Abstract:Latar Belakang: Dismenore merupakan salah satu gangguan menstruasi yang paling sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar maupun kualitas hidup. Dismenore primer terjadi akibat peningkatan produksi…
i prostaglandin yang menyebabkan kontraksi uterus berlebihan sehingga menimbulkan iskemia dan nyeri. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri adalah pijat akupresur pada titik LI 4 (Hegu). Stimulasi pada titik ini dapat merangsang pelepasan hormon endorfin sehingga membantu menghambat impuls nyeri dan memberikan efek relaksasi.
Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh pijat akupresur titik LI 4 terhadap penurunan dismenore pada siswi kelas XI di SMA Negeri 2 Karawang Tahun 2026.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah siswi kelas XI SMA Negeri 2 Karawang yang mengalami dismenore. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 33 siswi. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah pemberian pijat akupresur titik LI 4. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas dismenore sebelum intervensi sebesar 2,18 dan sesudah intervensi menjadi 1,06, sehingga terjadi penurunan sebesar 1,12 Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh p-value = 0,000 (<0,05)
Kesimpulan: Terdapat pengaruh pijat akupresur titik LI 4 terhadap penurunan dismenore pada siswi SMA Negeri 2 Karawang Tahun 2026.
Abstract:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman siswa sekolah dasar terhadap konsep hak dan kewajiban serta minimnya media pembelajaran yang mendukung pembentukan karakter dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.…
casila. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penggunaan media Mono Hakwa (Monopoli Hak dan Kewajiban), tingkat pemahaman siswa terhadap materi hak dan kewajiban, selrta seljauh mana meldia telrselbut belrkontribusi dalam melmbelntuk karaktelr siswa kellas III selkolah dasar. Pelnellitian ini melnggunakan pelndelkatan kuantitatif delngan meltodel delskriptif. Sampell pelnellitian belrjumlah dua belas siswa kelas III UPT SD Negeri Doromukti yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket tertutup berbasis skala Likert 4 pilihan yang mencakup tiga aspek, yaitu proses penggunaan media, pemahaman hak dan kewajiban, serta pembentukan karakter, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase. Hasil pelnellitian melnunjukkan bahwa pelnggunaan meldia Mono Hakwa belrada pada katelgori tinggi hingga sangat tinggi, delngan nilai belrkisar antara 75% hingga 97,9% pada lima bellas itelm angkelt. Aspelk pelmbelntukan karaktelr yang melliputi tanggung jawab, keldisiplinan, keljujuran, kelrja sama, dan kelpeldulian juga belrada pada katelgori sangat tinggi, delngan 83,3% siswa belrada pada katelgori sangat tinggi dan 16,7% pada katelgori tinggi. Simpulan pelnellitian ini melnelgaskan bahwa meldia Mono Hakwa elfelktif digunakan untuk melndukung pelmahaman matelri hak dan kelwajiban selrta melmbelntuk karaktelr siswa selkolah dasar. Implikasi pelnellitian ini selcara teloreltis melmpelrkaya kajian melngelnai meldia pelmbellajaran belrbasis pelrmainan untuk pelndidikan karaktelr, seldangkan selcara praktis melmbelrikan relkomelndasi bagi guru untuk melmanfaatkan pelrmainan monopoli eldukatif guna melmbangun karaktelr siswa.
Abstract:Artikel ini menganalisis nilai-nilai karakter dalam bahan bacaan PPKN (Pendidikan Kewarganegaraan) kelas IV, dengan tujuan mengidentifikasi dan mengevaluasi kontribusinya terhadap pengembangan karakter siswa. Nilai-nilai…
utama meliputi keagamaan, kejujuran, kedisiplinan, demokrasi, kerja keras, kreativitas, kemandirian, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, penghargaan terhadap prestasi, keramahan, cinta damai, kebiasaan membaca, kepedulian terhadap lingkungan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab. Temuan menekankan kejujuran dan ketaatan dalam nilai-nilai keagamaan dan kejujuran, toleransi dan kedisiplinan melalui sikap sosial, serta kerja keras dan kreativitas melalui etos kerja yang kuat. Kemandirian dan demokrasi terwujud dalam kemandirian diri dan penghormatan terhadap hak-hak. Rasa ingin tahu dan semangat kebangsaan terlihat melalui prioritas terhadap kepentingan nasional. Cinta tanah air dan penghargaan terhadap prestasi ditanamkan melalui loyalitas dan apresiasi. Keramahan dan cinta perdamaian tercermin dalam hubungan yang positif. Semangat membaca dan tanggung jawab terlihat dalam antusiasme membaca serta akuntabilitas. Kepedulian terhadap lingkungan dan tanggung jawab sosial terlihat dalam menjaga kebersihan dan membantu masyarakat. Analisis ini menyimpulkan bahwa materi PPKN secara efektif menanamkan nilai-nilai karakter, sekaligus menunjukkan adanya ruang untuk penyempurnaan lebih lanjut guna meningkatkan dampaknya dalam program pendidikan karakter di sekolah yang sedang berlangsung.
Abstract:Latar Belakang: Penggunaan media sosial yang berlebihan pada remaja berpotensi menimbulkan kecanduan yang dapat memengaruhi fungsi kognitif dan perilaku, sehingga dikhawatirkan berdampak pada prestasi akademik siswa. Tujuan:…
uan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecanduan media sosial dengan prestasi akademik siswa di SMA Negeri 1 Kota Jambi. Metode: Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan rancangan cross-sectional ini dilakukan pada Januari–Februari 2026 terhadap 95 siswa aktif kelas X, XI, dan XII yang dipilih melalui purposive sampling. Kecanduan media sosial diukur menggunakan kuesioner Social Media Disorder Scale (SMDS) versi Bahasa Indonesia, sedangkan prestasi akademik dinilai dari rata-rata nilai rapor semester ganjil tahun ajaran 2025/2026 yang dikategorikan menjadi A, B, C, dan D. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank Correlation dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Dari 95 responden, 53,7% tergolong mengalami kecanduan media sosial. Prestasi akademik didominasi kategori B (64,2%), diikuti kategori A (35,8%), tanpa ada siswa pada kategori C maupun D. Uji Spearman Rank menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kecanduan media sosial dengan prestasi akademik (r = -0,045; p = 0,667). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kecanduan media sosial dengan prestasi akademik siswa SMA Negeri 1 Kota Jambi, yang menunjukkan bahwa prestasi akademik dipengaruhi oleh faktor lain yang lebih komprehensif.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam pencegahan murid drop-out di SMP Negeri Satap Matabulu Kecamatan Nuangan, serta mengetahui harapan dan tantangan yang dihadapi…
adapi guru PAI dalam menjalankan peran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas Guru Pendidikan Agama Islam dan Kepala Sekolah SMP Negeri Satap Matabulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru PAI memiliki peran penting dalam mencegah murid putus sekolah, yaitu sebagai pendidik, pembimbing, motivator, teladan, dan konselor informal. Peran tersebut diwujudkan melalui pembinaan keagamaan, pemberian motivasi, pendekatan personal, komunikasi dengan orang tua, koordinasi dengan kepala sekolah dan wali kelas, serta kunjungan rumah. Upaya tersebut berdampak positif terhadap peningkatan kehadiran, kedisiplinan, keterbukaan, dan motivasi belajar murid. Namun, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi, seperti kondisi ekonomi keluarga, kurangnya perhatian orang tua, pengaruh lingkungan pergaulan, jarak rumah ke sekolah, keterbatasan fasilitas, dan rendahnya motivasi belajar murid. Oleh karena itu, pencegahan drop-out memerlukan kerja sama antara guru, sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemerintah.
Abstract:Penanaman nilai-nilai Pancasila sejak jenjang sekolah dasar merupakan langkah penting dalam membentuk karakter peserta didik yang berlandaskan nilai kebangsaan dan kewarganegaraan. Namun, pembelajaran Pendidikan Pancasila…
a yang masih didominasi oleh metode konvensional sering kali menyebabkan peserta didik kurang terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang menarik dan menyenangkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada peserta didik melalui pendekatan service learning dengan memanfaatkan media Puzzle Garuda Pancasila. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2026 di SDN Tambakaji 04 dengan melibatkan peserta didik kelas 3A dan 3B. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, penyampaian materi, pelaksanaan permainan edukatif menggunakan Puzzle Garuda Pancasila, serta evaluasi dan refleksi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan media Puzzle Garuda Pancasila mampu meningkatkan partisipasi dan antusiasme peserta didik selama proses pembelajaran. Selain itu, peserta didik menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai simbol-simbol sila Pancasila dan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan konsep service learning melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan edukasi di sekolah. Dengan demikian, media Puzzle Garuda Pancasila dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk mendukung penanaman nilai-nilai Pancasila dan penguatan karakter peserta didik pada jenjang sekolah dasar.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan akhlaqul karimah peserta didik, mendeskripsikan strategi yang digunakan guru Pendidikan Agama Islam, serta mengetahui faktor…
ktor pendukung dan penghambat pembinaan akhlaqul karimah peserta didik di SDN 1 Idumun Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, guru kelas, peserta didik, dan orang tua. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting sebagai pendidik, pembimbing, teladan, motivator, dan pembina akhlak. Strategi yang digunakan meliputi pembiasaan berdoa, mengucapkan salam, membaca Al-Qur’an, shalat berjamaah, pemberian nasihat, keteladanan, pengawasan perilaku, serta kerja sama dengan kepala sekolah, guru kelas, dan orang tua. Pembinaan tersebut berdampak positif terhadap perilaku peserta didik, seperti meningkatnya sopan santun, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan kebiasaan religius. Faktor pendukung meliputi dukungan sekolah, kerja sama guru, orang tua, serta lingkungan sekolah. Adapun faktor penghambat meliputi pengaruh teman sebaya, lingkungan luar sekolah, media, dan perbedaan latar belakang keluarga.
Abstract:Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk sinergi budaya humanis Tzu Chi dan pendidikan akhlak dalam pembelajaran matematika, mengidentifikasi strategi guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai humanis dan akhlak melalui…
i pendekatan Realistic Mathematics Education (RME), serta mendeskripsikan tantangan implementasi beserta strategi penyelesaiannya pada konteks sekolah dasar multikultural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretatif yang dilaksanakan di SD Tzu Chi Jakarta Utara. Informan penelitian terdiri atas guru matematika kelas VI, Kepala Departemen Matematika, dan peserta didik kelas VI yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan yang divalidasi dengan triangulasi sumber, triangulasi metode, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi budaya humanis dan pendidikan akhlak terwujud melalui konvergensi nilai Gan En dengan syukur, Zun Zhong dengan tasamuh, serta Ai Xin dengan mahabbah yang diimplementasikan secara inklusif dalam pembelajaran matematika berbasis RME. Strategi guru meliputi penyajian masalah kontekstual, proses matematisasi bertahap, diskusi kolaboratif, dan refleksi nilai sehingga pembelajaran tidak hanya meningkatkan pemahaman matematis, tetapi juga membentuk karakter humanis dan tanggung jawab sosial peserta didik. Tantangan implementasi meliputi keterbatasan waktu pembelajaran dan kompleksitas materi matematika, yang diatasi melalui perencanaan pembelajaran kolaboratif dan pengembangan activity sheet berbasis konteks nyata. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model integrasi budaya humanis, pendidikan akhlak, dan pembelajaran matematika berbasis RME pada sekolah dasar multikultural.
Abstract:Pembentukan karakter religius peserta didik di era modern tidak cukup mengandalkan pembelajaran teks di kelas, melainkan membutuhkan ekosistem lingkungan berupa pembiasaan budaya yang konsisten. Penelitian ini bertujuan…
menganalisis manajemen budaya madrasah dalam pengembangan karakter religius peserta didik di MTs PP Darul Falach Candiroto, Temanggung. Menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala madrasah, waka kesiswaan, dan pengurus pondok, serta didukung oleh observasi partisipatif dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen budaya madrasah diimplementasikan secara terstruktur melalui empat fungsi manajemen (POAC). Perencanaan dilakukan dengan menyelaraskan visi-misi; pengorganisasian diwujudkan melalui pembagian kerja wilayah madrasah formal dan asrama pesantren serta pelibatan organisasi santri (OSDA); pelaksanaan digerakkan lewat keteladanan harian warga madrasah dalam ritme jadwal ketat; dan pengawasan dijalankan melalui kontrol absensi ibadah serta instrumen Angket 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Melalui tata kelola tersebut, indikator karakter religius (disiplin, kesadaran ibadah, tanggung jawab, sopan santun, kepedulian, dan kebersamaan) berhasil diinternalisasikan secara efektif melalui empat jalur pembiasaan, yaitu kegiatan rutin, spontan, terprogram, dan keteladanan pendidik sebagai role model. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi tata kelola formal dan nilai kepesantrenan mampu membentuk habituasi karakter religius siswa secara berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biomassa di atas permukaan tanah, cadangan karbon dan potensi serapan CO2 pada pohon nyatoh (Palaquium obtusifolium) di Hutan Kota Bonawang Kotamobagu. Jenis penelitian kuantitatif,…
atif, dengan menggunakan metode Non-Destructive Sampling yang berfungsi untuk pengambilan data tanpa merusak pohon secara permanen sehingga memungkinkan penggunaan kembali obyek yang sama. Metode pengumpulan data menggunakan pendekatan inventarisasi hutan dengan teknis sensus, di mana seluruh jenis pohon nyatoh yang dijumpai di lokasi penelitian diukur diameter batangnya, yaitu diameter at breast height (DBH = 130 cm) dengan menggunakan pita meter. Diameter batang pohon nyatoh diukur mulai dari 30 cm. Hasil menunjukkan bahwa populasi nyatoh (Palaquium obtusifolium) sebanyak 128 individu dengan kelas diameter mulai dari 30 cm hingga 214,09 cm. Jumlah individu terbanyak terdapat pada kelas diameter 50 cm hingga 60 cm sebesar 18 pohon (14,06%). Total biomassa sebesar 3.582.437 kg (3.581,44 ton), cadangan karbon sebesar 1.683.275,74 kg C (1.683,28 ton C), dan serapan karbondioksida sebesar 6.177.621,98 kg CO2 (6.177,62 ton CO2). Diameter lebih dari 200 cm mendominasi potensi ekologis, menyumbang 23,88% dari dengan potensi biomassa 855,18 ton, cadangan karbon 401,94 ton C, dan serapan CO2 1.475,11 ton CO2. Dengan rata-rata kerapatan karbon 397,94 ton C/ha di lahan seluas 4,23 ha, kawasan ini masuk dalam kriteria tinggi, menegaskan pentingnya pelestarian pohon besar untuk mitigasi iklim kawasan perkotaan.