Search Articles & Publications

Showing 48 articles found for "Profesionalis"

PERSEPSI GURU KELAS RENDAH DAN KELAS TINGGI TERHADAP PROGRAM PPG DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI MENGAJAR

Arjuna, Dendi, Fahira, Reva, Wahyuni, Dessi, Sitorus, Fristi Maryati Br.
Abstract: Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru… kelas rendah dan kelas tinggi terhadap program PPG dalam meningkatkan kompetensi mengajar di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara tertutup yang dilakukan terhadap dua orang guru sekolah dasar, yaitu seorang guru kelas rendah dan seorang guru kelas tinggi. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengidentifikasi, mengkategorikan, dan menjelaskan respons narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua guru memiliki persepsi positif terhadap program PPG. Program PPG dinilai mampu meningkatkan kompetensi pedagogis dan profesional guru melalui pemahaman materi pembelajaran, strategi dan model pembelajaran inovatif, serta penyusunan modul ajar sesuai Kurikulum Merdeka. Materi PPG bersifat fleksibel sehingga dapat diterapkan di kelas rendah maupun kelas tinggi, meskipun penerapannya perlu disesuaikan dengan karakteristik siswa di masing-masing jenjang. Faktor pendukung implementasi hasil PPG meliputi inovasi pembelajaran dan kreativitas guru, sedangkan faktor penghambat utamanya adalah keterbatasan fasilitas sekolah. Dengan demikian, program PPG memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas mengajar guru dan diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas di era abad ke-21.

KINERJA PELAYANAN PUBLIK DI KELURAHAN TENILO KECAMATAN KOTA BARAT KOTA GORONTALO

Utina, Natasya, Tui, Fenti Prihatini, Nani, Yacob Noho
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kinerja pelayanan publik di Kelurahan Tenilo Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo berdasarkan indikator Kebijakan Pelayanan, Profesionalisme Sumber Daya Manusia,… Sarana dan Prasarana, Sistem Informasi Pelayanan Publik, Konsultasi dan Pengaduan, serta Inovasi sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 17 Tahun 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pelayanan publik di Kelurahan Tenilo Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo secara umum telah berjalan dengan cukup baik. Pada aspek Kebijakan Pelayanan, pelayanan telah dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan ketentuan yang berlaku. Profesionalisme SDM menunjukkan bahwa aparatur memiliki sikap ramah, responsif, serta mampu memberikan pelayanan sesuai tugas dan fungsinya, meskipun pengembangan kompetensi masih perlu ditingkatkan. Pada aspek Sarana dan Prasarana, fasilitas pendukung pelayanan masih belum memadai sehingga memerlukan perhatian pemerintah. Sistem Informasi Pelayanan Publik telah memanfaatkan media informasi dan teknologi, namun implementasinya belum optimal. Konsultasi dan Pengaduan telah berjalan dengan baik melalui mekanisme penyampaian aspirasi dan penyelesaian keluhan masyarakat. Sementara itu, pada aspek Inovasi, Kelurahan Tenilo telah melakukan berbagai upaya pengembangan pelayanan, namun inovasi yang diterapkan masih perlu ditingkatkan melalui optimalisasi teknologi informasi dan penyediaan sarana pendukung. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja pelayanan publik di Kelurahan Tenilo Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo telah terlaksana dengan cukup baik, namun masih memerlukan peningkatan terutama pada aspek sarana dan prasarana, pemanfaatan teknologi informasi, serta pengembangan kompetensi aparatur agar pelayanan publik dapat berlangsung lebih efektif, efisien, dan memberikan kepuasan yang lebih tinggi kepada masyarakat.

PERAN PENGAWAS MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN GURU DI MTS NEGERI 3 TUTUYAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR

Ginto, Sakina, Anwar, Khoirul, Makshun, Toha
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pengawas madrasah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran guru di MTs Negeri 3 Tutuyan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif… atif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengawas madrasah, kepala madrasah, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawas madrasah berperan penting dalam pelaksanaan supervisi akademik melalui penyusunan program supervisi, penjadwalan, observasi kelas, pembinaan, pemberian umpan balik, dan tindak lanjut hasil supervisi. Pengawas juga berperan sebagai pembimbing, motivator, evaluator, dan fasilitator bagi guru dalam memperbaiki proses pembelajaran. Pelaksanaan supervisi akademik memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, terutama dalam penyusunan perangkat pembelajaran, penggunaan metode mengajar yang lebih variatif, perbaikan evaluasi pembelajaran, serta peningkatan profesionalisme guru. Faktor pendukung pelaksanaan supervisi meliputi kerja sama antara pengawas, kepala madrasah, dan guru, dukungan kepala madrasah, serta koordinasi yang baik. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan media pembelajaran, perbedaan kemampuan siswa, dan kurangnya pelatihan tatap muka. Dengan demikian, supervisi akademik perlu dilakukan secara berkelanjutan, bertahap, dan berjenjang agar kualitas pembelajaran guru semakin meningkat.

PROFESIONALISME GURU DALAM KURIKULUM BERBASIS ALAM: ANALISIS INTEGRASI PENGALAMAN LUAR RUANGAN TERHADAP CAPAIAN PEMBELAJARAN FORMAL ANAK USIA DINI

Laksmita Wahyu Chandra Utami, Pamungkas, Joko
Abstract: Nature based curricula are often perceived as mere aimless play, despite their significant potential to meet formal learning targets. This study aims to analyze the role of teacher professionalism in integrating outdoor… experiences (outbound) into formal learning outcomes for early childhood. The research method employed is descriptive qualitative through a literature study of reputable journals. The findings indicate that teacher professionalism, encompassing pedagogical competence and nature-educator identity, is the key to successful integration. Systematically designed outdoor activities are proven to significantly enhance children's executive functions, self-regulation, and literacy-numeracy skills. The discussion emphasizes that direct experience in nature is not a hindrance but a catalyst for formal academic achievements. In conclusion, effective integration requires teachers capable of mapping nature activities into national curriculum indicators. This study recommends specialized training for early childhood teachers to strengthen reflection and curriculum mapping skills in nature-based settings.

EVALUASI DAN SUPERVISI PEMBELAJARAN ANALISIS DI SMK BUDI BAKTI UTAMA (SMK BBU)

Atep Jalaluddin
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan supervisi pembelajaran di SMK Bina Budi Utama (SMK BBU) dengan fokus pada efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, mengidentifikasi kendala… la yang dihadapi dalam pelaksanaannya, serta merumuskan strategi supervisi yang lebih sistematis dan relevan dengan karakteristik pendidikan kejuruan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, pengawas, dan guru-guru produktif di SMK BBU. Validitas data diperoleh melalui teknik triangulasi sumber dan metode, sementara analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman, mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi pembelajaran di SMK BBU telah berjalan secara terstruktur dan memiliki kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pengajaran. Guru menunjukkan antusiasme terhadap proses supervisi dan aktif menerapkan masukan yang diberikan. Namun, beberapa kendala ditemukan, seperti terbatasnya waktu pengawas, kurangnya instrumen evaluasi baku, dan belum optimalnya proses pendampingan setelah supervisi. Strategi yang disarankan meliputi penguatan tim supervisi internal, penggunaan pendekatan kolaboratif dalam supervisi, serta penerapan evaluasi pembelajaran berbasis karakteristik pendidikan kejuruan. Simpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa supervisi pembelajaran di SMK BBU sudah efektif, tetapi perlu ditingkatkan secara sistematis agar lebih sesuai dengan kebutuhan guru kejuruan dan tuntutan dunia industri. Supervisi yang berbasis data dan berorientasi pada pengembangan profesionalisme guru menjadi kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan vokasional. Penelitian ini memberikan kontribusi baik secara teoretis dalam pengembangan kajian supervisi pendidikan, maupun secara praktis sebagai acuan kebijakan sekolah dalam pelaksanaan supervisi yang berkelanjutan.

HADIS TENTANG KONSEP MANAJEMEN PENGORGANISASIAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF HADITS

Aminah, Neneng, Maryati, Machdum Bachtiar, Ashpandi
Abstract: Konsep manajemen pengorganisasian dalam pendidikan Islam memiliki signifikansi fundamental dalam mengembangkan sistem pendidikan yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi konsep manajemen pengorganisasian… ngorganisasian pendidikan Islam melalui analisis komprehensif hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research (penelitian kepustakaan) dan content analysis. Sumber data primer adalah kitab-kitab hadis standar seperti Sahih Bukhari, Sahih Muslim, Sunan Abu Dawud, dan kitab hadis mu'tabar lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran, klasifikasi, dan analisis hadis-hadis yang berkaitan dengan manajemen pengorganisasian pendidikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis Nabi Muhammad SAW mengandung prinsip-prinsip manajemen pengorganisasian yang komprehensif, meliputi aspek kepemimpinan, pembagian tugas, koordinasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa konsep manajemen dalam hadis menekankan profesionalisme, transparansi, musyawarah, dan pengembangan potensi individual dalam kerangka organisasi pendidikan Islam.Kontribusi penelitian ini memberikan perspektif baru dalam memahami konsep manajemen pendidikan Islam berdasarkan sumber normatif hadis, sekaligus menawarkan model pengorganisasian yang berbasis pada nilai-nilai profetik. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan manajemen pendidikan Islam dan memberikan landasan konseptual bagi praktisi pendidikan dalam mengembangkan sistem manajemen yang efektif dan berkarakter.

KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA (PROBLEMATIKA, TANTANGAN DAN LINTASAN SEJARAH KURIKULUM DI INDONESIA)

Nurhidaya M, Hamdan, Ani Cahyadi
Abstract: Pendidikan Islam di Indonesia telah mengalami transformasi signifikan untuk memenuhi tuntutan masyarakat modern. Sejak pertama kali diperkenalkan di nusantara hingga saat ini, kurikulum pendidikan Islam terus berkembang… sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat. Namun, tantangan masih tetap ada, termasuk keterbatasan dalam metode pengajaran, integrasi nilai-nilai Islam dengan kemajuan ilmu pengetahuan, dan kesiapan sumber daya manusia. Secara historis, kurikulum ini telah melalui beberapa fase penting: masa kolonial, masa pasca kemerdekaan, dan era globalisasi. Setiap fase memperkenalkan tantangan dan kebijakan yang unik dalam pengembangan pendidikan Islam. Pemerintah Indonesia, melalui regulasi seperti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan kurikulum berbasis kompetensi, telah berupaya mengintegrasikan pendidikan Islam ke dalam sistem pendidikan nasional. Namun, integrasi ini sering kali menimbulkan dilema antara pelestarian nilai-nilai Islam dan penerimaan terhadap ilmu pengetahuan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada penelitian kepustakaan untuk mengkaji perkembangan historis, tantangan, dan solusi terkait kurikulum pendidikan Islam di Indonesia. Temuan penelitian menunjukkan adanya masalah yang terus berlangsung, seperti dikotomi antara ilmu agama dan ilmu sekuler, sentralisasi kurikulum, serta kelebihan muatan kurikulum. Penelitian ini juga menyoroti perlunya reformasi menyeluruh, pengembangan profesionalisme guru, serta integrasi pendidikan Islam dan pendidikan sekuler untuk menghasilkan lulusan yang seimbang dan kompetitif. Kurikulum yang adaptif dan responsif sangat penting untuk menjaga relevansi pendidikan Islam di tengah perubahan global yang cepat, guna memastikan bahwa generasi mendatang memiliki integritas moral yang kuat, pengetahuan agama yang solid, dan keterampilan yang beragam.

Pengaruh Kepemimpinan Kepala Madrasah terhadap Profesionalisme Guru dalam Membimbing Siswa di MIN 2 Pekanbaru

Muhammad Azroi, Deprizon
Abstract: This study aims to comprehensively examine the influence of the madrasah principal’s leadership on teacher professionalism in guiding students at MIN 2 Pekanbaru, positioning educational leadership as a key element that… t determines the quality of pedagogical practice. The investigation focuses on three main questions, namely the characteristics of the principal’s leadership, the level of teacher professionalism, and the extent to which leadership contributes to the effectiveness of student guidance. The novelty of this research lies in the integration of instructional, managerial, and entrepreneurial leadership concepts with teachers’ pedagogical and professional competencies, resulting in a more holistic understanding of the mechanisms through which leadership influences the guidance process that requires accuracy in planning, precision in implementation, and rigor in evaluation. The findings reveal a positive and significant relationship between the principal’s leadership and teacher professionalism, with a contribution of 61.1%, indicating that the majority of improvements in teacher professionalism are shaped by the quality of leadership practiced. Supportive and participatory leadership, reinforced by continuous academic supervision, is proven to enhance teachers’ capacities, strengthen work motivation, and create a professional environment conducive to effective student guidance. These outcomes demonstrate that the effectiveness of guidance is not solely influenced by individual teacher competence but also by leadership structures that direct, facilitate, and optimize educator performance systematically. This study concludes that the madrasah principal holds a central role as a driver of improved guidance quality through the application of visionary, adaptive, and human-resource-oriented leadership, whose implications may serve as a basis for formulating strategies to enhance teacher competence and strengthen educational leadership models within madrasah institutions.

Penerapan Psikoedukasi Untuk Meningkatkan Pemahaman Dan Sikap Profesionalisme Dalam Service Excellence

Psikoedukasi, Halima Sukri, Rahmawati Syam, Andi Nasrawati Hamid
Abstract: PT Mallomo, sebagai unit bisnis dari Bosowa Transportation di Maros, Sulawesi Selatan, berfokus pada jasa trucking dan sangat mengandalkan ketepatan serta kecepatan pelayanan dalam aktivitas pengiriman muatan. Kualitas pelayanan,… elayanan, baik internal maupun eksternal, menjadi faktor kunci dalam industri jasa logistik ini. Namun, hasil wawancara dengan bagian HR Bosowa Transportation mengidentifikasi adanya tantangan terkait kualitas pelayanan yang dipicu oleh kurangnya komunikasi antar divisi, kerja sama, dan sikap profesionalisme karyawan. Untuk merespons kebutuhan ini, diselenggarakan program psikoedukasi mengenai Service Excellence. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di PT Mallomo Trucking pada 27 November 2025 , melibatkan 15 orang karyawan. Materi psikoedukasi dirancang untuk memperkuat komunikasi internal dan eksternal, membangun kepercayaan tim, serta menanamkan pemahaman mendalam tentang Service Excellence. Hasil evaluasi pasca kegiatan menunjukkan respons yang sangat positif. Peserta menilai dan menyatakan Sangat Puas 38% dan sisanya merasa Puas 62% terhadap penyelenggaraan kegiatan. 54% peserta menilai materi yang dibahas Sesuai dan 46% Sangat Sesuai dengan tuntutan pekerjaan mereka. Peserta menunjukkan tingkat Paham 54% hingga Sangat Paham 46% terhadap materi yang disampaikan. Selain itu, peserta juga menilai penjelasan pemateri Jelas 46% dan 54% Sangat Jelas. Oleh karena itu, psikoedukasi ini dinilai efektif dalam membangun fondasi pengetahuan yang kuat, yang diharapkan mampu mendorong peningkatan sikap profesionalisme dan kualitas Service Excellence PT Mallomo secara menyeluruh.

Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar Sebagai Pembentuk Guru Profesional Di UPT SDN 09 Kepala Bukit

Annisah Fitriah, Afrimon
Abstract: Program Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) adalah suatu program dalam pendidikan prajabatan guru, yang dirancang untuk melatih mahasiswa atau calon guru menguasai kemampuan keguruan yang utuh dan terintegrasi, sehingga… setelah menyelesaikan pendidikannya mahasiswa siap secara mandiri mengemban tugas sebagai guru. Kemampuan untuk melaksanakan tugas inilah yang dibentuk melalui PKM. PKM dapat dideskripsikan sebagai suatu program yang merupakan ajang pelatihan untuk menerapkan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam rangka pembentukan profesionalisme guru yang sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) sesuai tuntutan Undang-Undang Pendidikan Nasional. PKM adalah suatu program yang mempersyaratkan kemampuan aplikasi dan terpadu dari seluruh pengalaman belajar sebelumnya ke dalam program pelatihan, berupa kinerja dalam semua hal yang berkaitan dengan jabatan keguruan, baik kegiatan mengajar maupun tugas-tugas keguruan lainnya. Kegiatan-kegiatan itu diselenggarakan secara bertahap dan terpadu dalam bentuk orientasi lapangan, pelatihan terbatas, pelatihan terbimbing, dan pelatihan mandiri, yang terjadwal secara sistematis yang difasilitasi oleh Dosen Pembimbing dan Guru Pamong secara kolaboratif. Dengan demikian, pemantapan kemampuan mengajar mahasiswa di sekolah dasar merupakan langkah penting dalam mempersiapkan calon guru yang berkualitas dan siap untuk menghadapi berbagai tantangan dalam dunia pendidikan.