Search Articles & Publications

Showing 1470 articles found for "Mina"

Optimalisasi Strategi Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru Melalui Analisis Data Historis

Husna Gemasih, Erika Fahmi Ginting, Suci Andryani, Mutiara S. Simanjuntak
Abstract: Promosi penerimaan mahasiswa baru (PMB) merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan jumlah dan kualitas calon mahasiswa. Namun, strategi promosi yang belum memanfaatkan data historis secara optimal dapat menyebabkan… babkan kegiatan promosi kurang tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis data historis PMB sebagai dasar dalam menyusun strategi promosi yang lebih efektif pada Jurusan Teknologi Informasi dan Komputer Politeknik Negeri Lhokseumawe. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder PMB periode 2023–2025. Analisis dilakukan melalui tahapan data cleaning, transformasi data, statistik deskriptif, segmentasi calon mahasiswa, dan visualisasi data menggunakan dashboard analitik. Variabel yang dianalisis meliputi program studi, asal sekolah, jurusan asal sekolah, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, jalur masuk, dan sumber informasi pendaftar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pendaftar berasal dari Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, dengan dominasi lulusan jurusan IPA serta peminat terbesar pada Program Studi Teknik Informatika. Instagram dan website menjadi sumber informasi utama bagi calon mahasiswa. Pemanfaatan data historis melalui visualisasi data mampu memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai karakteristik calon mahasiswa sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan dalam penyusunan strategi promosi PMB yang lebih terarah, efektif, dan berbasis data. New student admissions (PMB) promotion is an important factor in increasing the number and quality of prospective students. However, promotional strategies that do not optimally utilize historical data can result in less targeted promotional activities. This study aims to analyze historical PMB data as a basis for developing a more effective promotional strategy in the Information and Computer Technology Department of the Lhokseumawe State Polytechnic. The study uses a descriptive quantitative approach utilizing secondary PMB data for the 2023–2025 period. The analysis was carried out through the stages of data cleaning, data transformation, descriptive statistics, prospective student segmentation, and data visualization using an analytical dashboard. The variables analyzed included study program, school of origin, major of origin of school, sub-district, regency/city, province, admission route, and applicant information sources. The results show that most applicants come from Aceh Province, especially North Aceh Regency and Lhokseumawe City, with a predominance of science graduates and the greatest interest in the Informatics Engineering Study Program. Instagram and websites are the main sources of information for prospective students. The use of historical data through data visualization can provide more comprehensive information regarding the characteristics of prospective students so that it can support decision-making in developing more targeted, effective, and data-based PMB promotion strategies. 

IMPLEMENTASI SUPERVISI DAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN UNTUK PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN DI SEKOLAH

Sari, Lusita, Syah, Ilham Febryan, Aprilia, Azzahra Rizqita, Fendrik, Muhammad, Oktaviani, Cici
Abstract: Artikel ini mengkaji implementasi supervisi dan administrasi pendidikan sebagai instrumen strategis dalam peningkatan mutu pembelajaran di sekolah. Melalui pendekatan kajian literatur sistematis terhadap berbagai penelitian… ian terkini, artikel ini menelaah konsep, prinsip, teknik, dan model supervisi serta administrasi pendidikan yang relevan dengan konteks pendidikan Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi supervisi akademik dan manajerial yang dilakukan secara konsisten dan terprogram terbukti meningkatkan kompetensi profesional guru, memperbaiki kualitas proses pembelajaran, serta mendorong terciptanya budaya mutu di lingkungan sekolah. Administrasi pendidikan yang efektif mencakup pengelolaan kurikulum, tenaga pendidik, sarana prasarana, dan keuangan yang terintegrasi dengan sistem penjaminan mutu internal. Hambatan implementasi meliputi keterbatasan kompetensi supervisor, resistensi guru, dan kurangnya tindak lanjut pasca-supervisi. Rekomendasi diarahkan pada penguatan kapasitas kepala sekolah sebagai supervisor, peningkatan frekuensi supervisi klinis, serta integrasi sistem informasi manajemen dalam administrasi sekolah.

UNRAVELING ORGANIZATIONAL DECLINE IN ELEMENTARY SCHOOLS: SYSTEMIC ANALYSIS AND BOTG GRAPHS ON STUDENT CRISES IN SD NEGERI 039/IX TANTAN

Lisa Rahmania Dewi, Rinita Istiqomah, Tara Rasha Audhiya, Dedek Rahmi Suci, Dwi Tiarmasari
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai faktor internal dan eksternal penyebab penurunan jumlah peserta didik di SD Negeri 039/IX Tantan, menentukan faktor yang paling dominan, serta mengevaluasi langkah… penanggulangan yang telah dilakukan sekolah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, studi dokumentasi data Dapodik, dan wawancara mendalam terhadap empat informan kunci yang terdiri dari kepala sekolah dan jajaran guru senior. Analisis data kuantitatif populasi siswa secara longitudinal disajikan menggunakan metode grafik perilaku sepanjang waktu atau Behaviour Overtime Graphs (BOTG). Hasil penelitian menunjukkan adanya tren penurunan populasi siswa yang bersifat linier berkelanjutan selama periode enam tahun ajaran terakhir (2019/2020 hingga 2025/2026), dengan jumlah akhir hanya tersisa 24 siswa aktif. Faktor internal yang menjadi pelemah utama adalah keterbatasan sarana prasarana pembelajaran yang masih tradisional. Sementara itu, faktor eksternal dominan meliputi hambatan aksesibilitas geografis, pergeseran demografi akibat penurunan angka kelahiran, ketatnya kompetisi antarlembaga, serta minimnya dukungan kebijakan tata pamong desa. Krisis jumlah siswa ini berdampak pada pasifnya dinamika psikososial kelas kecil dan peningkatan beban kerja emosional guru. Strategi insentif jangka pendek berupa pembagian paket seragam gratis terbukti belum efektif memulihkan volume input siswa. Kesimpulannya, penurunan siswa di sekolah ini merupakan kegagalan adaptasi struktural dalam perspektif teori pendekatan sistem akibat ketidakselarasan antara instrumen internal dengan tekanan lingkungan makro.

PEMANFAATAN BUKU DIGITAL SEBAGAI SUMBER BELAJAR MANDIRI BAGI SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH

Ruhainah Febry Lazuardy, Salma Fadiyah Ahyar, Siti Masyithoh
Abstract: Peirkeimbangan teiknologi digital meimbeirikan peingaruh yang beisar teirhadap dunia peindidikan, teirmasuk dalam proseis peimbeilajaran di tingkat seikolah dasar. Salah satu beintuk inovasi teiknologi dalam peindidikan… adalah peinggunaan buku digital seibagai sumbeir beilajar yang dapat meindukung keimandirian beilajar siswa. Peineilitian ini beirtujuan untuk meinganalisis peimanfaatan buku digital seibagai sumbeir beilajar mandiri bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah meilalui peindeikatan liteiraturei reivieiw. Meitodei yang digunakan dalam peineilitian ini adalah studi keipustakaan (library reiseiarch) deingan meingkaji beirbagai reifeireinsi beirupa buku, jurnal ilmiah, artikeil, seirta peineilitian teirdahulu yang beirkaitan deingan buku digital dan beilajar mandiri. Data yang dipeiroleih keimudian dianalisis seicara deiskriptif meinggunakan peindeikatan kualitatif. Hasil kajian meinunjukkan bahwa buku digital meimiliki beirbagai manfaat dalam keigiatan peimbeilajaran, seipeirti meimudahkan akseis teirhadap mateiri, meiningkatkan motivasi beilajar dan minat baca siswa, meingeimbangkan keimampuan liteirasi digital, seirta meimbantu meimbeintuk sikap beilajar mandiri pada peiseirta didik. Seilain itu, adanya fitur inteiraktif seipeirti gambar, videio, audio, dan animasi pada buku digital mampu meinciptakan peimbeilajaran yang leibih meinarik dan eifeiktif bagi siswa. Namun, peimanfaatan buku digital masih meinghadapi beibeirapa keindala, antara lain keiteirbatasan fasilitas teiknologi, akseis inteirneit yang beilum meirata, seirta reindahnya keimampuan liteirasi digital siswa dan guru. Oleih seibab itu, dipeirlukan dukungan dan keirja sama antara guru dan orang tua agar peinggunaan buku digital dapat dimanfaatkan seicara optimal dalam proseis peimbeilajaran.

KONSTRUKSI MAKNA NILAI TAUHID DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS ANAK USIA DINI MELALUI PEMBIASAAN IBADAH HARIAN

Marwah Triyati, Ade Ismail Fahmi, Nurul Fahimah, Siti Aminah, Saniyya Putri Hendrayana
Abstract: Penanaman nilai tauhid sejak usia dini merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter religius anak dalam konteks pendidikan Islam. Lembaga Raudhatul Athfal memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran ketuhanan… n melalui pembiasaan ibadah harian yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses konstruksi makna nilai tauhid dalam pembentukan karakter religius anak usia dini melalui pembiasaan ibadah harian di Raudhatul Athfal Al Misbah Curug Kecamatan Klari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi untuk menggali pengalaman dan pemaknaan guru serta dinamika praktik keseharian di lembaga. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi makna tauhid terbentuk melalui integrasi pembiasaan ibadah yang konsisten, peran guru sebagai mediator nilai melalui narasi kontekstual, serta dukungan budaya sekolah religius yang memperkuat pesan simbolik dan verbal. Praktik ibadah tidak sekadar menjadi rutinitas ritual, tetapi berfungsi sebagai pengalaman sosial yang membangun kesadaran ketuhanan secara bertahap. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan peran guru dan pengembangan budaya sekolah religius dalam merancang pembiasaan ibadah yang reflektif dan bermakna sebagai strategi pembentukan karakter religius anak usia dini.

IMPLEMENTASI KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU DALAM PENDIDIKAN KELAS

Aurellia S AZ
Abstract: Kompetensi kepribadian guru merupakan aspek fundamental dalam pendidikan dasar karena berhubungan lamgsung dengan sikap, perilaku, dan keteladanan guru dalam proses pembelajaran. Pendidikan dasar membutuhkan figur guru yang… ang memiliki kepribadian stabil, dewasa, arif, dan berwibawa agar mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung perkembangan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kompetensi kepribadian guru dalam pendidikan dasar berdasarkan hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menelaah artikel ilmiah nasional dan internasional yang terbit pada rentang tahun 2020–2026. Sumber data diperoleh melalui Google Scholar dan jurnal terindeks yang membahas kompetensi kepribadian guru, pendidikan dasar, dan karakter siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru yang mampu mengimplementasikan kompetensi kepribadian secara optimal dapat meningkatkan kedisiplinan, minat belajar, serta perilaku positif peserta didik. Temuan lain menunjukkan bahwa keteladanan guru berperan besar dalam pembentukan nilai moral dan sikap sosial siswa sekolah dasar. Implementasi kompetensi kepribadian juga dipengaruhi oleh faktor internal guru dan dukungan lingkungan sekolah. Kesimpulan kajian ini menegaskan bahwa kompetensi kepribadian guru harus dikembangkan secara berkelanjutan melalui pelatihan dan kebijakan pendidikan yang terarah.

PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR IPS DI SEKOLAH DASAR

Sania Andriani, Sri Enggar Kencana Dewi, Khasanatul Khoiriya, Rica Amelia Riski, Siti Nurjanah
Abstract: Motivasi belajar merupakan unsur penting yang sangat memengaruhi keberhasilan pendidikan, terutama pada tingkat sekolah dasar. Pada jenjang ini, peserta didik berada pada fase perkembangan yang cepat dalam ranah kognitif,… , afektif, dan sosial. Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), motivasi belajar memegang peran besar dalam mendorong keaktifan siswa dan membantu mereka memahami materi secara lebih mendalam. Namun demikian, masih banyak siswa yang menganggap mata pelajaran IPS kurang menarik sehingga sering menurunkan minat belajar mereka. Tantangan ini menuntut guru untuk merancang pembelajaran yang mampu membangkitkan motivasi siswa. Penelitian ini bertujuan menggambarkan secara menyeluruh bagaimana peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS di sekolah dasar. Guru berfungsi sebagai fasilitator, motivator, sekaligus inspirator yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap semangat belajar siswa. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan melalui berbagai strategi pembelajaran aktif, seperti diskusi, studi kasus, role play, serta penggunaan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan kehidupan siswa. Pemberian apresiasi, baik secara verbal maupun simbolik, juga mampu menumbuhkan antusiasme dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan menyenangkan turut memberikan pengaruh besar terhadap peningkatan minat belajar IPS. Guru yang dapat menjalin hubungan emosional positif dengan siswa mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan mendukung aktivitas belajar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran guru sangat menentukan dalam membangun dan mempertahankan motivasi belajar siswa. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan dan penerapan strategi pembelajaran inovatif menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di sekolah dasar.

ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA DITINJAU DARI FAKTOR PSIKOLOGIS

Sri Handayani Hsb, Sarah Auliyah Nst, Akhiril Pane
Abstract: Kesulitan belajar merupakan salah satu permasalahan yang sering dialami oleh siswa dalam proses pembelajaran dan berdampak pada pencapaian hasil belajar. Salah satu faktor internal yang berpengaruh besar terhadap munculnya… ya kesulitan belajar adalah faktor psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa yang ditinjau dari faktor psikologis. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber pustaka berupa buku dan artikel jurnal yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai faktor psikologis yang memengaruhi kesulitan belajar siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor psikologis seperti rendahnya motivasi belajar, kurangnya minat belajar, kecemasan, rendahnya kepercayaan diri, serta masalah emosional berkontribusi signifikan terhadap kesulitan belajar siswa. Oleh karena itu, diperlukan perhatian dari guru dan pihak sekolah terhadap kondisi psikologis siswa melalui penerapan strategi pembelajaran yang mendukung, lingkungan belajar yang kondusif, serta pendekatan yang humanis agar kesulitan belajar siswa dapat diminimalkan.

INTEGRASI MEDIA DIGITAL INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS III SDN NO.100907 MUARA AMPOLU I, KECAMATAN MUARA BATANGTORU

Sery Bulan Harahap, Masrianti Ritonga, Akhiril Pane
Abstract: Pemanfaatan media digital interaktif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi salah satu strategi inovatif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa sekolah dasar, khususnya pada kelas rendah. Motivasi belajar yang rendah… ndah dapat berdampak pada kurang optimalnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan integrasi media digital interaktif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia serta menganalisis pengaruhnya terhadap motivasi belajar siswa kelas III SDN No. 100907 Muara Ampolu I, Kecamatan Muara Batangtoru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen. Subjek penelitian adalah siswa kelas III yang mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan media digital interaktif berupa video pembelajaran, animasi, dan latihan interaktif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket motivasi belajar dan observasi aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital interaktif mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, yang ditandai dengan meningkatnya perhatian, minat, partisipasi aktif, serta antusiasme siswa selama proses pembelajaran. Integrasi media digital interaktif juga membantu siswa memahami materi Bahasa Indonesia secara lebih konkret dan menyenangkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media digital interaktif efektif digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas III sekolah dasar.

ONTOLOGI DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN PERAN WORLDVIEW TAUHID ISLAM SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP KEBENARAN ILMU DISEKOLAH DASAR

Dasmarni, Sri Murhayati
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi landasan ontologis dalam perspektif Islam yang berakar pada worldview Tauhid dan pengaruhnya terhadap konsep kebenaran ilmu di Sekolah Dasar (SD). Tantangan pendidikan saat ini… ni adalah dominasi paradigma sekuler-positivistik yang memisahkan antara dimensi fisik dan metafisik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui studi pustaka (library research) dengan analisis deskriptif-filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ontologi Islam memandang realitas sebagai kesatuan ayat-ayat Allah yang mencakup alam syahadah dan alam gaib. Worldview Tauhid berperan sebagai integrator yang meniadakan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Implikasinya pada pendidikan dasar adalah redefinisi kebenaran ilmu yang tidak hanya berhenti pada fenomena empiris, tetapi juga mengarah pada pengenalan Sang Pencipta (Ma’rifatullah). Kurikulum SD harus mengintegrasikan nilai Tauhid agar ilmu pengetahuan menjadi sarana pembentukan karakter dan keimanan siswa sejak dini.