. Prototipe website sekolah yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi media yang bermanfaat bagi sekolah, siswa, dan orang tua dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan mampu membuka pintu menuju pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas bagi semua anak di Kota Parepare.
Kata kunci: Media ajar berbasis digital; Design based research Prototipe; Efektivitas pembelajaran; Pendidikan dasar; Web-based school;