Search Articles & Publications

Showing 17 articles found for "Panas"

Pengetahuan Pengobat Tradisional Dalam Melakukan Terapi Alternatif Pengobatan  Katandu (Bekam Bambu) di Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna

Agus Rihu, La Ode Marhini, Kiki Reski Wulandari
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan pengobat tradisional dalam melakukan terapi alternatif pengobatan katandu (bekam bambu) di Kecamatan Tongkuno Selatan. Informan dalam penelitian ini pengobat yang telah… ah menjadi pelaku terapi alternatif pengobatan katandu, yang ditentukan dengan cara purposive sampling dengan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini telah memberikan gambaran tentang pengetahuan pengobat tradisional dalam melakukan terapi alternatif pengobatan katandu (bekam bambu) yakni 1) Pengetahuan dalam memilih bambu sebagai tabung penyedot darah kotor didasarkan pada beberapa pertimbangan yaitu: a) Jenis bambu, b) Umur bambu, c) Ketebalan bambu, d) Ukuran Bambu dengan panjang 7-8 cm dan diameter kisaran 0,5 cm. 2) Pengetahuan dalam melakukan penyedotan darah kotor,  bambu yang telah disiapkan akan dipanaskan terlebih dahulu secara cukup kemudian bambu akan ditempelkan pada titik yang telah ditentukan, sehingga  udara panas terperangkap dalam ruang volume bambu tetapi posisi permukaan kulit tidak langsung tersedot oleh bambu tersebut, namun harus dibantu dengan membasahi air pada ujung bambu sehingga secara spontan permukaan kulit akan tersedot. Proses penyedotan darah selama 2-3 menit. Pada saat proses penyedotan darah, tidak diperbolehkan untuk menanggalkan bambu yang telah ditempelkan pada kulit sebab dapat menyebabkan darah yang disedot tidak keluar dengan maksimal. 3) Pengetahuan dalam menjaga kesterilan alat yakni tabung bambu dilakukan proses pemanasan pada bara yang ada pada tungku tradisional yang telah disiapkan. Pemanasan tersebut secara langsung dapat menghilangkan dan membunuh setiap bakteri dan virus yang melekat pada bambu tersebut, 4) Pengetahuan dalam menentukan titik permukaan kulit sebagai obyek pengobatan katandu merujuk pada pengetahuan yang disampaikan dari turun temurun yakni tergantung pada keluhan yang disampaikan oleh pasien. kondisi pasien dalam melakukan katandu terbagi atas pasien dalam kondisi sakit dan pasien dalam kondisi yang hanya akan melakukan terapi dan pemeliharaan kesehatan. Titik yang biasa ditempatkan untuk melakukan katandu adalah pada bagian betis, punggung kaki, betis, punggung dan dibagian samping mata kiri-kanan. Pengetahuan dalam menentukan model permukaan alat tajam yang digunakan sebagai alat katandu, 5) Pengetahuan dalam menentukan model permukaan alat tajam (pisau) yang digunakan sebagai alat katandu. Ujung pisau yang digunakan dalam terapi alternatif pengobatan katandu (bekam bambu) dibuat agak lonjong agar pada saat dilakukan penyayatan pada permukaan kulit tidak akan menimbulkan luka yang dalam. Obyek titik katandu tidak boleh dilakukan lebih dari satu sayatan bahkan tidak dapat dilakukan pengulangan sayatan pada luka yang sama sehingga penting untuk dilakukan secara hati-hati dan membutuhkan pengetahuan dan tindakan professional.

EVALUASI VISUALISASI DATA PASIEN TUBERKULOSIS PARU PADA RUMAH SAKIT PANTI WALUYO PURWOREJO

Dewantara, Rizki
Abstract: Salah satu hal terpenting yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada pelanggan adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi. Di antara gejala-gejala yang terkait dengan COVID-19 adalah… ah badan terasa panas, sesak dada, kesulitan bernapas, dan kemungkinan mengalami impotensi dan kematian. Mycobacterium tuberculosis, yang bertanggung jawab atas penularan penyakit ini, adalah agen yang menyebabkan TBC pada orang tua. Begitu penyakit ini muncul, sangat penting untuk meminum obat pada waktu yang tepat. Pemanfaatan teknologi ini menghasilkan data yang ditandai dengan penggunaan bahasa yang terstruktur. Pemeriksaan literatur, pencegahan dan pemantauan tuberkulosis paru, dan interpretasi data adalah beberapa komponen penelitian yang termasuk dalam paket penelitian ini. Setelah penelitian ini selesai, ditemukan bahwa 76,8% responden menerima manfaat dari dukungan keluarga mereka sendiri, sementara 23,2% menerima manfaat yang sedikit lebih sedikit. Ketika seseorang didiagnosis dengan tuberkulosis selama wabah COVID-19, mereka sering kali mendapatkan dukungan dari keluarga dan teman-teman mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai panduan untuk pengobatan tuberkulosis dan pemeliharaan tingkat pengobatan minimum. Pengawas Minum Obat (PMO) yang relevan dalam proses pelibatan masyarakat dan peningkatan program pengobatan tuberkulosis merupakan hal yang perlu dipertimbangkan dalam materi ini. Perlu adanya partisipasi aktif dari masyarakat untuk menjadi metode pengobatan yang efektif. Dalam kondisi seperti ini, akan lebih mudah bagi staf medis dan anggota keluarga pasien untuk bekerja sama.

Analisis Efisiensi Arus Daya Terhadap Daya Tahan dan Suhu Operasional Baterai Laptop Menggunakan Adaptor

Rafika Lutfiah, Kirani Cikal Anggraeni, Putri Agriana Purba, Indra Gunawan
Abstract: Laptop sebagai perangkat utama dalam aktivitas akademik maupun pekerjaan modern sangat bergantung pada efisiensi konsumsi energi. Permasalahan yang sering muncul adalah baterai cepat habis dan suhu laptop yang meningkat… drastis saat digunakan, terutama ketika melakukan pengisian daya melalui adaptor. Ketidakstabilan arus daya dan rendahnya efisiensi konversi energi pada adaptor dapat mempercepat degradasi baterai sekaligus meningkatkan temperatur perangkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efisiensi arus daya adaptor terhadap daya tahan baterai dan suhu operasional laptop. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan meninjau artikel ilmiah nasional dan internasional dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa efisiensi adaptor dipengaruhi oleh kualitas komponen internal, stabilitas tegangan output, serta desain rangkaian konversi AC-DC. Efisiensi yang rendah tidak hanya mengurangi waktu pakai baterai, tetapi juga menimbulkan panas berlebih akibat rugi daya (power losses). Dengan demikian, pemilihan adaptor yang tepat dan berkualitas menjadi faktor penting dalam menjaga daya tahan baterai serta mengurangi risiko overheating pada laptop.

Analisis Sebaran Hotspot Dan Penyebab Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Kotawaringin Timur Tahun 2020

Nur Aulia Saskia, Rosalina Kumalawati
Abstract: Kabupaten Kotawaringin Timur merupakan daerah dengan intensitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tinggi, terutama selama periode kering kemarau. Karhutla  terjadi diakibatkan oleh faktor alami seperti El Nino serta aktivitas… aktivitas manusia, termasuk pembukaan lahan dengan cara pembakaran. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah rawan karhutla di Kotawaringin Timur menggunakan data geospasial dan non-spasial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, berdasarkan data hotspot yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 yang menunjukkan adanya 354 titik panas dengan puncak aktivitas pada bulan Oktober sebanyak 134 titik. Hasil pemetaan menunjukkan sebagian besar wilayah tergolong risiko rendah seluasa 1.343.337 hektare, namun terdaopat area dengan tingkat risiko tinggi seluas 28.937,3 hektare yang memerlukan tindakan mitigasi segera. Peta ini diharapkan membantu berbagai pihak dalam melakukan tindakan preventif terhadap karhutla di masa depan.

Pemetaan Sebaran Titik Panas (Hotspot) Tahun 2013-2023 Di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan

Gerarda Anastasya Bisa, Rosalina Kumalawati, Nurlina, Inu Kencana Hadi
Abstract: Kebakaran merupakan bencana yang sering terjadi di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terutama selama musim kemarau. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui sebaran nilai atau jumlah hotspot pada Tahun 2013-2023… di Kota Banjarmasin dan mengetahui persebaran hotspot terhadap tutupan lahan Tahun 2013-2023 di Kota Banjarmasin. Metode penelitian meliputi pengumpulan data hotspot yang diperoleh dari situs katalog titik panas LAPAN dan diolah menggunakan software ArcGIS. Data citra yang di gunakan adalah citra satelit MODIS, NOAA20, dan NSPP, serta peta tutupan lahan dan peta administrasi Kota Banjarmasin.  Hasil analisis menunjukkan naik turunnya jumlah hotspot setiap tahunnya, dipengaruhi oleh faktor cuaca dan fenomena El-Nino. Daerah dengan risiko tinggi kebakaran terletak di kelurahan-kelurahan dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Sebagian besar kejadian kebakaran terjadi di area permukiman, diikuti oleh area persawahan dan pertanian lahan kering. Langkah mitigasi, edukasi, dan respons bencana perlu ditingkatkan untuk mengurangi dampak kebakaran di Kota Banjarmasin. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana kebakaran di masa mendatang.

Pemantauan Titik Panas Dan Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan Di Kabupaten Katingan Tahun 2019-2023

Syarifah Khusnul Khotimah, Rosalina Kumalawati, Inu Kencana Hadi
Abstract: Kabupaten Katingan menjadi salah satu kabupaten yang potensial mengalami kejadian karhutla. Pada tahun 2023 luas karhutla mencapai 8.945, 8 ha. Tujuan pelaksanaan penelitian ini yaitu untuk memberikan gambaran mengenai sebaran… ebaran titik panas yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam menyusun berbagai kebijakan atau strategi dalam penanggulangan bencana melalui teknologi penginderaan jauh dengan pemantauan titik panas.  Penelitian ini diawali dengan metode studi kepustakaan untuk melengkapi data-data yang diperlukan kemudian dilakukan pengolah data dengan teknik analisis spasial. Hasil analisis data menunjukkan bahwa titik panas di Kabupaten Katingan pada periode tahun 2019 hingga tahun 2023 paling sering terjadi pada tahun 2019 yakni 649 titik panas dan jumlah titik paling sedikit yaitu tahun 2021 sebanyak 31 titik panas. Kecamatan Katingan Kuala memiliki titik panas paling banyak yaitu 402 titik panas dan kecamatan yang memiliki jumlah titik panas yang lebih sedikit jika dipadankan dengan kecamatan lainnya yaitu Kecamatan Bukit Raya dengan 3 titik panas. Adapun upaya mitigasi dalam bencana ini dapat dilakukan melalui kegiatan preventif dan represif yang meliputi pemantauan, pengawasan, penanggulangan hingga pencegahan terjadinya bencana karhutla.

Implementasi Internet Of Things Untuk Efektivitas Pemantauan Suhu Ruangan Secara Otomatis Menggunakan WhatsApp

Ema Zulfaningsih, Emi Suryadi, Ardiyallah Akbar
Abstract: Suhu ruangan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kenyamanan dan produktivitas seseorang dalam berbagai aktivitas, baik saat bekerja maupun saat istirahat. Suhu yang terlalu panas dapat mengganggu fungsi tubuh dan… memicu keringat berlebih yang pada akhirnya berujung pada rasa lelah. Sebaliknya suhu yang terlalu dingin dapat menurunkan konsentrasi karena dapat menyebabkan rasa kaku pada tubuh. Menggunakan kipas angin sudah menjadi kebutuhan bagi banyak orang untuk menjaga kenyamanan kamarnya. Namun penggunaan kipas angin seringkali tidak efisien sehingga mengakibatkan pemborosan energi dan peningkatan tagihan listrik. Kipas angin sering menyala meski ruangan sedang tidak digunakan atau pemiliknya tidak ada di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang perangkat berbasis IoT yang mampu memonitor suhu ruangan secara otomatis. Perangkat ini juga secara otomatis mengontrol suhu ruangan, memungkinkan pengguna memantau suhu dari jarak jauh dan mengurangi tagihan energi. Penelitian ini berfokus pada pengembangan sistem kendali suhu otomatis menggunakan sensor suhu DHT11, dengan notifikasi suhu dikirim melalui WhatsApp. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode prototype dimana pada siistem ini menggunakan sensor DHT11 untuk mendeteksi suhu ruangan, WhatsApp sebagai media pengiriman notifikasi, dan Arduino Uno sebagai pengolah data. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perangkat ini dapat berfungsi secara optimal dalam mengatur suhu ruangan secara otomatis menggunakan sensor suhu.