Search Articles & Publications

Showing 51 articles found for "Nusantara"

THE EFFECT OF WORK INVOLVEMENT, JOB SATISFACTION, AND WORK MOTIVATION ON EMPLOYEE PERFORMANCE AT PT. AJS INDORAYA NUSANTARA IN BALIKPAPAN.

Ovigeria Subroto Sinaga, Nurhidayah Syafiah
Abstract: The topic of this research is Human Resources. This study aims to determine the effect of job engagement (X1), job satisfaction (X2), and work motivation (X3) on employee performance (Y) at PT. AJS Indoraya Nusantara in… Balikpapan. Data were collected using a questionnaire administered to all 34 employees. The analysis tool used was multiple linear regression with the help of SPSS software.All questions were found to be valid and reliable. A multiple regression analysis was then conducted, and the results showed that X1, X2, and X3 had a significant effect, both partially and simultaneously. From the resulting regression equation, Y = 5.528 + 0.475 X1 + 0.278 X2 + 0.225 X3, it can be seen that the independent variable, work engagement (X1), is the most influential variable on employee performance (Y) compared to job satisfaction (X2) and work motivation (X3).

THE INFLUENCE OF HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT ON IMPROVING EMPLOYEE PERFORMANCE AT PT PERKEBUNAN IV REGIONAL I

Henny Pratiwi, Nova Elianti
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengembangan sumber daya manusia (SDM) terhadap kinerja karyawan di PT Perkebunan Nusantara IV Regional I. Pengembangan SDM mencakup motivasi, kepribadian, dan keterampilan,&#8230; lan, sedangkan kinerja karyawan diukur melalui kualitas, kuantitas, waktu, biaya, pengawasan, dan hubungan antar karyawan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel jenuh, yakni 30 karyawan tetap bagian SDM & Sistem Manajemen. Data diperoleh melalui observasi dan kuesioner, lalu dianalisis dengan regresi linear sederhana menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan SDM berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, ditunjukkan oleh nilai t hitung 5,872 > t tabel 1,699 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Artinya, semakin baik program pengembangan SDM maka semakin meningkat pula kinerja karyawan. Penelitian ini menyarankan agar perusahaan terus meningkatkan pelatihan, memberikan apresiasi, dan mengembangkan keterampilan karyawan guna mendorong produktivitas secara berkelanjutan.

THE INFLUENCE OF ETHICAL LEADERSHIP ON COMPANY PERFORMANCE (CASE STUDY: AT PTPN I BEFORE MERGER REGIONAL 1 SUPPORT INC )

Pratiwi, Henny, Sugianto, Sugianto
Abstract: Based on the research results, the research results show that ethical leadership supports the adoption of positive behavior by employees and overall improves organizational performance. This approach emphasizes the ethical&#8230; al dimension of leadership in the context of management, with a focus on improving leader values, ethical traits and ethical behavior within the organization. Aspects such as Telling, Selling, Participating & Delegating are considered key elements in ethical leadership . The method used is multiple regression analysis, an analysis method used to evaluate the relationship between one dependent variable (bound) with one or more independent variables (free/explanatory). This analysis aims to predict the value of the dependent variable by considering changes in the value of the independent variable. In addition, multiple regression analysis helps in determining the direction of the relationship between the dependent variable and the independent variable, whether the correlation is positive or negative. The regression equation formula for two dependent and independent variables . The tests used are classical assumption tests, hypothesis tests and data quality tests. The sample is determined by taking a representation of the population that is predicted to represent the entire population. The sample in this study were employees at the PT. Perkebunan Nusantara (Persero) I Office Regional I . Determination of samples for employees of PT. Perkebunan Nusantara I (Persero) Regional I was carried out using the Saturated Sampling method . The results of the study showed that X1 telling t count -1.113 < t table 5.409 and significance 0.316 > 0.05 (no effect). X2 selling t count -0.365 < t table 5.409 and significance 0.730 > 0.05 (no effect). X3 participation t count 8.090 > t table 5.409 and significance 0.010 < 0.05 (influential). X4 delegation t count 9.320 > t table 5.409 and significance 0.000 < 0.05 (influential). The results of the simultaneous significance test of the F test are f count 6.076 > f table 5.409 and the prob (F-statistic) is 0.0000 < 0.05. H0 : β1 = β2 = • • • = βk = 0 This means that the independent variable has an overall influence/relationship on the dependent variable

GUS DUR’S IDEAS IN INFLUENCING POSTCOLONIAL ISLAMIC NUSANTARA THOUGHT

Subekti, Fiqi Restu, Mutiullah
Abstract: The present article examines the influence of the thought of KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) on the formation of postcolonial discourse in the context of Islam Nusantara. In the postcolonial context, the Islamic construction&#8230; tion of the Archipelago is inextricably linked to colonial epistemological legacies and the hegemony of external cultures, particularly Arabic. Gus Dur’s thought process can be understood as a deconstructive effort against the dichotomy between “pure” and “local” Islam that was created by colonial powers and puritan movements. It is evident that Gus Dur’s rejection of the uniformity of Arab culture as the sole representation of Islam was underpinned by a sharp critique of arabisation. As an alternative, he proffered the concept of Islamic pribumisation, defined as the adjustment of Islamic expression to local cultural values without sacrificing the substance of the teachings. Furthermore, Gus Dur placed significant emphasis on the necessity of contextualising Islamic teachings, emphasising the importance of re-evaluating Islamic values in accordance with the prevailing social and cultural dynamics of Indonesian society. It is asserted that an approach of this nature will engender the concepts of pluralism and tolerance, which will in turn serve as the primary foundations upon which religious life is to be constructed. The present study employs a qualitative approach, utilising critical discourse analysis of Gus Dur’s ideas and relevant supporting literature. The findings demonstrate that Gus Dur’s thought plays a significant role in formulating the paradigm of Islam Nusantara. This paradigm is characterised by its responsiveness to local realities, its transcendence of religious formalism, and its rehabilitation of cultural dignity as an integral part of Islamic expression. Consequently, the thought of Gus Dur constitutes a significant contribution to the development of a plural, humanist and contextual Islamic civilisation.

KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA (PROBLEMATIKA, TANTANGAN DAN LINTASAN SEJARAH KURIKULUM DI INDONESIA)

Nurhidaya M, Hamdan, Ani Cahyadi
Abstract: Pendidikan Islam di Indonesia telah mengalami transformasi signifikan untuk memenuhi tuntutan masyarakat modern. Sejak pertama kali diperkenalkan di nusantara hingga saat ini, kurikulum pendidikan Islam terus berkembang&#8230; sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat. Namun, tantangan masih tetap ada, termasuk keterbatasan dalam metode pengajaran, integrasi nilai-nilai Islam dengan kemajuan ilmu pengetahuan, dan kesiapan sumber daya manusia. Secara historis, kurikulum ini telah melalui beberapa fase penting: masa kolonial, masa pasca kemerdekaan, dan era globalisasi. Setiap fase memperkenalkan tantangan dan kebijakan yang unik dalam pengembangan pendidikan Islam. Pemerintah Indonesia, melalui regulasi seperti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan kurikulum berbasis kompetensi, telah berupaya mengintegrasikan pendidikan Islam ke dalam sistem pendidikan nasional. Namun, integrasi ini sering kali menimbulkan dilema antara pelestarian nilai-nilai Islam dan penerimaan terhadap ilmu pengetahuan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada penelitian kepustakaan untuk mengkaji perkembangan historis, tantangan, dan solusi terkait kurikulum pendidikan Islam di Indonesia. Temuan penelitian menunjukkan adanya masalah yang terus berlangsung, seperti dikotomi antara ilmu agama dan ilmu sekuler, sentralisasi kurikulum, serta kelebihan muatan kurikulum. Penelitian ini juga menyoroti perlunya reformasi menyeluruh, pengembangan profesionalisme guru, serta integrasi pendidikan Islam dan pendidikan sekuler untuk menghasilkan lulusan yang seimbang dan kompetitif. Kurikulum yang adaptif dan responsif sangat penting untuk menjaga relevansi pendidikan Islam di tengah perubahan global yang cepat, guna memastikan bahwa generasi mendatang memiliki integritas moral yang kuat, pengetahuan agama yang solid, dan keterampilan yang beragam.

FUNGSI OTOMATISASI PERKANTORAN DAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KARYAWAN BADAN WAKAF AL-QUR’AN

Jambak, M. Faizal, Kadarwati , Suci, Supratikta, Hadi
Abstract: Pada era digitalisasi dan modernisasi ini masing-masing perusahaan akan terus melakukan perubahan ataupun inovasi-inovasi terbaru untuk dapat bersaing dengan perusahaan lain agar produk yang akan dipasarkan menjadi produk&#8230; k yang selalu dominan diminati dan dicari. Salah satu caranya adalah menerapkan otomatisasi perkantoran. Otomatisasi perkantoran merupakan bentuk perkembangan teknologi yang dibutuhkan oleh setiap Perusahaan. Yang mana sistem ini akan mengubah pekerjaan karyawan  dimulai dari teknologi sederhana (manual) menjadi teknologi yang serba otomatis. Otomatisasi perkantoran ini juga dilakukan oleh Badan Wakaf Al-Qur’an. Badan Wakaf Al-Quran (BWA) merupakan sebuah lembaga filantropi islam di Indonesia yang aktivitas utamanya adalah sebuah proses penggalangan dana wakaf yang dikumpulkan dari kaum muslimin atau dari para donatur lainnya, setelah itu dilanjutkan dengan penyaluran melalui program-program wakaf yang unik dan solutif yang sudah tersebar di seluruh penjuru nusantara.

Analisis Efisiensi Palung Pendingin Mono Vertical Crystallizer Produktivitas Pabrik Gula PT. Sinergi Gula Nusantara Di Unit PG. Djombang Baru

Ahmad Dhani Firmansyah
Abstract: Proses kristalisasi gula merupakan tahap krusial dalam industri pengolahan gula, di mana efisiensi alat pendingin berperan penting dalam menentukan kualitas produk akhir. Penelitian ini menganalisis efisiensi palung pendingin&#8230; ingin Mono Vertical Crystallizer yang baru diterapkan di Pabrik Gula PG Djombang Baru. Dengan metode observasi langsung dan wawancara dengan karyawan, penelitian ini mengevaluasi proses transfer massecuite, waktu pendinginan, dan kapasitas sistem. Hasil analisis menunjukkan bahwa Mono Vertical Crystallizer mampu menampung hingga 24 koil dan memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk transfer massecuite dari palung pendingin Kaeltroog, untuk massecuite berada dalam Mono Vertical Crystallizer selama kurang lebih 4 jam. Proses pendinginan yang dilakukan secara bertahap dengan aliran air dingin yang efisien berkontribusi pada penurunan suhu nira secara optimal. Temuan ini menunjukkan bahwa Mono Vertical Crystallizer tidak hanya meningkatkan efisiensi proses pendinginan, tetapi juga memastikan kualitas nira yang lebih baik sebelum diproses lebih lanjut. Dengan demikian, alat ini menjadi pilihan yang sangat baik dalam pengolahan nira untuk menghasilkan gula berkualitas tinggi.

Analisis Palung Pendingin Kaeltroog Dan Jenis Material Pipa Pendingin Pabrik Gula PT. Sinergi Gula Nusantara Di Unit PG. Djombang Baru

Idhofi Rahmad Aryan
Abstract: Analisis efisiensi palung pendingin (Kaeltroog) dilakukan pada Palung D yang terdiri dari tujuh unit kaeltroog. Setiap kaeltroog memiliki kapasitas maksimum antara 200 hingga 290 hektoliter, yang bervariasi tergantung pada&#8230; da jumlah massecuite yang dihasilkan dari alat pan masakan. Kaeltroog berfungsi sebagai tempat palung pendingin dari messecuite yang baru keluar dari pan masak an, setelah di kaeltroog selanjuttnya di kirimkan ke ke Mono Vertical Cristalizer membutuhkan waktu sekitar 30 menit, di dalam Mono Vertical Crystalizer ini sebagai untuk proses pendinginan lebih lanjut  Dalam kaeltroog, terdapat sistem pengaduk yang berperan penting dalam mencegah pengentalan massa dan mempercepat penurunan suhu, sehingga massa dapat mencapai suhu yang diinginkan dengan lebih efisien. Data rinci menunjukkan bahwa semua kaeltroog di Palung D diisi dengan kurang-kurangnya 180 hektoliter, meskipun perkiraan waktu untuk proses pendinginan adalah 24 jam dan tidak menuntaskan. Desain kaeltroog mencakup beberapa komponen penting, seperti bak pendingin, pengaduk, as pengaduk, roda gigi, motor listrik, dan talang penghubung antar palung. Penggunaan material pada pipa stainless steel tipe 316, karena memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap korosi, terutama di lingkungan yang mengandung klorida, yang sering ditemukan dalam proses pengolahan gula.  Penelitian ini memberikan wawasan mengenai efisiensi operasional palung pendingin dan pentingnya desain yang tepat untuk meningkatkan proses pendinginan dalam industri pengolahan massecuite.

Analisis Risiko Dan Pengelolaaan Risiko Pembiayaan Multi Jasa Barokah Menggunakan Akad Ba’i Al Wafa di KSPPS BMT UGT Nusantara Capem Jember Kota

Annisa Nur’aini Widya Sari, Aisyah Asshidiqiyah, M. F. Hidayatullah
Abstract: Akad Ba’i Al-Wafa merupakan salah satu kontrak atau akad jual beli pada KSPPS BMT UGT Nusantara Capem Jember Kota. Perkembangan produk-produk yang semakin meluas tidak luput dari risiko yang ada. Semakin berkembang semakin&#8230; akin besar pula risiko yang ada. Pada KSPPS BMT UGT Nusantara Capem Jember Kota ditemukan permasalahn yakni risiko kredit. Risiko ini bisa terjadi akbiat dari ketidakmampuan nasabah dalam memenuhi kewajibannya untuk melakukan angsuran. Karena inilah KSPPS BMT UGT Nusantara Capem Jember Kota harus memiliki manajemen risiko untuk meminimalisir risiko tersebut dengan mulai dari identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian serta menerapkan prinsip 5c+1s.

Optimalisasi Pemanfaataan Alat Peraga Lingkaran Pada Siswa SMP Widiatmika

Puspadewi, Kadek Rahayu, Payadnya, I Putu Ade Andre, Noviantari, Putu Suarniti, Wibawa, Kadek Adi, Atmaja, Made Dharma
Abstract: The purpose of this community service is to provide a solution in the form of training and assistance to teachers and students in using the tool display. Widiatmika Middle School is a private school with its address on Jalan&#8230; alan Raya Udayana Campus, Pondok Taman Nusantara No.01, Jimbaran. From the results of interviews with partners, it was found that the school was still limited in using visual aids, especially in learning mathematics. The use of this teaching aid in learning is very important in supporting learning process. Visual aids that are utilized optimally can provide better and systematic learning, directly or indirectly, and can provide convenience for the teaching and learning process in schools. Community service activities in the form of training on the use of circle props at Widiatmika Middle School have been running smoothly. This one-day activity has been carried out offline. The enthusiasm of the lecturers and students in providing assistance as well as the enthusiasm of the training teachers and students made this activity run smoothly         Keywords: learning; teaching aids; mathematics   Abstrak: Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu memberikan solusi berupa pelatihan serta pendampingan kepada guru dan siswa-siswi dalam menggunakan alat peraga. SMP Widiatmika merupakan sekolah swasta beralamat di Jalan Raya Kampus Udayana, Pondok Taman Nusantara No.01, Jimbaran. Dari hasil wawancara dengan mitra diperoleh permasalahan bahwa pihak sekolah masih terbatas dalam memanfaatkan alat peraga khususnya dalam pembelajaran matematika. Penggunaan alat peraga ini dalam pembelajaran sangat penting dalam menunjang proses  pembelajaran. Alat peraga yang dimanfaatkan secara maksimal dapat memberikan pembelajaran yang lebih baik dan sistematis, secara langsung atau tidak langsung, serta dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pemanfaatan alat peraga lingkaran di SMP Widiatmika telah berjalan lancar. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini telah dilaksanakan secara luring. Semangat para dosen dan mahasiswa dalam melakukan pendampingan begitu juga dengan antusias guru dan siswa pelatihan membuat kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Kata kunci: alat peraga, pembelajaran; matematika