Search Articles & Publications

Showing 48 articles found for "Profesionalis"

PENERAPAN K-MEANS DALAM CLUSTERISASI TINGKAT PEMAHAMAN MAHASISWA STMIK ROYAL TERHADAP MATA KULIAH ETIKA PROFESI

Sembiring, Feby Wulandari, Handoko, Wiwin, Utami Batu Bara, Firdha Agis, Sulaseh, Sulaseh
Abstract: Abstract: Ethics is a basic character possessed by a person in reflecting his daily life. Ethics is a picture of a person's behavior and behavior in activities in a social environment. As is the case in the world of work,… , professional ethics is highly respected because it characterizes one's professionalism in the world of work. So as to instill good ethical character in the world of work, the STMIK Royal campus has taught supporting courses, namely professional ethics courses to support good attitudes and character in the world of profession or work. However, not all students are able to take these courses and the level of understanding of students is quite diverse, so clustering or grouping is needed based on the level of understanding of students in understanding the course. This study uses data mining techniques with the K-Means Clustering method to determine the distribution of student understanding levels of professional ethics courses. The purpose of this study was to see how far the success rate of the professional ethics course was proclaimed through the results of one semester's learning and to use the clustering results as a benchmark for developing the course and as evaluation material for students who did not understand the course.   Keywords: k-means clustering;professional ethics; students;   Abstrak: Etika merupakan karakter dasar yang dimiliki seseorang dalam mencerminkan kehidupannya sehari – hari. Etika menjadi gambaran tingkah dan perilaku seseorang dalam berkegiatan di lingkungan sosial. Seperti hal nya dalam dunia pekerjaan etika profesi sangat di junjung tinggi karena menjadi ciri khas profesionalisme seseorang dalam dunia pekerjaan. Sehingga untuk menanamkan karakter etika yang baik dalam dunia pekerjaan, kampus STMIK Royal telah mengajarkan mata kuliah pendukung yakni mata kuliah etika profesi untuk menunjang sikap dan karakter yang baik dalam dunia profesi atau pekerjaan. Namun, tidak semua mahasiswa mampu mengikuti mata kuliah tersebut dan tingkat pemahaman mahasiswa yang tergolong beragam sehingga diperlukan clustering atau pengelompokan berdasarkan tingkat pemahaman mahasiswa dalam memahami mata kuliah tersebut. Penelitian ini menggunakan teknik data mining dengan metode K-Means Clustering untuk mengetahui persebaran tingkat pemahaman mahasiswa terhadap mata kuliah etika profesi. Tujuan penelitian ini untuk melihat sejauh mana tingkat keberhasilan mata kuliah etika profesi yang dicanangkan lewat hasil pembelajaran satu semester dan menjadikan hasil clustering tersebut sebagai tolak ukur untuk mengembangkan mata kuliah tersebut dan menjadi bahan evaluasi bagi mahasiswa yang tidak memahami mata kuliah tersebut. Hasil dari clustering dalam penelitian ini terdiri atas 3 yaitu mahasiswa dengan tingkat pemahaman Baik, Cukup Baik dan Tidak Baik.   Kata Kunci: etika profesi, mahasiswa, k-means clustering.  

MENINGKATKAN PROFESIONALITAS GURU DI ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)DI YAYASAN PERGURUAN ALMA’SHUM SIDODADI KABUPATEN ASAHAN

Hasanah, Uswatun, Azhar, Zulfi
Abstract: Abstract: The challenges in the world of education today, especially in the Era of the Asean Economic Community (MEA) is quite heavy, where the world of education must be able to adjust to the current conditions. Starting… g from policy makers who have to think about breakthroughs in the form of rules up to the educational implementer who can immediately act to improve the learning process to fit the need for market share in this era of competition. Participants Community service activities conducted at the Alma'shum Perguruan Foundation Sidodadi Village District West Kisaran is the teachers who teach at the Foundation of Alma'shum College. The purpose of this activity Provide information and knowledge about the role of teachers in the era of ASEAN Economic Community and Provide Information and knowledge about the importance of technology mastery in facing global challenges. The team of lecturers who conduct this activity consists of lecturers who have different educational background. The result of this activity is the approval of the follow up activities to improve the competence of lecturers especially in the field of Information Technology. Keywords: Profesionalism MEA, Competence, Teacher, TI Abstrak: Tantangan  dalam dunia pendidikan saat ini terutama di Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)  cukup berat, dimana dunia pendidikan harus mampu menyesuaikan dengan  kondisi saat ini. Mulai dari pembuat kebijakan yang harus memikirkan terobosan dalam bentuk aturan sampai dengan pelaksana pendidikan yang dengan segera bisa bertindak untuk memperbaiki proses pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan akan pangsa pasar di era persaingan seperti ini. Peserta Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di  Yayasan Perguruan Alma’shum Kelurahan Sidodadi Kecamatan Kisaran Barat ini adalah guru-guru yang mengajar di Yayasan Perguruan Alma’shum. Tujuan dari kegiatan ini   Memberikan informasi dan pengetahuan tentang peranan guru dalam era Masyarakat Ekonomi Asean dan Memberikan Informasi dan pengetahuan tentang pentingnya penguasaan teknologi  dalam menghadapi tantangan global. Tim dosen yang melakukan  kegiatan ini terdiri dari dosen-dosen yang memiliki latar pendidikan yang berbeda. Hasil dari kegiatan ini adalah disepakatinya kegiatan lanjutan  guna meningkatkan  kompetensi dosen terutama di bidang Teknologi Informasi Kata kunci: Profesionalitas, MEA, Kompetensi, Guru, TI

PENILAIAN KINERJA KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE TOPSIS

Sukamto, Sukamto, Andriyani, Yanti, Wahyuni, Kiki
Abstract: Abstract: The Employee’s performance appraisal is something that must be done by the company or organization to be able to evaluate the company's development. Permata Hati Duri Hospital conducts employee performance appraisals… ce appraisals every month. This study aims to create an employee performance appraisal system that can facilitate the hospital when evaluating employee performance. The assessment criteria used are competence, professionalism, communication, management and friendliness with. This research uses TOPSIS method, PHP and MySQL programming as database. The sample used is 10 employees. The final result obtained in the system is the result of ranking employee.             Keywords: employee performance appraisal; topsis.     Abstrak: Penilaian kinerja karyawan adalah hal yang harus dilakukan oleh perusahaan atau organisasi untuk dapat mengevaluasi perkembangan perusahaan. Rumah Sakit Permata Hati Duri melakukan penilaian kinerja terhadap karyawan pada setiap bulannya. Penelitian ini bertujuan membuat sistem penilaian kinerja karyawan yang dapat memudahkan pihak rumah sakit saat melakukan penilaian kinerja karyawan. Kriteria penilaian yang digunakan adalah kompetensi, profesionalisme, komunikasi, manajemen dan keramahan dengan. Penelitian ini menggunakan metode TOPSIS, pemograman PHP dan MySQL sebagai database. Adapun sampel yang digunakan adalah 10 karyawan. Hasil akhir yang didapatkan pada sistem berupa hasil perangkingan nilai karyawan.   Kata kunci: penilaian kinerja karyawan; topsis.

Pengaruh Profesionalisme Dan Independensi Terhadap Kinerja Auditor (Studi Kasus Pada Kantor Akuntan Publik Yang Terdaftar Di Sulawesi)

Huraini, shak Awaluddin, Sulvariany Tamburaka
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mana pengaruh Pengaruh Profesionalisme Dan Independensi Terhadap Kinerja Auditor Pada Kantor Akuntan Publik Yang Terdaftar Di Sulawesi baik secara simutlan maupun parsial. Penelitian… an ini menggunakan pendekatan kuantitatif Populasi dalam penelitian ini adalah Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik di wilayah Sulawesi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling oleh karena itu Sampel dalam penelitian ini adalah auditor yang terdaftar di BPK (https://sikap.bpk.go.id/) dan telah memiliki sertifikasi BPK dan bekerja di Kantor Akuntan Publik di Sulawesi, dengan jumlah total 49 Responden. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yang diperoleh langsung dari hasil kuesioner kepada responden, serta data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan untuk mendukung landasan teori penelitian. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Angket (Kuesioner). Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan Regresi Linear sederhana melalui Sofware SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Profesionalisme berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Auditor pada KAP Se-Sulawesi. Independensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Auditor pada KAP Se-Sulawesi. Profesionalisme dan Independensi berpengaruh secara simultan terhadap Kinerja Auditor pada KAP Se-Sulawesi. Temuan ini menunjukkan bahwa ketika profesionalisme auditor dan Independensi meningkat maka, Kinerja Auditor akan cenderung mengalami peningkatan.

Implementasi Program KKG Dalam Mengembangkan Kompetensi Profesional Guru Pai Dengan Mengintegrasikan Nilai “Agung” Di Kabupaten  Hulu Sungai Utara

Rebani
Abstract: Penelitian ini mengkaji implementasi program Kelompok Kerja Guru (KKG) dalam meningkatkan kompetensi profesional guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan mengintegrasikan nilai kearifan lokal “Agung” di Kecamatan Amuntai… ntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan informan kunci (misalnya, Kasi PAI, pengawas, ketua KKG, dan guru), serta dokumentasi. Program KKG dilaksanakan melalui pelatihan teknis, lokakarya, diskusi ilmiah, pembinaan profesionalisme, dan kegiatan keagamaan, didukung kebijakan yang menekankan integrasi nilai moral dan spiritual. Strategi meliputi pendekatan berbasis moral, praktik langsung, dan kolaborasi antarpihak. Evaluasi dilakukan secara sistematis, mencakup input, proses, output, dan outcomes, yang menunjukkan peningkatan kompetensi guru serta integrasi nilai moral dalam pembelajaran. Tantangan meliputi keterbatasan penguasaan teknologi, rendahnya motivasi guru, dan kurangnya fasilitas. Temuan ini menegaskan efektivitas program KKG dalam meningkatkan profesionalisme guru jika didukung oleh strategi kuat dan integrasi nilai lokal, dengan rekomendasi untuk pelatihan teknologi dan dukungan infrastruktur yang lebih baik.

Profesional Aparatur Sipil Negara (ASN) Dalam Menunjang Kualitas Kerja Di Balai Diklat Keagamaan Ambon

Jarmin, Normawati, Julia Theresia Patty
Abstract: Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif. Bertujuan untuk mengetahui Profesional Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menunjang Kualitas Kerja di Balai Diklat Keagamaan Ambon yang dilatarbelakangi Kehadiran yang tidak… tepat Waktu, Rendahnya Motivasi Kerja, Kurangnya keterampilan dan Pelatihan, Sarana dan Prasarana yang Tidak Memadai, dan Komunikasi yang Tidak Efektif.. Sampel pada penelitian ini berjumlah 42 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, kuisoiner menggunakan model analisis regresi linear berganda dan uji asumsi klasik. Hasil penilitian ini menunjukan bahwa  Profesional ASN (X) memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap Kualitas Kerja (Y). Meskipun hanya 22,4% dari variasi dalam Kualitas Kerja dapat dijelaskan oleh Profesional ASN, hasil ini menegaskan pentingnya profesionalisme ASN dalam meningkatkan kualitas kerja. Sementara itu, sekitar 77,6% variasi dalam kualitas kerja disebabkan oleh faktor-faktor lain yang perlu diidentifikasi dan diteliti lebih lanjut untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas kerja ASN. Oleh karena itu, perlu diperlukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain tersebut dan memahami bagaimana mereka dapat diintegrasikan untuk meningkatkan kualitas kerja secara keseluruhan.

Peran Dosen Dalam Meningkatkan Motivasi Pembelajar Dalam Diri Mahasisiwa

Irham Rohib Gibran
Abstract: Salah satu faktor penting dalam mencapai keberhasilan proses pembelajaran adalah motivasi siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran yang dimiliki oleh mata pelajaran dalam meningkatkan motivasi… i siswa untuk belajar melalui strategi pengajaran yang tepat. Sebagai tenaga pengajar yang profesional, kita harus terus berusaha untuk meningkatkan profesionalisme dan inovasi dalam metode pengajaran sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan data dari observasi primer dan juga data sekunder dari penelitian lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki guru yang dapat secara akurat menggambarkan kebutuhan, tujuan, dan perilaku mereka akan dapat mentransmisikan pengetahuan dengan lebih efektif. Strategi pengajaran yang berbeda, kompetisi yang sehat, kerja keras, dan aturan yang dibangun dengan baik dapat meningkatkan motivasi siswa. Hasil belajar yang optimal dan pemahaman materi yang mendalam juga memiliki dampak yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Pentingnya penelitian.

Diklat Dan Profesionalisme Guru Di Era Society 5.0

Abdul Fattah Nasution, Elsa Elitia Hasibuan, Syafitri Halawa, Sylvi Marsella Diastami
Abstract: Diklat dan profesionalisme guru di era Society 5.0 menjadi topik penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Era Society 5.0 memerlukan profesionalisme guru yang handal dalam menyiapkan generasi unggul masa kini dan… masa yang akan datang. Guru harus memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, inovatif, kolaboratif, dan literasi digital untuk menghadapi tantangan era teknologi yang semakin kompleks. Di era Society 5.0, guru harus mampu mengintegrasikan teknologi dan ilmu sosial ke dalam proses pembelajaran. Mereka harus memiliki kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis, dan berkomunikasi secara efektif. Guru juga harus memiliki kemampuan hidup abad ke-21 dan ketrampilan digital untuk memenuhi tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal. Diklat dan profesionalisme guru di era Society 5.0 dapat meningkatkan kemampuan pendidik dalam mengajar. Guru harus mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Mereka harus memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri sendiri dalam meningkatkan kemampuan sesuai perkembangan zaman.

Pengelolaan Program Diklat Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru

Aidatul Fauziah, Okta Elviana Manurung, Abdul Fattah Nasution, Aina Ul Mardiyah Ray
Abstract: Artikel ini bertujuan untuk Menjelaskan bahwa dalam pendidikan dan pelatihan sangat diperlukan dalam mengembangkan kemampuan terhadap pelaksanaan kinerja seorang, karena pendidikan sangat tergantung pada mutu pendidikan,… jika guru tidak mendapatkan pelatihan dengan baik maka mutu pendidikan tidak akan berkembang. Guru merupakan aset pendidikan bila dapat dikelola secara optimal. Sebaliknya, menjadi “beban pendidikan” jika pengelolaan tidak dibarengi dengan kompetensi yang memadai. Guru yang berkualitas akan mampu bersaing dan mereka perlu mendapat pengembangan sehingga memiliki kompetensi. Masih banyak sekolah di daerah-daerah yang mengalami kekurangan mutu, sedangkan guru yang saat ini kualifikasinya masih banyak yang tidak layak mengajar. Maka dari itu diperlukan pelatihan untuk menambah kemampuan dan wawasan secara berkelanjutan. Profesi guru dalam mengajar membutuhkan pengembangan. Oleh karena itu, seorang pengajar perlu menguasai berbagai kemampuan baik kemampuan dibidang ilmu maupun dibidang teknologi dalam mengajar.

Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Efektivitas Administrasi Dan Supervisi Pendidikan Di Sekolah

Lismayana, Herawati Syamsul, Nurhikmah
Abstract: Kualitas Pendidikan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kepemimpinan kepala sekolah, kurikulum, metode pengajaran, sumber daya, dukungan orang tua, dan kompetensi guru. Penting untuk memiliki lingkungan belajar yang… ng memadai dan mendorong siswa untuk berkembang secara holistik, termasuk dalam aspek kognitif, emosional, Gaya atau cara seorang Kepala sekolah dalam kapasitasnya sebagai pemimpin sangat menentukan keberhasilan administrasi dan supervisi Pendidikan dibawah Kepemimpinannya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Kualitatif dilakukan dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian fenomenologi yaitu jenis penelitian kualitatif yang melihat dan mendengar lebih dekat dan terperinci penjelasan dan pemahaman individual tentang pengalaman-pengalamannya.merupakan metode penelitian yang menggunakan sumber literatur sebagai data utama. Gaya kepemimpinan seorang kepala sekolah dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap efektivitas administrasi dan supervisi pendidikan di sekolah yaitu: kepemimpinan Transformatif, kepemimpinan Transaksional, Kepemimpinan Situasional, Kepemimpinan Servant, Kepemimpinan Otoriter. Dan Supervisi adalah suatu program yang berencana untuk memperbaiki pengajaran. Supervisi pendidikan yang efektif membutuhkan kerjasama antara para pengawas, pimpinan sekolah, dan guru untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif dan meningkatkan profesionalisme guru serta mutu pendidikan secara keseluruhan.