Search Articles & Publications

Showing 12 articles found for "Peraga"

IMPLEMENTASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) MELALUI EDUKASI PRAKTIK CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) PADA KOMUNITAS ANAK DI BTN AL KELURAHAN ENTROP DISTRIK JAYAPURA SELATAN

Pasaribu, Meilinda Handayani, Mangonto, Yunita I., Kogoya, Alua, Baransano, Ironimus, Nabyal, Feri, Petoni, Yance S.
Abstract: Edukasi PHBS melalui praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) berperan penting dalam membentuk kebiasaan higienis anak sejak dini. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas edukasi CTPS terhadap pemahaman dan perilaku… u motorik anak di BTN AL Kelurahan Entrop. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi, dan observasi praktik mandiri. Hasil menunjukkan tingkat partisipasi peserta mencapai 95%, dengan 17 anak (85%) mampu mempraktikkan 6 langkah CTPS secara mandiri sesuai standar kesehatan. Penggunaan media lagu "Naik Becak" yang dimodifikasi efektif meningkatkan antusiasme dan memori anak dalam memperagakan gerakan. Selain itu, keterlibatan orang tua memperkuat keberlanjutan perilaku sehat di keluarga. Kesimpulannya, intervensi edukatif yang terstruktur dan partisipatif terbukti efektif membentuk kebiasaan CTPS pada anak-anak.

SOSIALISASI DAN DEMONSTRASI PENANGANAN PERTAMA PERAWATAN LUKA SEDERHANA, PEMBIDAIAN, DAN AMBULASI PADA SISWA SD NEGERI 2 BANDA ACEH PROVINSI ACEH

Putra, Yadi, Fauziah, Fauziah, Yusrika, Yusrika, Sakdah, Nurul, Bilo, Beny
Abstract: Perawatan luka merupakan cara pertolongan pertama dalam pencegahan infeksi dan permasalahan lanjut, dengan perawatan luka yang baik bisa mencegah terjadi trauma lanjutan, cara membersikan luka sangat penting diajarkan kepada… pada siswa biar ketika mendapatkan kasus cedera bisa melakukan perawatan luka secara mandiri, pembidaian ini efektif untuk mencegah dari efek yang negatif karena dengan pembidaian akan membantu tulang tidak tergesek dan meminimal terjadinya nyeri karena terkilir acara melakukan pembidaian yang tepat harus dipahami oleh siswa agar mudah dalam melakukannya di lingkungan sekolah, ambulasi merupakan proses memindahkan orang yang mengalami kecelakan terutama siswa sekolah. Namun hasil observasi banyak siswa yang belum memahami dan belum bisa melakukan cara perawatan luka, pembidaian dan ambulasi yang benar ini karena ini karena belum ada pelatihan pada siswa. Mitra dalam kegiatan ini adalah universitas Abulyatama dan SDN 2 Banda Aceh. Jumlah peserta dalam kegiatan ini sebanyak 50 siswa dan siswi. Media yang digunakan power point, proyektor, alat peraga, leaflet. Tahapkan kegiatan adalah pertama penyampaian materi, demonstrasi oleh tim dan dosen selanjutnya demonstrasi siswa di akhiri dengan sesi tanya jawab serta poto bersama. Hasil pengabdian didapatkan terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap dalam melakukan pertolongan pertama pada siswa dan siswi jika terjadi kasus luka atau terkilir dan memahami bagaimana memindahkan temanya dari suatu tempat ke tempat yang lebih aman. Kesimpulan bahwa sosialiasi ini sangat baik untuk menangani keadaan kesehatan yang dialami pada saat itu. Kesimpulan kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan dampak yang positif bagi guru dan siswa. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk melatih siswa agar bisa melakukan pertolongan pertama secara mandiri.

IMPLEMENTASI METODE BAHASA ISYARAT HURUF HIJAIYAH DALAM PENINGKATAN BELAJAR BACA TULIS AL-QUR’AN (BTQ) BAGI SANTRIWATI TUNARUNGU DI PONDOK PESANTREN TAHFIZ DIFABEL BAZNAS (BAZIS) LEBAK BULUS

Balqish, Balqish Abiyyah Gholibah, Yayah, Yayah Nurmaliyah
Abstract: Penelitian ini mengkaji efektivitas metode pembelajaran bahasa isyarat di pesantren difabel, dengan fokus pada peningkatan kemampuan Baca Tulis Al-Quran (BTQ) bagi santri tunarungu. Studi dilakukan di Pondok Pesantren Tahfiz… hfiz Difabel KH. Ahmad Lutfi Fathullah BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta menggunakan metode kualitatif deskriptif dan observasi lapangan. Sumber data utama adalah wawancara dengan praktisi pembelajaran difabel tunarungu dan literatur terkait. Pembelajaran BTQ dengan metode bahasa isyarat huruf hijaiyah memerlukan pendekatan terstruktur dan komprehensif, termasuk pelatihan guru, RPP, dan media pembelajaran visual. Pelaksanaan mencakup sesi rutin dan prinsip interaksi langsung, visualisasi, dan keperagaan. Evaluasi dilakukan melalui Ujian Harian (UH), Penilaian Akhir Semester (PAS), dan observasi langsung. Faktor pendukung meliputi media pembelajaran visual interaktif dan pelatihan guru, sementara faktor penghambat termasuk keterbatasan media pembelajaran, latar belakang pendidikan guru, dan variasi tingkat ketunaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan perencanaan matang dan dukungan berkelanjutan, metode ini dapat meningkatkan kemampuan BTQ santriwati tunarungu secara signifikan.

Media Audio Visual sebagai Alat Peraga pada Penyampaian Firman bagi Anak Usia 4-6 Tahun di Sekolah Minggu GKKK Bandung

Albert Stefanus, Basana Nababan
Abstract: Pandemic conditions have caused several elements in society, including the economy, health and especially education to change. So that shifts and innovations are needed, one of which is teaching techniques in Sunday school… ol to help teachers convey the Word of God in class. Such as the use of props that can help teachers convey stories to children in class. The use of props that involve IT or audio visual media-based technology such as videos, televisions, slides is expected to attract children’s attention so that they can understand the essence of the story. The teaching of audio-visual media is inspired by the teaching method that the Lord Jesus applied when teaching the crowds and His disciples, “Look at the birds of the sky who neither plant nor reap nor gather into barns” (Matthew 6:34). In teaching, the Lord Jesus often used natural media as a way for Him to convey His Word. This research discusses the role of audio visual media used by teachers in delivering various topics. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Based on this research, it is concluded that the role of audio-visual media is so great in helping Sunday school teachers in teaching to be easily accepted and understood by children and recorded more easily in children’s memory.

Alat Peraga Pembelajaran Fisika untuk Menentukan Intensitas Bunyi: A Literature Review

Analiatus Shofiyah, S. Ida Kholida MS, Maimon Sumo, Riskiyana Vajari, Moh. Nawafil Zain Robiz, Ferdi Wahyudi
Abstract: This study aims to create and implement a physics learning visualization tool that can be used to determine sound intensity. This teaching aid is designed to help students understand physics concepts related to sound waves… es and their measurements in a more interactive and practical way. The research method used was a review of 20 articles. The results of literature studies can help students better understand the concept of sound intensity. They have the ability to directly see changes in sound intensity through interactive teaching aids. Based on the research results, it was concluded that this physics learning aid not only helps in learning the concept of sound intensity, but also increases students' motivation and interest in learning. The use of teaching aids/visualization is recommended in physics education at the upper secondary education level or equivalent, as an innovative and efficient learning medium.

Mengembangkan Pengetahuan Dan Motorik Individu Berkebutuhan Khusus: Experiental Learning Dalam Edukasi Pembuatan Ecoenzym

Reskiani Mas Bakar, Kurniati Zainuddin, Aliyah Hidayah Madjid, Nabila Ramdahani Imran, Ni Made Kausalya Devi Utami
Abstract: Permasalahan lingkungan yang paling banyak terjadi setiap wilayah di Indonesia adalah jumlah sampah yang menumpuk. Sehingga perlu ditanamkan ilmu pengenai pengolahan sampah bagi setiap orang, terlebih bagi orang tua yang… memiliki anak istimewa seperti individu dengan kebutuhan khusus yang umumnya masih kurang dalam pengetahuan mengolah limbah. Tujuan dari edukasi yaitu dapat meningkatkan pengetahuan melestarikan lingkungan dan melatih kemampuan motorik IBK dengan edukasi pembuatan ecoenzym dari limbah buah. Ecoenzym adalah cairan yang bersifat ramah lingkungan, pembuatan ecoenzym melalui proses fermentasi dari limbah kulit buah. Metode yang digunakan dalam edukasi ini yaitu Experiential learning. Metode ini merupakan model pembelajaran dimana, proses pembentukan pengetahuan terjadi melalui pengalaman. Selain itu, digunakan flashcard sebagai alat peraga untuk memudahkan IBK dalam proses pembentukan pengetahuan melalui pengalaman. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui keefektifan program kerja dari proyek kemanusiaan komunitas Pelipur dalam memberikan pelatihan keterampilan untuk pemberdayaan individu berkebutuhan khusus. Pelaksanaan pelatihan dilakukan di Sentra Wirajaya, Makassar bekerjasama dengan mitra Koads serta FORKESI (Forum Keluarga Spesial Indonesia). Pelatihan ini mendapatkan antusiasme dan partisipasi aktif partisipan dalam pembuatan ecoenzym, keefektifan pelatihan dilihat dari hasil yang menunjukkan jika IBK mampu berkontribusi besar untuk menambah pengetahuan pengolahan limbah dan perkembangan motorik yang baik. Edukasi ini diharapkan menjadi usaha pelestarian lingkungan bagi IBK apabila mampu diberdayakan dengan baik.

Optimalisasi Pemanfaataan Alat Peraga Lingkaran Pada Siswa SMP Widiatmika

Puspadewi, Kadek Rahayu, Payadnya, I Putu Ade Andre, Noviantari, Putu Suarniti, Wibawa, Kadek Adi, Atmaja, Made Dharma
Abstract: The purpose of this community service is to provide a solution in the form of training and assistance to teachers and students in using the tool display. Widiatmika Middle School is a private school with its address on Jalan… alan Raya Udayana Campus, Pondok Taman Nusantara No.01, Jimbaran. From the results of interviews with partners, it was found that the school was still limited in using visual aids, especially in learning mathematics. The use of this teaching aid in learning is very important in supporting learning process. Visual aids that are utilized optimally can provide better and systematic learning, directly or indirectly, and can provide convenience for the teaching and learning process in schools. Community service activities in the form of training on the use of circle props at Widiatmika Middle School have been running smoothly. This one-day activity has been carried out offline. The enthusiasm of the lecturers and students in providing assistance as well as the enthusiasm of the training teachers and students made this activity run smoothly         Keywords: learning; teaching aids; mathematics   Abstrak: Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu memberikan solusi berupa pelatihan serta pendampingan kepada guru dan siswa-siswi dalam menggunakan alat peraga. SMP Widiatmika merupakan sekolah swasta beralamat di Jalan Raya Kampus Udayana, Pondok Taman Nusantara No.01, Jimbaran. Dari hasil wawancara dengan mitra diperoleh permasalahan bahwa pihak sekolah masih terbatas dalam memanfaatkan alat peraga khususnya dalam pembelajaran matematika. Penggunaan alat peraga ini dalam pembelajaran sangat penting dalam menunjang proses  pembelajaran. Alat peraga yang dimanfaatkan secara maksimal dapat memberikan pembelajaran yang lebih baik dan sistematis, secara langsung atau tidak langsung, serta dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pemanfaatan alat peraga lingkaran di SMP Widiatmika telah berjalan lancar. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini telah dilaksanakan secara luring. Semangat para dosen dan mahasiswa dalam melakukan pendampingan begitu juga dengan antusias guru dan siswa pelatihan membuat kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Kata kunci: alat peraga, pembelajaran; matematika

Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Kiddy Learning Binder Bagi Guru Paud

Yuliasari, Ulfa, Permata, Rista Dwi
Abstract: Abstract: Through a workshop and coaching  to make learning media, Kiddy Learning Binder aims to increase the knowledge and skills of early childhood teachers in making educative props in Pusaka KB/TK and Harapan Bangsa… Kindergarten at Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban. Kiddy Learning Binder is an educational teaching aid to intended as a media learning which to be easy in the process of teaching and learning activities. Based on the problem, according to the survey results obtained in the field that the learning media in PAUD institutions are still minimum, and most of skills PAUD teachers are lack to make learning media, they more often bought the learning media than innovate to make their own . The solution to this problem was solved by providing workshop to make Kiddy Learning Binder learning media in Pusaka KB/TK and Harapan Bangsa Kindergarten. The implementation phase of workshop and coaching begins with observation and permission to get society service partners. Next, identify the initial abilities and then implementation by providing material/theory explanations and conducting training practices, and finally the monitoring and evaluation stage by measuring the success of the media that has been made through the training provided.      Keywords: educative props; kiddy learning binder; media learning   Abstrak: Melalui pendampingan dan pelatihan pembuatan media pembelajaran Kiddy Learning Binder ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru PAUD dalam membuat alat peraga edukatif di KB/TK Pusaka dan TK Harapan Bangsa Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban. Kiddy Learning Binder merupakan alat peraga edukatif yang diperuntukkan sebagai media pembelajaran yang memudahkan proses kegiatan belajar mengajar. Didasarkan pada permasalahan, sesuai hasil survei yang diperoleh di lapangan bahwa media pembelajaran pada lembaga PAUD tersebut masih minim, serta sebagian besar guru PAUD kurang mempunyai keterampilan dalam membuat media pembelajaran, mereka lebih sering untuk membeli media pembelajaran daripada berinovasi untuk membuat sendiri. Solusi permasalahan ini dipecahkan dengan memberikan pelatihan pembuatan media pembelajaran Kiddy Learning Binder di KB/TK Pusaka dan TK Harapan Bangsa Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban. Tahap pelaksanaan pendampingan dan pelatihan diawali dari observasi dan perijinan untuk mendapatkan mitra pengabdian kepada masyarakat. Selanjutnya, mengidentifikasi kemampuan awal lalu pelaksanaan dengan memberikan penjelasan materi/teori dan melakukan praktek pelatihan, serta yang terakhir tahap monitoring dan mengevaluasi dengan mengukur keberhasilan media yang telah dibuat melalui pelatihan yang diberikan.  Kata kunci: alat peraga edukatif; kiddy learning binder; media pembelajaran

DECISION SUPPORT SYSTEM FOR SELECTING EDUCATIVE EQUIPMENT SUPPLIERS IN TOKO ANDA V7

Sovia, Rini, Rani, Maha, Ardiansyah, Ricki, Rahman, Muhammad Aidil
Abstract: Abstract: Toko Anda v7 is a shop that sells office stationery and school teaching aids. One of the items frequently ordered at Toko Anda v7 is educational teaching aids (APE). So that shop activities can continue to run,… suppliers have a very important role, for this reason the supplier selection process is one of the important decisions that must be taken by the shop. However, this is a problem because each supplier has its own advantages and disadvantages. To help Toko Anda v7 in choosing suppliers, a decision support system was designed. The decision support system is able to provide alternative decision options that can be chosen by decision makers in Toko Anda v7 in determining suppliers of educational teaching aids. The method used in the decision selection process in this decision support system is Weighted Product (WP). Calculations using the Weighted Product (WP) method are able to provide decisions with fast and efficient calculations. The results of designing this decision support system are able to provide a ranking of alternative suppliers based on predetermined criteria.             Keywords: Decision Support System; Supplier; Weighted Product     Abstrak: Toko Anda v7 adalah toko yang bergerak dalam penjualan alat tulis kantor dan alat  peraga sekolah. salah satu barang yang sering dipesan di Toko Anda v7 adalah alat peraga edukatif (APE). agar aktivitas toko tetap dapat berjalan suplier memiliki peran yang sangat penting, untuk itu proses pemilihan suplier menjadi salah satu keputusan yang penting yang harus diambil oleh toko. namun hal tersebut menjadi masalah karena setiap suplier memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. untuk membantu Toko Anda v7 dalam memilih suplier maka dirancanglah sebuah sistem penunjang keputusan. sistem penunjang keputusan mampu memberikan pilihan alternatif keputusan yang bisa dipilih oleh pembuat keputusan di Toko Anda v7 dalam menentukan suplier alat peraga edukatif. metode yang digunakan dalam proses pemilihan keputusan di sistem penunjang keputusan ini adalah Weighted Product (WP). Perhitungan dengan metode Weigthted Product (WP) mampu memberikan keputusan dengan perhitungan yang cepat dan efisien. hasil dari perencangan sistem penunjang keputusan ini mampu memberikan perangkingan alternatif suplier berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan.   Kata kunci: Pemasok; Sistem Penunjang Keputusan; Weighted Product

ANALISIS KEGIATAN PPL PADA KELAS RENDAH SEKOLAH DASAR: STRATEGI, TANTANGAN, DAN REFLEKSI PEDAGOGIS

Fina Safira, Rafikatul Arifa, Rahmat Hidayat, Tanhibul Ghafilin, Anisa Nurul Jannah
Abstract: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi pembelajaran, mengidentifikasi tantangan, dan menganalisis refleksi pedagogis mahasiswa PGSD Universitas PGRI Sumenep selama Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di kelas rendah… ndah SDIT Al-Hidayah Sumenep Tahun Akademik 2025–2026. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Sumber data berasal dari tiga laporan PPL mahasiswa yang mengajar di kelas 1, 2, dan 3. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan model Miles & Huberman, dengan triangulasi sumber untuk menjaga kredibilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) strategi dominan yang digunakan adalah pemanfaatan alat peraga konkret, media audio-visual, dan permainan interaktif; (2) tantangan utama meliputi manajemen kelas, adaptasi kognitif lintas jenjang, dan pengelolaan motivasi belajar; serta (3) refleksi pedagogis mahasiswa menunjukkan peningkatan pemahaman tentang pendekatan pembelajaran yang sesuai perkembangan anak usia 6–9 tahun. Penelitian ini menegaskan bahwa PPL di kelas rendah merupakan arena pembentukan kompetensi pedagogik yang krusial bagi calon guru SD.