Abstract:Studi ini menganalisis pengaruh Total Debt Ratio (TDR) dan Receivable Turnover (RTO) terhadap Return on Equity (ROE) pada perusahaan sektor transportasi dan logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021-2025.…
021-2025. Kesenjangan penelitian (gap) yang diangkat ialah fluktuasi tajam profitabilitas sektor pascapandemi di tengah kenaikan beban utang dan tekanan pengelolaan piutang, yang belum dijelaskan secara konsisten oleh studi terdahulu. Pendekatan kuantitatif asosiatif diterapkan pada data sekunder laporan keuangan tahunan auditan. Melalui purposive sampling, diperoleh 12 perusahaan dengan 60 observasi firm-year, dianalisis dengan regresi linier berganda setelah transformasi akar kuadrat guna memenuhi asumsi normalitas. Hasil menunjukkan TDR tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap ROE, sedangkan RTO berpengaruh signifikan positif secara parsial. Secara simultan, TDR dan RTO berpengaruh signifikan terhadap ROE dengan kontribusi (Adjusted R Square) sejumlah 14,0%. Temuan ini mengindikasikan bahwa efisiensi penagihan piutang, bukan semata struktur utang, lebih menentukan profitabilitas ekuitas pada sektor ini.
Abstract:Various phenomena related to the implementation of integrity in the public sector demonstrate the importance of strengthening integrity values within organizations. One approach is through organizational culture, including…
ng the implementation of transaction practices through an Warung Kejujuran. This study aimed to explore auditors’ experiences in conducting transactions at an Warung Kejujuran. The study employed a qualitative approach using Moustakas’ transcendental phenomenology. Data were obtained through in-depth interviews and documentation involving auditors at the Jombang Regency Inspectorate who had experience interacting with the Warung Kejujuran. Data were analyzed through epoche, phenomenological reduction, imaginative variation, and the synthesis of meaning and essence, supported by NVivo for data organization, coding, and identification of thematic patterns. The findings indicate that transaction practices at the Warung Kejujuran provide auditors with experiences of applying integrity values through independent decision-making in the absence of direct supervision. These experiences are reflected in self-control as a basis for honest action and in the fulfillment of obligations as an element of an auditor’s moral responsibility. Thus, the essence of auditors’ experiences in transaction practices at the Warung Kejujuran lies in their ability to conduct transactions independently through self-control and fulfillment of moral obligations in situations with limited external supervision.
Abstract:This study aims to analyze the effects of professionalism, independence, and work motivation on audit quality at the South Sulawesi Provincial Inspectorate, both simultaneously and partially, and to identify the most dominant…
inant factor influencing audit quality. The study employed a quantitative approach using a survey method. The research population consisted of all auditors at the South Sulawesi Provincial Inspectorate. A saturated sampling technique was applied, resulting in 53 respondents whose questionnaires were successfully collected and met the research criteria. Data were collected through questionnaires using a Likert scale and analyzed using multiple linear regression. The results indicate that professionalism, independence, and work motivation simultaneously have a positive and significant effect on audit quality. This finding is supported by an F-value of 25.053 with a significance level of 0.001 and an adjusted R-squared value of 0.581, indicating that the three variables explain 58.1% of the variation in audit quality. Partially, professionalism has a positive and significant effect on audit quality, as indicated by a t-value of 2.983 and a significance level of 0.004. Work motivation also has a positive and significant effect on audit quality, with a t-value of 2.910 and a significance level of 0.005. In contrast, independence does not have a significant effect on audit quality, as reflected by a t-value of 1.184 and a significance level of 0.242. Among the examined variables, professionalism has the strongest influence on audit quality, followed by work motivation and independence. These findings suggest that strengthening auditors’ professionalism and work motivation is essential for improving audit quality within the South Sulawesi Provincial Inspectorate.
Abstract:The purpose of this research is to examine the effect of auditors’ competence, workload, and personality type on auditors’ fraud detection ability at the Central Sulawesi Province Audit Board of Indonesia (BPK) Representative…
sentative Office. This research employed a quantitative approach using a survey method. The population consisted of 40 auditors, and the sample was determined using a saturated sampling technique (total sampling), involving all 40 auditors as research respondents. Data collected through Likert-scale questionnaires were analyzed using multiple linear regression with IBM SPSS Statistics version 25. The results indicate that personality type has a positive and significant effect on auditors’ fraud detection ability, while competence and workload do not show significant partial effects. However, all independent variables simultaneously influence fraud detection ability. Based on the adjusted R-square value of 0.324, the research model explains 32.4% of the variation in auditors’ fraud detection ability, while the remaining 67.6% is explained by other factors outside the research model
Abstract:Proyek Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) di Indonesia selama tahun 2011-2013 menjadi salah satu kasus korupsi terbesar dalam sejarah penganggaran publik negara, yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp2,3 triliun…
n dari total anggaran Rp5,9 triliun. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kegagalan proses penganggaran pemerintah dalam proyek E-KTP dan dampaknya terhadap kerugian keuangan negara dengan menggunakan Teori Principal-Agent dan prinsip-prinsip Tata Kelola Pemerintahan yang Baik (Good Governance).Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data sekunder melalui studi dokumentasi. Sumber data utama adalah Putusan Mahkamah Agung No. 34 PK/Tipikor/2018 tentang Setya Novanto, Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) No. 10/LHP/XVIII/03/2013 tentang proses pengadaan E-KTP, serta laporan dan siaran pers dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Teknik analisis isi digunakan untuk mengidentifikasi pola kegagalan penganggaran, dampak langsung dan tidak langsung, serta rekomendasi pencegahan.Temuan yang diharapkan menunjukkan bahwa kegagalan penganggaran terjadi dalam empat tahap. Perencanaan dengan penggelembungan anggaran (mark-up) hingga tiga kali lipat dari estimasi teknis.Implementasi dengan tender yang diarahkan dan suap sebesar 7% dari nilai proyek.Pengawasan internal yang lemah yang menyebabkan asimetri informasi antara agen dan prinsipal.Manipulasi akuntabilitas laporan keuangan.Dampaknya mencakup kerugian finansial langsung sebesar Rp2,3 triliun dan kerugian tidak langsung seperti menurunnya kepercayaan publik terhadap e-government dan terganggunya program publik lainnya. Berdasarkan prinsip Good Governance, studi ini merekomendasikan penguatan transparansi melalui publikasi data terbuka, audit real-time oleh BPK, optimalisasi sistem e-procurement, dan pemisahan fungsi otoritas anggaran untuk meminimalkan celah Principal-Agent dalam proyek e-government di masa depan.Kata Kunci: kegagalan penganggaran, proyek E-KTP, kerugian keuangan negara, teori principal-agent, tata kelola yang baik, audit BPK.
Abstract:Fenomena greenwashing semakin marak di dunia bisnis modern seiring meningkatnya tekanan pasar terhadap klaim keberlanjutan lingkungan. Di Indonesia, regulasi berbasis lingkungan seperti POJK No. 51/2017 belum mampu sepenuhnya…
uhnya mencegah praktik tersebut. Tujuan: Artikel ini bertujuan mengkaji greenwashing dari perspektif moralitas dan etika bisnis, mengidentifikasi faktor penyebab dan bentuk-bentuknya, menganalisis dampaknya, serta merumuskan upaya pencegahan yang komprehensif. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan, dokumentasi, dan analisis konten terhadap sumber ilmiah tahun 2021-2026. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014) serta triangulasi sumber. Hasil: Greenwashing didorong oleh tekanan persaingan pasar, motivasi reputasi, asimetri informasi, lemahnya regulasi, dan tekanan pemangku kepentingan. Bentuknya mencakup klaim tanpa bukti, citra visual menyesatkan, pengungkapan selektif, pelaporan keberlanjutan tidak akuntabel, dan sertifikasi mandiri tidak terverifikasi. Ditinjau dari etika bisnis, greenwashing melanggar prinsip kejujuran, tanggung jawab, transparansi, dan keadilan. Simpulan: Dampak greenwashing bersifat merugikan konsumen, perusahaan, dan lingkungan. Pencegahannya memerlukan penguatan regulasi, sertifikasi independen, audit berkala, peningkatan literasi konsumen, dan internalisasi nilai etika dalam tata kelola perusahaan.
Abstract:Fraud atau kecurangan menjadi ancaman serius bagi berbagai organisasi, baik di sektor pemerintahan maupun swasta. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh Good Corporate Governance (GCG) dan audit internal terhadap…
ap pencegahan fraud pada berbagai jenis organisasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran artikel ilmiah di Google Scholar menggunakan kata kunci "Good Corporate Governance", "Audit Internal", dan "Pencegahan Fraud". Artikel yang terpilih kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk menemukan pola dan kesimpulan dari berbagai temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa GCG dan audit internal secara umum berpengaruh positif terhadap pencegahan fraud. Pengaruh paling kuat ditemukan ketika GCG dan audit internal diterapkan secara bersama-sama, bukan secara terpisah. Namun, tidak semua penelitian menunjukkan hasil yang signifikan, terutama ketika penerapannya masih bersifat formalitas dan belum didukung oleh budaya organisasi yang berintegritas. Perbedaan hasil juga dipengaruhi oleh sektor industri dan tingkat kematangan tata kelola masing-masing organisasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada perbandingan lintas sektor dan metode yang memperlihatkan bahwa efektivitas GCG dan audit internal sangat bergantung pada komitmen nyata dari manajemen serta internalisasi nilai-nilai etis dalam organisasi. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar mengkaji variabel moderasi seperti budaya organisasi dan komitmen manajemen, serta memperluas cakupan sektor penelitian agar hasilnya lebih representatif.
Abstract:Pasar modal merupakan industri berbasis kepercayaan (trust-based industry) yang idealnya mengedepankan prinsip transparansi dan keadilan publik. Namun, realitas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di awal tahun 2026 diwarnai oleh…
leh sanksi berat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap emiten PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) dan PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) akibat kesalahan material laporan keuangan dan transaksi abnormal. Berbeda dengan riset terdahulu yang mengkaji kecurangan pasar secara parsial, penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan praktik manajemen laba (earnings management), transaksi orang dalam (insider trading), dan manipulasi pasar (saham gorengan) sebagai satu kesatuan mata rantai kejahatan kerah putih (white-collar crime), sekaligus membedahnya melalui tinjauan etika bisnis normatif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, penelitian ini menerapkan teknik analisis konten (content analysis) dan studi literatur komparatif terhadap data sekunder rilis resmi regulator serta laporan keuangan emiten. Pisau analisis yang digunakan mencakup Fraud Diamond Theory, Teori Keagenan (Agency Theory), Asimetri Informasi, serta Paradigma Integritas Manusia Utuh. Hasil penelitian menunjukkan adanya sinkronisasi kecurangan yang terstruktur dari hulu ke hilir. Tahap hulu (the setup) diawali dengan rekayasa akuntansi melalui penyalahgunaan kapabilitas manajemen. Ketimpangan informasi di hulu kemudian dimanfaatkan di tengah jalan (the leak) untuk membocorkan informasi material kepada jaringan afiliasi, yang bermuara pada transaksi semu di hilir (the execution) guna menjebak psikologi investor ritel demi keuntungan egoistik sepihak. Dari tinjauan etika utilitarianisme dan deontologi Immanuel Kant, mata rantai kejahatan finansial ini dinilai cacat moral secara mutlak karena mencederai kewajiban moral kejujuran (duty of honesty) dan mengeksploitasi investor publik semata-mata sebagai alat komersial (means to an end). Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan sistem deteksi dini terintegrasi oleh regulator untuk memutus rantai kecurangan finansial di bursa nasional, Indonesia terutama ketika penerapannya masih bersifat formalitas dan belum didukung oleh budaya organisasi yang berintegritas. Perbedaan hasil juga dipengaruhi oleh sektor industri dan tingkat kematangan tata kelola masing-masing organisasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada perbandingan lintas sektor dan metode yang memperlihatkan bahwa efektivitas GCG dan audit internal sangat bergantung pada komitmen nyata dari manajemen serta internalisasi nilai-nilai etis dalam organisasi. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar mengkaji variabel moderasi seperti budaya organisasi dan komitmen manajemen, serta memperluas cakupan sektor penelitian agar hasilnya lebih representatif.
Abstract:Digital transformation has changed accounting from a transaction-recording function into a data-driven, technology-enabled, and strategic business process. This study aims to examine how digital transformation reshapes accounting…
ccounting practices in Indonesian companies, particularly in financial reporting, management accounting, auditing, internal control, and accountant competencies. The study applies an interpretive qualitative approach through document-based case synthesis and thematic analysis of thirty-five recent national and international studies published within the last five years. The analysis identifies five major themes: automation of routine accounting activities, cloud-based accounting information systems and enterprise resource planning integration, artificial intelligence and robotic process automation in accounting and auditing, the transformation of accountants into digital analysts and business advisors, and governance challenges related to data quality, ethics, cybersecurity, and internal control. The findings indicate that Indonesian companies benefit from digital accounting through faster reporting, improved information quality, more efficient operations, and better decision-making. Nevertheless, the transformation is constrained by uneven digital literacy, limited readiness of accounting human resources, resistance to system change, weak data governance, and the need for stronger ethical safeguards. This study contributes to accounting literature by providing a qualitative synthesis of digital transformation in Indonesian corporate accounting practices and by offering practical implications for companies, accountants, auditors, and accounting education institutions.
Abstract:This study aims to analyze the effect of Initial Public Offering (IPO) on Return on Assets (ROA) by considering Firm Size, Liquidity, Leverage, and Tangibility in companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The…
he study adopts a quantitative explanatory research design using secondary data obtained from audited annual financial statements of companies that conducted IPOs during the observation period. The sample was selected using purposive sampling, while panel data were analyzed using the Fixed Effect Model (FEM) to examine the relationships among the variables. The findings indicate that IPO has a positive but insignificant effect on ROA, suggesting that additional capital raised through public offerings does not immediately improve corporate profitability. Firm Size and Leverage exhibit significant negative effects on ROA, indicating that larger firms may experience operational inefficiencies, while excessive debt increases financial burdens and reduces profitability. Conversely, Liquidity and Tangibility show positive but insignificant effects on ROA. Simultaneously, IPO, Firm Size, Liquidity, Leverage, and Tangibility significantly influence ROA, with the model explaining 59.11% of the variation in profitability. These findings imply that post-IPO financial performance depends not only on capital acquisition but also on effective asset utilization, prudent debt management, and efficient operational strategies. The study contributes to the literature on post-IPO corporate performance and provides practical insights for managers and investors in evaluating financial performance after public offerings